Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat Dyah Pratitha, Aurelia; Nanda Priyatama, Aditya; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.139 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.95

Abstract

Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat     Relationship Between Labour Conflict and Leadership Behavior with Work Performance of the Employees at the PT AG Central Office     Aurelia Dyah Pratitha, Aditya Nanda Priyatama, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK   Organisasi yang efektif adalah organisasi yang mampu mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. Organisasi efektif ditentukan oleh kinerja karyawan, yang digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pertumbuhan organisasi.Tinggi rendah kinerja ditentukan oleh kualitas interaksi antar karyawan. Kualitas interaksi akan mempengaruhi kinerja bila terjadi konflik. Sebagian besar konflik bersifat mengganggu kinerja karyawan. Adanya perilaku pemimpin yang dirasa kurang memotivasi dan tidak bisa memahami karyawan, akan semakin mengganggu kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan secara simultan dan parsial. Subjek penelitian merupakan karyawan PT AG bagian kantor pusat berjumlah 57 orang dan menggunakan total sampling. Alat ukur pengumpulan data menggunakan skala kinerja karyawan dengan reliabilitas 0,918, skala konflik kerja dengan reliabilitas 0,868 dan modifikasi Leader Behavior Description Questionnaire dengan reliabilitas 0,939.Analisis data menggunakan teknik regresi linier berganda, diperoleh signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan Fhitung= 11,608 > Ftabel= 3,17 serta R= 0,548. Pengujian secara parsial antar konflik kerja dengan kinerja mendapatkan nilai p sebesar 0,005 < 0,05 dengan  rx1y= --0,367 dan antara perilaku kepemimpinan dengan kinerja nilai p sebesar 0,022 < 0,05 serta rx2y= 0,306. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,301 artinya konflik kerja dan perilaku kepemimpinan secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 30,1% terhadap kinerja karyawan dengan sumbangan 17,27% dari konflik kerja dan 12,84% dari perilaku kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan, secara simultan maupun parsial.   Kata kunci:kinerja karyawan, konflik kerja, perilaku kepemimpinan
Hubungan antara Efikasi Diri dan Optimisme dengan Keterikatan pada Karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo Pratiwi Putri, Vicka; Nanda Priyatama, Aditya; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.943 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.77

Abstract

Hubungan antara Efikasi Diri dan Optimisme dengan Keterikatan pada Karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo Relationship between Self-Efficacy and Optimism with Engagement on The Employees of PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Branch of Solo Vicka Pratiwi Putri , Aditya Nanda Priyatama , Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Keterikatan karyawan merupakan faktor yang memainkan peran penting dalam upaya peningkatan daya saing perusahaan. Karyawan yang terikat akan secara mendalam peduli dengan apa yang dilakukannya dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaannya. Keyakinan karyawan terhadap kemampuannya untuk dapat melakukan yang terbaik (efikasi diri) akan membuat karyawan semakin terikat dengan perusahaan. Harapan karyawan yang positif terhadap hasil dari apa yang telah ia kerjakan (optimisme) juga menyebabkan peningkatan keterikatan karyawan. Oleh karena itu, setiap perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki efikasi diri dan optimisme yang tinggi agar dapat mendorong karyawan untuk lebih terikat terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan optimisme dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo, untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo dan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria yaitu karyawan tetap, bekerja selama minimal 2 tahun dan berusia 25-44 tahun. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen pengumpulan data antara lain skala keterikatan karyawan yang diadaptasi dari UWES dengan jumlah aitem valid sebanyak 17 aitem dan reliabilitas 0,953, skala efikasi diri yang dibuat oleh peneliti dengan jumlah aitem valid sebanyak 37 aitem dan reliabilitas 0,920 dan skala optimisme yang diadaptasi dari skala yang dibuat oleh Seligman dengan jumlah aitem valid sebanyak 18 aitem dan reliabilitas 0,779. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai F hitung 29,177 > F tabel 3,195 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R sebesar 0,744. Hal ini berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan optimisme dengan keterikatan karyawan. Nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,554 artinya efikasi diri dan optimisme memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 55,4% terhadap keterikatan karyawan. Sedangkan sumbangan masing-masing 35,84% untuk variabel efikasi diri dan 19,56% untuk optimisme. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri dan optimisme memiliki sumbangan pengaruh terhadap keterikatan karyawan. Kata kunci: keterikatan karyawan, efikasi diri, optimisme
Hubungan antara Locus of Control Internal dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Program Studi Psikologi UNS Aji Nugroho, Damas; Hardjajani, Tuti; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.478 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.82

