Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD WANGAYA Ni Putu Ari Wahyuni; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.425 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i02.p09

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease caused by an increase in blood sugar levels in the blood which will lead complication. Peripheral neuropathy is one of the most common chronic complication in T2DM patients. Chronic hyperglycemia in T2DM causes damage to the peripheral nerves, namely autonomic, sensory, and motor nerves, and then triggers neuropathy. The purpose of this study was to determine the level of peripheral neuropathy in type 2 diabetes mellitus patients in Wangaya District Hospital. This research is a descriptive explorative quantitative with a cross-sectional design. As many as 73 respondents were obtained through a purposive sampling technique. Data were analyzed using univariate analysis. The majority of respondents ages ranged from 56-65 years (53,4%), most are female (56.2%), their last education was elementary school (27.4%),. and most of their occupations were in other categories, namely housewives, farmers, and laborers (58.9%). Most of the respondents have T2DM for more than 5 years (45.2%) and have GDS levels of 201-300 mg/dL (60,3%). The majority of respondents have concomitant hypertension (39.7%) and consumed OHO (67.1%). The results show as many 4,1% did not experience neuropathy, experienced mild neuropathy 61.6%, moderate neuropathy 31.5%, and severe neuropathy 2.7%. Therefore, the results of this study provide an overview of the need for strategic efforts to prevent the progression of neuropathy.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PESISIR MENGENAI PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA KEGAWATDARURATAN WISATA BAHARI Ni Komang Suastini Asih; I Gusti Ngurah Juniartha; Gusti Ayu Ary Antari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.683 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i04.p07

Abstract

The rapid development of the tourism sector is marked by the increasing number of tourist arrivals each year in a country. As tourism progresses there is also an increase in emergency events, especially in marine tourism such as drowning, decompression, breathing failure, cardiac arrest, hypovolemic shock, and cardiogenic shock. The provision of Basic Life Support (BLS) is very important to be known by coastal communities in providing first aid in the event of emergency marine tourism so that the morbidity and mortality cases can be prevented. This study aims to know the level of knowledge and attitudes of coastal communities regarding the provision of BLS in any events of a marine tourism emergency nearby. This study used a cross-sectional analytic design using proportional stratified random sampling with a total sample of 206 people. The study was conducted in Bunga Mekar Village, Nusa Penida from March to April 2020 using a questionnaire as a measurement tool. Based on the results of the study, is shown that the average score of knowledge of coastal communities is 3.20 or if categorized as being at the level of insufficient knowledge and the average score of attitudes of coastal communities is 3.00 or if categorized as being less favorable. Coastal communities at least needed to be given information and BLS training as an effort to increase knowledge and attitudes in providing first aid in the event of a marine tourism emergency in Bunga Mekar Village, Nusa Penida.
Empowering the PKK Cadres as a Waste Bank Agent in Waste Management Efforts to Keep Environmental Health Ni Putu Emy Darma Yanti; Kadek Cahya Utami; Indah Mei Rahajeng; Gusti Ayu Ary Antari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i3.213

Abstract

Waste management that needs to be carried out comprehensively and integratedly from the downstream flow in order to provide economic benefits, be healthy for the community, safe for the environment and can change people's behavior. Tista Village already has a Garbage Bank which is headquartered at the Village Office, but it has not been utilized properly by the community. The purpose of this community service activity is knowledge and attitudes regarding PKK waste management as a waste bank agent and the implementation of the Waste Bank program in Tista Village. The community service activity carried out was to provide training on the implementation of the waste bank with the method of lectures, discussions, demonstration, and focus group discussions attended by 35 PKK cadres. Methods of using data using a questionnaire given before and after training. Data analysis used the Wilcoxon test with a confidence level of 95%. The results of the community service activities received an increase in the knowledge and attitude of PKK cadres as Garbage Bank agents about proper waste management after being given training.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN STRES AKADEMIK PADA REMAJA Ni Luh Putu Wahyu Widiani; Gusti Ayu Ary Antari; Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.846 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i03.p11

