Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Kader Jumantik dalam Upaya Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Puskesmas Talang Betutu Kaulam Miryanti; Iwan Stia Budi; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.168-173

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data dari laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2015 Angka Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue (ABJ-DBD)paling rendah dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Palembang yaitu Puskesmas Talang Betutu sebesar 50,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi kader jumantik dalam upaya meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Puskesmas Talang Betutu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan tahun 2016 melalui wawancara mendalam kepada 10 informan yang terdiri dari Penanggung Jawab Program DBD di puskesmas, kepala kelurahan dan kader jumantik. Dilakukan analisis isi dan triangulasi (sumber, metode, dan teori).Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ditinjau dari faktor individu (pengetahuan dan motivasi) kader belum memiliki pengetahuan serta motivasi yang cukup dalam upaya meningkat ABJ dan pada faktor organisasi (kepemimpinan dan manajemen program) sudah cukup baik .Kesimpulan: Kader jumantik belum berdaya dan berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan ABJ di Puskesmas Talang Betutu. Saran penelitian ini sebaiknya seluruh stakeholder berkoordinasi untuk meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi aktif kader jumantik.
A Position Analysis of BPJS Claims Administration Officers and Verifiers (Case Study: Jambi Province Regional Mental Hospital) Hanisah, Hanisah; Ainy, Asmaripa; Budi, Iwan Stia
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 8, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high coverage rate of handling partially rejected claim financing reaching 7.34% of the total 19,476 cases in the Outpatient Unit of the Jambi Provincial Mental Hospital (RSJD) in 2022, is closely related to the quality of human resources (HR) in this case, the claims officer and the suitability of what is done with the job description, job specifications and standard operating procedures (SOP) that have been made. This study aimed to analyze the position of administrative officers and claim verifiers in the outpatient unit of the Jambi Provincial Mental Hospital. This research used a qualitative method. Information was collected through in-depth interviews with eight informants, observation, and document review. Test validity by triangulating sources, techniques, and data. The results showed that officers already knew the claims administration and verification procedures. The claim administration SOP in this case, the RJTL claim submission SOP and the monthly reporting SOP have not been outlined in a decision letter for the coding SOP. However, it has been outlined in a decision letter but has not been adequately socialized to the officers concerned. The SOP for claim verification has not been outlined in a decision letter and still refers to the technical guidelines for claim verification issued by BPJS Health. It is still found that the delegation of tasks and the number of verification officers not following the calculation of workload and standards set are obstacles in implementing administration and verification of claims in the Jambi Province RSJD outpatient department.
Systematic Review of Lean Management: Hospital Transformation for Increasing Operational Efficiency and Patient Care Putri Ayu Nurhaliza; Muhammad Pandu Aditya; Adinda Intan Pratiwi; Monica Aprilla Andestri; Elvara Angelita; Asmaripa Ainy
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2024): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v10i1.2763

Abstract

Background: One of places that providing health services is a hospital which provides comprehensive health services. Therefore, one of the benchmarks that hospitals facing is to always maintain consumer trust by improving quality of services so that consumers’ satisfaction significantly increases. In this research, Lean Management has become a more popular approach in various industries including the health sector such as hospitals. Objectives: To learn about lean management in hospitals such as how to implement lean management and find out the efficiency of lean management in hospitals. Research Method: A systematic review that used a qualitative meta-synthesis approach based on the results of similar studies. Results: The impacts of lean management on the quality of hospital’s health services were found. Conclusion: The context of transformation for the hospital. Implementing lean management has a significant impact on various aspects, from operational efficiency to service quality. Applying its management allows hospitals to proactively identify areas where improvement is needed, thereby ensuring that high standards of services are maintained.
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Menggunakan Satu Hari Satu Telur Pada Balita Stunting di Puskesmas Multiwahana Kota Palembang Rizka Sri Rahayu; Asmaripa Ainy; Iwan Stia Budi; Adelina Irmayani Lubis
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i1.23401

