p-Index From 2021 - 2026
6.954
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dekave : Jurnal Desain Komunikasi Visual Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Zenit Jurnal Studi Komunikasi dan Media Journal of Visual Art and Design Equilibrium: Jurnal Pendidikan ANDHARUPA Jurnal Bahasa Rupa Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Abdi Seni Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan Jurnal Rupa Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara VCD (Journal of Visual Communication Design) Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Atrat: Jurnal Seni Rupa Narada : Jurnal Desain dan Seni Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Community Empowerment Jurnal Abdimas Bina Bangsa Indonesian Journal of Teaching in Science DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Wimba: Jurnal Komunikasi Visual Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat SERVIRISMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat CandraRupa: Journal of Art, Design, and Media Jurnal Bahasa Rupa Canting : Jurnal Batik Indonesia Serat Rupa: Journal of Design Jurnal Bahasa Rupa Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN SABUN BUNGA MATAHARI DI DESA BOJONGHALEUANG SEBAGAI PROGRAM COMMUNITY EMPOWERMENT Dewi Isma Aryani; Nina Nurviana; Heddy Heryadi
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 25, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v25i2.44776

Abstract

Maranatha Christian University as a private university in Bandung has a work program that is reflected in the vision and mission of higher education tri dharma. The vision and mission of Maranatha Christian University which is carried out through the fields of teaching, research, and community service, one of which is focused on community empowerment programs and social problems around, involving several teaching staff (lecturers) from representatives of the Visual Communication Design Study Program and D-3 Art Design as a material formulator as well as a skills trainer or teacher as a form of social responsibility. The community service program which was initiated in the form of training on making soap product packaging from sunflower materials creatively and has aesthetic value was carried out by providing materials online and practicing packaging directly to the training participants for five meetings. This activity is targeted at community partners who are not economically productive yet, such as the Kota Baru Parahyangan (KBP) assisted community groups that are members of the Maju Bersama Sejahtera Joint Business Group (KUBE). The potential of KUBE Maju Bersama Sejahtera in Bojonghaleuang Village, West Bandung Regency is sunflower and the honey bee. The processing and utilization of sunflower seeds as herbal soap material need to be supported by the creative efforts of KUBE Maju Bersama Sejahtera to package sunflower soap products in a unique, attractive, and marketable way. This community service activity succeeded in providing insight into the packaging technique for soap products from sunflower to the Maju Bersama Sejahtera Joint Business Group (KUBE) as a provision for home industry skills that can support the household economy. These results can be seen after participating in the activity, the participants can make various forms of packaging in a unique and creative way.Keywords: community empowerment, creative, packaging, soap, sunflower
Kajian Social Game Pet Society terhadap Pengaruh Gaya Hidup User Ditinjau dari Segi Konteks Kebudayaan Dewi Isma Aryani
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.798 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2014.6.1.7

Abstract

Pet Society offers a fantasy world of simulation through gameplay and environment as well as game characters. The design of each character is able to arouse its fans curiosity and addictive feeling to improve their pet character to the maximum level. This is a qualitative research conducted through the application of cultural theory that includes internal and external factors on character design and its visual transformation. Proximity analysis on character's visual elements and meaning, conducted to interpret the reflection of the game designer ideas as well as pet lover's ideology. The research shows that every pet character in this game is a form of representation of the player from the real world to the virtual world. Those pet's visual form diversity becomes the essence of player diversed character creation.
Wastra Kreatif: Sosialisasi Dan Pelatihan Teknik Cabut Warna Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Dewi Isma Aryani; Tessa Eka Darmayanti; Ismet Zainal Effendi; Dieni Nuraeni
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1011-1022.2022

