Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta Rofatina .; Nugraha Arif Karyanta; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.656 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.94

Abstract

Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta     The Correlation Between Emotional Regulation and Religiosity Towards Resilience on Mother of Mentally Retarded Child in SLB C YPSLB Kerten Surakarta   Rofatina, Nugraha Arif Karyanta, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Memiliki anak tunagrahita bukanlah suatu kenyataan yang mudah diterima oleh setiap orang tua. Ibu yang memiliki anak tunagrahita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi konflik yang ada sehingga dapat meneruskan kehidupannya dengan lebih baik. Kemampuan ini disebut resiliensi. Regulasi emosi dan religiusitas akan memudahkan individu menyelesaikan masalah sehingga meningkatkan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi, (2) Hubungan antara regulasi emosi dengan dengan resiliensi, dan (3) Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi pada ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB-C YPSLB Kerten Surakarta yang berjumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala resiliensi, skala regulasi emosi dan skala religiusitas. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi berganda, sementara uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) dan Fhitung = 10,831 > Ftabel = 3,33. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa ada hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,564, dan p = 0,000 (p<0,05) serta ada hubungan antara religiusitas dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,754   dan p = 0,000 (p<0,05). Nilai R2 sebesar 0,428, artinya regulasi emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 42,8%.   Kata kunci: resiliensi, regulasi emosi, religiusitas, ibu memiliki anak tunagrahita  
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Mauliatun Ni’mah; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.747 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.53

Abstract

Tugas perkembangan remaja yang tersulit yaitu berhubungan dengan penyesuaian sosial, untuk mencapai tujuan pola sosialisasi orang dewasa, remaja harus melakukan penyesuaian baru. Proses komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap interaksi. Interaksi dalam komunikasi akan lebih efektif apabila setiap orang yang terlibat dapat berperan aktif, dapat mengutarakan pikirannya, dan menanggapi pendapat orang lain secara spontan. Dalam proses penyesuaian sosial, remaja banyak mendapat tekanan dari teman sebaya (peer pressure). Tanpa sadar mereka akan berpenampilan dan berperilaku seperti remaja lain, hal ini terjadi karena mereka takut tidak diterima dan disisihkan dari pergaulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-E SMP Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala komunikasi interpersonal, skala interaksi teman sebaya, dan skala penyesuaian sosial. Pernyataan yang ada dalam skala harus diisi oleh subjek sesuai dengan keadaan masing-masing subjek. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara  komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan angka R Square sebesar 0,715 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), serta Fhitung = 46,497 > dari Ftabel = 3,252. Hal ini berarti komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial pada remaja. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis korelasi sederhana antara komunikasi interpersonal dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan nilai p= 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi (rx1y) = 0,702, yang berarti mempunyai hubungan kuat dan berarah positif. Hasil analisis korelasi sederhana antara interaksi teman sebaya dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan  nilai p=0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi (rx2y) = 0,828, yang berarti mempunyai hubungan sangat kuat dan berarah positif.   Kata kunci: komunikasi interpersonal, interaksi teman sebaya, penyesuaian sosial pada remaja.
Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret Seta Yovian Aryono; Machmuroch .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.108

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret     Correlation between Adversity Quotient and Emotional Maturity with Stress Tolerance on Students Mountaineering Club of Sebelas Maret Universit     Seta Yovian Aryono, Machmuroch, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Berbagai tuntutan kehidupan mampu menimbulkan stres pada setiap individu, termasuk mahasiswa pecinta alam. Banyaknya peran yang diemban menuntut mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan baik terhadap setiap stressor yang datang dari dunia perkuliahan maupun aktivitas alam yang dilakukan. Kemampuan ini disebut dengan toleransi terhadap stres. Toleransi terhadap stres yang baik tidak terlepas dari peran adversity quotient yang membuat individu tetap bertahan menghadapi segala kesulitan. Kematangan emosi juga diperlukan sehingga individu mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan tidak lagi menampilkan pola emosi yang kekanak-kanakan.   Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres, hubungan adversity quotient dengan toleransi terhadap stres, dan hubungan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres pada mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang aktif berjumlah 246 dan sampel yang digunakan berjumlah 94 mahasiwa pecinta alam yang diambil menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah skala toleransi terhadap stres, skala adversity quotient, dan skala kematangan emosi.   Hasil analisis kuantitatif dengan uji regresi linier berganda membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta (p=0,000<0,05) dan Fhitung=111,399 > Ftabel=3,09). Hasil analisis kuantitatif dengan uji korelasi parsial juga membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan toleransi terhadap stres (p=0,001<0,05, Thitung=3,566 > Ttabel=1,985) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi terhadap toleransi terhadap stres (p=0,000<0,05, Thitung= 7,149 > Ttabel=1,985).   Kata kunci:Toleransi terhadap Stres, adversity quotient, kematangan emosi, mahasiswa pecinta alam
PENURUNAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF (STUDI EKSPERIMEN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PRODI PSIKOLOGI FK UNS) . Hardjono; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.741 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.35

