Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Widya Teknik

Degradasi Sianida Dalam Limbah Cair Menggunakan Oksidator NaOCL Adriana Anteng Anggorowati; Suratno Lourentius
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4479

Abstract

Sianida merupakan senyawa yang sangat bersifat toksik jika melebihi nilai ambang batas yang diijinkan oleh Pemerintah. Sianida dipergunakan pada proses sianidasi khususnya pada proses pengolahan bijih emas di bidang pertambangan. Sianidasi dilakukan oleh para penambang emas yang berskala kecil sebagai pengganti proses amalgamasi. Limbah cair dari proses sianidasi mengandung kadar sianida yang tinggi hingga 35 – 45 mg/L. Oleh sebab itu konsentrasi sianida yang masih tinggi ini perlu diturunkan supaya memenuhi syarat baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendegradasi sianida dalam limbah adalah oksidasi. Oksidator yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah NaOCl. Proses oksidasi dalam degradasi sianida ini dilakukan dengan variasi konsentrasi oksidator (% v/v) mulai dari 0,4%, 0,8%, 1,2%, 1,6% dan 2% dan variasi waktu oksidasi 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Proses oksidasi menggunakan NaOCl berlangsung 2 tahap, yaitu pembentukan senyawa sianat kemudian hidrolisis sianat yang menghasilkan gas nitrogen dan bikarkonat yang tidak toksik. Setiap proses oksidasi, pH selalu dijaga 12, sebab jika keasaman larutan tinggi dikhawatirkan akan menghasilkan senyara sianogen khlorida yang bersifat toksik. Berdasarkan hasil penelitian, limbah cair proses sianidasi yang mengalami pengenceran 15 kali, sehingga memiliki konsentrasi sianida 2,8740 mg/L dapat turun konsentrasinya menjadi 0,1095 mg/L dengan menggunakan oksidator NaOCl sebesar 2% (v/v) selama waktu oksidasi 2 jam. Konsentrasi sianida ini hampir mendekati baku mutu yang diijinkan dalam Permenkes No. 32 Tahun 2017 yaitu 0,
Upaya Penyediaan Air Baku Melalui Peningkatan Infrastruktur Sumber Daya Air di Wilayah Sungai (WS) Jratunseluna Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDG’s) Afifah, Risdiana Cholifatul; Ikhwanudin, Ikhwanudin Ikhwanudin; Anggorowati, Adriana Anteng; Husodo, Ibnu Toto; Nindita, Velma
Widya Teknik Vol. 24 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v24i2.6146

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah lanjutan dari Program Millenium Development Goals (MDGs). MDGs) adalah upaya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat termiskin di dunia melalui 8 tujuan pembangunan, sedangkan SDGs memiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 target, cakupannya lebih luas dari MDGs. Meskipun SDGs memiliki 17 tujuan utama, fokus pada artikel ini adalah air bersih dan sanitasi layak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi neraca air baku di WS Jratunseluna dan upaya-upaya meningkatkan kualitas air baku guna menunjang ketercapaian Target SDG's Tahun 2030. Metode yang dipilih adalah kualitatif, dengan data utama dikumpulkan melalui survei literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, artikel, dan internet. Untuk melakukan review, peneliti akan menyelidiki jurnal-jurnal tertentu secara menyeluruh dan metodis menggunakan protokol yang telah ditetapkan. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan kebutuhan total air baku di WS Jratunseluna pada awal tahun simulasi (2023) sebesar 50,57 m3/dt ternyata masih defisit dengan suplai yang dapat dilakukan hanya sebesar 48,77 m3/dt. Setelah dilakukan upaya penambahan dan optimalisasi infrastruktur air baku, dapat diprediksikan meningkatkan suplai hingga 62,79 m3/dt pada Tahun 2033 dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. Sehingga diklaim dapat menutup defisit air yang terjadi pada awal tahun simulasi.
A Review of the Development and Role of Heterogeneous Catalysts for Biodiesel Production Yuliana, Maria; Ismadji, Suryadi; Wijaya, Christian Julius; Soetaredjo, Felycia Edi; Gunarto, Chintya; Santoso, Shella Permatasari; Putro, Jindrayani Nyoo; Anggorowati, Adriana Anteng; Lourentius, Suratno
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5453

