Articles
Penerapan Metode Whole Brain Teaching dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini
Choirun Nisak Aulina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v2i1.1
The aims of this research are to improve children's learning motivation through the implementaion of Whole Brain Teaching and to describe the improvement of children's learning motivation through the implementation of Whole Brain Teaching. This research is a classroom action research, then research subjects consisted of 18 students at TK Aisyiyah 1 Tanggulangin, especially group A. The location of this research is in TK Aisyiyah 1 Tanggulangin. Data collection technique is done by observation. The results show that the implementation of Whole Brain Teaching method can improve the learning motivation of students at TK Aisyiyah 1 Tanggulangin. It can be seen from the improvement of children's learning motivation from the state of the 33% grade completeness score in the pre cycle, up to 56% in cycle I, then 83% grade mastery score in cycle II. So in accordance with the level of completeness of the action that the score of 75% -100% is in very good qualifications and the implementation of the action declared successful
Strategi Pembelajaran Speaking Mahasiswa Di Tingkat Universitas
Yuli Astutik;
Choirun Nisak Aulina
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.004 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.107
Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah kegiatan yang dipilih dan digunakan oleh pembelajar untuk mencapai pemahaman dan tujuan darisuatu materi. Demikian juga dalam belajar bahasa Inggris, pembelajar atau peserta didik harus memiliki strategi atau cara tentang bagaimana belajarbahasa secara efektif dan efisien. Banyak strategi pembelajaran bahasa (language learning strategy) yang dikemukakan para ahli, khususnya dalam pembelajaran speaking antara lain: strategi kognitif, strategi afektif dan strategi sosial. Dari ketiga strategi tersebut, strategi sosial seringkali tidak digunakanoleh pembelajar yang memiliki kategori rendah pada pembelajaran speaking. Mereka cenderung pasif, tidak mau bertanya dan tidak percaya diri. Untuk itu,pada penelitian ini penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang seberapa jauh penggunaan strategi sosial pada mahasiswa kategori rendah (low level students), mahasiswa kategori sedang (middle level student), dan mahasiswa kategori tinggi (high level student) dalam pembalajaran speaking padamatakuliah speaking for daily communication pada program studi pendidikan bahasa Inggris semester 1. Metode penelitian yang digunakan pada penelitianini adalah kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan serta memaparkan data yang didesain atau dirancang tidak menggunakan datastatistik. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penitian ini adalah observasi dan interview. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa LLS samasekali tidak menggunakan strategi sosial pada kelas speaking for daily for Communication, MLS menggunakan strategi sosial hanya pada beberapa aspekdan HLS menggunakan semua aspek strategi sosial dengan baik.
PENERAPAN KEGIATAN BAJUMPUT (MEMBATIK JUMPUTAN) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN
Novi Sintia Dewi;
Choirun Nisak Aulina
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/yby.5.1.%p
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan BAJUMPUT (Membatik Jumputan). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksankan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B RA Perwanida Putat Tanggulangin sejumlah 15 anak. Target ketercapaian kelas pada penelitian tindakan kelas ini adalah 75%. Pada pra-siklus nilai ketercapaian keterampilan motorik halus kelas sebesar 49,8%. Pelaksanaan siklus I dengan penerapan kegiatan BAJUMPUT nilai ketercapaian keterampilan motorik halus anak 63,13%, selanjutnya setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pada siklus II maka diperoleh nilai keseluruhan anak 86,33%. Hal ini berarti bahwa ada peningkatan keterampilan motorik halus setelah diterapkan kegiatan BAJUMPUT (Membatik Jumputan) pada anak usia 5-6 tahun. .