Abstract

Kecemasan menghadapi ujian akhir seringkali menghambat aktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Tidak sedikit mahasiswa yang telah selesai menyusun tugas akhir dengan sengaja menunda ujian skripsi karena takut dan cemas menghadapi tahap ujian  tersebut.  Kebiasaan untuk menunda-nunda penyelesaian tugas yang terkait dengan akademik (prokrastinasi akademik) akan memberikan pengaruh besar dalam prestasi studi dan lama studi yang ditempuh. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa menurunkan tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi dengan cara meningkatkan ketrampilan berbicara di depan umum (presentasi) melalui pelatihan komunikasi efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan jumlah 20 subyek penelitian mahasiswa tingkat akhir Prodi Psikologi FK UNS yang memiliki tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi diatas rata-rata, yang terdiri dari 10 orang subyek eksperimen dan 10 orang subyek kontrol. Subyek ditentukan berdasarkan teknik purposive nonrandom sampling. Desan penelitian menggunakan Pretest-posttest Control Group Design dan teknik  analisis  data  menggunakan  pendekatan independent samples t-test. Hasil uji independent samples test menunjukkan nilai t sebesar -2,123 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 (p < 0,05) sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua mean benar-benar berbeda. Karena sebelum perlakuan kedua kelompok berada pada taraf yang sama, maka perbedaan ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh perlakuan “Pelatihan Komunikasi Efektif” terhadap penurunan tingkat kecemasan menghadapi validasi proposal skripsi / sidang skripsi subyek penelitian. Hasil ini dikonfirmasi dengan hasil uji paired samples t-test skor pretest dan skor posttest yang menunjukkan nilai T sebesar 4,339 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan kedua mean benar-benar berbeda, atau dapat diduga bahwa terjadi penurunan skor kecemasan setelah subyek mendapatkan “Pelatihan Komunikasi Efektif”.   Kata Kunci: komunikasi efektif, kecemasan menghadapi ujian skripsi, mahasiswa psikologi
Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan; Hardjono .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.948 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.99

Abstract

Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta     Relationship between Self-Concept and Toxic Disinhibition Online Effect on The Students of SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan, Hardjono, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Komunikasi secara online secara bertahap mengubah pola perilaku masyarakat, sampai akhirnya muncul disinhibition online effect, yaitu perilaku khusus yang diperlihatkan seseorang hanya ketika online. Bentuk disinhibisi ini bisa berbentuk negatif, ditunjukkan dalam bentuk agresi. Perilaku ini disebut toxic disinhibition online effect. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi toxic disinhibition online effect adanya anonimitas ketika seseorang online. Tanpa diketahui identitas akan membuat seseorang merasa aman dan individu merasa bebas dalam berperilaku yang terkadang memunculkan kecenderungan perilaku agresi. Toxic disinhibition online effect ini bisa ditekan apabila individu memiliki konsep diri positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK N 8 yang berjumlah 102 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala toxic disinhibition online effect dengan jumlah aitem valid 45 butir dan reliabilitasnya 0,955 serta skala konsep diri dengan jumlah aitem valid 44 butir dan reliabilitas 0,925. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, diperoleh r = -0,255, p = 0,010 (p < 0,005), ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Semakin tinggi konsep diri maka semakin rendah tendensi toxic disinhibition online effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta. Kontribusi konsep diri terhadap toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta diperoleh 6,5% (R2 = 0,065). Hal ini menandakan bahwa konsep diri mampu menjadi salah satu prediktor bagi toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta.   Kata kunci: toxic disinhibition online effect, konsep diri, internet, siswa SMK
KOMPONEN PRAKTEK DALAM TERAPI PUISI Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.145 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.26

