Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan Bawah sebagai Pakan Ternak pada Lahan Kelapa Sawit Menghasilkan Wulandari, Dwi Putri; Zuhud, Ervizal A.M.; Sudradjat, Sudradjat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.463-471

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan bawah pada lahan kelapa sawit menghasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dapat mendukung sistem integrasi sapi-sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan potensi tumbuhan bawah pada tegakan sawit sebagai pakan ternak sebelum dan sesudah dilakukan pemupukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2024 di Kebun Percobaan Kelapa Sawit Cikabayan, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi dan studi literatur.  Analisis data dilakukan dengan perhitungan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks keanekaragaman, dan ketersediaan serta produksi pakan per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies yang telah dijumpai sebanyak 80 spesies dari 36 famili dimana pada kondisi sebelum pemupukan berjumlah 830 individu dan setelah pemupukan meningkat menjadi 1.183 individu. Famili yang paling banyak berasal dari famili Poaceae (rerumputan), sedangkan golongan yang paling dominan dari berdaun lebar. Nilai indeks spesies tumbuhan bawah yang diperoleh dari indeks kekayaan spesies (6,47-8,27), keanekaragaman spesies (3,24-3,49), dan kesamaan spesies (70%) dikategorikan tinggi, sedangkan pada indeks kemerataan spesies (0,77-0,88) dikategorikan hampir merata. Jenis tumbuhan bawah sebagai pakan ternak, yang sangat disukai diantaranya A. gangetica, A. conyzoides, C. lappacea, P. Conjugatum dengan potensi total produksi pakan basah sebesar 34,85 ton/ha/tahun dan pakan kering 12,54 ton/ha/tahun yang dapat menampung 1-2 ekor sapi per hektar. Dengan demikian ketersediaan dan produksi yang diperoleh memiliki peluang untuk memasok pakan ternak dalam mendukung sistem integrasi sapi-sawit.
Keragaman Tumbuhan Hutan Sekunder di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau Hikmah, Nur; Nurjannah, Siti; Zuhud, Ervizal A.M.; Sunkar, Arzyana
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5236

Abstract

Perubahan tutupan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dianggap menurunkan keanekaragaman hayati, termasuk keragaman tumbuhan. Hutan sekunder yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dari keragaman tumbuhan yang masih tersisa meskipun bukan bagian dari areal perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di empat perkebunan kelapa sawit yang tersebar di dua kabupaten yaitu Kampar dan Pelalawan, Provinsi Riau selama 28 hari pada bulan Maret 2016. Metode penelitian yaitu analisis vegetasi petak tunggal dengan mengidentifikasi keragaman tumbuhan di hutan sekunder yang ada di sekitar perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan bervariasi sesuai dengan kondisi lokasinya. Jumlah spesies tumbuhan yang ditemukan beragam, PT SAR (85 spesies), PT AMA (71 spesies), PT MUP (44 spesies) dan PTPN (41 spesies). Perbedaan ini karena luasan dan kerapatan hutan sekunder juga berbeda. Nilai kekayaan jenis juga berbeda setiap lokasi, yaitu PT SAR (12.02), PT AMA (9.80), PT MUP (7.66), dan PTPN (5.67). Semakin tinggi nilai kekayaan spesies di suatu lokasi menunjukkan bahwa areal tersebut memiliki keanekaragaman yang tinggi. Hutan sekunder di sekitar PT SAR merupakan areal yang memiliki tingkat keragaman tumbuhan lebih tinggi dibandingkan ketiga lokasi lainnya.
POPULASI DAN HABITAT Nepenthes ampullaria Jack. DI CAGAR ALAM MANDOR, KALIMANTAN BARAT ., Maysarah; Zuhud, Ervizal A.M.; Hikmat, Agus
Media Konservasi Vol. 21 No. 2 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.204 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.2.125-134

Abstract

Nepenthes ampullaria Jack. is a species which adapted on the nutrient-poor areas in Mandor nature reserve.  Its could be increasing the quality of Mandor nature reserve as protected area. This research aims to study the population and habitat of N. ampullaria in the Mandor nature reserve. This study was conducted at two habitats, heath forest and peat swamp forest. Observations were made on, population abundance and habitat factors of  N. ampullaria. The results showed that the highest population density of N. ampullaria was in heath forest. Their are growth in groups. Vegetation analysis showed that constituent species habitat of N. ampullaria consist of 69 species from 39 familly. Result of identification to insects showed Formicidae is dominant family that trapped in pitcher of N. ampullaria. Temperature and humidity in N. ampullaria’s habitat has been switable for requirements growth of pitcher plant. Rainfall during the study was normally. Ratio of sand and soil on both affected the improvement of individual N. ampullaria in Mandor nature reserve. Keywords: habitat, Mandor nature reserve, Nepenthes ampullaria Jack, population
PEMANFAATAN JELUTUNG (Dyera spp.) OLEH SUKU ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS , JAMBI ., Aminah; Zuhud, Ervizal A.M.; Siregar, Iskandar Z.
Media Konservasi Vol. 21 No. 2 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.055 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.2.168-173

