Claim Missing Document
Check
Articles

Found 119 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Sistem Pemetaan Pada Kursi Roda AutonomSistem Pemetaan Pada Kursi Roda Autonomous Menggunakan Sensor Lidar A1m1ous Menggunakan Sensor Lidar A1m1 Risna Septisari; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adanya batasan kemampuan secara fisik dan mental, penyandang disabilitas memiliki kemungkinan untuk menggunakan kursi roda dalam membantu pergerakannya [1]. Kursi roda pada umumnya terdapat 2 jenis diantaranya kursi roda manual dan kursi roda otonomus. Kursi roda manual adalah kursi roda yang pergerakannya masih dibantu oleh orang lain dalam mendorong kursi roda atau kursi roda manual bisa digerakkan dengan memutar roda yang ada di samping kanan dan kiri kursi roda. Sedangkan, kursi roda otonomous adalah kursi roda yang pergerakannya dibantu oleh kontroler berbentuk joystick dimana pengguna dapat bebas menggerakan kursi roda dari satu tempat ke tempat yang lain. Kursi roda otonomous ini belum sepenuhnya menjadi otonomous dikarenakan kursi roda otonomous tersebut dalam perpindahannya masih di kontrol oleh kontroler yang mana diinginkan berupa fitur kursi roda tersebut dapat berjalan sendiri sesuai navigasi [2]. Untuk memenuhi fitur tersebut bagian pertama yang dibutuhkan adalah sistem pemetaan. Sistem pemetaan adalah sistem penggambaran atau pembacaan dari permukaan suatu objek yang diperkecil dengan menggunakan skala untuk mempresentasikan ukuran peta yang tergambar dengan ukuran peta sebenarnya [2]. Untuk mendapatkan penggambaran dari permukaan suatu objek perlu adanya sebuah sensor yang dapat membaca permukaan suatu objek. Salah satu sensor yang dapat menggambarkan sistem pemetaan 2 dimensi dengan baik adalah sensor LiDAR. Dalam sistem pemetaan biasanya dinyatakan dengan menggunakan parameter jarak, sudut dan nilai x, y. Pada penelitian sistem pemetaan sebelumnya sistem pemetaan memiliki parameter dalam pembacaan sudutnya 00 hingga 0,50 pada jarak 0 – 1500 mm [3]. Dalam penelitian sistem pemetaan ini akan dibuat sistem pemetaan dengan pengukuran ruangan jarak ukur sejauh 1 meter hingga 5 meter dalam pembacaan sudut 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, -135, -180. Pada penelitian ini sensor LiDAR akan diletakkan pada titik tengah sebuah ruangan dalam keadaan diam dan tidak berpindah sehingga, sistem pemetaan ruangan mampu menggambarkan peta ruangan secara keseluruhan melalui bantuan framework Robot Operating System kemudian ditampilkan melalu software Rviz. Input untuk pembuatan peta berasal dari nilai jarak dan sudut pembacaan sensor LiDAR. Hasil penelitian ini adalah didapatkannya sistem pemetaan 2 dimensi pada ruangan tertutup, beserta nilai jarak dalam satuan meter dan sudut dalam satuan derajat dengan nilai error sebesar 0.99% sebagai bukti bahwa sensor LiDAR merupakan sensor yang dapat berfungsi dengan baik dan diterapkan pada kursi roda otonomus. Kata Kunci : Sensor LiDAR, Sistem Pemetaan. Abstract There are limitations on physical and mental abilities, people with disabilities have the possibility to use a wheelchair to help their movement [1]. There are generally 2 types of wheelchairs, including manual wheelchairs and autonomous wheelchairs. A manual wheelchair is a wheelchair whose movement is still assisted by others in pushing a wheelchair or a manual wheelchair can be moved by turning the wheels on the right and left of the wheelchair. Meanwhile, an autonomous wheelchair is a wheelchair whose movement is assisted by a joystickshaped controller where users can freely move the wheelchair from one place to another. This autonomous wheelchair has not yet become fully autonomous because the autonomous wheelchair in its displacement is still controlled by the controller, which means that the wheelchair feature can run independently according to navigation [2]. To fulfill this feature, the first part needed is a mapping system. Mapping system is a system of depicting or reading from the surface of an object which is reduced by using a scale to present the size of the map drawn with the actual map size [2]. To get a depiction of the surface of an object, it is necessary to have a sensor that can read the surface of an object. One of the sensors that can describe the 2-dimensional mapping system well is the LiDAR sensor. In a mapping system it is usually expressed using parameters of distance, angle and the values of x, y. In previous mapping system research, the mapping system had parameters in the angle reading of 00 to 0.50 at a distance of 0 - 1500 mm [3]. In this mapping system research, a mapping system will be made with the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 10702 measurement of a measuring distance of 1 meter to 5 meters in an angle reading of 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, - 135, -180. In this study, the LiDAR sensor will be placed at the center point of a room in a stationary state and not moving so that the room mapping system is able to describe a map of the room as a whole through the help of the Robot Operating System framework then displayed through the Rviz software. The input for map creation comes from the distance and angle values of the LiDAR sensor reading. The results of this study are the obtaining of a 2-dimensional mapping system in a closed room, along with distance values in meters and angles in degrees with the error value as much as 0.99 % proove that the LiDAR sensor is a sensor that can function properly and is applied to autonomous wheelchairs. Keywords: LiDAR sensor, mapping system.
