Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Fun Cooking Class: Penerapan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Angelina, Rizka Laily; Aulina, Choirun Nisak
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan fun cooking class di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Beji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kemmis dan McTaggart dengan fase: 1. Perencanaan (Planning), 2. Pelaksanaan (Acting), 3. Observasi (Observing), 4. Refleksi (Reflecting). Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengelolahan dan analisis data yang diperoleh dari lapangan yaitu kondisi awal kemampuan motorik halus anak sangat rendah dengan presentasi 43,4% pada pra Tindakan. Hasil penelitian dengan kegiatan fun cooking class pada siklus I terjadi peningkatan dengan persentase 72,7%. Pada siklus II kenaikan persentase pada peningkatan motorik halus anak mencapai 82,4%. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan fun cooking class sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Enhancing Fine Motor Skills and Fostering Creativity in Children through Plasticine-Based Activities Iffah, Nur; Aulina, Choirun Nisak
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.4852

Abstract

Some children have difficulty developing their creativity and motor skills. Children with fine motor problems may find it difficult to express their creativity. To overcome these problems, the play method using plasticine is one of the alternative solutions. Therefore, this study aims to explore the effect of plasticine play activities on improving fine motor skills and creativity in kindergarten-aged children. This study used a quantitative approach with the type of quasi experiment with a one group pretest posttest research design. This study only involved the experimental group. Data collection in this study used questionnaires in the form of fine motor skills instruments and creative thinking skills in children. This study involved children aged 5-6 years in group B as many as 60 students who were then selected using purposive sampling technique.  In this study, the data were analyzed using paired samples t-test. The results showed that there was a significant increase in fine motor skills and creative thinking ability in children after being given treatment using the Plasticine-Based Activities method. This is evidenced by the significance value of 0.001 0.05. However, in this study, it is recommended that kindergarten educators and parents integrate plasticine play activities in the curriculum and daily activities of children. Additional support in the form of training for educators is also needed to maximize the benefits of using plasticine in developing children's skills.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Fun Games di KB Permata Sunnah Sidoarjo Masruroh, Siti; Aulina, Choirun Nisak
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1677

Abstract

Gross motor development is important in early childhood as it is the foundation for children's physical growth and skills in carrying out daily activities. At KB Permata Sunnah Sidoarjo, some children experience difficulties in gross motor skills, such as balance and coordination, which indicates a gap between actual conditions and expected development. This research aims to improve the gross motor skills of children aged 4-5 years through implementing fun games designed to stimulate physical activity in a fun way. Using the Classroom Action Research (PTK) method with the Kemmis and McTaggart model, this research involved 10 children as subjects. Data was collected through observation with a gross motor skills assessment sheet, and analyzed using percentages to assess the level of achievement. The results showed a significant increase from 40% in pre-cycle to 80% in cycle II, confirming that fun games effectively improve children's gross motor skills. The implication is that this method can be adopted in early childhood education to optimize children's physical development.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Usap Abur Kelompok A di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Jajag Pranitasari, Pranitasari; Aulina, Choirun Nisak
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak agar siap menulis di kelompok A TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 19 anak dari kelompok A. Desain penelitian melibatkan empat langkah: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usap abur berdampak positif dan signifikan dalam meningkatkan stimulasi motorik halus anak.
Pendampingan Pengembangan Pembelajaran berbasis STEAM-Q (Science, Technology, Engineering, Art, Math, and Qur’an) bagi Guru PAUD Nisak Aulina , Choirun; Shofiyah, Noly; Nur Hasanah, Fitria; Maratus, Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.994

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam mendesain pembelajaran berbasis STEAM-Q (Science, Technology, Engineering, Art, Math, and Qur’an) di TK Aisyiyah VI Kalidawir. Pendekatan STEAM-Q diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Al-Qur'an dalam proses pembelajaran, yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Program pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan pelatihan dan workshop penyusunan modul ajar berbasis STEAM-Q, serta pendampingan guru dalam penerapan kurikulum tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kemampuan guru dari 53,2 menjadi 82,2 setelah program dilaksanakan. Penerapan pembelajaran berbasis STEAM-Q terbukti efektif dalam membentuk karakter Islami anak usia dini dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka. Guru dapat mengintegrasikan materi pembelajaran dengan nilai-nilai yang ada dalam qur-an, dan guru dapat menyusun perangkat pembelajaran berbasis STEAM Q.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun melalui Bermain Pasir Ajaib Suratin, Dwi; Aulina, Choirun Nisak
Journal of Education Research Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i1.2175