Abstract

In Indonesia, stunting has emerged as a critical national issue that must be addressed as it significantly affects the potential and quality of human resources. One of the initiatives implemented by Puskesmas Multiwahana to combat stunting is the evaluation of the supplementary feeding program, specifically the 'One Egg per Day' initiative for stunted toddlers. This study aimed to assess the effectiveness of the program using a qualitative approach, employing in-depth interviews with nine informants. The evaluation framework consists of three components: Input (Man, Money, Material, Method), Process (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), and Output (Program Coverage). Findings indicated that the 'One Egg per Day' program at Puskesmas Multiwahana has been effectively implemented, successfully providing eggs to stunted toddlers. However, several challenges remain, particularly in monitoring consumption and distribution. In conclusion, the program faces limitations in supervision frequency and relies primarily on weight and height measurements for evaluation, highlighting the need for improved monitoring mechanisms to enhance its overall impact.
Systematic Review Inovasi Program Pencegahan Stunting Adinda Satriavi Utami; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.584

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan stunting masih menjadi masalah kesehatan gizi yang cukup serius, terutama pada negara-negara berkembang yang berpenghasilan rendah. Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, sekitar 149,2 juta anak dibawah usia lima tahun mengalami stunting. Sebagai upaya pencegahan stunting, diperlukan berbagai inovasi kebijakan maupun program/intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi program pencegahan stunting di negara-negara berkembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel menggunakan empat database, yaitu PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan DOAJ. Kriteria inklusi ialah artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2013-2023 dan berfokus pada populasi wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, pengasuh ataupun keluarga terdekat balita, bayi dan balita, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait di wilayah negara berkembang. Terdapat 16 artikel yang direview dengan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal dan ditemukan satu artikel dengan nilai kualitas studi dibawah 50%. Hasil: Inovasi program stunting yang efektif dapat dilakukan dengan edukasi gizi yang diselingi kegiatan menarik, edukasi gizi yang memanfaatkan aplikasi di smartphone, edukasi gizi yang menyertakan pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT) yang dapat melibatkan tradisi lokal. Kesimpulan: Inovasi dalam program pencegahan stunting dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui edukasi gizi maupun PMT.
Implementasi Program Antenatal Terpadu di Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Pendekatan Balance Scorecard Feby Happy Monica; Asmaripa Ainy; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Program antenatal terpadu merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang meliputi pelayanan KIA, gizi, pengendalian penyakit menular dan penanganan penyakit tidak menular serta beberapa program lokal dan spesifik lainnya. Balance Scorecard merupakan suatu metode pengukuran dan pelaporan kinerja yang juga dapat diterapkan dibidang kesehatan masyarakat yakni untuk mengevaluasi program kesehatan masyarakat.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Balance Scorecard for Public Health. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 18 informan dan dilakukan observasi serta telaah dokumen. Analisa data menggunakan matriks yang telah dikelompokkan sesuai perspektif pada kuadran balance scorecard. Uji validitas melalui triangulasi data, metode dan peneliti.Hasil Penelitian : Perspektif penggunaan sumber daya dan jasa untuk sarana dan prasarana masih terkendala ketersediaan peralatan pemeriksaan dan penanganan, khususnya ibu hamil dengan kasus HIV, IMS dan Hepatitis B. Ketersediaan tenaga kesehatan masih dinilai kurang di bagian gizi. Untuk perspektif proses layanan antenatal belum sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Begitu juga untuk keterlibatan kader kesehatan dalam program antenatal ini masih sangat jarang dilibatkan. Sehingga, dari ketiga perspektif tadi mempengaruhi perspektif status kesehatan yang terdiri dari menurunnya cakupan K1 dan K4 serta masih tingginya jumlah kematian ibu di Puskesmas Tanjung Agung.Kesimpulan : Pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Puskesmas Tanjung Agung masih belum begitu sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Sehingga, perlu adanya beberapa pembenahan dan peningkatan dalam pelaksanaan program tersebut khususnya di 4 perspektif pada penilaian dengan balance scorecard.Kata Kunci : Implementasi, antenatal terpadu, balance scorecard
