Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Physicochemical And Organoleptic Characteristics Of Flakes Based On Fermented Rice Bran and Beneng Taro Flour (Xanthosoma undipesh K.Koch) Putri, Nia Ariani; Nurtiana, Winda; Syabana, Mohamad Ana; Meindrawan, Bayu; Samara, Reizza Muhammad Giyats Al Hisyam Dwi
Food ScienTech Journal Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v6i1.24861

Abstract

Flakes are a food product and are expected to be able to meet market demand by presenting products that are practical, easy to serve, and fulfill the body's nutritional content. This research aims to determine the level of consumer acceptance of flakes products based on taro beneng flour and fermented rice bran flour by varying the ingredient formulation: taro beneng flour, fermented rice bran flour, rice flour; and the baking time 15 and 20 minutes. The selected treatment will undergo further analysis regarding its physical (color, texture, and rehydration power) and chemical (moisture, ash, fat and crude fiber content) properties. The hedonic test results showed that the sample F1 (45:10:45)% obtained the highest favorability test results in term of color, aroma, taste, texture, and overall attributes. The selected treatments were formulations F1 (45:10:45)% and F2 (40:15:45)% with a baking time of 15 and 20 minutes. The physical characteristic test results include color (lightness 48.80 – 51.70), texture (0.68 – 0.89 N), and rehydration power (47.55 – 85)%; while the chemical characteristic test results include water (2.60 - 4.4)%, ash (2.74 – 3.14)%, fat (19.47 – 22.46)%, and crude fiber (19.78 – 23.06)%.
EFFECT OF SOYBEAN FLOUR ADDITION ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF BENENG TARO DRIED NOODLES Annisah Nurul Izzah; Puji Wulandari; Vega Yoesepa Pamela; Mohamad Ana Syabana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.29779

Abstract

Ketergantungan Indonesia pada impor gandum telah mendorong minat pada alternatif tepung lokal, meskipun formulasi sebelumnya menggunakan tepung talas beneng dan MOCAF menghadapi tantangan dalam mencapai kandungan protein 10% yang disyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mengatasi hal ini, tepung kedelai Anjasmoro, yang dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi, dimasukkan pada tingkat (0, 5, 10, 15, dan 20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kedelai Anjasmoro terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi kering yang dibuat. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor. Hasil menunjukkan bahwa mi dengan penambahan 15% tepung kedelai mencapai tingkat protein optimal, memenuhi standar SNI, sekaligus meningkatkan kecerahan warna berkat pigmen karotenoid alami pada kedelai. Namun, peningkatan kadar tepung kedelai juga meningkatkan kehilangan saat memasak dan memperpanjang waktu memasak akibat interaksi pati-protein yang berubah, sehingga diperlukan formulasi seimbang untuk menjaga tekstur dan kualitas. Penelitian ini menegaskan potensi penggunaan tepung lokal dalam mi kering, menawarkan produk yang lebih bergizi sambil mendukung sektor pertanian Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
Pengenalan Teknologi Tunnel untuk Produksi Garam di Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang Susanto, Adi; Hermawan, Dodi; Syabana, Mohamad Ana; Nurdin, Hery Sutrawan; Munandar, Erik; Khalifa, Muta Ali; Syafrie, Hendrawan; Alansar, Toufik; Sulistyono, Bakti; Komariyah, Dedeh; Solahudin, Edo Ahmad
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1117