Sistem Monitoring Weather Station Pada Pertanian Berbasis Iot Haridha Narulita Kusman; Angga Rusdinar; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Iklim dan cuaca sangat mempengaruhi segala aktivitas manusia dan mempengaruhi manusia dalam mengambil keputusan. Informasi cuaca dalam bidang pertanian sangat penting untuk mengidentifikasi komiditi dan waktu tanam yang tepat pada suatu wilayah. Karena perubahan cuaca sulit diprediksi saat ini, maka perlu dilakukan pemantauan cuaca secara berkala dan real time. Untuk itu diperlukan sebuah alat weather station yang dapat memprediksi iklim / cuaca secara akurat, untuk memudahkan mengambil keputusan pada sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat monitoring weather station berbasi IoT dengan parameter yang diuji yaitu suhu dan kelembapan, intensitas cahaya, kecepatan angin, tekanan udara, arah angin, dan curah hujan dengan menggunakan modul SIM 900A sebagai komunikasi data. Hasil dari pengujian pada penelitian ini ialah sensor yang digunakan dapat mengambil data dari sensor dengan nilai akurasi rata-rata sebesar 99,57% dan modul SIM 900A dapat mengirimkan data dari sensor ke platform Thingspeak dan ThingView. Pertanian yang sesuai dengan cuaca di kawasan Universitas Telkom adalah kedelai. Kata kunci : Weather station, Cuaca , Pertanian, Internet of Things, Thingspeak.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Daya Ugv (unmanned Ground Vehicle) Noval Hadriawan; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di bidang persenjataan dan militer juga semakin berkembang pesat, salah satunya adalah mulai banyaknya pengoperasian Unmanned Vehicle atau kendaraan tanpa awak seperti pengoperasian pada kendaraan darat atau UGV (Unmanned Ground Vehicle). Selama bertahun-tahun UGV telah digunakan di berbagai aplikasi seperti intuk penggunaan kebersihan, medis, dan militer [1]. Pemanfaatan prototipe sistem monitoring daya pada UGV ini dapat dimaksimalkan untuk operasi UGV seperti misi pengiriman perlengkapan logistik perang, karena akan sangat mempermudah dan mengurangi risiko yang disebabkan karena mayoritas sistem pengiriman saat ini masih dilakukan secara personel (dibawa oleh manusia) atau dengan sistem drop dengan kendaraan udara. Sistem juga dapat dipantau dari jarak jauh melalui platform IoT MIT App Inventor yang dapat diunduh melalui gawai Android untuk melihat data baterai secara realtime. Penelitian ini menggunakan sensor tegangan, sensor arus, Mikrokontroler Arduino Mega, LoRa Shield Dragino, dan platform IoT. Hasil dari monitoring baterai yang dilakukan menunjukkan error pada pengukuran sensor hanya menunjukkan 2,78% dengan akurasi 97,22%, dengan daya tempuh baterai menyisakan 53% pada baterai 60 Volt, 51% pada baterai 12 Volt 18Ah, dan 78% pada baterai 12 Volt 70Ah selama 89 menit pengoperasian. Delay pada komunikasi LoRa ke Antares menunjukkan rata-rata 491 milisekon untuk waktu pengiriman. Sehingga sistem monitoring ini dinilai cukup akurat, dan diharapkan sistem monitoring ini dapat membantu pengoperasian UGV Rover. Kata Kunci: UGV (Unmanned Ground Vehicle), Baterai VRLA, IoT
Rancang Bangun Sistem Monitoring Baterai Uav (unmanned Aerial Vehicle) Untuk Menentukan Estimasi Waktu Dan Jarak Terbang Secara Real-time Ismail Maulana Juned; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesawat tanpa awak atau biasa disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah salah satu wahana tanpa awak di udara yang mana dapat terbang tanpa pilot, menggunakan gaya aerodinamik untuk menghasilkan gaya angkat (lift), dapat terbang secara autonomous atau dioperasikan dengan radio kontrol. Akan tetapi, tidak jarang terjadi kendala yang dialami oleh pengguna UAV ketika menerbangkannya, seperti UAV yang tibatiba jatuh ketika berada di udara. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya fitur untuk mengetahui kapasitas baterai pada UAV, sehingga pengguna tidak dapat mengetahui estimasi waktu dan jarak yang mampu ditempuh oleh UAV hingga kembali mendarat. Maka dibutuhkan sebuah fitur untuk mengetahui kapasitas baterai UAV ketika sedang melakukan operasi terbang. Dengan metode pengukuran kapasitas baterai menggunakan sensor arus dan sensor tegangan yang berlandaskan pengujian data dengan melakukan perhitungan konsumsi daya baterai, maka dapat dibuat sebuah sistem yang mampu memberikan informasi mengenai estimasi waktu dan jarak terbang UAV. Sistem tersebut mampu megirimkan informasi secara real-time kepada pengguna sehingga pengguna dapat memantau dan memperkirakan waktu dan jarak tempuh UAV hingga kembali mendarat. Kata Kunci: UAV (Unmanned Aerial Vehicle), baterai, waktu dan jarak, sensor, monitoring