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN BAGI GURU POS PAUD
Choirun Nisak Aulina;
Vanda Rezania;
Evi Destiana
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ja.v3n2.p41-45
Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan tentang 1) pembelajaran yang sesuai untuk pendidikan anak usia dini, 2) manajemen pengelolaan lembaga PAUD, 3) peningkatan keterampilan orang tua siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan beberapa kegiatan meliputi 1) pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dan membuat APE, 2) perbaikan manajemen lembaga PAUD, 3) pelatihan keterampilan untuk orang tua. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di PAUD Al-Muslimun yang berada di desa Gempolsari dan Pos PAUD Pelangi yang berada di Ketegan ke dua sekolah mitra berada di Kecamatan Tanggulangin. Hasil dari kegiatan ini adalah terwujudnya pembelajaran yang sesuai dengan pedoman pembelajaran anak usia dini dengan tersusunnya RPPH, tersedianya alat media edukatif pembelajaran pendidikan anak usia dini, serta terlaksananya parenting bagi orang tua murid.
Improving Concentration Ability Through Rainbow Card Media For Children Age 4 – 5 Years In Kindergarten
Siti Sumiani;
Agus Salim;
Choirun Nisak Aulina
Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (26.833 KB)
|
DOI: 10.21070/ijis.v2i2.1595
Concentration ability is the ability possessed by every child to focus and focus on doing or doing something. Based on research at the Roudhotul Anwar Sukodono Islamic Kindergarten, especially in the 4-5 year age group, 80% of children lack the ability to concentrate. Researchers have a good target of successful concentration power is 76%-100%, for that researchers use Rainbow Card media to improve children's concentration skills. has never been carried out before to improve the process of teaching and learning activities so that student learning outcomes increase. The class action uses 2 stages, namely pre-cycle and cycle I. In the pre-cycle activity, storytelling is applied and the results have not yet reached the target of success, with a total of 40.4%. In the first cycle activities implemented Rainbow Card activities and achieved the success target with a total of 80%. This shows that from the increase in the percentage of the average pre-cycle and cycle I, there has been a very good increase, so that this study can be judged to have met the specified success target, the results of the study in group A in Islamic Kindergarten Roudhotul Anwar were declared successful, this proves that the media Rainbow Card can improve the concentration ability of children aged 4-5 years at Islamic Kindergarten Roudhotul Anwar Sokodono.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAUD dalam Pembuatan Video Pembelajaran Sains Berbasis Smartphone
Noly Shofiyah;
Choirun Nisak Aulina;
Nur Efendi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v2i1.29
Akibat dari pandemic covid-19, seluruh kegiatan belajar mengajar dari level TK sampai Perguruan tinggi harus dilaksanakan secara daring (online). Namun pembelajaran daring juga menjadi masalah bagi guru karena dituntut untuk berinovasi dalam pengajaran agar siswa tetap belajar sebagaimana mereka lakukan di sekolah. Dalam hal ini, mitra dalam kegiatan ini yaitu TK Aisyiyah 7 Kalidawir dan KB Aisyiyah 8 Putat mengalami kendala dalam hal pembuatan video pembelajaran sains yang kreatif, inovatif dan menarik berbasis smartphone. Oleh karena itu, diselenggarakan kegiatan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan video pembelajaran sains AUD. Metode yang digunakan dalam penyampaian inovasi pengetahuan dan keterampilan adalah pengajaran langsung, tanya jawab, dan pemberian proyek. Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih 1 bulan. Selain itu, juga dilakukan pendampingan dan evaluasi dengan pemberian angket kepada para peserta workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah keterampilan guru-guru dalam membuat video pembelajaran sains untuk AUD berbasis smartphone dengan aplikasi Kinemaster meningkat. Selain itu, 94 % guru-guru sangat setuju bahwa materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan kerja dan metode yang digunakan bersifat interaktif.