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akademik. Stres akademik akan memberikan dampak negatif pada remaja SMA khususnya kelas XII jika tidak ditangani dengan baik. Upaya untuk menurunkan stres akademik dapat dilakukan dengan cara meningkatkan faktor internal dan eksternal remaja, yaitu efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan stres akademik pada remaja kelas XII di SMA Negeri 8 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 206 remaja kelas XII yang diperoleh menggunakan probability sampling dengan teknik proportioned stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Educational Stress Academic for Adolescent (ESSA), General Self-Efficacy (GSE), dan Student Academic Support Scale (SASS). Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Spearman Rank. Hasil analisis univariat menunjukkan 47,6% memiliki stres akademik dengan kategori sedang, 50,5% memiliki efikasi diri dengan kategori sedang, dan 50,5% memiliki dukungan sosial teman sebaya dengan kategori sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan stres akademik (nilai p = 0,002) serta ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres akademik (nilai p = 0,011). Simpulan dari penelitian ini yaitu efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya stres akademik.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG HIV/AIDS DAN STIGMA TERHADAP ODHA PADA MAHASISWA KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Made Listya Prihartini; Putu Oka Yuli Nurhesti; Gusti Ayu Ary Antari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.624 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i03.p08

Abstract

Stigma merupakan salah satu dampak negatif HIV/AIDS yang dapat menjadi hambatan dalam pencegahan dan pengobatan ODHA. Stigma terhadap ODHA dapat dipengaruhi oleh persepsi seseorang. Tenaga kesehatan dan mahasiswa kesehatan seharusnya dapat memberikan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang HIV/AIDS dan stigma terhadap ODHA pada mahasiswa kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling yaitu proportionate stratified random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berjumlah 269 orang. Pengumpulan data persepsi dan stigma dilakukan menggunakan kuesioner persepsi yang mengacu pada teori Health Belief Model (HBM) dan kuesioner stigma yang diadopsi dari Development of a Brief Scale to Measure AIDS-Related Stigma. Nilai tengah dari skor persepsi responden adalah 91,00 dengan varian 38,542 dan nilai tengah dari skor stigma responden adalah 9,00 dengan varian 5,027. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang HIV/AIDS dan stigma terhadap ODHA pada mahasiswa kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (p value = 0,000; ? = 0,05; r = -0,351).
RESILIENSI PADA PASIEN HEMODIALISIS: STUDI LITERATUR Gusti Ayu Ary Antari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p13

Abstract

Resiliensi merupakan salah satu faktor yang berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesejahteraan pasien hemodialisis. Resiliensi bertindak sebagai faktor protektif yang berperan dalam meningkatkan adaptasi pasien dan keterampilannya dalam melakukan strategi koping yang positif. Riset mengenai resiliensi pada pasien hemodialisis masih terus berkembang dan belum diketahui secara jelas mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi resiliensi pada pasien hemodialisis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan resiliensi pada pasien hemodialisis. Desain yang digunakan adalah systematic literature review yang pencarian literaturnya dilakukan melalui beberapa database seperti PubMed, Science Direct, dan ProQuest. Sebanyak lima artikel dibahas dalam studi ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat resiliensi pada pasien hemodialisis masih dalam kategori rendah hingga moderat. Faktor sosio-demografi, faktor terkait kondisi hemodialisis, kesejahteraan spiritual, resiliensi keluarga, dukungan sosial, stres, harga diri dan depresi ditemukan berhubungan dengan resiliensi. Kesimpulan studi ini adalah faktor-faktor sosio-demografi dan psikososial dapat dipertimbangkan dalam menyusun strategi untuk meningkatkan resiliensi pada pasien hemodialisis. Peningkatan resiliensi harus menjadi fokus dalam perawatan pasien hemodialisis sehingga mendukung tercapainya kualitas hidup yang lebih baik.
Empowering the PKK Cadres as a Waste Bank Agent in Waste Management Efforts to Keep Environmental Health Ni Putu Emy Darma Yanti; Kadek Cahya Utami; Indah Mei Rahajeng; Gusti Ayu Ary Antari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i3.213

