Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Use of Digital Media in Improving Students' Understanding of Fiqh Material at MIS Hidayatut Thowalib Muthoisyah; Muhyidin
ETNOPEDAGOGI: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/etnopedagogi.v2i1.619

Abstract

This study aims to analyze the use of digital media in enhancing students' understanding of Fiqh subjects at MIS Hidayatut Thowalib. In the digital era, integrating technology into education has become increasingly essential to improve the effectiveness of the teaching and learning process. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving teachers and students who participated in Fiqh lessons using digital media. The findings indicate that the use of digital media, such as educational videos, interactive presentations, and learning applications, significantly enhances students' comprehension of Fiqh concepts. The visual appeal and interactivity of digital media make it easier for students to grasp abstract concepts in Fiqh. Moreover, students become more motivated to learn and actively engage in classroom discussions. However, challenges such as limited internet access and teachers’ lack of technological proficiency hinder the optimal use of digital media in learning. Overall, this study demonstrates that digital media positively impact students' understanding of Fiqh lessons. Therefore, teacher training in integrating technology into teaching and improved supporting facilities are necessary to maximize the benefits of digital media in education.
NASIONALISME DAN INTEGRASI INDONESIA: NASIONALISME PANCASILA Falah, Fajrul; Muhyidin
The Republic : Journal of Constitutional Law Vol. 2 No. 2 (2024): THE REPUBLIC : Journal of Constitutional Law
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara dan diterbitkan oleh Program Studi Hukum Tata Negara dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/htn.v2i2.1286

Abstract

Of course, all the people of this nation do not want to be said to be a "hypocrite", namely a person who denies existing values envisioned, formulated and enforced by our predecessors. In this case, Gaining independence and upholding national dignity are ideal swhich was fought for by the founders of this nation. However, what happened it seems that the ideals that had been realized have now been denied. Some in among us have become "hypocrites", so that our self-esteem as a nation seems to have disappeared and is even happy to be that nation "unjusted and colonized". In order to criticize current behavior seems off the mark, this article will invite all components to take a look go back to history, so you can see how noble the struggle of the people was the founders of this nation because they have upheld noble values seems to be reflected in Pancasila. Likewise, looking at history will visible, it is true that the spirit of nationalism has been embedded in the person as Indonesian people, or it turns out we are just hypocrites. In fact, many components of this nation have denied the values ​​of Pancasila, so it is difficult to be said to be a group with a soul nationalism. Why not, don't some people already attach importance? himself, for example, by carrying out corrupt practices or doing whatever even in order to obtain what he wants, for example power. As well as, It turns out that this nation's government doesn't have the power, so they let it go and even give other nations the opportunity to bully and oppress. It is clear that colonialism in its physical form has disappeared from this nation, of course but isn't neocolonialism already growing which is actually more painful, because it seems as if this nation has been tormented for a long time and did not immediately find healing. Keywords: Hypocrisy, nationalism, neocolonialism, corruption, Pancasila, and history.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab di Lingkungan Markaz Arab Pesantren Muhammad Fahrur Roji; bella, sinta; Muhyidin; Imro’atussholiha
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v7i1.6584

Abstract

Lingkungan bahasa disebut-sebut sebagai salah satu faktor terpenting dalam pembelajaran bahasa. Markaz Arab sebagai salah satu lingkungan bahasa tentu memiliki cara tersendiri untuk mengimplementasikan lingkungan bahasa dalam pembelajaran bahasa Arab. Karena itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi lingkungan Markaz Arab dalam pembelajaran bahasa Arab di PP. Bustanul Ulum Mlokorejo. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui wawancara mendalam, peneliti menemukan fakta bahwa lingkungan bahasa yang diterapkan oleh Markaz Arab adalah lingkungan formal dan informal, sehingga hal tersebut mempermudah dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa lingkungan formal dan informal dapat memberikan perkembangan yang cukup signifikan dalam pembelajaran bahasa Arab. Berangkat dari realitas tersebut, peneliti memberikan saran kepada para pembaca untuk berupaya menciptakan lingkungan bahasa secara formal dan informal dalam pembelajaran bahasa Arab.
PENDAMPINGAN CALON GURU MADRASAH DINIYAH WALI SONGO PACIRAN MELALUI KURSUS KILAT KITAB SHOHIH BUKHORI Abdul Mun’im; Muhyidin; M. Fathor Rohman
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2021): Juni : KERIS : Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v1i1.57