Abstract

Teknik cabut warna dalam karya-karya seni banyak dipergunakan oleh masyarakat yang mencintai dunia kreatif. Istilah cabut warna ini awal mulanya dikenal dalam teknik sablon yaitu sebuah istilah yang sama dengan angkat warna. Wastra yang dibutuhkan adalah jenis katun berwarna gelap, apabila di sablon maka tintanya akan berubah sama dengan warna tinta yang disablonkan. Berbagai eksperimen diatas kain terus dikembangkan termasuk dalam pengembangan wastra kreatif, yang membedakan adalah jenis tinta yang dipakainya. Dalam wastra kreatif jenis cairan untuk menghilangkan warna memanfaatkan pemutih yang beredar di pasaran. Pemakaiannya dengan menggunakan benda tumpul yang aman dan dicelupkan ke dalam pemutih, dan torehkan di atas kain. Tapak jejak torehan tersebut akan berganti warna menjadi putih, warna dasar kain tersebut tercabut warnanya. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah metode partisipan yang akan dilakukan empat tahapan yaitu persiapan alat dan bahan, kedua untuk pelaksanaan dilakukan sosialisasi, demo dan pelatihan, ketiga tahapan evaluasi peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta pengabdian ini adalah Guru Dasyat Nusantara (GDN) dengantarget peserta adalah 40 orang. Pelaksanaannya setiap peserta memperhatikan apa yang diuraikan oleh trainer. Hasil pengabdian dari wastra kreatif cabut warna ini peserta dapat meningkatkan kompetensinya dalam membuat karya wastra kreatif.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF RUMAH TANGGA MELALUI KREATIVITAS PEMANFAATAN KAUS BEKAS DENGAN TEKNIK TIE DYE Dewi Isma Aryani; Aulia Wara A.P; Tan, Indra Janty
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i1.3335

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam Tridharma Perguruan Tinggi sebaiknya dilakukan mengacu pada kebutuhan masyarakat dan juga memberikan manfaat yang baik sehingga dapat membuka kemungkinan peluang di dalam industri kreatif. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dari hasil penelitian dosen, namun dapat juga berdasarkan permintaan khusus berdasarkan keperluan dari masyarakat lingkungan sekitar yang bersangkutan sehingga tepat sasaran dan tepat guna.Metodologi pengabdian ini atas dasar permintaan dari masyarakat di sekitar Universitas Kristen Maranatha melalui kelompok ibu-ibu dan remaja di Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sukajadi Bandung. Berdasarkan dari surat permohonan pada Program Studi DIII Seni Rupa dan Desain agar dilakukan pelatihan pengolahan kaus bekas dengan teknik reka tekstil tie dye agar dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan yang cukup untuk bereksplorasi lebih lanjut sehingga didapatkan produk akhir berupa kaus dengan motif tie dye yang berestetika, bahkan memiliki nilai daya jual.Kesempatan melakukan kegiatan ini dinilai sangat positif karena dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk dapat memberikan kontribusi timbal balik dengan baik. Sehingga keberadaan UK. Maranatha, khususnya kehadiran Prodi DIII SRD dinilai dapat memberikan dampak positif yang dapat dirasakan dan diterima oleh masyarakat sekitar. Kata kunci: bekas, eksperimen, kaus, tekstil, tie dye
PEMBUATAN CHEER-UP PACKAGE TENTANG COVID-19 MELALUI MEDIA COMIC STRIP BAGI ANAK-ANAK DI JAWA BARAT Dewi Isma Aryani
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i2.3723

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai COVID-19, menggunakan media sosial sebagai bagian upaya strategis di masa pandemi. Cheer-up package yang dimaksud dalam pengabdian berupa comic strip tentang COVID-19 yang meliputi penyebab, pencegahan, serta kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Metodologi pengabdian ini atas dasar kondisi pandemi akibat COVID-19 yang semakin meningkat penyebarannya di berbagai kota besar yang ada di Indonesia. Studi kasus lokasi dan objek pengabdian yang dituju dalam kegiatan pengabdian ini adalah warga Jawa Barat pada umumnya, terutama bagi anak-anak yang rentan terkena dampaknya. Comic strip tentang COVID-19 ini disebarluaskan kepada masyarakat melalui dua cara yakni buku saku sebagai bentuk fisik dan media sosial online sebagai bentuk digital. Media penyebaran informasi sekaligus sosialisasi dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial yang banyak digunakan oleh anak-anak maupun remaja yakni Instagram. Kesempatan melakukan kegiatan pengabdian ini dinilai sangat positif karena dapat memberikan manfaat berupa edukasi menyeluruh, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi timbal balik dari masyarakat terhadap Universitas Kristen Maranatha, khususnya dengan adanya Prodi DIII SRD. Kata kunci: anak-anak, comic strip, COVID-19, edukasi, media sosial
PERANCANGAN BUSANA PRIA SIAP PAKAI DENGAN INSPIRASI RITUAL IOMANTE SUKU AINU Maria Audrey Angkadiredja; Dewi Isma Aryani
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2022.v9.i2.006