Abstract

Waste management that needs to be carried out comprehensively and integratedly from the downstream flow in order to provide economic benefits, be healthy for the community, safe for the environment and can change people's behavior. Tista Village already has a Garbage Bank which is headquartered at the Village Office, but it has not been utilized properly by the community. The purpose of this community service activity is knowledge and attitudes regarding PKK waste management as a waste bank agent and the implementation of the Waste Bank program in Tista Village. The community service activity carried out was to provide training on the implementation of the waste bank with the method of lectures, discussions, demonstration, and focus group discussions attended by 35 PKK cadres. Methods of using data using a questionnaire given before and after training. Data analysis used the Wilcoxon test with a confidence level of 95%. The results of the community service activities received an increase in the knowledge and attitude of PKK cadres as Garbage Bank agents about proper waste management after being given training.
Perceptions of HIV-AIDS and motivation for HIV testing among Balinese tourist village community Damayanti, Ni Kadek Winda; Raya, Nyoman Agus Jagat; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Antari, Gusti Ayu Ary
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.1.2024.38-45

Abstract

The right perception of HIV-AIDS by the community of tourist villages can lead to the motivation to identify their HIV status. A tourist village has zero case of HIV-AIDS will have a positive impact on the health conditions of the tourist village community and increase in tourist visits. This study aims to determine the correlation between HIV-AIDS perceptions and the motivation for HIV testing in the tourist village community of Sayan Ubud, Bali. Descriptive correlation design with a cross-sectional approach was used in this study. The sample size was 353 respondents who were taken by proportionate random sampling. Spearman rank correlation test was used for data analysis. The result showed a correlated HIV-AIDS perception and HIV testing motivation (p=0.000; r=0.611). A better perception of HIV-AIDS leads to increased HIV testing motivation in the community. This study can be used as basic data in the preventive programme of new HIV cases through HIV testing services. Thus, the Sayan Ubud tourist village community can identify their HIV status without any negative stigma.
PENGARUH WORKPLACE STRETCHING EXERCISE TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS UDAYANA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hariani, Ni Wayan Deva Diah; Prapti, Ni Ketut Guru; Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p06

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan serangkaian sakit atau rasa tidak nyaman yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa keperawatan selama pembelajaran daring. Salah satu intervensi yang dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal adalah Workplace Stretching Exercise (WSE). WSE merupakan serangkaian peregangan aktif yang dapat dilakukan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh WSE terhadap MSDs. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test only. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 mahasiswa yang tergabung dalam satu kelompok dengan menggunakan teknik purposive sampling. Keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Jenis keluhan sebelum diberikan intervensi yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah di bahu kanan 78,6%. Setelah diberikan intervensi keluhan paling sering adalah leher atas 53,6%. Skor rata-rata MSDs sebelum dan setelah diberikan intervensi mengalami penurunan dari 51,00 menjadi 39,25. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon test pada tingkat kemaknaan 95% didapatkan hasil p-value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh WSE terhadap MSDs pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION MELALUI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PECALANG DAN KADER DI DESA WISATA BONGAN TABANAN Suindrayasa, I Made; Manangkot, Meril Valentine; Juniartha, I Gusti Ngurah; Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p14

Abstract

Desa Wisata adalah satu program yang dibuat oleh satu desa yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan. Bongan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Ketika melakukan pertolongan dalam situasi kegawatdaruratan, seseorang harus mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Pengetahuan menolong meliputi pemahaman dalam prinsip, langkah, dan tata cara menolong. Sikap positif dalam menolong adalah posisi seseorang dalam berkeinginan untuk menolong sehingga nanti ditunjukkan dengan perilaku menolong. Persiapan, pencegahan, dan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang baik akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung dan pelaku jasa pariwisata yang ada di desa wisata. Pecalang dan kader merupakan perwakilan dari masyarakat yang dapat diandalkan saat terjadi kondisi-kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan sikap pecalang dan kader dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode quasi experimental dengan pre-post test. Perlakuan yang diberikan berupa Pelatihan Basic Life Support berupa ceramah, demontrasi, tanya jawab yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value < 0,05 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation melalui pelatihan BLS.