Abstract

Hubungan antara Locus of Control Internal dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Program Studi Psikologi UNS The Relationship between Internal Locus of Control and Emotional Intelligence with Prosocial Behavior on Students of Psychology Department UNS Damas Aji Nugroho, Tuti Hardjajani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditunjukkan individu dalam rangka memberikan keuntungan bagi orang lain. Sebagai elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial yang besar, mahasiswa perlu untuk meningkatkan perilaku prososial. Ada banyak hal yang mempengaruhi perilaku prososial, diantaranya adalah locus of control internal dan kecerdasan emosi. Sikap tanggung jawab yang dimiliki individu dengan locus of control internal akan memberikan andil bagi pemberian pertolongan, sedangkan individu dengan kecerdasan emosi tinggi akan mengaktivasi empati yang akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, hubungan antara locus of control internal dengan perilaku prososial, dan hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNS. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Psikologi UNS yang terdiri dari empat angkatan sejumlah 293 mahasiswa. Sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku prososial, skala locus of control internal, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda didapatkan nilai Fhitung 52,878 > Ftabel 3,09, p < 0,05, dan nilai R = 0,722. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,522 atau 52,2%, dimana sumbangan efektif locus of control internal sebesar 12,84% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 39,36%. Secara parsial, terdapat hubungan antara locus of control internal dengan perilaku prososial dengan nilai rx1y¬ = 0,220, p < 0,05; serta terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial dengan nilai rx2y = 0,507, p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara locus of control internal dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, antara locus of control internal dengan perilaku prososial, dan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNS. Locus of control yang berorientasi internal dan kecerdasan emosi yang tinggi akan berpengaruh kepada perilaku prososial yang tinggi. Kata kunci: perilaku prososial, locus of control internal, kecerdasan emosi
Perbedaan Tingkat Akulturasi antara Mahasiswa Etnik Bali dan Mahasiswa Etnik Papua Ditinjau dari DukunganSosial di Universitas Sebelas Maret Surakarta Rahayan Sadhu Pramesti; Nugraha Arif Karyanta; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.809 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.111

Abstract

Perbedaan Tingkat Akulturasi antara Mahasiswa Etnik Bali dan Mahasiswa Etnik Papua Ditinjau dari DukunganSosial di Universitas Sebelas Maret Surakarta The Difference Of Acculturation Between Balinese and Papuan Students Observed from Social Support inSebelas Maret University Surakarta Rahayan Sadhu Pramesti, Nugraha Arif Karyanta, Arista Adi Nugroho Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Mahasiswa yang berasal dari etnik Bali dan mahasiswa yang berasal dari etnik papua yang berkuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan mahasiswa etnik minoritas. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dimana etnik Jawa sebagai etnik mayoritas. Dalam membantu proses akulturasi, mahasiswa perantau memerlukan dukungan sosial dari orang-orang yang ada disekitarnya seperti, orang tua, komunitas etnik, teman kuliah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat akulturasi antara mahasiswa etnik Bali dan etnik Papua di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Responden penelitian berjumlah 72 mahasiswa, terdiri dari 37 mahasiswa etnik Bali dan 35 mahasiswa etnik Papua di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teknik pengambilan sampel dengan cara studi populasi. Alat pengumpul data menggunakan skala akulturasi yang merupakan adaptasi dari Suinn-Lew Asian Self-Identity Acculturation Scale (SL-ASIA) dengan indeks daya beda 0,516 – 0,896 dan reliabilitas 0,955; serta menggunakan skala dukungan sosial yang merupakan modifikasi dari aspek dukungan sosial Sarafino (1996), dengan indeks daya beda 0,304 – 0,637 dengan reliabilitas 0,880. Analisis menggunakan Two Way Anova. Hasil analisis Two Way Anova untuk akulturasi ditinjau dukungan sosial dari  diperoleh Fhit > Ftabel yaitu 8,300 > 3,14 maka hipotesis diterima, artinya terdapat perbedaan akulturasi antara mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua ditinjau dari dukungan sosial. Mahasiswa etnik Bali memiliki nilai akulturasi dengan dukungan sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa etnik Papua. Hasil uji t-test untuk mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua diperoleh t tabel = 2,0003 sehingga thitung > ttabel (2,350 > 2,0003) maka hipotesis diterima, artinya terdapat perbedaan akulturasi pada mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua. Mahasiswa etnik Bali memiliki tingat akulturasi yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa etnik Papua. Kata kunci: akulturasi, dukungan sosial, mahasiswa etnik Bali, mahasiswa etnik Papua.
Hubungan Antara Keadilan Organisasi dan Keterikatan Karyawan dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang Maria Stephani Dwitya; Bagus Wicaksono; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.483 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.93