Implementasi EWARS (Early Warning Alert and Response System) di Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2013 Ririn Yaumil Pratiwi; Najmah; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : EWARS merupakan salah satu perangkat dalam surveilans untuk mengetahui secara dini adanya sinyal peringatan/ ancaman penyakit menular potensial KLB. Sinyal peringatan dini yang ditangkap selama tahun 2011 sebanyak 16.897 alert yang tersebar di 6 Propinsi. Pada September tahun 2012 Dirjen PP dan PL Kemenkes telah mensosialisasikan EWARS ke 8 Propinsi baru termasuk Sumatera Selatan. Di tingkat Dinas Kesehatan Kota Palembang sistem ini efektif berjalan di minggu ke-1 januari 2013. Sampai minggu ke-11, dari 39 Puskesmas terdapat 25 Puskesmas yang melengkapi laporan mingguan. Ini berarti kelengkapan laporan mingguan pada minggu ke-11 sebesar 64%. Bila dibandingkan dengan indicator nasional dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1479/Menkes/SK/X/2003 kelengkapan laporan sebesar 90%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan panduan CDC 1999 mengenai evaluasi program. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas berdasarkan kelengkapan laporan, Petugas Surveilans dan petugas pustu. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa yang digunakan adalah analisa isi dan data disajikan dalam bentuk matriks dan narasi.Hasil Penelitian: Gambaran keadaan sumber daya yang dibutuhkan sudah baik. Aktifitas pelaporan belum sepenuhnya melibatkan puskesmas pembantu, sehingga data yang dikirimkan puskesmas ke dinas kesehatan terbatas pada data pasien yang berobat ke puskesmas. Untuk pengaruh lingkungan, informan menyatakan tidak ada. Kendala yang ditemukan yaitu kurangnya kesadaran dari petugas untuk melaporkan tepat waktu. Sampai minggu ke- 18 sistem ini telah mendeteksi sebanyak 202 alert/peringatan dini. Alert terbanyak pada Tersangka Campak sebanyak 63 alert dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan pengiriman spesimen ke laboratorium Propinsi Sumatera Selatan. Monitoring dilakukan mingguan dan bulanan.Kesimpulan : Kurangnya input seperti SDM, dana dan peralatan lainnya menjadi kendala bagi pelaksanaan program ini. Selain itu pada proses pelaksanaan dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan semua petugas agar dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu. Sehingga implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang masih perlu penyempurnaan dari segi ketepatan dan kelengkapan laporan. Dinas Kesehatan perlu untuk terus memperhatikan kekurangan yang terdapat pada input dan memonitoring penerapan program EWARS secara berkala serta menerbitkan bulletin sebagai umpan balik ke Puskesmas.Kata Kunci: Implementasi, EWARS, laporan mingguan
Perbedaan Perilaku Seksual Remaja pada Siswa SMA X Dan SMA Y Indralaya Erliande Feswenti; Asmaripa Ainy; Nur Alam Fajar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja mempunyai arti penting bagi kehidupan seseorang untuk mencari jati diri dalam proses pembentukan karakter pribadi yang akan memberikan kontribusi besar terhadap kehidupannya di masa mendatang. Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacammacam, mulai dari perasaan tertarik pada lawan jenis, keinginan untuk berpacaran, berpegangan tangan, keinginan untuk berpelukan, berciuman, sampai tingkah laku bersenggama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual remaja pada siswa SMA X dan SMA Y Indralaya tahun 2010.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan kuesioner pada siswa. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Sampel penelitian adalah siswa SMA X yang berjumlah 100 orang dan siswa SMA Y yang berjumlah 60 orang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan, sikap, pelayanan bimbingan dan konseling, dan peran teman sebaya antara siswa SMA X dan SMA Y. Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan peran orang tua antara siswa SMA X dan SMA Y, sedangkan perilaku seksual remaja pada siswa SMA X dan SMA Y adalah sama.Kata kunci : Perilaku seksual remaja, pengetahuan, sikap, pelayanan bimbingan dan konseling, peran orang tua, peran teman sebaya.
Analisis Partisipasi Pria dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2011 Des Mery; Fatmalina Febry; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indonesia mempunyai jumlah penduduk 216,9 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,36%. Untuk membatasi ledakan penduduk tersebut, Pemerintah melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada keadilan dan kesataraan gender dalam Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Salah satu kesetaraan gender dalam KB adalah partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi. Namun, sampai saat ini kesertaan KB di Indonesia masih didominasi oleh wanita. Berdasarkan data Laporan Bulanan UPTB KB Kecamatan Indralaya partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya masih rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi.Metode : Menggunakan metode survey analitik dengan design studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pria yang memiliki isteri yang berusia 15-49 tahun yang berjumlah 82 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa dari 7 variabel independen terdapat 5 variabel yang dinyatakan berhubungan dengan partisipasi pria dalam KB yaitu pendidikan (pvalue = 0,001), pengetahuan (pvalue = 0,014), akses pelayanan KB (pvalue = 0,010), kualitas pelayanan KB pria (pvalue = 0,030) dan image (penerimaan) KB pria (pvalue = 0,008).Kesimpulan : Variabel yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi adalah pendidikan, pengetahuan, akses pelayanan KB, kualitas pelayanan KB pria dan image (penerimaan) KB pria sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur dan jumlah anak.Kata Kunci: Partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, KB pria
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Wilayah Kerja Puskesmas Payakabung, Kabupaten Ogan Ilir Bambang Irawan; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.189-197

