p-Index From 2021 - 2026
5.678
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Convergence Communication Model on Waste Bank Program Stakeholders in South Tangerang City, Indonesia Mirza Shahreza; Sarwititi Sarwoprasodjo; Hadi Susilo Arifin; Dwi Retno Hapsari
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 2 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1731.737 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i2.2878

Abstract

This research aims to analyze a convergent communication model that supports the sustainability of the waste Bank community in South Tangerang City. The type of research conducted is qualitative descriptive research. Data obtained through observation and in-depth interview. The results illustrate that the convergence communication model in the waste bank program has three supporting stakeholders carrying three interests, that is, who sees the theme of the environment as a source (ruler), objects (city government/ Environmental office) and  Spirit  (waste bank Community) that finally formed a converged communication, namely the equality of delivery and acceptance of the message so that it becomes mutual understanding,  and interdependence that positions the waste Bank as a public space in discussing environmental themes, especially waste management problems. Keywords: environmental communication, convergent communication, stakeholders, waste bankABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah model komunikasi konvergen yang mendukung keberlanjutan komunitas Bank sampah di kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menggambarkan bahwa model komunikasi konvergensi pada program Bank sampah terdapat tiga pemangku kepentingan pendukungnya membawa tiga kepentingan, yaitu, yang melihat tema lingkungan sebagai sumber (penguasa), objek (pemerintah/ Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan) dan spirit (komunitas Bank sampah) yang akhirnya membentuk komunikasi konvergen, yaitu kesetaraan penyampaian dan penerimaan pesan sehingga menjadi saling pengertian, serta saling ketergantungan yang memposisikan Bank sampah sebagai ruang publik dalam membahas tema lingkungan, terutama masalah pengelolaan sampah. Kata Kunci: komunikasi lingkungan, komunikasi konvergensi, pemangku kepentingan, bank sampah 
ANALISIS HUBUNGAN LUAS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN PERUBAHAN SUHU DI KOTA PALU Fatimah Ahmad; Hadi Susilo Arifin; Endes N. Dahlan; Sobri Effendy; Rachman Kurniawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.544 KB) | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1533

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis pola hubungan ketersediaan ruang terbuka hijau dengan suhu di Kota Palu. Metode penelitian adalah berdasarkan data ekstraksi dan analisis matematis. Beberapa hasil penelitian yang diperoleh (1) bahwa kurun waktu 13 tahun dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2010 ditemukan bahwa ruang-ruang hijau terbuka menurun dari 48,86% menjadi 29,48%, (2) penurunan ruang-ruang hijau terbuka yang diketahui akan meningkatkan suhu udara maksimalsecara signifikan, dan (3) Persentase ideal hutan kota adalah 18 648 ha (47%) dari luas kota Palu.Kata kunci : ruang terbuka hijau, suhu
KONTRIBUSI SISTEM AGROFORESTRI TERHADAP CADANGAN KARBON DI HULU DAS KALI BEKASI Wahyu Catur Adinugroho; Andry Indrawan; Supriyanto Supriyanto; Hadi Susilo Arifin
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur tegakan dan cadangankarbon padasistem agroforestri (kebun campuran) serta korelasinya di Hulu DAS Kali Bekasi . Tiga puluh plot pengamatan dibuatpada lokasi penelitian yang diletakkan pada bagian Hulu DAS yang mewakili bagian atas, tengah dan bawah dari wilayah hulu. Estimasi cadangan karbon dilakukan dengan menggunakan metode non - destruktif  yaitu menggunakan persamaan alometrik yang telah dikembangkan. Hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa tingkat keragaman Shannon pada lokasi penelitian adalah rendah sampai menengah. Beberapa jenis vegetasi yang ada teridentifikasi memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon sehingga berpotensi untuk meningkatkan cadangan karbon dan konservasi keanekaragaman hayati. Hasil analisa struktur tegakan pada sistem agroforestri (Kebun campuran) di Hulu DAS Kali Bekasi menunjukkan struktur tegakan yang menyerupai struktur hutan alam. Kebun campuran menghasilkan 62,34 tonsC/ha cadangan karbon atau setara dengan 228,79 ton CO2-eq/ha.Cadangan karbon dalam sistem agroforestry (Kebun campuran) sangat dipengaruhi oleh luas bidang dasar tegakan tetapi meskipun demikiankerapatan tegakan dan keragaman spesies memiliki korelasi rendah dengan cadangan karbon.Kata kunci: Hulu DAS Kali Bekasi, sistem agroforestri (Kebun campuran), struktur tegakan, cadangan karbon, korelasi
SIFAT KIMIA DAN TINGGI MUKA AIR TANAH GAMBUT PADA TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI FISIOGRAFI KUBAH GAMBUT DAN RAWA BELAKANG KHG KAHAYAN-SEBAGAU Marinus Kristiadi Harun; Syaiful Anwar; Eka Intan Kumala Putri; Hadi Susilo Arifin
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i3.9632