Abstract

The Ainu are the indigenous people of the northern regions of the Japanese Archipelago, particularly Hokkaido, as well as Russia's Sakhalin Island and the Kuril Islands. Currently, the Ainu tribe in Hokkaido numbering about 20,000 people and adheres to the belief of spirits in every part of nature, inanimate objects, and so on. One of the Ainu cultures is the Iomante ritual, which is the ceremony of returning Kamui's spirit to the divine realm by sacrificing a bear which is considered the incarnation of Kamui himself. The uniqueness of the Iomante ritual of the Ainu Tribe inspired the design of a ready-to-wear clothing collection with manipulation details in the form of a blend of culture, typical Ainu motifs with the concept of modern men's clothing and suitable for urban communities. Typical Ainu motifs are applied to clothing using special Ainu embroidery techniques, namely Ainu running stitch and pleats. The method used is the PBL (Project Based Learning) method in the form of real project learning outcomes through information search and data synthesis, material exploration, feasibility assessment, and design interpretation into the product. The purpose of this design is to create a menswear collection inspired by the Ainu Iomante Ritual to produce a ready-to-wear menswear collection with strong, confident, and passionate characters. Thus, it is hoped that the results of designing the THE LOST TRIBE collection from the inspiration of the Iomante ritual can be a reference for modern men's clothing in Indonesia. 
Pemaknaan tradisi Peh Cun di Indonesia: Visualisasi dalam koleksi Ready-to-Wear Deluxe bagi generasi muda dengan gaya hidup urban Dewi Isma Aryani; Josephine Theodora
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v6i2.22796

Abstract

Peh Cun merupakan salah satu budaya peranakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia. Tradisi Peh Cun bertujuan untuk mengenang dan menghormati patriotisme seorang negarawan asal Tiongkok bernama Qu Yuan yakni menteri Negara Chu yang hidup pada Warring States Period. Qu Yuan seorang menteri yang jujur dan setia, namun difitnah oleh pejabat lainnya sehingga diusir dan bunuh diri karena tidak dihargai kesetiaannya oleh raja. Para nelayan mencari mayat Qu Yuan dengan menaiki perahu naga karena kepercayaan adat bahwa sang naga bisa membantu menemukan tubuh Qu Yuan dari dasar sungai. Selain itu, nelayan juga melempar bakcang ke sungai agar tubuh Qu Yuan tidak dimakan hewan dan dianggap untuk membuang sial.  Koleksi busana berjudul ZÀI JÌ YÌ terinspirasi dari keunikan tradisi Peh Cun terutama perlombaan mendayung perahu naga dan tradisi memakan bakcang melalui representasi aksen teknik smock, ombre dye spray, dan opnaisel. Project based learning menjadi metode yang digunakan dalam perancangan koleksi ini. Tujuan perancangan ZÀI JÌ YÌ adalah untuk: 1) Menciptakan koleksi busana berkonsep modern dengan inspirasi Peh cun, 2) Menerapkan teknik manipulasi material ke dalam koleksi busana. Hasil akhir yang diperoleh berupa koleksi rancangan busana deluxe siap pakai dengan siluet simple, stylish dan kontemporer sesuai acuan Indonesia Trend Forecasting 2021/2022 bertema Spirituality subtema Modern dengan menampilkan detail manipulasi dan material secara menyeluruh pada busana.   Peh Cun, which emerged from the blending of Chinese and Indonesian traditions, is one of the peranakan cultures. The Peh Cun tradition seeks to celebrate and remember the nationalism of a Chinese leader named Qu Yuan, the Minister of State of Chu who lived during the Warring States Period. Although Qu Yuan was a trustworthy and obedient minister, the monarch disregarded his allegiance, and as a result, he banished him and later killed himself. In accordance with the conventional wisdom that the dragon may aid in locating Qu Yuan's body at the river's bottom, the fishermen used a dragon boat to look for his remains. Additionally, fisherman also toss bakcang into the river to prevent animals from eating Qu Yuan's body, which is said to be unlucky. Incorporating smock technique accents, ombre dye spray, and opnaisel, the ZÀI JÌ YÌ apparel line was motivated by the distinctiveness of Peh Cun's traditions, particularly the dragon boat rowing race and the tradition of eating bakcang. This collection was created using a project-based learning approach. The design goals of ZÀI JÌ YÌ are to: 1) Create a fashion collection with a contemporary concept influenced by Peh Cun, and 2) Apply material manipulation techniques to the fashion collection. The ultimate result is a range of ready-to-wear deluxe apparel designs with simple, stylish, and contemporary silhouettes that adhere to the Spirituality theme and Modern sub-theme of the Indonesia Trend Forecasting 2021/2022.
Perancangan Konten Digital Edukasi Tentang Anti “Food Waste” Melalui Video Animasi Dwayne Matthew Evan; I Nyoman Natanael; Dewi Isma Aryani
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v12i3.117939