Abstract

Salah satu potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Selat Sunda yang belum dimanfaatkan dengan optimal adalah produksi garam. Padahal kebutuhan garam di pesisir Selat Sunda khususnya di Kabupaten Pandeglang sangat tinggi, khususnya untuk kebutuhan usaha pengolahan ikan. Keterbatasan teknologi dan kapasitas masyarakat untuk dapat memproduksi garam khususnya di Desa Panimbangjaya menjadi kendala utama yang perlu diselesaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan introduksi teknologi tunnel untuk memproduksi garam di Desa Panimbangjaya. Introduksi teknologi tunnel garam telah dilakukan pada Bulan Juli 2024 dengan luasan tunnel 80 m² yang dibagi menjadi empat meja kristalisasi. Peningkatan kapasitas kelompok melalui penyuluhan dan pendampingan produksi garam telah dilakukan dan dalam satu siklus dapat menghasilkan garam dengan berat 12 kg per meja kristalisasi. Peningkatan kualitas air baku yang akan digunakan untuk produki garam masih diperlukan sehingga dalam satu siklus diharapkan dapat meningkatkan volume garam yang dihasilkan. Garam yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan garam pada usaha pengolahan ikan asin di Desa Panimbangjaya. Tumbuh dan berkembangnya produksi garam dengan sistem tunnel diharapkan dapat menyediakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan pusat ekonomi baru sehingga kebutuhan garam di Desa Panimbangjaya tidak lagi bergantung pada pasokan garam dari Indramayu dan Cirebon.
Characterization of Reduced Fat Mayonnaise with Variations of Oil and Porang Flour (Amorphophallus Muelleri Bl.) Concentration Fakhira, Nadya; Wulandari, Puji; Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2626

Abstract

Commercial mayonnaise currently available is full fat mayonnaise with high oil content (70-80%) which can be harmful to health when consumed in the long time. Reduced fat mayonnaise (RFM) as an alternative mayonnaise, which reduces the oil content causes the emulsion changes so a stabilizer is needed. The stabilizer that can be used is porang flour which rich in glucomannan. This study aimed to determine the physicochemical and sensory of RFM with variations in oil (M) (40%, 50%, and 60%) and porang flour concentration (P) (0.1%, 0.2%, and 0.3%). This study used a Completely Randomized Design. Physicochemical parameters include water content, ash content, fat content, protein content, pH, viscosity, emulsion stability, color and emulsion droplets. The result showed that RFM has water content content 26,14 - 44,25%, ash content 0,52% - 0,60%, fat content 37,61% - 64,11%, protein content 3,35% - 3,76%, pH 4,07 - 4,17, viscosity 639,90 cP - 9250,00 cP, emulsion stability 99,98% - 100%, and color L* 83,92 - 85,72, a* 2,67 - 5,92, b* 20,28 - 29,25, and chroma 20,75 - 29,48. M2P3 was the selected formulation with higher acceptance for parameters such as color, aroma, texture, taste, and overall compared to the control mayonnaise.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga pada Pembuatan Kerupuk Bawang Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana; Pamela, Vega Yoesepa; Puspanita, Intan; Riziani, Dina
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i2.16

Abstract

Buah naga merupakan tanaman berjenis kaktus yang kini banyak dibudidayakan sebagai tanaman pertanian. Sebanyak 30-35% bagian buah naga merupakan kulit buah yang seringkali hanya dibuang sebagai sampah dan jarang dimanfaatkan sehingga diperlukan suatu alternatif dalam pemanfaatannya. Salah satu pemanfaatan kulit buah naga yaitu dapat dijadikan pewarna alami yang diaplikasikan pada produk pangan, salah satunya kerupuk bawang. Kerupuk bawang merupakan salah satu olahan pangan tradisional yang digemari oleh masyarakat di Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami pada kerupuk bawang
Profil FTIR, kandungan fenolik, dan aktivitas penangkapan radikal bebas ekstrak daun talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) dari pelarut dengan polaritas yang berbeda Mohamad Ana Syabana; Septariawulan Kusumasari; Yonida Salsabila; Winda Nurtiana
AGROINTEK Vol 18, No 4 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i4.22376