Abstract

Anak Dalam Tribe (Suku Anak Dalam; SAD) used jelutong in their daily live. But nowadays, jelutong population was reduced. Increase the forest change area decrease the habitat preference of jelutong. It need the strategy and technique to conservation jelutong without conflict with local people interest. Traditional management of jelutong among SAD in Bukit Duabelas National Park (Taman Nasional Bukit Duabelas; TNBD) benefits to understanding technique used of jelutong latex and understanding ecological knowledge SAD for strategy of conservation jelutong, among  other are to described  jelutong population status in TNBD. The research was conducted by using focus group discussion and indepth interview 40 respondent to examine management and use of jelutong. In addition, vegetation analysis was also conducted to determine the status of jelutong population by 8 sampling plots with census technique in 2,88 ha area. It was determined that SAD use latex of jelutong especially for comodity. Traditional technique applied to all methods tapping, production, and marketing latex. Time latex tapping done in early morning on 5 to 6 am because sunrise decreased latex production. Latex mixed with samak (Syzygium pyrifolium) or vinegar 61, allowed to stand until thickened and forming lumps fit the mold. The local management of this species is based on simple maintenance and tapping latex of individuals in the swamp area, dryland area and homegardens agroforest.The structure of jelutong population in TNBD was destructed which are distribution number of jelutong per ha young stage less than mature stage. Keywords: Anak Dalam Tribe, bioprospecting, conservation, Dyera spp., ethnobotany
Benzoin Business Opportunity Analysis in Conservation Areas: Case Study of Bukit Tiga Puluh National Park Ayu, Sari; Zuhud, Ervizal AM; Bahruni, Bahruni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19096

Abstract

This study analyzes the business potential and commercial benefits of benzoin (Styrax benzoin) in the Bukit Tigapuluh National Park (TNBT) conservation area, while exploring the traditional ecological knowledge of the Talang Mamak community in forest resource management. Benzoin is a non-timber forest product with high economic value used in cosmetics, pharmaceuticals, and perfumery. This research employed a descriptive qualitative method through ethnobioprospecting and supply chain analysis. The findings show that despite its high market value, farmers earn minimal profits due to reliance on middlemen and limited access to markets and processing technology. The study recommends strengthening farmers’ capacity through training, product diversification, and community-based marketing support. A benzoin conservation strategy should actively involve local communities as key actors in sustainable forest management.
Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bangka Melalui Pemberdayaan Ekowisata Kelekak Aren Amzu, Ervizal; Andarwulan, Nuri; Sapanli, Kastana; Hutami, Rosy; Ichsan, Nurul; Wahyudi, Slamet; Rusdi; Manar, Primadhika Al
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.639-643

Abstract

Rekomendasi kebijakan yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan potensi ekonomi aren: 1) membantu penyediaan bibit aren dan pendampingan dalam penanaman dan pemeliharaannya; 2) penyediaan sentra pembibitan aren yang berkualitas; 3) perlu pendampingan pengolah gula aren agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan sebagai pengrajin gula aren; 4) pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) aren yang membuat ekowisata berbasis kelekak aren.
Analysis of the utilization of groundcherry (Physalis angulata L.) by the community around the Cibodas Resort Gunung Gede Pangrango National Park Ritawati, Alvionita; Zuhud, Ervizal AM; Hidayati, Syafitri
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.613-623

Abstract

Cecendet (Physalis angulata) merupakan tumbuhan obat yang berasal dari hutan Resort Cibodas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana potensi aktual tumbuhan cecendet dan menganalisis intentsitas, motivasi serta persepsi terhadap dampak pemanfaatan oleh masyarakat sekitar Resort Cibodas TNGGP. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2021, berlokasi di Resort Cibodas TNGGP dan Desa Cimacan. Jumlah cecendet yang ditemukan pada ketinggian 1000 - 1600 mdpl adalah 148 jenis. Hasil penilaian dari Hawaii Pacific Weed Risk Assessment (HPWRA) tumbuhan cecendet adalah 20 yang berarti beresiko tinggi menjadi invasif di dalam kawasan. Karakteristik masyarakat Desa Cimacan dominan sudah menikah dengan tingkat pendidikan terakhir SMA yang berprofesi sebagai pedagang. Intensitas masyarakat dalam pemanfaatan cecendet paling tinggi adalah sebagai bahan konsumsi makanan ataupun minuman. Motivasi masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan cecendet sama rata untuk religi, pendidikan, ekologi, budaya, rekreasi dan sosial. Persepsi terhadap dampak pemanfaatan tumbuhan cecendet adalah ragu-ragu untuk dampak ekonomi, sosial dan budaya. Persepsi terhadap dampak ekologi dinilai tidak setuju oleh masyarakat sekitar. Pemanfaatan oleh masyarakat dengan pendekatan budidaya dapat menjadi solusi tingginya resiko invasif dari tumbuhan cecendet.
Proses Produksi Gula Aren di Pengrajin Ibrahim Kabupaten Bangka Sebagai Binaan BAPPEDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Pribadi, Moch. Fadlal Islamay; Hutami, Rosy; Andarwulan, Nuri; Zuhud, Ervizal A.M.; Sapanli, Kastana; Ichsan, Nurul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21460

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan tanaman palem yang menghasilkan nira sebagai bahan baku utama pembuatan gula aren. Gula aren menjadi produk penting bernilai ekonomi tinggi, namun proses produksinya masih dilakukan secara tradisional sehingga hasil dan mutu seringkali bervariasi. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi langsung dengan pengrajin Ibrahim di Desa Jada Bahrin, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi gula aren terdiri dari beberapa tahapan, yaitu penyadapan nira aren, perebusan nira hingga kental, penghilangan buih dan kotoran selama pemasakan, pendinginan, serta pencetakan menjadi gula aren padat. Proses pengolahan masih sederhana menggunakan peralatan tradisional seperti wajan, tungku, serok, dan cetakan bambu, sehingga konsistensi mutu produk sangat bergantung pada keterampilan pengrajin.