Claim Missing Document
Check
Articles

Keterkaitan Sikap, Pengetahuan Penderita Hipertensi Dan Kepatuhan Konsumsi Obat Nia Azzahra; Dita Sastro; Hilda Muliana; Anggy Utama Putri
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi, dan ketidakpatuhan dalam pengobatan sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, kepatuhan, dan sikap pasien hipertensi di Puskesmas Pembina Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain non-eksperimen dan pendekatan Correlation Study. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 103 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, kepatuhan, dan sikap pasien hipertensi berada dalam kategori tinggi. Uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara faktor sosiodemografi dengan kepatuhan dan sikap pasien hipertensi, dengan nilai Asymp. Sig. (2-sided) sebesar 0,724 (p > 0,05).
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi terhadap Program Rujuk Balik di Rumah Sakit X Palembang Hilda Muliana; Nia Azzahra; Zakiah Andriani; Anggy Utama Putri
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seorang mengalami peningkatan angka kesakitan dan juga angka kematian. PRB salah satu upaya yang diberikan agar dapat meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi suatu obat dan mencapai output terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat sadar pentingnya patuh minum obat antihipertensi dan selalu cek tekanan darah secara rutin. Penelitian menggunakan metode observasional korelatif dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan metode Non Random Sampling. Peneliti menentukan kriteria inklusi, responden yang dipilih dengan Purporsive Sampling sebanyak 48 sampel. Data diperoleh dari kuesioner tervalidasi dengan desain pertanyaan menggunakan skala likert, untuk mengukur tingkat kepatuhan dan didapatkan (13%) sangat patuh, (29%) Tidak patuh, (40%) patuh, (16%) tidak patuh, (2%) sangat tidak patuh. Penelitian ini melakukan check tekanan darah sebelum dilakukan prb dan sesudah dilakukan PRB dengan Paired Sample T-test  dan didapatkan nilai sig.(2 tailed) 0,000 < 0,001 dan < 0,05 sehingga dapat dikatakan memiliki perbedaan yang bermakna terhadap pasien sebelum dilakukan prb dan sesudah dilakukan prb. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa patuh minum obat Antihipertensi akan membuat tekanan darah turun dan terkontrol
Efektivitas Fraksi Flavonoid Kulit Nanas Sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Hilda Muliana; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.96

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan insektisida kimia yang berlebihan dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas fraksi flavonoid dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus L.Merr.) sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Fraksi flavonoid diperoleh melalui metode maserasi dan fraksinasi, kemudian diuji pada larva instar III dalam berbagai konsentrasi (1%, 2%, 3,5%, 4,5%) dan dibandingkan dengan kontrol positif (abate 2%). Pengamatan dilakukan setiap 3 jam selama 24 jam. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 4,5% memiliki daya bunuh tertinggi yaitu 17 (68%) dari 25 larva. Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan p-value 0.000 . Mekanisme kerja flavonoid sebagai larvasida adalah sebagai racun pernapasan yang menyebabkan gangguan respirasi larva hingga kematian. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi flavonoid kulit buah nanas berpotensi sebagai alternatif larvasida alami yang aman dan berkelanjutan
Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Nova Pitriyanti; Burhanuddin Gumay; Sabda Wahab; Nia Azzahra; Hilda Muliana
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.124

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Gambaran Waktu Tunggu Resep Rawat Jalan di Puskesmas Nagaswidak Palembang Tahun 2025 Occa Putri; Dani Prasetyo; Hilda Muliana; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.128

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama Waktu tunggu yang lama dapat menurunkan kepuasan pasien, menghambat kepatuhan penggunaan obat, serta mencerminkan rendahnya efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 94 resep yang masuk selama periode bulan juni 2025 ditentukan dengan rumus Slovin Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan resep dan dianalisis secara univariat untuk menghitung rata-rata waktu tunggu serta distribusinya berdasarkan jenis resep, jumlah tenaga farmasi, dan ketersediaan obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas resep rawat jalan adalah non racikan (74,2%), sedangkan racikan sebesar 25,8%. Jumlah tenaga farmasi terdiri dari 1 apoteker (33,4%) dan 2 tenaga teknis kefarmasian (66,6%). Ketersediaan obat tercatat 100%, sehingga seluruh resep dapat dilayani. Rata-rata waktu tunggu resep non racikan adalah 3,7 menit (standar ≤10 menit), sedangkan racikan 12,1 menit (standar ≤15 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang masih sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Faktor yang mendukung efisiensi pelayanan meliputi dominasi resep non racikan, ketercukupan tenaga farmasi, serta ketersediaan obat yang optimal.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di RSUD Siti Fatimah Sinta Livia; Yovi Pranata; Nia Azzahra; Hilda Muliana
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/3ecg6e18

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas 140/90 mmHg dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Keberhasilan terapi hipertensi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 139 responden yang memenuhi kriteria inklusi bulan Juli 2025 melalui metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan simultan (uji ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (69,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hanya variabel tingkat pendidikan yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,026; r=-0,161), sedangkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi tidak signifikan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa secara simultan, karakteristikresponden tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (F=1,537; Sig.=0,172 > 0,05). Kesimpulannya, tingkat pendidikan menjadi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi, dengan kecenderungan semakin tinggi pendidikan justru menurunkan kepatuhan
Evaluation Compliance Storage of Drugs Against Standard Service Pharmacy in Pharmacy In Palembang City Nia Azzahra; Exta Angelica; Reni Hasdiah
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v4i1.108