Sistem Pemantauan Kecepatan Roda Pada Automated Guided Vehicle Berbasis Jaringan Wlan Septa Muhammad Rivaldy; Angga Rusdinar; Ig. Prasetya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan Automated Guided Vehicle (AGV) pada proses pendistribusian barang memiliki peranan penting dalam kegiatan usaha sebuah perusahaan meningkatkan jumlah produksinya. Biasanya pada proses pendistribusian barang, pengoprasian AGV dipantau dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi sistem komunikasi. Namun, permasalahan muncul ketika AGV tidak dapat dipantau karena keterbatasan jangkauan akses pada sistem komunikasinya yang digunakan. Pada penelitian ini akan dibahas tentang sistem pemantauan kecepatan roda dan posisi AGV berbasis jaringan WLAN untuk menunjang perbaikan (pengembangan) sistem pemantauan AGV pada kegiatan pendistribusian barang. Sistem ini bekerja dengan mengukur perputaran kedua roda AGV menggunakan Rotary Encoder. Lalu dengan menggunakan NodeMCU data tersebut diolah sehingga dapat direpresentasikan sebagai posisi AGV realtime, kemudian hasil tersebut diunggah ke jaringan WLAN untuk diakses oleh pengguna melalui antarmuka Web. Sebagai hasil dari penelitian tugas akhir ini pembacaan sensor memiliki rentang total error rata-rata sebesar 0,996 % atau 2,813 cm pada jalur lurus sepanjang 282,5 cm. nilai error yang ada diakibatkan oleh selip pada roda AGV dan juga permukaan lantai yang licin. Pada antarmuka Web sistem berjalan sebagai mestinya diharapkan mampu menampilkan data kecepatan roda, moving tracking dari AGV secara realtime. Kata Kunci : AGV, NodeMCU, Rotary Encoder, Web Server, WLAN Abstract The use of Automated Guided Vehicle (AGV) in the process of distributing goods has an important role in the business activities of a company to increase the amount of production. Usually in the process of distributing goods, the operation of AGV is monitored by utilizing a variety of communication system technologies. However, problems arise when AGV cannot be monitored due to limited access to the communication system used. This research will discuss the wheel speed monitoring system and the position of the WLANbased AGV network to support the improvement (development) of the AGV monitoring system in the distribution of goods. This system works by measuring the rotation of the two AGV wheels using a Rotary Encoder. Then by using NodeMCU the data is processed so that it can be represented as a realtime AGV position, then the results are uploaded to the WLAN network to be accessed by users via the Web interface. As a result of this final project research, sensor readings have an average total error range of 0.996% or 2.813 cm in a straight line of 282.5 cm. The error value is caused by slippage on the AGV wheels and also the slippery floor surface. On the Web interface the system runs as it is expected to be able to display wheel speed data, moving tracking from AGV in realtime. Keywords: AGV, NodeMCU, Rotary Encoder, Web Server, WLAN
Communication System Between Electric Vehicle and Electric Vehicle Charging Station Based on AC Powerline Carrier Gustyan Sukmara, Reza; Purnama, Irwan; Rusdinar , Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Electric vehicles are increasingly common in everyday life, especially in developed countries, while Indonesia is starting to adopt this concept. In electric vehicles, the Controller Area Network (CAN) serves as a central hub for data distribution throughout the vehicle, managing information from sensors, component status, and more. Charging is an important aspect of electric vehicles, which is crucial for the proper functioning of the vehicle. Establishing a communication link between the vehicle and the charging station offers significant benefits to both the user and the vehicle, enabling real-time diagnostics during routine charging. This is the driving force behind the development of Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). The purpose of EVPLC is to enable data transfer through a two-way communication system via AC current used to charge the vehicle's battery. Researchers have developed an EVPLC module and validated the concept through simulations of an Electric Vehicle Charging Station (EVCS) and Electric Vehicle Controller Area Network (EVCAN). This approach aims to demonstrate the feasibility of implementing EVPLC in real-world charging stations and electric vehicles, ensuring efficient communication and diagnostics during the charging process. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC, electric vehicle.