Abstract

This study aims to: (1) determine the chemical properties of peat soils in 3 types of land cover in 2 physiographies; (2) find out water level fluctuations (WLF) on peat soils covered by agroforestry and horticulture in the physiography of peat dome and backswamp during the rainy season, transitions and drought. This research was conducted in January until December 2018 in Kahayan-Sebangau Peat Hidrological Unit, in the Kalampangan Vilagge. The results showed that differences in peat soil cover conditions at different physiographies affected chemical properties and WLF. The three types of peatland cover on both physiographic types of peatlands have a pH that categories into the very acid (<4.5). The results of this study indicate that nutrients (N, P, Kd, C, Mg, Al, Na and SO4) that are formed in each type of land cover in 2 physiographies indicate that these elements in peatlands are influenced by a layer of peat which obtains input of organic material from the plants above it. Peat fertility depends on the contribution of organic material from plants on it. Peatland cation exchange capacity values for all types are in the very high category (> 40). In addition to the chemical elements of the soil, the peat ground water level is highly volatile following rainfall so that during the peak of the dry season (MK) the WLF can reach 200 cm below the ground surface, and vice versa during the peak of the rainy season (MH) the WLF can inundate all peat soils.
Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata dan Pengelolaannya di Kabupaten Toraja Utara Nurfaida Nurfaida; Hadi Susilo Arifin; Santun R.P. Sitorus; Eriyatno Eriyatno
TATALOKA Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.4.496-510

Abstract

Kabupaten Toraja Utara memiliki potensi pariwisata yang dapat diandalkan sebagai daya tarik wisata, namun jika tidak dikelola dengan baik tidak dapat berkembang secara optimal. Salah satu faktor penyebab adalah kualitas layanan yang belum optimal. Makalah ini bertujuan menunjukkan hasil identifikasi persepsi wisatawan terhadap objek wisata dan pengelolaannya di Kabupaten Toraja Utara. Metode yang digunakan adalah model Servqual dan Importance Performance Analysis. Hasil menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan dari dimensi fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan kepastian, dan empati bernilai negatif. Kesenjangan negatif berarti wisatawan belum merasa puas dengan kualitas layanan objek wisata. Nilai kesenjangan paling tinggi adalah “sarana kuliner yang memadai” dengan nilai -2,19 dan -1,46. Pemetaan kinerja-kepentingan untuk wisatawan nusantara menunjukkan terdapat tiga butir pernyataan pada kuadran prioritas utama, yaitu “fasilitas jalan yang memadai menuju kawasan wisata, sarana keperluan pribadi lainnya yang memadai”, dan “pengelola mampu memberikan pelayanan yang cepat”. Menurut wisatawan mancanegara, terdapat dua butir pernyataan pada kuadran prioritas utama, yaitu “sarana informasi yang memadai” dan “kebersihan kawasan wisata”. Pengelola objek wisata dapat memprioritaskan strategi pengelolaan pada perbaikan sarana kuliner, sarana keperluan pribadi, sarana informasi, fasilitas jalan, kebersihan kawasan, dan pelayanan.
Manajemen Pekarangan Ramah Lebah Tanpa Sengat sebagai Upaya Peningkatan Jasa Lanskap Perkotaan Nafidzah Qisthina; Regan Leonardus Kaswanto; Hadi Susilo Arifin
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.1.46

Abstract

The concept of "Stingless Bee-Friendly Local Home Garden" can be an alternative for urban landscape conservation through home gardens, especially in Depok City, which has a rapid flow of development. For this reason, a management strategy is needed as part of an effort to improve the landscape services of Depok City. This study aims to analyze the characteristics of home gardens and the potential for developing stingless bee-friendly home gardens to support the optimization of urban landscape services. The research was conducted using a field survey on sample of home gardens selected through purposive sampling methods, interviews, questionnaires, and literature studies. Based on the conditions of climate, weather, ecology, 90 samples of home gardens and respondents, Depok City has the potential to develop the concept of a honey bee-friendly home garden. These conditions can support the activity of stingless bees and provide a source of available food throughout the year. The concept of a stingless bee-friendly home garden can be achieved by presenting a diversity of food plant sources, providing bee hives, and proper home garden management. Therefore, it is necessary to conduct socialization and training on stingless-bee keeping in the yard starting from farmers group, making an example of a honey bee-friendly home garden, and increasing green space connections in the city Keywords: home garden management, landscape services, stingless bee-friendly home garden, urban landscape
Jasa Lanskap pada Pekarangan Transmigran Bali di Wilayah Lampung Timur Muhammad Saddam Ali; Hadi Susilo Arifin; Nurhayati Nurhayati; Made Astawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.143-149

