Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PIJAT PERINEUM TERHADAP LASERASI SAAT INPARTU PADA PRIMIGRAVIDA DI KABUPATEN REJANG LEBONG Rini Patroni; Mulyadi Mulyadi; Jon Farizal
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.466

Abstract

Latar Belakang : Perineum massage yang sering juga di sebut pijat perineum adalah teknik memijat perineum di saat hamil atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan perubahan hormonal yang  melembutkan jaringan ikat, sehingga jaringan perineum lebih elastis dan lebih mudah meregang. Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomy. Sekitar 40%-85% dari wanita yang melahirkan normal mengalami laserasi perineum dan sekitar 2/3 dari wanita ini memerlukan penjahitan. Laserasi jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama. Trauma genital dapat diakibatkan episiotomi, robekan spontan atau keduanya. Salah satu cara mencegah laserasi perineum adalah pijat perineum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap laserasi saat inpartu pada ibu primigravida.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida dengan usia kehamilan diatas 36 minggu sebanyak 76 responden yaitu 38 orang untuk kelompok perlakuan dan 38 orang untuk kelompok kontrolHasil : Hasil analisa bivariat didapatkan ada pengaruh pijat perineum terhadap laserasi dengan nilai p=0,02 (0,05)Simpulan : Terdapat pengaruh antara pijat perineum dengan laserasi saat inpartu.
KOMPRES JAHE MERAH BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI OSTEOARTRITIS PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG DELIMA TAHUN 2016 Jon Farizal; Leli Mulyati; Susiwati Susiwati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.328 KB) | DOI: 10.32668/jitek.v5i2.27

Abstract

Background: Osteoarthritis is a chronic, slowly progressive walking, not inflamed, and ischaracterized by deterioration and abrasion of articular cartilage and the formation of newbone at the joint surface. Osteoarthritis cause various health problems that decrease theability of physiological, psychological change, economic and social. Physiological problemsin elderly with osteoarthritis is pain. One of the plants used as herbal medicine to reduce thepain of osteoarthritis is the rhizome of the plant red ginger (Zingiber officinale Roscoe).Objective: This study aimed to determine the effect of ginger compress to decreaseosteoarthritis pain scale in the elderly at District Puskesmas Kampung Delima 2016.Methods: This study used a pre-experimental design with one-group pre-posttest design, thestudy samples study is 36 respondents by purposive sampling technique. All respondents weregiven ginger compress one time for ± 20 minutes. Pain scale measurements carried outbefore and after ginger compress. Test used is dependent t-test. Results: The result of analysisused a dependent t-test showed that a mean difference of osteoarthritis pain scale before andafter ginger compress 1,72 + 0,741 with ρ=0.000 (ρ<0.05). This show that ginger compressaffects scale of osteoarthritis pain in elderly. Conclusions : For health workers to providehealth education on therapeutic use of herbal compress of ginger in relieving osteoarthritispain.
Testing Effect Of Immunomodulator Ethanol Extract Of Mengkudu Leaves (Morinda Citrifolia) On Macrofag Cell Activities In Mencit Balb/C Infected Plasmodium Berghei Jon Farizal; Leni Marlina; Susiwati Susiwati; zamharira Muslim
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): SANITAS Volume 11 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36525/sanitas.2020.23

Abstract

Background malaria fever is a disease that is still a problem in developing countries. Plasmodium bergheiis a facultative intracellular parasite, so the immune system that plays a role is the cellular system. Morinda citrifolia is a traditional medicinal plant that contains many active compounds that can reduce the number of malaria parasitemia. Proving the immunomodulatory effect of ethanol extract ofmorinda citrifolia on phagocytosis activity of Balb/c mice infected with Plasmodium berghei. The data were obtained from calculating the number of phagocytosis activity of macrophage cells in each field of view. A different test for macrophage phagocytosis using One Way ANOVA followed by Post Hoct Test. Method this type of research is experimental with the design of the post-test only control group design in experimental animals balb/c mice consisting of 24 male mice, divided into 4 groups. (K) is the control group given Aquabidest, and the treatment group (P1, P2, P3) which was given extract morinda citrifolia with stratified doses (0.64 mg / kgBb / day, 1.28 mg / kgBb / day, 2.56 mg / kgBb / day). The treatment process was given for 13 days and on the 6th day was infected with Plasmodium bergheias much as 0.1 ml x 106 intraperitoneally. On the 14th day, peritoneal fluid isolation was carried out followed by an examination of macrophage cell phagocytosis activity. Result ethanol extract Morinda citrifolia can increase macrophage phagocytosis, between control and treatment P1, P2, and P3 have significant differences, but between treatments, there is no significant difference. Conclusion. Ethanol extract of Morinda citrifolia in various doses can increase the phagocytosis of macrophages in Babl/c mice infected with Plasmodium berghei.
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP SPLENOMEGALI PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI JON FARIZAL; RAHMAD ABDILLAH; LENI MARLINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2370

