Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Scientech Research and Development

COPING STRESS PENDERITA HIV PADA LELAKI SUKA LELAKI (LSL) Agustini; Rohman, Miman Abdul
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.294

Abstract

Homoseksual merupakan orientasi seksual yang terjadi ketika individu memiliki preferensi seksual kepada sesama jenis, jenis kelamin, atau identitas gender yang sama. Laki-laki homoseksual disebut dengan istilah gay. Salah satu dampak perilaku sebagai gay dapat menyebabkan terlularnya virus HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, memahami, dan melihat coping stress pada gay yang mengidap HIV positif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 (lima) orang pria gay berusia 18-35 tahun yang mengidap HIV positif. Dalam melakukan validasi terhadap informasi kelima partisipan, peneliti melakukan triangulasi pada significant other. Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana kelima partisipan melakukan coping stress yang dimaksudkan adalah bagaimana gay mencoba mengatasi stress yang mereka alami akibat mengidap HIV positif. Ditemukan bahwa kelima partisipan menggunakan coping stress dengan cara problem focused coping dan emotional focused coping.
GAMBARAN RESILIENSI PADA ISTRI PERTAMA YANG DIPOLIGAMI Agustini
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1538

Abstract

Terdapat beberapa konflik dan masalah yang muncul dalam pernikahan. Salah satu dari bentuk konflik yang terjadi adalah suami menikah lagi atau berpoligami. Poligami dapat diartikan mempunyai istri lebih dari satu orang secara bersamaan. Seorang perempuan yang menerima kenyataan bahwa dirinya telah di poligami dan menjalani kehidupannya dengan baik, kemudian mampu mengendalikan problematika serta kembali bangkit, maka mereka telah memiliki resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran resiliensi pada istri pertama yang dipoligami. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat orang partisipan, yaitu istri pertama yang dipoligami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat partisipan telah mampu melalui aspek-aspek resiliensi serta sumber terbentuknya resiliensi, seperti: I have, I am, dan I can. Masing-masing subyek RI, HN, EE, dan MM menunjukkan cara dan tingkat resiliensi yang berbeda. Hal ini dipengaruhi latar belakang pendidikan dan pekerjaan, usia pernikahan saat poligami, alasan suami berpoligami, serta strategi pribadi dalam menghadapi masalah. Keempat partisipan ditemukan telah mampu memiliki resiliensi dengan cara yang berbeda-beda.