Abstract

Assistance for prospective madrasah diniyah teachers is part of the process of preparing cadres in Islamic symbols in the archipelago of the Republic of Indonesia. The mentoring that was carried out within a period of 1 month has inspired the students who have studied at the Madrasah Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Learning through the sorogan, bandongan and batsul masa'il approaches is not just classical learning, but a lot of philosophical principles are obtained in the formation of the souls of students who are polite, tawadu' and have good character. Mentoring which aims to equip prospective madrasah diniyah teachers in both material and religious abilities also equips prospective teachers to have an educator spirit in conveying knowledge in the community. Ability testing is carried out in the sorogan, bandongan and discussion method approaches or better known as batsul masa'il. The results obtained in the mentoring activity are that prospective students have met the standards both in the ability to read the salafi book and the ability to convey the contents contained in the yellow book. The ability to study and read the yellow book is a must for every santri who will serve as a madrasah diniyah teacher.
PEMBERDAYAAN GURU MELALUI PELATIHAN MEDIA DIGITAL BAHASA ARAB BERBASIS CANVA DI MI BUSTANUL ULUM MLOKOREJO PUGER JEMBER Faiz Azizi; Muhyidin; Halimatus Sya'diyah; Muhammad Fahrur Roji; Nur Imamaatun Nisa'
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembuatan media pembelajaran Bahasa Arab melalui pelatihan menggunakan platform desain grafis Canva di MI Bustanul Ulum Mlokorejo Puger Jember. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan praktis dan bertahap, yang mengutamakan pengenalan dasar desain grafis dan penggunaan Canva untuk membuat media pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menarik. Peserta pelatihan adalah guru-guru di MI Bustanul Ulum yang sebelumnya belum memiliki keterampilan dalam pembuatan media digital. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam membuat poster, infografis, dan presentasi Bahasa Arab yang relevan dengan materi pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan sarana dan tingkat keterampilan awal peserta, melalui bimbingan intensif dan sesi praktik langsung, guru berhasil menguasai platform Canva dan mengimplementasikan media yang dihasilkan dalam kegiatan belajar mengajar. Dampak dari pelatihan ini juga dirasakan oleh siswa, yang menunjukkan peningkatan motivasi dan pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Arab. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil memberdayakan guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di MI Bustanul Ulum Mlokorejo.
Pemberdayaan Karang Taruna Desa Sidogede Melalui Pelatihan Digital Marketing untuk Pemasaran Hasil Bumi Muhimatun, Atik; Muhyidin; Zulfa Nabila; Dwi Heriyanto; Sukris Sutiyatno; Titi Suwarni
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): JIPMAS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v3i1.287

Abstract

This program aims to empower the Sidogede Village Youth Organization through digital marketing training to optimize the marketing of local produce. Digital transformation is seen as a strategic solution to overcome the problem of long distribution chains and low selling value that have relied on conventional systems. The implementation method uses a participatory-applicative approach in three core stages: preparation (observation, needs survey, module preparation), implementation of one-day intensive workshops based on learning by doing, and multi-level evaluation (reaction, learning, behavior, and online monitoring). The results of the training showed a significant transformation in capacity: 100% of participants (20 people) successfully created and optimized Instagram/WhatsApp Business business accounts and produced marketing content. Seven-day post-training monitoring revealed that 75% of participants actively posted with an engagement rate of 3.5%, as well as 5 initial transactions worth IDR 850,000. This program proves that systematic mentoring can bridge the digital divide, change the mindset from consumers to content producers, and create real economic impacts. The sustainability of the program is supported by the formation of the Karang Taruna social media management team structure and the collective commitment to consistently provide content.
PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PROSES BELAJAR ANAK DI DESA MLOKOREJO PUGER JEMBER Faiz Azizi; Muhyidin; Halimatus Sya'diyah; Achmad Mahrus Helmi; Siti Asiya
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua di Desa Mlokorejo Puger, Jember, dalam mendukung proses belajar anak-anak mereka. Mengingat pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada orang tua terkait bagaimana cara mendampingi anak dalam belajar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, serta memberikan motivasi yang tepat untuk anak. Metodologi yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan keterampilan, pendampingan langsung, dan kolaborasi dengan guru serta masyarakat setempat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program, orang tua di Desa Mlokorejo mulai lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak, mulai dari mengatur waktu belajar hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah. Selain itu, terdapat peningkatan dalam motivasi belajar anak-anak dan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua dan guru. Program ini berhasil membangun kesadaran bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah, serta menciptakan jaringan dukungan yang lebih kuat untuk mendukung pendidikan anak di desa. Secara keseluruhan, pemberdayaan orang tua dalam pendidikan anak di Desa Mlokorejo Puger dapat dijadikan model untuk daerah lain dengan kondisi serupa, untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui keterlibatan keluarga yang lebih aktif.
IMPLEMENTASI ASAS KETERBUKAAN PADA PENGANGKATAN PERANGKAT DESA DI DESA KUWUREJO: Studi Kasus di Desa Kuwurejo Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan Dwi Nur Kolipah; Ahmad Burhan; Muhyidin
The Republic : Journal of Constitutional Law Vol. 4 No. 1 (2026): THE REPUBLIC : Journal of Constitutional Law
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara dan diterbitkan oleh Program Studi Hukum Tata Negara dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/htn.v4i1.2705

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi asas keterbukaan dalam proses pengangkatan Perangkat Desa di Desa Kuwurejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, periode 2024–2025. Studi ini didasarkan pada keharusan mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-empiris, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan informan kunci seperti Kepala Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Panitia P3D (Panitia Pemilihan dan Pengangkatan Perangkat Desa), perangkat desa, dan anggota masyarakat . Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun upaya transparansi prosedural—seperti pengumuman terbuka melalui spanduk, musyawarah desa, dan pelaksanaan ujian publik—telah dilakukan dan sesuai dengan Peraturan Bupati Lamongan , penerapan asas keterbukaan tersebut masih belum optimal. Ditemukan kesenjangan signifikan dalam akses informasi, di mana sebagian masyarakat masih tidak mengetahui adanya proses pengangkatan akibat kurangnya jangkauan sosialisasi konvensional, menyoroti kegagalan dalam mencapai transparansi substantif . Selain itu, proses ini terkendala oleh faktor fungsional dan struktural, termasuk minimnya jumlah pendaftar (terkadang hanya dua calon), yang mengurangi kompetisi dan berdampak pada kompetensi perangkat desa terpilih (dibuktikan dengan nilai calon di bawah ambang batas minimum 60) . Hambatan kritis lainnya meliputi hambatan administratif selama verifikasi berkas dan keterbatasan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa untuk mendukung sistem yang sepenuhnya kompetitif dan transparan berbasis teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai transparansi substantif diperlukan peningkatan mendesak dalam mekanisme sosialisasi, integrasi teknologi (seperti Sistem Informasi Desa), dan jaminan dukungan finansial yang memadai dari Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan integritas dan efektivitas proses rekrutmen lokal.