Communication System Between Charging Station And Electrical Vehicle Using Power Line Communication Satria Yogsakti, Don Bosko; Purnama, Irwan; Rusdinar, Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Electric vehicles are now starting to enter into a regular life, at least in its original sense of the word (for developing countries like Indonesia). In an electric vehicle, there is a little something called the Controlled Area Network (CAN) that serves as the central repository of how different parts in your car communicate with one another like sensors and part conditions. An electric vehicle always comes with a certain amount of charging, which is one of the very essential aspects of running properly. This would be advantageous if the vehicle had a means of communicating with the charging station to provide direct diagnostics on the vehicle's state while it is being charged by simply keeping up its routine maintenance. This is the major reason for the development of Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). What is intended thereby, is to assure that a data transfer activity with a bidirectional communication mechanism can take place via the AC flowing over via the charging cable of the battery electric vehicle. Realizing the concept, researchers established an EVPLC module with emulated EVCS and EVCAN simulators through online simulation to show it can be deployed into a real electric vehicle (EV) charging station and car. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC
Electrical Vehicle Power Line Communication Tristan Daru , Alexander; Purnama, Irwan; Rusdinar, Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Nowadays, electric vehicle is starting to be a reguler thing in a daily life, especially in advanced countries, while Indonesia is currently adopting that concepts. In an eletric vehicle, there is a Controlled Area Network (CAN) which functions as the central area for all the data distribution through out the vehicle, including sensors, part conditions, and others. Insaparable activity from electric vehicles is charging, since it is one of the most crucial factors to runs properly. Having a communication mechanism between the vehicle with the charging station would give benefits, for both the user also the vehicle, making it possible to have a direct diagnostic of the vehicle state while regulerly charging it. That is the main reason for a developmet in Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). The goal is to assure that it is possible to have a data transfer activity with bidirectional communication mechanism through the running AC current that charges the battery of the vehicle. While grasping that concept, the researchers created an EVPLC module through a simulated Electrical Vehicle Charging Station (EVCS) and Electrical Vehicle Controlled Area Network (EVCAN) simulation to prove the concept to be implemneted onto a real EVCS and electric vehicle. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC
Implementasi CAN Bus Pada Monitoring Performa Kendaraan Listrik Berbasis IoT Sofyan, Ahmad Rizal Miftah Awali; Rusdinar, Angga; Purnama , Irwan
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia, konsentrasi gas CO2 di atmosfer meningkat, mendorong perlunya transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan bertenaga listrik. Kendaraan listrik, meskipun berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, menghadapi tantangan identifikasi karena sifatnya yang lebih senyap. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan sistem pemantauan kinerja kontroler kendaraan listrik menggunakan komunikasi CAN bus. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir kesalahan penerimaan data dan terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) agar dapat dipantau melalui perangkat seluler. Keberhasilan implementasi sistem ini dapat memberikan kontribusi pada efisiensi dan efektivitas pemantauan kinerja kendaraan listrik, dengan dampak positif pada upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Kata kunci : Kendaraan listrik, Sistem pemantauan kinerja, CAN bus, IoT, Emisi gas CO2.