Abstract

Beneng taro leaves (Xanthosoma undipes K. Koch) are Banten's local biodiversity, which has recently been used as a substitute for tobacco in cigarettes. The availability of this commodity is abundant along with increased the planted area. Therefore, it is necessary to evaluate other potency such as functional activities and also their phytochemical profiles which have not reported yet. One of importance factors that influencing functional and phytochemical profiles is the polarity of extraction solvent. The purpose of this study was to analyze the chemical profile and free radical scavenging activity of beneng taro leaves extracted with various polarities solvent. The leaves extraction was carried out using non-polar, semi-polar and polar solvents, namely hexane, chloroform, acetone and water. Their phytochemical profile was conducted by analyzing total phenolic content and FTIR spectrum, while functional activities by determining free radical scavenging activity. The results showed that the highest phenolic content was obtained from chloroform extract, while the free radical scavenging activity (IC50) was acquired from acetone extract with values of 11.24 mg GAE/g and 36.83 µg/ml, respectively. The FTIR spectrum of the hexane, chloroform, and acetone extract of beneng taro leaves had similar profiles, while the water extract was different.
Phisical and Biodegradable Characteristics of Palm Wax Coated Food Packaging Paper: Effect of Propylene Glycol Concentration And Paper Type Muthmainah, Sayyidah; Wulandari, Puji; Najah, Zulfatun; Syabana, Mohamad Ana; Agustina, Siti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51502

Abstract

This study aims to evaluate the effect of paper type and concentration of propylene glycol (PG) as plasticizer on the physical characteristics and biodegradability of palm wax coated paper packaging. Tests included thickness, water absorption, oil absorption, tensile strength, and elongation, as well as qualitative biodegradation tests. Palm wax coating imparts hydrophobic properties and increases strength, but its effectiveness is highly dependent on the pore structure and surface morphology of the base paper. PG can optimize homogeneity, flexibility, and interfacial bonding at certain concentrations, but excess PG or interaction mismatches can decrease strength or increase permeability. In particular, samples with A2-type paper showed very low oil absorption, indicating promising potential for food packaging applications that require superior oil barrier properties. In addition, the biodegradation test results showed visual degradation of the samples, confirming the material's ability to biodegrade. This study underscores the importance of specific material combinations to achieve optimal packaging properties. Overall, this palm wax coated paper packaging has the potential to be an eco-friendly food packaging alternative that can help reduce plastic waste.
PENDAMPINGAN NIB,SERTIFIKASI HALAL DAN SPP IRT UNTUK UMKM LOW RISK BERBASIS KULINER DI KOTA SERANG Safitri, Julia; Geraldina, Ira; Ana Syabana, Mohamad; Normasari, Fitri; Alvar Saabighoot, Yus; Estu Nurpramana, Dwitya; Ekasari, Novita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3546-3555

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperluas jangkauan pemasaran pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman di kota Serang. Nomor Induk Berusaha adalah upaya untuk memberikan legalitas pada usaha dan untuk mempermudah akses pengembangan usaha yang bersifat administratif.  Sertifikasi halal Sef Decalre adalah Pernyataan kehalalan oleh pelaku usaha mikro dan kecil dengan didampingi oleh Pendamping Proses Produk Halal(PPH). Sertifkasi yang perlu dilakukan terutama pada produk makanan guna menjamin kehalalan produknya. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar sehingga permintaan pasar untuk produk-produk Islam yang sangat besar. Halal juga menjadi isu yang paling sensitive di Indonesia. Oleh karena itu, sertifikasi halal ini penting dilakukan oleh pelaku usaha. Selain halal menurut syariat Islam, produk yang dikonsumsi oleh masyarakat harus dipastikan “Thayyib” yakni aman, baik, bersih, dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Jaminan dan sertifikasi yang dikeluarkan pemerintah kota atau kabupaten bahwa produk makanan ini layak untuk diedarkan dan sudah  memenuhi kemanan pangan dan layak dikonsumsi.  Program PKM meliputi Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha, (NIB), Sertifikat halal Self Declare, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) agar pelaku usaha memiliki ijin edar dan memperluas jangkauan pemasaran produk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya legalitas untuk memperluas akses usaha, meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan adanya jaminan sertifikasi produk halal dan aman dikonsumsi, meningkatkan daya saing usaha dan meningkatkan kelas UMKM, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, tentang arti penting sertifikat halal dan memotivasi agar memiliki sertifikat halal bagi yang memiliki usaha yang termasuk dalam lingkup produk makanan dan minuman
Karakterisasi Reduced Fat Mayonnaise Dengan Variasi Konsentrasi Minyak dan Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Bl) Sebagai Stabilizer Fakhira, Nadya; Wulandari, Puji; Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i1.1076