Abstract

Hubungan Antara Keadilan Organisasi dan Keterikatan Karyawan dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang   THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL JUSTICE AND EMPLOYEE ENGAGEMENT WITH JOB SATISFACTION ON THE EMPLOYEES OF PT MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG     Maria Stephani Dwitya, Bagus Wicaksono, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret     ABSTRAK   Masyarakat usia dewasa di dunia menghabiskan sebagian besar waktu terjaganya di tempat kerja, oleh karenanya studi mengenai kepuasan kerja memiliki peran penting baik dalam peningkatan kualitas hidup individu maupun efektivitas organisasi. Kepuasan kerja merupakan sikap dan perasaan positif individu terhadap pekerjaannya sebagai hasil penilaian terhadap pekerjaan tersebut. Penilaian karyawan terhadap pekerjaannya tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun eksternal, diantaranya keadilan organisasi dan keterikatan karyawan. Keadilan organisasi merupakan keseluruhan persepsi karyawan apakah mereka diperlakukan secara adil atau tidak dalam sebuah organisasi. Keterikatan karyawan merupakan kondisi hubungan positif karyawan dengan pekerjaannya meliputi dimensi fisik, kognitif, dan emosional dalam memenuhi peran dan tugas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keadilan organisasi dan keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja, hubungan antara keadilan organisasi dengan kepuasan kerja, dan hubungan antara keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja pada karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT Mekar Armada Jaya Magelang sejumlah 754 karyawan. Sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling dan diperoleh lima unit kerja sebagai sampel dengan total sampel 160 karyawan. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja, skala keadilan organisasi, dan skala keterikatan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan organisasi dan keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang , ditunjukkan dengan Fhitung = 45,176 (>Ftabel 3,00), p=0,000 (p<0,05),dan koefisien korelasi R=0,604.  Secara parsial, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan organisasi dengan kepuasan kerja dengan nilai korelasi 0,389 dan p=0,000 (p<0,05). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja dengan nilai korelasi 0,167 dan p=0,001 (p<0,05). Nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,365 berarti sumbangan pengaruh variabel keadilan organisasi dan keterikatan karyawan pada kepuasan kerja adalah sebesar 36,5%. Besarnya sumbangan efektif keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 23,98% dan sumbangan efektif keterikatan karyawan terhadap kepuasan kerja sebesar 12,52%.   Kata kunci: keadilan organisasi, keterikatan karyawan, kepuasan kerja.
Pengaruh Terapi Tertawa terhadap Penurunan Stres Pengasuhan pada Ibu dengan Anak Autis Grace Selly DT; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.359 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.127

Abstract

ABSTRAK   Memiliki anak dengan autisme dapat menjadi tekanan bagi ibu yang dapat menyebabkan stres pengasuhan. Orang tua yang memiliki anak autis mengalami stres pengasuhan yang tinggi dibandingkan dengan orang tua yang memiliki anak normal. Stres pengasuhan tidak hanya berpengaruh buruk pada orang tua, tetapi juga perkembangan anak. Terapi tertawa adalah salah satu upaya untuk menurunkan stres pengasuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu dengan anak autis yang memiliki tingkat stres pengasuhan tinggi pada SLB Mitra Ananda dan SLB Anugerah. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing terdiri dari 6 orang. Kelompok eksperimen diberikan terapi tertawa sebanyak 4 pertemuan dalam 2 minggu. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Stres Pengasuhan yang telah diuji validitasnya melalui professional judgement dengan nilai uji daya beda aitem 0,066-0,784 dan memiliki koefisien reliabilitas (α) 0,913. Hasil analisis menggunakan analisis statistik nonparametrik Mann-Whitney menunjukkan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,009 (<0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan skor stres pengasuhan pada kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terapi tertawa terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis.   Kata kunci: stres pengasuhan, terapi tertawa, ibu dengan anak autis.  
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO Dwinta Astri Meirizki; Thulus Hidayat; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.694 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.43