Desain dan Implementasi Driver Motor Controller untuk Pengatur Kecepatan Motor BLDC 500W 48V Jerico, Lhudchya Imanuela; Rusdinar, Angga; Purnama , Irwan
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

— Berkembangnya jumlah kendaraan bermotor telah meningkatkan tingkat polusi udara di berbagai kota. Untuk mengatasi permasalahan ini, mobil listrik muncul sebagai solusi yang ramah lingkungan. Kontroler, sebagai otak dari mobil listrik, memainkan peran kunci dalam mengatur kecepatan motor Brushless DC (BLDC), salah satu komponen utama pada mobil listrik. Kontroler ini menggunakan metode six-step commutation untuk mengatur frekuensi dan memastikan bahwa BLDC berputar sesuai dengan input kecepatan yang diinginkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa BLDC dapat beralih dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan maksimum sebesar 172,9 RPM pada frekuensi 39,5 Hz. Kata kunci : Kontroler, BLDC, Kecepatan, Frekuensi
Co-Authors Abdillah Alda Rosi Abdul Aziz Hartalita Abdurahman, M Ammar Adam Fazri Rachman Addinul Rafif Nufrinal Adi Saputra, Angga Juliat Adri Tamma Furqon Afifa Augusta, Raihany Aflah , Muhammad Afrursah Satrio Bia Pratama Agung Maulana Agung Surya Wibowo Agus Ganda Permana Aherliwan Rudawan, Rikman Ahmad Sugiana Alam, Rifdo Shah Ali Akhmad Ghifari Alvin Surya Trisna Amelia Emara Ananda, Prima Raturia Andika Pradana Arif Wicaksono Andri Agustav Wirabudi Anggun Fitrian Isnawati Anggun Mustikasari Dewi Annisa Reski Febrina, Andi Anugrah Ikhsani Yusuf Anugrah Nurul Aprianty, A. Apnan Juanda Ardian Tirta Wardhana Arif Fadilah Arifah Ramadhani Aris Andista Cahya Ramadhon Arkan Muhammad Anandyanto Armaya, Geofany Arnan Tri Arminanto Arrayyan, Muhammad Izza Ramadhan Ashri Dinimaharawati Azam Zamhuri Fuadi Azzam Zamhuri Fuadi Bagus Budhi L. Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Segara Putra Bedy Purnama Budi Permana Budi Setiadi Cahyantari Ekaputri Christiawan Nugroho Dadan Rohdiana Darlys, Denny Denny Darlis Dhani Eka Putra Subekti Dharmajati Hamzah Dinata, Laduni Dong Ho Lee Donny Rhomanzah Dudi Darmawan Dwiputra S, R Roger Ecky Erlangga Ajie Poetra Ekki Kurniawan Eko Setiawan, Aan Ema Epo Ilham Ajiprasetyo Erwin Susanto Estananto Evander Alfa Bahana Ezra Meliora Nainggolan Fadlillah, Riyan Fajar Apriansyah Imanudin Fajar Fendrian Syahputra Fajar Nurul Hasan Fajar Ridho Wicaksono Fajar Sidiq Adi Prabowo Fanio Prambudi Farhan Jihad Arridha FARIED IZZANTAMA NUGRAHA HARSWA Fath Muhammad Isham Fauzi Sofyan Favian Dewanta Feriq Muhammad Darojat Fiky Y. Suratman Fitrah Dipo Juni Kurniawan Fuadi , Azzam Zamhuri Fuadi, Azam Zahmuri Galih Ryan Bagastama Gani Gamayudha Sofyan Gede Eka Adi Sanjaya Geo Surya Andika Gustyan Sukmara, Reza Haridha Narulita