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak dan tepung porang serta interaksi antara kedua faktor terhadap karakterisasi fisik, kimia, dan sensori reduced fat mayonnaise. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi minyak (M) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 40%, 50%, dan 60%. Faktor kedua adalah konsentrasi tepung porang (P) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3%. Setiap perlakuan dianalisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, pH, viskositas, kestabilan emulsi, warna, dan droplet emulsi. Reduced fat mayonnaise terpilih berdasarkan analisis kadar air, kadar lemak, pH, viskositas, dan kestabilan emulsi yang kemudian dianalisis lebih lanjut yaitu analisis sensori. Konsentrasi minyak berpengaruh nyata terhadap setiap respon yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, pH, viskositas, kestabilan emulsi, dan warna L*, a*, b*, chroma. Konsentrasi tepung porang berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, viskositas, kestabilan emulsi, warna b*, dan chroma. Terdapat interaksi antara variasi konsentrasi minyak dan penambahan tepung porang terhadap kadar air, kadar lemak, kadar protein, pH, viskositas, dan warna a*, b*, serta chroma. M2P3 merupakan formulasi terpilih dengan tingkat kesukaan yang lebih tinggi dari mayonnaise kontrol.
The Physicochemical Properties of Several Indonesian Rice Varieties Susiyanti, Susiyanti; Rusmana, Rusmana; Maryani, Yeyen; Sjaifuddin, Sjaifuddin; Krisdianto, Nanang; Syabana, Mohamad Ana
BIOTROPIA Vol. 27 No. 1 (2020): BIOTROPIA Vol. 27 No. 1 April 2020
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2020.27.1.1030

Abstract

Rice has different varieties, with each variety possessing diverse physical and chemical characteristics. The objective of this study was to analyze the physicochemical properties of several Indonesian local rice varieties. The experiment was conducted from March to April 2017 at the Agriculture Applied Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa and at the Laboratory of Food Analysis Services in the Department of Food Technology, IPB University. Nine local rice varieties from several areas in Indonesia were used as samples, namely Jalahawara, Ciherang, Pandan Wangi, Rojolele, Sokan, Bendang Pulau, Batang Piaman, Cisantana and Sidrap. Their physicochemical characteristics were analyzed based on some criteria such as: physical quality (weight, length, width, form and percentage of chalkiness), chemical content, water content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content, crude fiber content, starch, amylose and amylopectin content. Data obtained were analyzed by one-way ANOVA using a Randomized Block Design. Jalahawara has the highest percentage of chalkiness. Based on the ratio of length and width, Sidrap and Ciherang were categorized as medium type and the others were oval/round. The heaviest and lightest based on the 1000-grain weight of rice were Ciherang and Bendang Pulau, respectively. The water content was about 2-4% for all samples. The highest and lowest amount of ash and fat content were found in Sidrap and Sokan, respectively. The highest and lowest amount of protein content were found in Batang Piaman and Sokan, respectively. The highest and lowest starch content were observed in Pandan Wangi and Ciherang. The content of amylose and amylopectin was the highest in Batang Piaman. The rice samples were categorized into two groups of low and medium levels of amylose. The low level of amylose was observed in Cisantana, Ciherang, Pandan Wangi and Sidrap, while the medium level of amylose was observed in Jalahawara, Sokan, Bendang Pulau, Batang Piaman and Rojolele.