Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Gaya Kelekatan dan Iri pada Mahasiswa Pengguna Instagram Yunita Dianasari; Hardjono .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.568 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.130

Abstract

ABSTRAK   Beberapa tahun terakhir, Instagram menjadi media sosial yang memiliki perkembangan paling pesat di antara media sosial lainnya. Disadari atau tidak Instagram telah membawa berbagai dampak, salah satunya adalah timbulnya iri di antara penggunanya. Mahasiswa merupakan kelompok usia pengguna Instagram yang paling banyak dan merupakan usia dewasa awal yang berada pada tahap perkembangan psikososial intimasi atau menjalin hubungan dekat. Hubungan dekat yang dijalin dengan orang lain dapat membentuk dan menggambarkan gaya kelekatan yang dimiliki individu. Gaya kelekatan yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa menggambarkan model diri dan model orang lain yang mengakibatkan perbedaan harga diri dan rasa permusuhan terhadap orang lain, sehingga dua hal ini turut berperan dalam merespons perbandingan yang terjadi antara dirinya dengan sesuatu yang ditampilkan orang lain melalui Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara gaya kelekatan dan iri pada mahasiswa pengguna Instagram. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dewasa yang menempuh pendidikan S1 di UNS yang memiliki Instagram. Sampel yang digunakan sebanyak 294 mahasiswa yang dipilih secara incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Iri pada Pengguna Instagram (reliabilitas 0,898) yang disusun berdasarkan aspek iri episodik dari Cohen-Carash (2009) dan Skala Gaya Kelekatan yang terdiri dari dua dimensi, yaitu dimensi kecemasan (reliabilitas 0,831) dan penghindaran (reliabilitas 0,821) yang diadaptasi dari Experiences in Close Relationships scale (ECR; Brennan, Clark, & Shaver, 1998). Analisis data menggunakan metode statistik regresi linear sederhana menunjukkan adanya hubungan yang negatif antara gaya kelekatan dan iri pada pengguna Instagram (signifikansi 0,000, r sebesar -0,400) sehingga semakin aman gaya kelekatan individu maka semakin rendah skor iri pada pengguna Instagram. Nilai R2 sebesar 0,160 menunjukkan sumbangan efektif yang diberikan gaya kelekatan terhadap iri pada pengguna Instagram sebesar 16%.     Kata kunci: Iri pada Pengguna Instagram, Gaya Kelekatan, Mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 KLATEN Anisa Listyowati; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.639 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.23

Abstract

Perkembangan karir merupakan perkembangan yang dialami individu terkait karir yang ingin atau sedang dijalani. Perkembangan karir individu terjadi melalui beberapa tahapan, yaitu growth, exploration, establishment, maintenance, dan disengagement. Keberhasilan individu dalam menjalani satu tahapan menunjukkan kematangan karir dan kesiapan menjajaki tahapan perkembangan karir selanjutnya. Siswa Kelas XII berada pada fase remaja akhir, dimana remaja pada fase ini dituntut untuk memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini tentunya tidak akan bisa tercapai apabila siswa belum membuat keputusan karir dan merencanakannya. Siswa yang memiliki kematangan karir yang tinggi mampu membuat keputusan karir yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, (2) hubungan antara dukungan sosial dengan kematangan karir, serta (3) hubungan antara kebutuhan aktualisasi dan dukungan sosial dengan kematangan karir. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XII SMA N 2 Klaten yang berjumlah sembilan kelas. Sampel penelitian berjumlah tiga kelas penelitian dengan total responden 89 orang yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas penelitian tersebut adalah kelas XII IPA2 dengan jumlah responden 31 orang, kelas XII IPA4 dengan jumlah responden 33 orang, dan kelas XII IPS2 dengan jumlah responden 25 orang. Penelitian ini menggunakan Skala Kebutuhan Aktualisasi Diri dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,757, Skala Dukungan Sosial dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,852, dan Skala Kematangan Karir dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,880. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Berganda dan Analisis Korelasi Parsial. Hasil uji dengan Analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama kebutuhan aktualisasi diri dan dukungan sosial memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kematangan karir, terlihat dari p-value sebesar 0,000   (< p-value 0,05); Fhitung 19,365 > Ftabel 3,10; dan koefisien korelasi (R) 0,557. Sementara hasil Analisis Korelasi Parsial menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, serta antara dukungan sosial dengan kematangan karir, terlihat dari p-value masing-masing sebesar 0,000 dan 0,027 (< p-value 0,05) dan dengan koefisien korelasi (r) 0,45 dan 0,2. Kata kunci: kebutuhan aktualisasi diri, dukungan sosial, kematangan karir
SELF-ESTEEM PADA PENYANDANG TUNA DAKSA Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.091 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.14