Abstract

Pendahuluan: Demam malaria merupakan penyakit yang masih menjadi masalah di negara berkembang. Plasmodium berghei adalah Parasit intraseluler fakultatif, maka sistem imunitas yang berperan yaitu sistem seluler. Morinda citrifolia merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung banyak senyawa aktif yang dapat menurunkan indek splenomegali. Membuktikan efek ekstrak etanol morinda citrifolia terhadap splenomegali pada mencit Balb/c yang diinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rangcangan the post test only control group design pada hewan coba mencit balb/c yang terdiri dari 24 ekor mencit jantan, dibagi menjadi 4 kelompok. (K) merupakan kelompok kontrol di beri Aquadest, dan kelompok perlakuan (P1,P2,P3) yang diberi ekstrak morinda citrifolia dengan dosis bertingkat (0,64 mg/kgBb/hari, 1,28 mg/kgBb/hari, 2,56 mg/kgBb/hari). Proses perlakuan diberikan selama 14 hari dan pada hari ke-6 diinfeksi dengan Plasmodium berghei sebanyak 0,1 ml x 106 secara intraperitoneal. Hari ke-14 dilakukan pembedahan isolasi limpa dilanjutkan pemeriksaan indek limpa. Data diperoleh dari penghitungan indek limpa. Uji beda untuk indek splenomegali menggunakan One Way ANOVA yang diteruskan dengan Post Hoct Test. Hasil dan Pembahasan: Ekstrak etanol Morinda citrifolia dapat menurunkan indek limpa, antara kontrol dengan perlakuan P1,P2 dan P3 mempunyai perbedaan yang signifikan, akan tetapi antar perlakuan tidak ada perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Ekstrak etanol Morinda citrifolia berbagai dosis dapat menurunkan indek splenomegali pada mencit Babl/c yang diinfeksi Plasmodium berghei.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GAMBARAN MOTILITAS SPERMA PADA PEROKOK AKTIF DI KOTA BENGKULU TEDY FEBRIYANTO; RADEN SUNITA; JON FARIZAL
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2382

Abstract

Pendahuluan: Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tobacum, Nicotiana rustica dan spesies lain. Bentuk sintetis yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Sebatang rokok tembakau mengandung lebih dari 4000 bahan kimia berbahaya di dalamnya. Dari ribuan kandungan zat pada rokok itu, tiga kandungan yang paling berbahaya adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Infertilitas adalah suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki keturunan setelah melakukan hubungan seksual sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu dalam 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun. Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas antara lain usia, stres, lingkungan, dan juga aktivitas seksual (frekuensi, posisi, waktu, dan lain-lain). Faktor lingkungan yang dimaksud disini adalah alkohol, ganja dan juga rokok. Pengujian motilitas sperma bertujuan untuk mengetahui persentase sperma yang bergerak dengan bebas setelah sampel mengalami liquefasi, untuk melakukan pengujian motilitas sperma, diteteskan 10-50µl yang kemudian ditutup dengan cover glass berukuran 20x20 mm dan diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran mulai 10x objektif untuk melihat penyebaran sperma yang merata pada preparat, kemudian dilanjutkan dengan pembesaran 40x objektif untuk menilai motilitas sperma. Metode: Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat (analisis deskriptif) bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2012) . Data yang telah dimasukkan akan diedit dan dikelompokkan berdasarkan normal atau tidak normal motilitas sperma dan dilakukan analisis Uji Chi-square untuk melihat hubungan motilitas sperma dengan perokok aktif di Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Frekuensi lama merokok responden yang paling banyak adalah lebih dari 5 tahun yaitu sebesar 53,3 persen dengan persentase jumlah rokok perhari dari 30 responden adalah 66,7 persen. Hubungan kebiasaan perokok aktif berdasarkan lama merokok dan jumlah batang rokok dengan gambaran motilitas sperma adalah H0 ditolak dan Hipotesis adanya hubungan antara kualitas sperma perokok dengan kebiasaan lama merokok dan jumlah batang rokok. Kesimpulan: Dari hasil dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan kebiasaan merokok dengan gambaran motilitas sperma pada perokok aktif dengan frekuensi lama merokok 5-10 tahun berdasarkan jumlah rokok perhari dari 30 responden.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO PEMBENTUKAN SEDIMEN URINE PADA SOPIR DI KOTA BENGKULU Susiwati Susiwati; Jon Farizal; Leni Marlina
EDUBIOLOCK Vol 1 No 2 (2020): BULAN MARET 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.841 KB)