Abstract

Dalam volume sebelumnya penulis telah memberikan gambaran mengenai dasar teoritik penggunaan puisi dalam proses terapi serta perspektif terapi puisi dan sistem psikoterapi. Tulisan ini lebih jauh akan mengungkapkan mengenai komponen praktek terapi puisi, serta unsur-unsur terapeutik yang membangun keberhasilan terapi puisi ini. Juga akan diuraikan mengenai berbagai kegiatan dalam terapi puisi yaitu menulis puisi baik ekspresif maupun kreatif, dan menulis puisi dan mendiskusikan puisi.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL FOCUS COPING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.485 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara emotional focus coping dan kecerdasan emosional dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja.  Emotional focus coping merupakan keadaan dimana seseorang mereduksi, mengontrol maupun melindungi diri dari sebuah ketegangan yang diakibatkan oleh sebuah situasi yang memunculkan sebuah stres akibat sebuah permasalahan yang dihadapinya. Emotional focused coping cenderung dilakukan oleh individu jika merasa bahwa situasi permasalahan yang dihadapi tidak mampu dirubah dengan cara mengatur respon emosi dan memelihara keseimbangan afektif melalui sebuah perilaku. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat, terkendali serta menerapkan dengan efektif informasi dan energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan 3 skala psikologi, yaitu skala emotional focused coping, skala kecerdasan emosional dan skala kecenderungan bunuh diri. Subyek yang akan diteliti adalah mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 dengan jumlah 82 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis mayor adalah analisis regresi dua. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis minor adalah korelasi parsialPerhitungan dilakukan dengan menggunakan fasilitas program SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows Release versi 14. Kata Kunci: emotional focus coping, kecerdasan emosi, kecenderungan bunuh diri
Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta Astri Fatwasari; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.113

Abstract

Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Painting Therapy to Increase Self-Concept of Orphan Adolescent at Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Astri Fatwasari, Suci Murti Karini, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Konsep diri ialah penilaian dan perasaan terhadap diri yang menjadi skema dasar individu. Remaja memiliki kondisi konsep diri yang cenderung tidak stabil, terlebih lagi remaja yang bertempat tinggal di panti asuhan tentu memiliki tantangan yang berbeda. Melukis sebagai bagian dari art therapy membantu individu untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri untuk menemukan konsep diri. Terapi melukis sebagai proses kreatif yang terlibat dalam pembuatan karya lukis dengan melibatkan kapasitas mengolah potensi indra untuk menghasilkan sebuah citra melalui medium lukisan sebagai proses terapeutik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi melukis terhadap peningkatan konsep diri remaja panti asuhan.   Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pretest-posttest control group design. Terapi melukis dilakukan dalam 3 sesi yakni warm-up, melukis, dan refleksi yang dilakukan dalam 6 kali pertemuan dengan tema-tema melukis yakni Scribble Painting, Spektrum Warna, Potret Diri, Aku dan Mereka, Pengalamanku, Diriku Di Masa Depan, dan Favoritku. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri Tennessee Self Concept Scale (TSCS) dengan indeks korelasi 0,300-0,686 dan reliabilitas 0,890. Subjek dalam penelitian ini ialah yatim piatu di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta yang berusia 13-18 tahun, diperoleh 7 orang dalam kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa terapi melukis secara penuh dan 7 orang dalam kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan terapi melukis.   Berdasarkan hasil uji 2 sampel independen Mann-Whitney diperoleh hasil berupa nilai z sebesar -2,505 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,012 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan skor konsep diri secara signifikan antara kelompok eksperimen yang medapatkan perlakuan berupa terapi melukis dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi melukis memengaruhi konsep diri secara signifikan pada remaja panti asuhan di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta. Berdasarkan uji kualitatif pada subjek kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perubahan konsep diri yang ditunjukkan dengan mengenal dirinya dengan baik melalui terapi melukis.   Kata kunci: art therapy, terapi melukis, konsep diri, remaja panti asuhan
MODEL PEMBELAJARAN REGULASI DIRI UNTUK MENURUNKAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.676 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.41