Abstract

Kemandirian belajar adalah kegiatan belajar yang aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi. Untuk mencapai kemandirian belajar, mahasiswa dihadapkan pada berbagai kesulitan, Rendahnya motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua diduga berpengaruh terhadap kurangnya kemadirian belajar mahasiswa. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakah motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua berpengaruh terhadap kemadirian belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar. Subjek penelitian sebanyak 42 mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dengan purposive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi berprestasi, pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis regresi berganda diperoleh         p-value 0,001<0,05 dan F hitung =14,845 >dari F tabel = 3,230 serta R sebesar 0,657. Hal ini berarti motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi kemandirian belajar mahasiswa. Tingkat signifikansi p-value 0,001 (p>0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar. Analisis data menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,432. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 43,2% terhadap kemandirian belajar. Hal ini berarti masih terdapat 56,8% faktor lain yang mempengaruhi kemandirian belajar. Kata kunci: Pola asuh  demokratis orang tua, Motivasi berprestasi,  Kemandirian belajar
TERAPI PUISI: DASAR-DASAR PENGGUNAAN PUISI SEBAGAI MODALITAS DALAM PSIKOTERAPI Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.534 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.34

Abstract

Puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra dan karya seni memiliki potensi terapeutik tersendiri yang unik. Meskipun belum terlalu dikenal di Indonesia, puisi telah digunakan sebagai sarana penyembuhan diberbagai negara lain, bahkan telah terdapat berbagai asosiasi yang mewadahi terapis puisi ini. Tulisan ini akan memberikan gambaran teoritik mengenai terapi puisi, definisi, sejarah terapi puisi secara singkat, dan letak terapi puisi dalam sistem psikoterapi dan dalam kaitannya dengan beberapa aliran terapi utama.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ACADEMIC DISHONESTY DAN SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA (Studi pada Mahasiswa Psikologi di Kotamadya Surakarta) Adnan Ashari; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.582 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.57

Abstract

Using  self-administrated  survey  method  among  undergraduate  student  majoring Psychology in City of  Surakarta,  we  measure empirically the  relationship between perceived  academic  dishonesty,  self-efficacy,  and  academic  dishonesty  behavior. Peceived  academic  dishonesty  scale,  general  self-efficacy  (GSE)  scale,  and  self- reported academic dishonesty behavior questionare were used in this research. Rusult  of  Pearson-correlation  test  found  that  there  is  negative  correlation  between perceived  academic  dishonesty  and  academic  dishonesty  behavior  with  strong relationship  was  indicated  by  correlation  coefficient  at  -0,553.  There  is  negative correlation  between  self-efficacy  and  academic  dishonesty  behavior  with  weak relationship was indicated by correlation coefficient only at -0,060. Exciting  other  findings  is  that  all  participant  (100%)  report  that  they  were  do  the academic dishonesty in  varied  model and frequencies.  This  research also find  that there  is  significant  difference  academic  dishonesty  behavior  between  male  and female  student,  where  academic  dishonesty  more  frequently  do  by  male  student. Then, there is no significant difference academic dishonesty behavior between early level  student  and  end  level  student.  Last  but  not  least,  there  is  no  relationship between Grade Passing Academic (GPA) and academic dishonesty behavior, keywords: academic dishonesty perceipt, self-efficacy, and academic dishonesty behavior.
PEMBERDAYAAN IBU UNTUK MENGAJARKAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Nugraha Arif Karyanta; Tri Rejeki Andayani
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.072 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.30