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas menyediakan layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten Ogan Ilir tahun 2017, kunjungan pasien rawat jalan terendah terjadi di Puskesmas Payakabung sebesar 650 pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di wilayah kerja Puskesmas Payakabung.Metode: Jenis penelitian ini adalah cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 112 orang.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebesar 43,8% responden yang memanfaatkan layanan kesehatan. Paling banyak responden menunjukkan karakteristik sebagai berikut: usia≤46 tahun (60,7%), perempuan (59,8%), pendidikan rendah (76,8%), bekerja (66,1%), memiliki persepsi yang baik mengenai sikap petugas (61,6%), memiliki persepsi yang baik mengenai JKN (55,4%), jarak antara rumah dan puskesmas dekat (67,9%) and memiliki persepsi positif mengenai sakit (58,9%). Ada hubungan signifikan antara variable usia (p-value < 0,0001), jenis kelamin (p-value = 0,016), persepsi mengenai JKN (p-value = 0,039), aksesibilitas layanan (p-value < 0,0001) dengan pemanfaatan layanan kesehatan bagi peserta JKN di wilayah kerja Puskesmas Payakabung.Kesimpulan: Berdasarkan uji statistik, terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan layanan kesehatan (usia, jenis kelamin, persepsi mengenai JKN, aksesibilitas layanan).Disarankan agar pemahaman mengenai program JKN bagi masyarakat sangat diperlukan untuk efektifitas layanan kesehatan di puskesmas.
Co-Authors Achmad Fickry Faisya Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Adelina Fitri Adelina Irmayani Lubis Adinda Intan Pratiwi Adinda Intan Pratiwi Adinda Satriavi Utami Akila Labiba Alta Fatra Alta Fatra, Alta Alvera Noviyan Alvera Noviyani Amrina Rosyada Amrina Rosyada Andodi Andodi, Andodi Ani Nidia Lisianti Anita Camelia Anita Rahmiwati Annisa Rahmawaty Annisa Rahmawaty Arie Kusumaningrum Asri Maharani Bambang Irawan Chendra, Rudy Des Mery Des Mery, Des Desri Maulina Dian Safriantini Dian Safriantini Dian Safriantini Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Elvara Angelita Elvara Angelita Elvi Sunarsih Erliande Feswenti Erliande Feswenti, Erliande Erma Kartikasari Fajar, Nur Alam Fatmalina Febry Fatmalina Febry Fatmalina Febry Feby Happy Monica Feby Happy Monica, Feby Happy Fenny Etrawati Fujiyanti, Poppy Ghita Apriani Haerawati Idris Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanisah, Hanisah Hartati Inaku Herman Brawijaya Herman Brawijaya, Herman Indah Dwi Wahyuni Indah Dwi Wahyuni, Indah Dwi Indah Fasha Palingga Irawan, Bambang Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jumatra Laila Kartikasari, Erma Kaulam Miryanti Kaulam Miryanti, Kaulam Laila, Jumatra Lisianti, Ani Nidia Magdalena Magdalena Maharani, Kaisa Davina Maulina Sari, Desri Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Monica Aprilla Andestri Monica Aprilla Andestri Muhammad Pandu Aditya Muhammad Pandu Aditya Najmah Najmah Najmah, Najmah Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi Putri Ayu Nurhaliza Putri Ayu Nurhaliza Putri Widita Muharyani Resi Hartini Resi Hartini, Resi Reztia Handayani, Reztia Rini Andriani Rini Andriani Rini Mutahar Ririn Yaumil Pratiwi Ririn Yaumil Pratiwi, Ririn Yaumil Rizka Sri Rahayu Rizma Adlia Syakurah Rudy Chendra Sabri Sudirman Sarri, Merri Nurmala Sartika Sartika, Dewi Siti Halimatul Munawarah Stiyawan, Yonatan Suci Destriatania Tembo, Tannia Try Any Widyastuti, Try Any Vaseta Eka Pardana Vaseta Eka Pardana, Vaseta Eka Virna Widora Saputri Virna Widora Saputri Widiati, Ilham Xaviera, Virnimuthia Yuni Masrona Zilfadila Zilfadila