Abstract

The transmigration home garden was one of the potential providers of landscape services, such as ecological, economic, social and cultural services. These landscape services can improve people's welfare. The Balinese transmigrant home garden in East Lampung became the research location to see the services of the home garden landscape. Ecological approaches, economic analysis, and socio-culture analysis were carried out to determine the role of the home garden in providing  landscape services. The Balinese transmigrant home garden pattern was built based on the Rwa Bhineda concept which regulates the layout of the building. The composition of pekarangan plants was analyzed using the vertical diversity, horizontal diversity, and Summed Dominance Ratio (SDR) values of the plants. In addition, it also analyzed economic services in the form of additional income and reduced costs for consumption. The results showed that several plants such as coconut, mango, banana, and flower ornamental plants had high SDR value up to 45%. These plants are used as a component of religious rites for the Balinese transmigrant community. Home garden also provided economic services, namely additional income and reduced consumption costs up to 100% per month/family. Home garden landscape services for Balinese transmigrants were proof that community welfare can be realized through sustainable use of home gardens and had implications for the achievement of transmigration goals.
Kajian Daya Dukung Atraksi Wisata di Taman Wisata Alam Lembah Harau Sumatera Barat Edrian Junarsa; Syartinilia Wijaya; Nurhayati Hadi Susilo Arifin
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v15i1.41517

Abstract

The Harau Valley Natural Tourism Park is one of the most popular destinations for local, domestic and foreign tourists in West Sumatra. The number of Harau Valley Natural Tourism Park tourists in 2018 increased by 37% from the previous year, which was 358,827 tourists. Increasing demand for tourism objects, especially in the Harau Valley Natural Tourism Park will unavoidably leads to further development of the park for tourism activities. Thus, consequently it will affect the park and its surroundings ecologically, socially, and economically. Studies on the carrying capacity of tourist areas are needed to minimize the impact caused by tourism activities. The purpose of this study is to identify and analyze the carrying capacity of the tourist area in the Harau Valley Natural Tourism Park. Data was collected using a survey method, namely field observations and literature studies which were then analyzed using the Douglass 1975 formula to identify carrying capacity for each tourist attraction. The results of the analysis of the carrying capacity of each tourist attraction were (1) natural recreation 85,056 people/year, (2) Boating is 7,802 people/year, (3) Swimming is 12,217 people/year, (4) Camping is 25,460 people/year, (5) Education and Research is 99,744 people/year, and (6) Photo hunting is 84,890 people /year. Hopefully, the results of the study can be used as future considerations in the development of the Harau Valley natural tourism park.
Pertumbuhan Canna Indica dan Wrightia Religiosa pada Sistem FCR di WWTP II Jababeka Bekasi Ersyad Perdana Perdana; Erliza Noor; Hadi Susilo Arifin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.725 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9584

Abstract

Jabababeka merupakan kawasan industri terpadu yang ada Indonesia, kawasan ini menggunakan sistem Food Chain reactor (FCR) yang bertujuan untuk menjawab tantangan tentang permasalahan yang ada di di Jababeka seperti 3 R limbah B3 dan konservasi air. Penggunaan sistem FCR pada jababeka salah satu nya adalah dengan menggunakan tanaman dan bakteri sebagai cara untuk mengurangi hasil limbah B3. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 faktorial deengan 3 ulangan. Pengamatan parameter tinggi tanaman, berat basah, dan berat kering tanaman, sebagai salah satu cara dalam menentukan tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan beradaptasi pada lingkungan WWTP II. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan tinggi tanaman di ketiga lokasi reaktor sebesar 31,6083 cm – 52,2458 cm, kemudian berat basah bertambah dari waktu ke waktu sebesar 519 -573,11 gram, dan berat kering tanaman diketiga reaktor bertambah sebesar 353,333 – 660, 208 gram,. Laju pertumbuhan tanaman menunjukkan tanaman Canna indica terjadi penurunan (perlambatan) pertumbuhan di ketiga reaktor sebesar 3, 22 – 3,24 g/hari (J1), 3,31 – 3,32 g/hari), 3,37 – 3,37 g/hari, dan Wrightia religiosa terjadi penurunan laju pertumbuhan sebesar 2,61 – 0,27 g/hari sedangkan di J2 dan J3 penurunan (perlambatan) sebesar 2,91 – 2,92 g/hari dan 3,17 g/hari – 3,19 g/hari.
Analisis Keberlanjutan Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Kawasan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Atang Trisnanto; Rinekso Soekmadi; Hadi Susilo Arifin; Bambang Pramudya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.534-544