Abstract

Penyandang tuna daksa memiliki kerentanan lebih besar untuk memiliki self-esteem yang rendah, sedangkan self-esteem memiliki kaitan yang erat dengan kebahagiaan seseorang. Karena itu diperlukan kajian dan tindakan untuk mengembangkan self-esteem pada penyandang tuna daksa sehingga mereka dapat lebih produktif dan lebih bahagia. Tulisan ini merupakan kajian teoritik mengenai self-esteem pada penyandang tuna daksa, proses perkembangan self-esteem yang mereka miliki, dan program pengembangan self-esteem yang memungkinkan untuk dilakukan.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PELATIHAN BELAJAR EFEKTIF TERHADAP PENGGUNAAN STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA Nugraha Arif Karyanta; Aditya Nanda Priyatama; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.4 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode belajar efektif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning Siswa SMA.  Self-Regulated Learner adalah siswa yang secara metakognitif, motivasional dan behavioral merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka sendiri (Zimmerman, 1989).  Menurut sudut pandang ini, siswa yang efektif menjadi sadar akan relasi fungsional antara pola pikir dan tindakan mereka (sering disebut sebagai strategi) dan hasil-hasil sosial dan lingkungan (Zimmerman & Martinez-Pons, 1988).  Winne (1997) beranggapan bahwa siswa dapat mempelajari bentuk-bentuk baru dari SRL di mana saja, termasuk dalam ruang-ruang kelas mereka.  Lebih jauh lagi, Zimmerman (1989) menyebutkan bahwa siswa dapat diajar atau disarankan untuk menjadi lebih self-regulated learners dengan mendapatkan strategi-strategi efektif dan dengan meningkatkan persepsi atas efikasi diri mereka. Modul pelatihan belajar efektif yang diberikan kepada siswa SMU yang dikembangkan oleh penulis meliputi pengembangan sikap mental positif terhadap belajar, pengembangan keterampilan dalam mengikuti pelajaran di kelas terutama kemampuan mendengarkan dan mencatat, mengembangkan kemampuan membaca efektif, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kemampun mengikuti ujian, penguasaan keterampilan manajemen waktu, dan pengaturan lingkungan belajar yang mendukung.  Pemberian pelatihan belajar efektif kepada siswa diharapkan akan menumbuhkan dan meningkatkan penggunaan strategi self regulated-learning siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pemberian perlakuan berupa penerapan model pelatihan belajar efektif.  Penerapan model pelatihan belajar efektif tersebut diharapkan dapat memiliki peran positif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning siswa.  Strategi Self-Regulated Learning di ukur dengan skala strategi Self-Regulated Learning yang diberikan sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).  Uji beda mean dilakukan dengan teknik paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 15.  Sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa SMA Negeri I Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor strategi Self-Regulated Learning sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test), thitung > ttabel (13,474 >  2,042), dengan taraf signifikansi 0,000. Kata kunci: Model Pelatihan Belajar Efektif, Strategi Self-Regulated Learning
Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Keluarga dengan Kematangan Karir Remaja Yatim di SMA di Surakarta Naila Khusna; Nugraha Arif Karyanta; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.068 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.101

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Keluarga dengan Kematangan Karir Remaja Yatim di SMA di Surakarta The Relationship between Adversity Quotient and Family Support with Career Maturity on Fatherless Adolescent In Senior High School of Surakarta Naila Khusna, Nugraha Arif Karyanta, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Salah satu tugas perkembangan remaja adalah memilih dan mempersiapkan karir. Kematangan karir merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tugas perkembangan karir sesuai tahapan perkembangannya. Dalam mencapai kematangan karir, remaja seringkali mengalami hambatan, seperti hambatan ekonomi dan kurangnya dukungan keluarga. Hambatan tersebut juga banyak dialami oleh remaja yatim. Adversity Quotient dan dukungan keluarga merupakan hal-hal yang diduga terkait dengan kematangan karir remaja yatim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara adversity quotient dan dukungan keluarga dengan kematangan karir remaja yatim (2) hubungan antara adversity quotient dengan kematangan karir remaja yatim (3) hubungan antara dukungan keluarga dengan kematangan karir remaja yatim. Populasi dalam penelitian ini remaja yatim di SMA di Surakarta yang terdiri dari 37 sekolah. Pemilihan tempat penelitian menggunakan cluster random samplig, sehingga dari 37 sekolah didapatkan 12 sekolah untuk tempat  penelitian (5 SMA Negeri dan 7 SMA swasta). Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh subjek sebanyak 98 dari 120 remaja yatim yang lolos kriteria tertentu.Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala psikologis, yaitu skala kematangan karir (α=0,877, r=0,349), skala adversity quotient (α=0,910, r=0,349), dan skala dukungan keluarga (α=0,905, r=0,349). Hipotesis pertama diuji menggunakan analisis regresi ganda, dan untuk menguji hipotesis kedua serta ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara adversity quotient dan dukungan keluarga dengan kematangan karir remaja yatim di SMA di Surakarta. Nilai F-test=6,390; p<0,05, dan nilai R=0,344. Secara parsial, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara adversity quotient dengan kematangan karir (rx1-y=0,219, p<0,05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kematangan karir (rx2-y=0,120, p>0,05). Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,119 atau 11,9%, terdiri atas sumbangan efektif adversity quotient terhadap kematangan karir pada remaja yatim sebesar 8,17% dan sumbangan efektif dukungan keluarga terhadap kematangan karir pada remaja yatim sebesar 3,69%.   Kata kunci: kematangan karir, adversity quotient, dukungan keluarga, remaja yatim.
Hubungan antara Kematangan Emosi dan Religiusitas dengan Frekuensi Masturbasi pada Siswa Kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta Elissa Febriani Purnamasari; Istar Yuliadi; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.97 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.74