Abstract

Sampah makanan semakin menjadi masalah yang serius dewasa ini. Tumpukan sampahnya dapat mencapai 23-48 ton per tahun menurut data Bappenas yang bekerja sama dengan World Resources Institute dan Waste For Change. Sampah makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu food waste dan food loss. Food waste merupakan sampah makanan hasil aktivitas konsumen, sedangkan food loss merupakan sampah makanan sebelum sampai pada konsumen. Sektor terbesar penyumbang tumpukan sampah makanan berasal dari food waste yaitu sampah hasil aktivitas konsumen akibat makanan yang tidak dihabiskan. Dengan demikian, tujuan perancangan ini adalah untuk memberikan edukasi masyarakat mengenai sebab akibat adanya sampah makanan yang dapat terjadi serta pengaruhnya bagi masa depan Indonesia. Metode perancangan yang digunakan berdasarkan hasil studi literature dan kuesioner berupa video animasi tentang edukasi singkat berisi pemaparan data terkait sampah makanan dan pengaruhnya untuk media sosial dan Youtube. Konsep komunikasi dalam video ini menggunakan metode asosiatif secara informatif dan persuasif.
Redesain poster digital program kegiatan sosial Yayasan Arrahman Magelang untuk media sosial Dewi Isma Aryani; I Nyoman Natanael; Tessa Eka Darmayanti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i1.1224

Abstract

Universitas Kristen Maranatha sebagai salah satu universitas swasta di Bandung memiliki program kerja yang tercermin dalam visi dan misi tridharma perguruan tinggi, menjunjung nilai ICE yakni integrity (integritas), care (kepedulian), excellence (keprimaan) dalam menjalankan bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya difokuskan pada permasalahan sosial. Adapun program pengabdian kepada masyarakat yang dimaksudkan dengan melibatkan dosen lintas program studi sebagai perumus materi terkait redesain poster digital kegiatan sosial dari Yayasan Arrahman Magelang. Topik ini dipilih sesuai dengan permintaan pihak Arrahman untuk meredesain poster digital yang telah dijalankan selama ini dinilai kurang efektif dan efisien bagi masyarakat karena belum memasukkan elemen estetika di dalamnya sehingga kurang sesuai untuk pemberitaan di media sosial. Peran poster sangatlah penting sebagai penunjang informasi, edukasi, dan komunikasi. Jika poster dirancang dengan baik dan menarik, maka target audience akan mendapatkan pesan dengan tepat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk konsultasi dan pengajuan alternatif desain poster digital yang dilakukan secara berkala untuk didiskusikan bersama pihak Yayasan Arrahman. Diharapkan melalui kegiatan ini, tim dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha dapat membantu mendukung pelaksanaan program dan kegiatan sosial yang diadakan oleh Yayasan Arrahman.
GAGASAN KEARIFAN LOKAL: PENDAMPINGAN PELATIHAN BATIK KREATIF DI ATAS KAYU DI KAMPUNG BATIK PASIRAN Belinda Sukapura Dewi; Ariesa Pandanwangi; Dewi Isma Aryani; Rosida Tiurma Manurung; Ida Ida
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.369