Abstract

Drug storage is an important component of pharmaceutical management because it determines the quality, safety, stability, and effectiveness of medicines before dispensing. This study evaluated drug storage compliance at three community pharmacies in Palembang City against 19 parameters derived from Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016. A descriptive observational cross-sectional study was conducted in April 2026. Three pharmacies were purposively selected based on active licensing and operation, the availability of a pharmacist in charge, willingness to provide observational access, and variation in location and service characteristics. Data were collected by one observer through direct observation using a checklist mapped to the 19 regulatory parameters; operationally irrelevant items were coded as not applicable (NA) and excluded from the denominator. Among 18 applicable parameters, compliance was 94.44% (17/18) at Pharmacy A, 88.89% (16/18) at Pharmacy B, and 94.44% (17/18) at Pharmacy C. Non-compliance involved inadequate segregation of near-expiry medicines at Pharmacies A and B, inconsistent FIFO/FEFO implementation at Pharmacy B, and storage not fully arranged by therapeutic class at Pharmacy C. None of the pharmacies stocked vaccines; therefore, the vaccine parameter was classified as NA. These findings indicate that high aggregate scores may conceal specific operational risks. Pharmacies should establish designated near-expiry areas, strengthen visual labeling and stock rotation, and conduct more frequent documented monitoring.
Pengaruh Edukasi Kesehatan dan Aktivitas Fisik Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Bakam Anggy Utama Putri; Nia Azzahra; Maryana Maryana
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i2.1231

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease with an increasing prevalence due to low health literacy and lack of physical activity. This study aimed to determine the effect of health education and physical activity on reducing blood glucose levels among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Bakam Public Health Center. The research employed a pretest–posttest design with a total of 33 respondents selected through total sampling. The intervention consisted of health education on diabetes management and a physical activity program in the form of a 30-minute exercise session conducted once a week for two weeks. Data were collected using a knowledge questionnaire and blood glucose measurements taken before and after the intervention. The normality test showed that the blood glucose data were not normally distributed (pre = 0.021; post = 0.015), thus the Wilcoxon Signed Rank Test was applied for analysis. The results indicated an increase in respondents’ knowledge after receiving health education and a significant reduction in blood glucose levels from an average of 217.58 mg/dL before the intervention to 181.21 mg/dL after the intervention (p = 0.000). Physical activity also contributed to reducing blood glucose levels, although differences between activity intensities were not significant. Therefore, it can be concluded that combining health education with physical activity is effective as a non-pharmacological effort to lower blood glucose levels among Type 2 Diabetes Mellitus patients in primary healthcare settings.
ANALISIS PROFIL DAN BIAYA PENGOBATAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DM TIPE 2 DI RSUD SEJIRAN SETASON BANGKA BARAT KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Jumana Jumana; Nia Azzahra; Irmin Irmin; Ttirahmi Hardiyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/y3d01f09

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) telah meningkat dengan signifikan. Diabetes mellitus adalah gangguan pada metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat dalam berbagai tingkatan (Wondifraw, 2015). Tujuan penelitian ini membandingkan analisis profil dan biaya pengobatannya pasien rawat jalan dan rawat inap DM Tipe 2 di RSUD sejiran. Metode observasional, deskriptif, Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Pada pasien rawat jalan untuk biaya INA-CBG selama 1 priode 2024 dengan jumlah total 20.598.900 dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 212.359,79 dan persentase 37,66%. Sedangkan untuk biaya RS sebesar 33.942.716 dengan jumlah rata-rata 349.924,90 dan jumlah persentase 62,34% jenis biaya itu terdiri dari obat, laboratorium, konsultasi, prosedur bedah, dan prosedur non bedah. Sedangkan pada pasien pasien rawat inap untuk biaya INA-CBG selama 1 priode 2024 dengan jumlah total 1.022.838.000 dengan nilai rata-rata sebesar 4.566.241,07 dan persentase 39,50%. Sedangkan total untuk biaya RS sebesar 1.566.514.628 dengan nilai rata-rata 6.993.368,87 dan persentase 60,50% jenis biaya itu terdiri BMHP, obat, kamar akomodasi, laboratorium, radiologi, penunjang, keperawatan, konsultasi, prosedur bedah dan prosedur non bedah. Perbandingan tarif biaya pasien rawat jalan dan pasien rawat inap, terdapat selisih tarif biaya pasien rawat jalan INA-CBG dan RS dengan rata-rata 138.565,11. Sedangkan pasien rawat jalan selisih tarif INA-CBG dan RS dengan rata-rata 2.427.127,80
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIINFLAMASI DALAM UPAYA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DESA SIMPANGAN Devi Novita Sari; Burhanudin Gumay; Nur Aini Budiyanti; Nia Azzahra
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/k967bp58

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan bagian terpenting dalam sistem pelayanan kesehatan. Pada saat seseorang individu atau masyarakat mengalami suatu penyakit sering kali langsung mengambil langkah awal yaitu dengan mengobati dirinya sendiri (Swamedikasi) dengan membeli obat-obatan yang dijual bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan penelitian secara observasional analitik dengan desain descriptivecross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Analisis data digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara simultan semua variable (tepat dosis, tepat indikasi, tepat diagnosis, tepat obat). Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan dengan nilai p-value 0,002(<0,05). Sedangkan secara parsial, semua variabel kecuali variabel diagnosis Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan didapatkan nilai P sebesar 0,040 sehingga nilai p < 0,05. Variable tepat obat, 0,000. Nilai p > 0,05. Variabel tepat diagnosis, 0,025 nilai p < 0,05. Variabel tepat dosis, 0,000 nilai p < 0,05. Variabel tepat indikasi