Abstract

Urine sediment examination is one of the important routine checks in filter screening. In this examination, it must be mentioned the amount of sediment element per field of view especially for the type of urine crystals and other non-organic elements. The driver is one of the professions that require sitting for a long time with the habit of holding back urine and rarely drinking water. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between long sitting habits, rarely drinking water and often withholding urine from the process of urine sediment formation in bus drivers in the city of Bengkulu. The research method used was a cross-sectional design with a sample of 180 respondents. The morning urine of the respondent was examined microscopically if there were any urine sediments found. Frequency distribution of urine sediment in the bus driver results showed 6 respondents (10%) the number of abnormal erythrocytes, 4 respondents (6.7%) the number of abnormal leukocytes, 5 respondents (8.3%) positive epithelium, all respondents (100%) showed negative cylindrical and parasitic, 3 respondents (5%) were positive for bacteria and 11 respondents (18.3%) were positive for crystals. Whereas the truck driver found 2 respondents (3.3%) the number of abnormal erythrocytes, 3 respondents (5%) the number of abnormal leukocytes, 3 respondents (5%) positive epithelium, all respondents (100%) showed negative cylinders, bacteria and parasites, and 5 respondents (8.3%) positive Crystal. There is a significant difference in the length of sitting between the bus driver and the truck driver.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus Nadia Pudiarifanti; Jon Farizal
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.450

Abstract

Resistensi antibiotika yang meningkat dapat dihambat dengan cara menggunakan antibiotik secara rasional dan mengembangkan sediaan bahan alam yang ada sebagai alternatif pengobatan. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan adalah bawang putih tunggal atau bahasa ilmiahnya adalah Allivum sativum Linn. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bawang putih tunggal memiliki berbagai manfaat, salah satunya sebagai antibakterikarena kandungan allicin, namun masih sedikit literatur yang melakukan penelitian terkait bawang putih tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan fitokimia bawang putih tunggal dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian semu eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol bawang putih tunggal untuk melihat kandungan fitokimia dan konsentrasi ekstrak100%, 80%, 60%, 40%, 20% untuk melihat aktivitas antibakteri dengan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih tunggal memili kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Selain itu hasil uji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus hanya terlihat pada konsentrasi ekstrak 100% dengan rata-rata diameter 9mm, sedangkan konsentrasi lainnya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.
Inhibitory Test of Onion Extract (Allium Cepa L.) Against The Growth of Trichophyton rubrum Fungus Causing Tinea Pedis Heru Laksono; Ahmad Ade Saputra; Sunita Raden; Jon Farizal; Dahrizal Dahrizal
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): SANITAS Volume 13 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36525/sanitas.2022.24