Abstract

The Sundanese Wiwitan people in the Pasiran Traditional Village, Garut Regency, live in the present era with diverse livelihoods. The rich potential of nature made her creative to put it into batik motifs, so that in 2010, the women started learning traditional batik. Based on this condition, the local government seeks to improve community skills through collaboration with many parties who are directly fostered by community leaders. The problem faced by partners is the development of the potential of batik by utilizing materials in the Pasiran Traditional Village environment. The goal is to increase skills so that economic conditions can also develop. The method used is the mentoring and evaluation method through distributing questionnaires with a Likert scale before and after the activity. There were 19 participants who took part in this training and from the results of SPSS processing using the Wilcoxon sign-rank test method, it was found that there were differences in knowledge before and after mentoring with a significance level of 0.00 > 0.05 and all 19 participants experienced increased knowledge after mentoring
Co-Authors Abel Della Sisilia Adeline, Jessica Lorensia AGUSTINE, SASKIA PUTRI Alvanov Zpalanzani Ariesa Pandanwangi Arimbi Putri Arnold Maximillian Aulia Wara A.P Azizi Bahauddin, Azizi Baene, Basituasi Basituasi Baene Cahyadi, Eky Callista, Jesslyn Calvin Calvin Cecilia Agata Purnama Darmayanti, Tessa Eka Devina Nathania dharmawan, Cherry Diana Trivena Yulianti Dieni Nuraeni Djakaria, Elliati Dwayne Matthew Evan Elizabeth Wianto, Elizabeth Elizabeth Yohanes Fassa, Nikkolas Fatimah, Dina FEI SIEN JESICA Felicia Gunawan Galen, Bintang Abdad Gunawan, Irena Vanessa Heddy Heryadi Hendra Setiawan I Nyoman Natanael IDA IDA Ida Ida, Ida Imam Santosa Indra Janty Indra Jati Tan Inggrid, Beatrix Levina Irawati Tirtaatmadja Isfiaty, Tiara Ismet Zainal Effendi Janty, Indra Janty, Tan Indra Josephine Theodora Kolonica, Felicia Kristianus Satrio Budi Nugroho Lauw Tjun Tjun Lunardi, Ardisa Devana Maria Audrey Angkadiredja Maria, Anna Miki Tjandra Monica Hartanti Mulyadi, Riki Himawan Nina Nurviana Nugroho, Kristianus Satrio Budi Olga Catherina Pattipawaej Paqih, Rizqi Mohammad PETER MULJONO Purnama, Cecilia Agata Putra, Fuzza Duwana Ramadhani, Halefi Syifa Rosida Tiurma Manurung Sajid, Sriwinarsih Maria Kirana Sandy Rismantojo Setiawan, Kevin Christian Shirly Nathania Suhanjoyo Suhanjoyo, Shirly Nathania Sunarso, Christina Amelia Tan, Indra Janty Tan, Indra Janty Tan, Tan Thomas, James Riady Tia Erliawati Tjandra, Miki Wangga, Ryan Aristo Wangsaputra, Priscylia Susanto Winta Tridhatu Satwikasanti, Winta Tridhatu Yovita Sabatini Daeli Yudita Royandi, Yudita Yuma Chandrahera