Abstract

Kemampuan motorik halus sangat penting untuk dikembangkan karena akan berdampak pada masa depan anak saat besar nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan bermain menggunakan media pasir ajaib dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, melibatkan 12 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Pada pra-siklus, kegiatan motorik halus menggunakan media konvensional menunjukkan hasil yang kurang optimal, dengan pencapaian sebesar 35,4%. Setelah intervensi menggunakan pasir ajaib pada Siklus I dan Siklus II, terjadi peningkatan signifikan menjadi 64% dan 97,2%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media pasir ajaib efektif dalam meningkatkan koordinasi mata-tangan, kemampuan menjumput, dan menggenggam anak. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media bermain yang bervariasi dalam pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik halus anak secara optimal.
Peningkatkan Kemampuan Konsentrasi Belajar Melalui Metode Bercerita Dengan Media Audio Visual Amalia, Dyah Risqi; Aulina, Choirun Nisak
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar di Taman Kanak-Kanak Muslimat NU Darussalam Candi untuk anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita dengan menggunakan media audio-visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari lapangan, kondisi awal konsentrasi belajar anak-anak sangat rendah dengan presentasi 44% pada pra-tindakan. Hasil penelitian menggunakan media audio visual pada siklus I meningkatkan persentase sebesar 60,9%. Pada siklus II, peningkatan persentase konsentrasi belajar mencapai 77,7%. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bercerita dengan media audio-visual sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak-anak. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan anak usia dini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran anak.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Fun Cooking Class: Penerapan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Angelina, Rizka Laily; Aulina, Choirun Nisak
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan fun cooking class di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Beji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kemmis dan McTaggart dengan fase: 1. Perencanaan (Planning), 2. Pelaksanaan (Acting), 3. Observasi (Observing), 4. Refleksi (Reflecting). Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengelolahan dan analisis data yang diperoleh dari lapangan yaitu kondisi awal kemampuan motorik halus anak sangat rendah dengan presentasi 43,4% pada pra Tindakan. Hasil penelitian dengan kegiatan fun cooking class pada siklus I terjadi peningkatan dengan persentase 72,7%. Pada siklus II kenaikan persentase pada peningkatan motorik halus anak mencapai 82,4%. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan fun cooking class sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Penerapan Project Based Learning dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Taman Kanak-Kanak Aulina, Chairun Nisak; Nurdiana, Ayunda Ade
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar melalui metode Project Based Learning (PjBL) di TK PKK IV Gempol. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL dilaksanakan secara berkala 2-3 hari per minggu dengan fokus pada tema pembelajaran yang relevan dengan lingkungan sekitar anak. Kegiatan ini terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah PjBL memberikan ruang bagi siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam belajar, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan sekolah perlu terus berinovasi untuk penerapan PjBL dengan memperkuat kolaborasi antara guru dan wali murid serta memperkaya materi pembelajaran berbasis proyek untuk lebih melibatkan siswa secara optimal.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Usia 4-5 tahun melalui Media Seruf (Serok Huruf) di Taman Kanak-Kanak Sari, Jasinta Kartika; Aulina, Choirun Nisak
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 4 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i4.708

Abstract

Tujuan Penelitian Ini Melatarbelakangi Untuk Mengetahui Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Candi Dengan 13 Anak Sebagai Subjek Penelitian. Metode Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Melalui Model Kemmis Dan Mc.Taggar Melalui Empat Tahapan Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi Dan Refleksi. Pembelajaran Menggunakan Media SERUF (Serok Huruf). Target Pencapaian Penelitian Tindakan Kelas Adalah 75%. Pada Pra Siklus Tingkat Pencapaiannya Yakni 45% Dan Siklus I Tingkat Pencapaiannya Yakni 56,3% Dengan Memberikan Kegiatan Pengaman Untuk Melatih Konsentrasi Dan Fokus Anak Pada Kegiatan Tersebut. Selanjutnya Setelah Dilakukan Refleksi Dan Perbaikan Siklus II, Nilai Keseluruhan Anak Sebesar 79,6%. Hasil Penelitian Ini Membuktikan Bahwa Kegiatan Pembelajaran Dengan SERUF (Serok Huruf) Dapat Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 4-5 Tahun.