Abstract

Tinea pedis is a disease that attacks the area between the fingers, soles of the feet, heels, nails and is a source of infection in other areas. Trichophyton rubrum is the cause of 70 % of cases of tinea pedis. Fungal infections are usually treated using antifungal drugs which mostly have limitations, such as poor penetration into certain tissues, narrow spectrum of fungi, high side effects, and resistance of fungi to certain antifungals. Utilization of natural materials is done as an alternative treatment for fungal infections. One of the natural ingredients that has the potential to be used as antifungal is onion (Allium cepa L.). The aim of the study was to determine the ability of onion extract to inhibit the growth of the fungus Trichophyton rubrum. The type of research is Experimental Laboratory. This study used onion extract concentrations of 70 %, 60 %, 50 %, 40 %, control (+) and control (-). Data analysis using Kruskal Wallis Test and Post Hoc Mann Whitney Test. The average diameter of the inhibition zone at the extract concentration of 70 %, 60 %, 50 %, and 40 %, respectively, was 2,01 mm, 1,75 mm, 0,87 mm, and 0.58 mm. The results of the in vitro test using the disc diffusion method showed that onion extract had the ability to inhibit the growth of Trichophyton rubrum with a weak category.
PENGEMBANGAN LAYANAN "MEDICAL CHECK UP 3 IN 1" GLUKOSA, ASAM URAT, KOLESTEROL ON CALL POINT OF CARE TEST (POCT) DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DI KOTA BENGKULU Jon Farizal; Putra Adi Irawan; Heru Laksono; Leni Marlina
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2018 penderita DM terdata sebanyak 4.463 orang, pada tahun 2018 terdata 4.463 orang, dan pada tahun 2019 penderita menjadi 1.309 penderita di Kota Bengkulu (Dinkes Kota Bengkulu, 2019). Komplikasi Diabetes Melitus diakibatkan dari memburuknya kondisi tubuh, perilaku preventif dari penderita dalam penanganan Diabetes Melitus dapat menghindari penderita dari komplikasi diabetes jangka panjang meliputi diet, olahraga, kepatuhan cek gula darah dan konsumsi obat. Pada kondisi pandemi covid 19 seperti saat ini, Layanan pemeriksaan darah berbasis online belum dapat memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat khususnya penderita DM. Diperlukan wadah bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga analis kesehatan untuk memberikan layanan pemeriksaan darah khususnya gula darah pada penderita DM tanpa harus mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk mengakomodir hal tersebut maka akan dibentuk tim yang akan bertugas memberikan layanan on call, khususnya pada penderita DM. Layanan ini akan didukung dengan aplikasi media sosial yang fungsinya akan mempermudah komunikasi antara penderita dengan petugas. Metode Pelaksanaan: Pelaksanaan Program Kewirausahaan terlebih dahulu diawali dengan survei mitra, yaitu rekrutmen mahasiswa/alumni yang berminat melakukan wirausaha. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program PPK tersebut yaitu: Pengembangan Aplikasi Media Sosial, Pelatihan dan Pelaksanaan, dan Monitoring dan evaluasi keberhasilan program (Monev). Hasil: Mitra/masyarakat mampu secara mandiri berwirausaha berbasis “on call” dengan penambahan jumlah parameter pemeriksaan : Glukosa Darah, Asam Urat, dan Kolesterol.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PEMANFAATAN LENGKUAS MERAH (AlpiniapurpurataK.schum) SEBAGAI ANTI KETOMBE DI DESA PEKIK NYARING KABUPATEN BENGKULU TENGAH Tedy Febriyanto; Sahidan Sahidan; Jon Farizal; Leni Marlina; Evi Fitriyani
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada kulit kepala adalah Ketombe,penyakit yang bersifat universal dan dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah tropis yang bertemperatur tinggi. Raymond Sabouraud mengidentifikasi Pityrosporumovale sebagai agent penyebab ketombe, jenis fungi tersebut mengubah minyak pada kulit kepala menjadi Oleicacid, yang sensitif dirasakan oleh beberapa orang dan dapat memicu iritasi serta rasa gatal. Salah satu tanaman herbal yang dapat di jadikan sebagai obat adalah Lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum)merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan sebagai produk fitofarmakadan termasuk ke dalam daftar 68 jenis tanaman obat yang dapat ditemukan di kota Bengkulu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menggerakan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif melakukan pencegahan ketombe dengan pemanfaatan tanaman lengkuas merah melalui pemberdayaan kader kesehatan di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2022. Metode Pelaksanaan : Terdapat tiga langkah dalam pengabdian masyarakat ini yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring. Luaran dan Target Capaian : Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan lengkuas merah, dan menggerakan masyarakat untuk hidup sehat dengan memanfaatkan lengkuas merah. Sehingga target dari program pengabmas untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai kegunaan lengkuas merah. Selain itu di lingkungan juga akan dipasang poster - poster tentangk egunaan lengkuas merah.