Abstract

Hubungan antara Kematangan Emosi dan Religiusitas dengan Frekuensi Masturbasi pada Siswa Kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta Correlation between Emotional Maturity and Religiousity towards Frequency of Masturbation on The Eleventh Grade Male Students of SMK Katolik St. Mikael Surakarta Elissa Febriani Purnamasari, Istar Yuliadi, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada tahap ini remaja akan mengalami perubahan baik dari segi fisik maupun psikologis. Sejalan dengan perubahan tersebut, remaja laki-laki memiliki dorongan seksual yang besar. Banyak remaja laki-laki memilih melakukan masturbasi sebagai penyaluran dorongan seksualnya. Remaja yang memiliki kematangan emosi dan religiusitas yang tinggi dapat mengontrol frekuensi masturbasinya sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (i) Hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan frekuensi masturbasi pada siswa kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta; (ii) Hubungan antara kematangan emosi dengan frekuensi masturbasi pada siswa kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta; (iii) Hubungan antara religiusitas dengan frekuensi masturbasi pada siswa kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta. Sampling menggunakan purposive total sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner frekuensi masturbasi, skala kematangan emosi dan skala religiusitas. Kuesioner frekuensi masturbasi terdiri dari 5 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,802. Skala kematangan emosi terdiri dari 32 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,892. Skala religiusitas terdiri dari 37 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,936. Berdasarkan teknik analisis regresi ganda diperoleh F hitung < F tabel (1,178 < 3,085) ; p = 0,312 (p>0,05). Koefisien determinasi (R²) variabel prediktor terhadap variabel kriterium sebesar 2,3 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan frekuensi masturbasi pada siswa kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta. Secara parsial menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan frekuensi masturbasi dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,035; p=0,722 (p>0,05) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan frekuensi masturbasi dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,099; p=0,319 (p>0,05). Kata Kunci : Kematangan Emosi, Religiusitas, Frekuensi Masturbasi
Co-Authors . Hardjono . Machmuroch A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya Nanda Priyatama Adnan Ashari Afny Hanindya Agata Kurnia Indah Pertiwi Agus Ferry Wibowo Aji Nugroho, Damas Aminah . Aminah . Anisa Listyowati Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Astri Fatwasari BAGUS WICAKSONO Dewinta Ariani Diah Rahmawati DIAH RAHMAWATI Dwinta Astri Meirizki Dyah Pratitha, Aurelia Eddy Triharyanto Edwi Mahadjoeno Elissa Febriani Purnamasari Elizabeth Ariyani P.S Elizabeth Ariyani P.S, Elizabeth Erna Widhi R Fadjri Kirana A Fahma Alfikri Fahma Alfikri, Fahma Fajar Suryaningsih Fajar Suryaningsih, Fajar Faradina Putri KW Fitri Ramadhani Gita Arum D.M. Grace Selly DT Hanggari Deasy Rufaida Hardjono , Hardjono . Irzia Roshida Mardani Isiya Bekti Utami Istar Yuliadi Istar Yuliadi Jamhari Jamhari Jaya Agung N Jehan Fitria F Karmelita Agni Ayu P Karmelita Agni Ayu P, Karmelita Krisna Eka Dewanti M. Wildan Yuliansyah Machmuroch , Machmuroch , Machmuroch . Maharani CW Maria Stephani Dwitya Mauliatun Ni’mah Munawir Yusuf Nadia Sekar Asih Nadia Sekar Asih, Nadia Naila Khusna Nanda Satriawan Oktavia Ruthdian Setiawati Pascaria Rebecca Pradipta Christy Pratiwi Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwoko, Agus Puspa Madyarin Rahayan Sadhu Pramesti Rahayu Astuti Rahayu Herlina Sekartini Rahayu Herlina Sekartini, Rahayu Ria Tri Handayani Rofatina . Salmah Lilik Sandi Prasetyaning Tyas Segendig Kurniawan Septa Aristiani Saputri Seta Yovian Aryono Sheilla Varadhila P Shinta Arvianti Hamidah Shintia Puspa Dewi Sifa Qoyimatun Nashriyah Suci Murti Karini Susantiningrum Susantiningrum Taufik Hidayat Thulus Hidayat Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Vina Ardelia Winda Kartika Ningrum Yenny Rianto Rianto Yunita Dianasari