Abstract

Pemanfaatan kebun sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung dengan memaksimalkan potensi pekarangan yang dimiliki masyarakat di bidang pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi ditinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan budaya. Metode analisis yang digunakan adalah Multi Dimensional Scaling (MDS) melalui teknik ordinance Rap-HGAgrotourism (Rapid Appraisal for Home Garden Agrotourism). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi berada pada kategori Baik Berkelanjutan (84,55) pada dimensi ekologi, Cukup Berkelanjutan (67,14) pada dimensi Ekonomi, Cukup Berkelanjutan (59,84) pada dimensi sosial, Kurang Berkelanjutan (49,74) pada dimensi kelembagaan, dan Cukup Berkelanjutan (61,25) pada dimensi budaya. Kajian ini menjelaskan secara holistik beberapa aspek/atribut (ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan budaya) yang menjadi faktor pengungkit yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kawasan agrowisata secara berkelanjutan. Atribut pengungkit yang pengaruhnya sangat sensitif terhadap keberlanjutan pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi adalah: (1) keberadaan dan kualitas objek daya tarik wisata pada pekarangan, (2) jumlah penduduk yang memanfaatkan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, (3) keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, (4) tersedianya peraturan terkait pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, 5) adanya pelanggaran nilai kepercayaan dalam pemanfaatan pekarangan, (6) konflik antar masyarakat dengan latar belakang perbedaan budaya, dan (7) penerapan modal sosial dalam pemanfaatan lahan pekarangan.
Co-Authors . Nurhayati Ahyar Ismail Al Ayyubi, M Shalahuddin Alfred A Antoh Alfred Jansen Sutrisno Ali, Muhammad Saddam Amarizni Mosyaftiani Amarizni Mosyaftiani Andik Purwoko Andry Indrawan Anggi Pangestu Annisaa Farah Fitriana Aprilia, Hapriza Arief Nugroho Nur Prasetyo Arief Sabdo Yuwono Arief Sabdo Yuwono Arifin, Nurhayati Aris Munandar Arkham HS Arman Drakel Arman Drakel, Arman Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Atang Trisnanto Atang Trisnanto, Atang Azra, Azka Lathifah Zahratu Bambang Hero Saharjo Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Basuki Wasis Budi Indra Setiawan Cecep Kusmana Darkono Tjawikrama Dedi Saputra Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dyah Lukita Sari, Dyah Lukita Dyah Retno Panuju Edrian Junarsa Effendi, Melana Eka Intan Kumala Putri Endes N. Dahlan Endes N. Dahlan Eriyatno . Erlinda Faradilla Erliza Noor Erni Yuniarti Ersyad Perdana Perdana Etty Riani Evi Frimawaty Fadila, Aisyah Nur Fariz Harindra Syam Fatimah Ahmad Fatimah Ahmad Fauzia, Assyifa Fazali, Muhamad Fahad Al Febrian Miandy Fitriyati, Novia Fittria Ulfah Harbowoputri, Smaradinda I Gusti Agung Ayu Rai Asmiwyati I Wayan Susi Dharmawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilhami, Wasissa Titi Indarti Komala Dewi, Indarti Komala Irdika Mansur Ismayadi Samsoedin Kholil Kholil Kiki Yulia Laeli Fadloli Leti Sundawati Lili Dahliani M. A. Chozin MADE ASTAWAN Marimin Marimin Marinus Kristiadi Harun Mayda Susana Meiske Widyarti Meiske Widyarti Meti Ekayani Mieske Widyarti Mirza Shahreza Muaz Haris Muhammad Haekal Syawie Muhammad Ramdhan Muhammad Yanuar Purwanto Muji Listyo Widodo Mustofa Nafidzah Qisthina Nana Mulyana Arifjaya Nandi Kosmaryandi Ni Made Santi Nofi Yendri Sudiar Nur Hidayat Nurfaida Nurfaida Nurhayati Nurhayati H.S. Arifin Nurhayati HS Arifin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati P. Perdinan Pipin Noviati Sadikin Pipin Noviati Sadikin Rachman kurniawan Rahmad Fauzi Rahmat Hidayat Rahmatika, Aghnina Ray March Syahadat Regan Leonardus Kaswanto Rinekso Soekmadi Salundik Santun R.P. Sitorus Septian, Dwi Ekky Sobri Effendy Sobry Effendy Sofyan Hadi Lubis Sri Mulatsih Sudradjat , Sulistyo Ariebowo Djajusman Supartini, Novi Supriyanto Supriyanto Suria Darma T Surjono H sutjahjo Syaiful Anwar Syartinilia . Tania June Titim Rahmawati Wahyu Catur Adinugroho Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul Widiyanti, Astrini Wido Hanggoro Wonny Ahmad Ridwan Yadi Setiadi Yahya, Rizka Ora Aurora Yonny Koesmaryono Yuli Suharnoto Yulia Dwi Kurniasari Yulius Budi Prastiyo Yulius Hero