Abstract

Indonesian regulations regarding the implementation of B30 encourage a significant increase in biodiesel demand. Moreover, this implementation will continue to be increased to B35 in 2025 and is projected to reach B100 in 2045. This high demand for biodiesel needs to be supported by the development of adequate biodiesel production technology where the catalyst is one aspect that plays an important role in biodiesel production. The use of catalysts aims to accelerate biodiesel production so that high biodiesel yields and good quality are achieved. In biodiesel production, the choice of catalyst greatly influences the operating conditions, the products produced, the subsequent purification process, and the environmental impacts. Moreover, the changing trend in biodiesel raw materials from food to non-food ingredients requires the development of catalysts that are more suitable for the raw materials used in biodiesel production. The specific characteristics of each catalyst play an important role in the transesterification reaction to produce biodiesel where this needs to be supported and adapted to optimum operating conditions, especially in terms of alcohol-to-oil molar ratio, catalyst amount, temperature, pressure, and reaction time. This review provides a comprehensive overview of the various heterogeneous catalysts used to assist the transesterification reactions in biodiesel production.
Analisa Kecepatan Angin Terhadap Tekanan Dan Kecepatan Aliran Turbin Angin Menggunakan Computational Fluid Dynamics. Studi Kasus Pada Turbin Savonius. Husna, Muhammad Qiqi Abai; Androva, Althesa; Ma'mun, Hisyam; Anggorowati, Adriana Anteng
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6102

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi topik penting dalam agenda global saat ini. Target pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan oleh PBB melalui Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan ekonomi. Salah satu bidang yang menjadi fokus utama SDGs adalah energi bersih dan terbarukan. Energi ini adalah salah satu sumber energi yang sangat penting dalam memajukan tujuan ini. Sejak revolusi industri penggunaan bahan bakar fosil meningkat secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi global. Negara maju berinovasi untuk menemukan teknologi yang dapat menggantikan minyak bumi sebagai sumber energi terbarukan. Oleh karena itu saat ini banyak penelitian dilakukan tentang energi terbarukan agar mendapat sumber energi baru yang memiliki dampak positif bagi lingkungan. Salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah didapat adalah angin. Penelitian ini membahas tentang perbedaan desain turbin angin Savonius dan pemanfaatan energi angin sebagai penghasil listrik dengan menggunakan turbin angin savonius. Turbin angin Savonius kategori Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) yang memiliki rotor vertikal, tidak memerlukan pengaturan arah terhadap angin. Turbin yang mampu menangkap angin dari segala arah dan turbin ini juga memiliki kemampuan self-starting dan menghasilkan torsi yang relatif tinggi, pada kecepatan angin yang rendah. Melalui simulasi dapat menunjukkan pola aliran yang terjadi sehingga dapat dilakukan analisa guna melihat fenomena aliran yang terjadi disekitar rotor blade yang menyebabkan adanya gaya dorong dan gaya yang menyebabkan hambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan angin terhadap tekanan dan kecepatan aliran turbin angin menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dari hasil studi kasus simulasi pada rotor blade turbin angin Savonius, akan diperoleh nilai kecepatan maksimal dan tekanan Maksimal pada turbin angin. Dari hasil simulasi nilai terbaik diperoleh dari Desain C yaitu 10.228 Pa untuk tekanan maksimal dan 6.938 m/s untuk kecepatan aliran maksimal terhadap rotor blade turbin angin Savonius.
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Press Tri Ngudi Wiyatno; Adriana Anteng Anggorowati; Suratno Lourentius; Dwi Indra Prasetya
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dirumuskan masalah tentang bagaimanakah penerapan Total Productive Maintenance (TPM) pada mesin Press. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan TPM pada mesin Press, menganalisa faktor yang mempengaruhinya dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin. Pengukuran kinerja mesin Press ini  dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah salah satu aplikasi progam TPM dan merupakan suatu metode perhitungan nilai efisiensi kinerja suatu proses/peralatan. Dari hasil perhitungan nilai OEE, diperoleh rata-rata OEE dari bulan Juli 2024 sampai September 2024 sebesar 83,12%. dengan nilai terendah pada Performance Rate yaitu sebesar 86,83%, Selanjutnya mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan Performance rate rendah dengan menggunakan diagram Fishbone. Setelah diketahui akar permasalahannya, langkah selanjutnya menentukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin Press tersebut.