Abstract

Membaca permulaan adalah aktivitas dasar yang memegang peran penting dalam proses belajar setiap anak. Sebagai orang tua, ibu memiliki peran yang cukup dominan dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kajian ini bertujuan untuk : (1) Meningkatkan keterlibatan ibu dalam menunjang kesiapan anak masuk sekolah dasar; (2) Menurunkan tuntutan orangtua pada guru-guru TK untuk mengajarkan anak-anak mereka terampil membaca, sehingga meringankan beban guru-guru TK pada sesuatu hal yang tidak menjadi tanggung jawab utamanya; dan (3) Mengenalkan pada ibu-ibu mengenai cara-cara yang mudah dan murah dalam upaya mengajarkan membaca permulaan pada anak usia dini, guna peningkatan kesiapan masuk sekolah. Mengacu pada pendekatan research and development, kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pelatihan, dimana peserta (ibu) interaktif mempelajari dan menyusun bahan pembelajaran membaca permulaan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan. Evaluasi dilaksanakan melalui evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi hasil kegiatan dengan melihat perbedaan skor atas persepsi mengenai pengetahuan atas tumbuh kembang dan keterampilan membaca permulaan sebelum dan sesudah kegiatan. Evaluasi proses diketahui dari  analisis diskriptif-kuantitatif respon peserta atas proses dan hasil kegiatan yang didapatkan dari lembar evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan atas tumbuh kembang dan keterampilan membaca permulaan. Evaluasi atas proses kegiatan menunjukkan kesan positif atas berbagai aspek, baik dari materi, pembicara, serta proses jalannya kegiatan. Usulan yang diberikan dari hasil kegiatan ini adalah: (1) Kegiatan ini tampaknya memiliki efikasi yang kuat untuk menumbuhkan keterampilan ibu dalam mengajarkan membaca permulaan pada anak sehingga dapat dilaksanakan pada waktu yang lain atau pada Taman Kanak-kanak/PAUD lain dengan berbagai pengembangan pada materi maupun perancangan pelaksanaannya; (2) Agar kegiatan semacam workshop ataupun pelatihan kepada orang tua dapat dilaksanakan secara reguler pada Taman Kanak-kanak/PAUD dengan berbagai materi lain sehingga tanggung jawab mendidik anak dapat dikembalikan kepada keluarga; (3) Mengembangkan kegiatan ini menjadi penelitian dengan efikasi yang lebih tinggi. Kata kunci : pemberdayaan ibu, membaca permulaan
Co-Authors . Hardjono . Machmuroch A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya Nanda Priyatama Adnan Ashari Afny Hanindya Agata Kurnia Indah Pertiwi Agus Ferry Wibowo Aji Nugroho, Damas Aminah . Aminah . Anisa Listyowati Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Astri Fatwasari BAGUS WICAKSONO Dewinta Ariani Diah Rahmawati DIAH RAHMAWATI Dwinta Astri Meirizki Dyah Pratitha, Aurelia Eddy Triharyanto Edwi Mahadjoeno Elissa Febriani Purnamasari Elizabeth Ariyani P.S Elizabeth Ariyani P.S, Elizabeth Erna Widhi R Fadjri Kirana A Fahma Alfikri Fahma Alfikri, Fahma Fajar Suryaningsih Fajar Suryaningsih, Fajar Faradina Putri KW Fitri Ramadhani Gita Arum D.M. Grace Selly DT Hanggari Deasy Rufaida Hardjono , Hardjono . Irzia Roshida Mardani Isiya Bekti Utami Istar Yuliadi Istar Yuliadi Jamhari Jamhari Jaya Agung N Jehan Fitria F Karmelita Agni Ayu P Karmelita Agni Ayu P, Karmelita Krisna Eka Dewanti M. Wildan Yuliansyah Machmuroch , Machmuroch , Machmuroch . Maharani CW Maria Stephani Dwitya Mauliatun Ni’mah Munawir Yusuf Nadia Sekar Asih Nadia Sekar Asih, Nadia Naila Khusna Nanda Satriawan Oktavia Ruthdian Setiawati Pascaria Rebecca Pradipta Christy Pratiwi Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwoko, Agus Puspa Madyarin Rahayan Sadhu Pramesti Rahayu Astuti Rahayu Herlina Sekartini Rahayu Herlina Sekartini, Rahayu Ria Tri Handayani Rofatina . Salmah Lilik Sandi Prasetyaning Tyas Segendig Kurniawan Septa Aristiani Saputri Seta Yovian Aryono Sheilla Varadhila P Shinta Arvianti Hamidah Shintia Puspa Dewi Sifa Qoyimatun Nashriyah Suci Murti Karini Susantiningrum Susantiningrum Taufik Hidayat Thulus Hidayat Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Vina Ardelia Winda Kartika Ningrum Yenny Rianto Rianto Yunita Dianasari