Kusman Hastuti Hastuti Heppy Millanyani Herwian, Eduardus Arjuna Hilda Heldiana Hilmy Rifaldi I Nyoman Apraz Ramatryana I. Maulana Ibnu Waldy Ida Bagus Gede Uthara Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ikbal Ramdani Ikrar Kurniawan Bahari Imam Darmawan Inung Wijayanto Irfan Farhan Sudrajat Irwan Purnama Isham, Fath Muhammad Ismail Maulana Juned Isnaeny Rahmawanthi Iswahyudi Hidayat Iwut Tritoasmoro, Iwan Iyodha Amanda Jangkung Raharjo Jerico, Lhudchya Imanuela Jonathan, Martuagus Junartho Halomoan Katsaman Katsaman Kharisma Bani Adam Khikmah Nur Dwi Nofanti Khwarizmi, Ahmad Faishal Leonardus Yulianto Priyoprahasto Linahtadiya Andiani M Darfyma Putra M. Arya Harisa Ashari M. Fadhil Abdullah Mahendra Syakir, Isra Mahersa, Radya Putra Mariel, Reinald Martin Hardiyanto Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana, Dicky Rama Mera Kartika Delimayanti Miftadi Sudjai Mohamad Ramdhani Mohammad Akram Ardi Mohammad Ismail Zulkarnaen Muh Abdul Latif Muhajidin Muhajidin Muhammad Afan Aljafar Muhammad Fadil Muhammad Hilmy Anshoruddin Muhammad Nurul Fadhil Muhammad Reza Elang Erlangga Muhammad Reza Hammady Muhammad Ridho Rosa Mumtazanisa Fairuzen Nadia Tri Jayanti Nandika Wibowo Ni Luh Andrea Maurilla Sarasvanya Noval Hadriawan Novian Permana Nugraha, Alfiqri Radifa Nugraheni, Ratna Astuti Nur Andini Pitung Abdullah Sutowijoyo Porman Pangaribuan Prasaja Wibawa Utama Prasetya Wibawa Pratama, Difa Yudha Pratama, Yusup Diva Prima, Bintang Mulya Purnama , Irwan Purnama, Irwan R Rogers Dwiputra Setiady R. A. Priramadhi Rahayu, Eko Rahmad Rahmad Rahman , M. Aulia Rahmat Ihsani Yuskar Ramadhan, Dimasfika Rizqi Ramdani, Ikbal Ramdhan Nugraha Rangga Jaya Andika Rendy Andhika Putra Rendy Munadi Renhat Dial Panjaitan Reza Rendian Septiawan Ria Juliani Dewi Rifa Ganesha Bermana, Kelvin Rifdo Shah Alam Rifqi Amir Hamzah Rifqy Miftahul Hidayat Rijal Abdurrohman Rio Ari Saputra Risna Septisari Rivan Radian Suryadi Rizki Satya Pradana Rizky Daryanto Rizky Devi Permatasari Rizqi, Febrian Maulana Samuel Febrikab Dwiprasetiabudhi Saragih, Intan Satria Yogsakti, Don Bosko Septa Muhammad Rivaldy Shafiyyah Shafiyyah Shendy Setiawan Sigit Yuwono Simon Siregar Soegiarto, Duddy Sofyan, Ahmad Rizal Miftah Awali Sofyan, Fauzi Sonia Dian Maniswari Sony Sumaryo Suci Aulia Suryo Adhi Wibowo Suyo Adhi Wibowo Swido Gari Tidargo Syamsul Rizal Syiraz, Rifqi Fathin Tania, Angel Bless Tristan Daru , Alexander Umar Ali Ahmad Unang Sunarya Usman Sakiman Violi, Yuke Waldy, Ibnu Wardhana Dwi Febrian Willy Anugrah Cahyadi Yohana Jayanti Aruan Yuga Prasatyo Sampurno Yulianto Dwi Nurul Haqqi Yusmansyah Yusmansyah Yusuf Pratama Ari Wiyono Yusup Diva Pratama Yuyun Siti R. Zulfananto Herdyawan Zulfi Zulfi Zulpikar Alaudin