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan salah satu hambatan dalam proses mahasiswa menyelesaikan masa studinya. Kebiasaan untuk menunda-nunda penyelesaian tugas yang terkait dengan akademik akan memberikan pengaruh besar dalam prestasi studi dan lama studi yang ditempuh. Beberapa studi terdahulu telah menunjukkan bahwa self-regulated learning (SLR) merupakan penentu dalam belajar, dimana 1 % puncak pelajar yang berprestasi merupakan siswa self-regulated. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran regulasi diri terhadap penurunan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan subyek penelitian mahasiswa Psikologi FK UNS yang memiliki tingkat prokrastinasi diatas rata-rata. Subyek ditentukan berdasarkan teknik purposive nonrandom sampling. Desain penelitian menggunakan Pretest-posttest Control Group Design dan teknik analisis datanya akan menggunakan pendekatan Statistika independen sample t-test. Untuk menunjang pembahasan agar lebih mendalam, analisis data juga dilengkapi dengan metode kualitatif. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan independen sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p < 0,05). Kesimpulan atas hasil ini adalah bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara skor post-test kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Karena sebelum perlakuan subyek berada pada taraf yang sama, dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan berupa pelatihan regulasi diri memiliki pengaruh yang nyata terhadap tingkat prokastinasi akademik subyek penelitian. Hal ini dikonfirmasi oleh hasil uji paired sample t-test pada skor kelompok eksperimen sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan nilai signifikansi untuk uji dua sisi sebesar 0,002 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara skor prokastinasi akademik kelompok eksperimen sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan, yang menguatkan kesimpulan bahwa pelatihan regulasi diri memiliki pengaruh yang nyata terhadap penurunan skor prokastinasi akademik subyek penelitian.   Kata Kunci: regulasi diri, prokrastinasi akademik
EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.223 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas pelatihan motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi karyawan. Motivasi intrinsik merupakan suatu  bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri individu dalam menyikapi suatu tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada individu dan membuat tugas dan pekerjaan tersebut  mampu memberikan kepuasan batin bagi diri individu sendiri. Populasi penelitian ini di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel penelitian sejumlah 36 orang yang tersebar di setiap fakultas. Teknik analisis data yang akan dilakukan menggunakan teknik analisis uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan mean pretest sebesar 107.0278 dan mean posttest sebesar 110.6389. signifikansi sebesar 0,003 dengan t hitung sebesar 3,146 dan db sebesar 35. t tabel didapatkan sebesar 2,042. artinya Ho ditotal dan Ha diterima. Terdapat  perbedaan yang positif komitmen organisasi antara sebelum dilakukannya pelatihan dan sesudah dilakukannya pelatihan motivasi intrinsik. Kata Kunci: Pelatihan Motivasi Intrinsik, Komitmen Organisasi
Co-Authors . Hardjono . Machmuroch A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya Nanda Priyatama Adnan Ashari Afny Hanindya Agata Kurnia Indah Pertiwi Agus Ferry Wibowo Aji Nugroho, Damas Aminah . Aminah . Anisa Listyowati Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Astri Fatwasari BAGUS WICAKSONO Dewinta Ariani Diah Rahmawati DIAH RAHMAWATI Dwinta Astri Meirizki Dyah Pratitha, Aurelia Eddy Triharyanto Edwi Mahadjoeno Elissa Febriani Purnamasari Elizabeth Ariyani P.S Elizabeth Ariyani P.S, Elizabeth Erna Widhi R Fadjri Kirana A Fahma Alfikri Fahma Alfikri, Fahma Fajar Suryaningsih Fajar Suryaningsih, Fajar Faradina Putri KW Fitri Ramadhani Gita Arum D.M. Grace Selly DT Hanggari Deasy Rufaida Hardjono , Hardjono . Irzia Roshida Mardani Isiya Bekti Utami Istar Yuliadi Istar Yuliadi Jamhari Jamhari Jaya Agung N Jehan Fitria F Karmelita Agni Ayu P Karmelita Agni Ayu P, Karmelita Krisna Eka Dewanti M. Wildan Yuliansyah Machmuroch , Machmuroch , Machmuroch . Maharani CW Maria Stephani Dwitya Mauliatun Ni’mah Munawir Yusuf Nadia Sekar Asih Nadia Sekar Asih, Nadia Naila Khusna Nanda Satriawan Oktavia Ruthdian Setiawati Pascaria Rebecca Pradipta Christy Pratiwi Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwoko, Agus Puspa Madyarin Rahayan Sadhu Pramesti Rahayu Astuti Rahayu Herlina Sekartini Rahayu Herlina Sekartini, Rahayu Ria Tri Handayani Rofatina . Salmah Lilik Sandi Prasetyaning Tyas Segendig Kurniawan Septa Aristiani Saputri Seta Yovian Aryono Sheilla Varadhila P Shinta Arvianti Hamidah Shintia Puspa Dewi Sifa Qoyimatun Nashriyah Suci Murti Karini Susantiningrum Susantiningrum Taufik Hidayat Thulus Hidayat Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Vina Ardelia Winda Kartika Ningrum Yenny Rianto Rianto Yunita Dianasari