Analisis Pemahaman Pendidik Anak Usia Dini Kelompok Usia 5-6 Tahun Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar
Silvia Gita Safitri;
Choirun Nisak Aulina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v3i2.131
Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetauhi Pemahaman Pendidik Anak Usia Dini terhadap Kurikulum Merdeka Belajar di Gugus 1 Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian ini menggunakan 6 narasumber pendidik PAUD gugus 1dengan kwalifikasi pendidik kelompok B atau usia kelompok 5- 6 Tahun yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Grati yang terdaftar di Gugus 1. Mereka dipilih berdasarkan jumblah peserta didik kelompok B yang terbanyak. Hasil penelitian menunjukan 83% pendidik berada pada tingkat dua (penafsiran) pemahaman kurikulum merdeka belajar dan 17% pada tingkat tiga (ekstrapolasi). 50% pendidik berada pada kategori tingkt dua dan 50% pendidik berada pada tingkat tiga (ekstrapolasi) pada pehaman pembelajaran dan assemen pada kurikulum merdeka ajar. 67% pendidik dalam kategori dua (penafsiran) dan 33% kategori tingkat tiga (ekstrapolasi) dalam pemahaman pada bab pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan dalam kurikulum merdeka belajar. Pemahaman pengembangan projek penguat profil pelajar pancasila 83% pendidik di kategori tingkat terendah (penerjemah) dan hanya 17% yang berada di tingkat dua (penafsiran). Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkay pemahaman pendidik anak usia dini terhadap kurikulum merdeka belajar di gugus 1 Kecamatan Grati kabupaten Pasuruan sudah cukup faham.
Improving Motoric Skills Through Activities to Stick Patterned Buttons Aged 5-6 years at Ra-arrosyad prambon: Peningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menempel Kancing Berpola Usia 5-6 Tahun Di Ra-Arrosyad Prambon
Livia Nuranisyah;
Choirun Nisak Aulina
Inquest Journal Vol. 1 No. 1 (2022): November
Publisher : Wadah Inovasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.085 KB)
|
DOI: 10.53622/ij.v1i01.134
This study discusses the application of patterned buttons to improve fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Arrosyad Prambon. The purpose of this study was to determine the level of fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Arrosyad Prambon. This research was conducted using classroom action research methods. The research design used is the design by John Elliot's Model, which includes four plots of action planning, action implementation, observation or observation, and action reflection. The research subjects were 12 children. The research data consisted of primary and secondary. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. This study shows an increase in children's fine motor skills. This is evidenced by the implementation through three cycles. The results in the pre-cycle 35.42% then in the first cycle to 56.25% in the second cycle 88.5%. The results obtained in each cycle increased through the activity of attaching patterned buttons. The implication of this research is that the learning process involves sticking patterned buttons as an alternative for improving the quality of learning
Peningkatkan Kemampuan Konsentrasi Belajar Melalui Metode Bercerita Dengan Media Audio Visual
Dyah Risqi Amalia;
Choirun Nisak Aulina
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1390
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar di Taman Kanak-Kanak Muslimat NU Darussalam Candi untuk anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita dengan menggunakan media audio-visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari lapangan, kondisi awal konsentrasi belajar anak-anak sangat rendah dengan presentasi 44% pada pra-tindakan. Hasil penelitian menggunakan media audio visual pada siklus I meningkatkan persentase sebesar 60,9%. Pada siklus II, peningkatan persentase konsentrasi belajar mencapai 77,7%. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bercerita dengan media audio-visual sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak-anak. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan anak usia dini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran anak.
IMPROVING CHILDREN'S FINE MOTOR SKILLS AT THE AGE OF 4 - 5 YEARS THROUGH CHARCOAL FINGER PAINTING ACTIVITIES
Choirun Nisak Aulina
Journal of Learning on History and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): European Journal of Learning on History and Social Sciences
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61796/ejlhss.v1i2.360
Fine motor skills are an important ability for children to have. This research aims to improve the fine motor skills of children aged 4-5 years through charcoal finger painting activities. The research method used is the Class Action Research Method (PTK) which is carried out through 4 stages, namely planning, implementation and observation, reflection. The research subjects were 20 group A students at RA Ar-Rohmah. The data collection technique uses observation and documentation with a target of 75% success as seen in the child's ability in 1) eye and hand coordination, 2) finger strength, 3) wrist flexibility. The results of the research showed that there was an increase in the pre-cycle, the results were 47.5%, the results in cycle 1 were 72.5% and the results were 83.5% in cycle II, which means that charcoal finger painting activities can improve children's fine motor skills.