Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pembuatan Eco-Enzyme dan Pemanfaatannya untuk Gel Anti Nyamuk di Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Setiawati, Maria Caecilia Nanny; Munisih, Siti; Soendoro, Aries K.; Mutmainah, Mutmainah; Haryanti, Sri; Bagiana, Kadek; Puspitaningrum, Ika; R, Ungsari; F, Yuvianti D
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.289

Abstract

Sampah organik banyak dihasilkan dari dapur rumah tangga. Penumpukan sampah organik, dapat mengganggu lingkungan dan masyarakat. Pemanfaatan sampah organik, sudah mulai banyak diupayakan. Salah satuinya adalah dengan cara membuat sampah organik, menjadi Eco Enzyme (EE). EE merupakan cairan berwarna coklat, hasil fermentasi gula merah, bahan organik dan air (1:3:10), yang didiamkan selama 90 hari. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan pembuatan EE dan pemanfaatannya dengan membuat sediaan gel antinyamuk. Kegiatan pengabdian dilakukan di desa Ngrawan, kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Rangkaian kegiatan diawali dengan brain storming pada perangkat desa dan aktivis Karang Taruna, dilanjutkan dengan edukasi tentang EE dan pelatihan membuat gel EE, yang diikuti oleh 20 orang ibu rumah tangga, yang mayoritas (70%) berada di usia produktif 18-35 th. Edukasi EE dapat dipahami oleh peserta Pengabdian, terbukti dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil jawaban benar, sesudah pelatihan (post test) dan sebelum pelatihan (pre test), dengan signifikansi p 0,004.   Jawaban pretest yang semuanya benar, adalah pada soal bahwa Pembuatan EE dapat mengurangi sampah, karena peserta sudah diminta membawa sampah organik dari rumah masing-masing. Sedangkan jawaban yang paling banyak salah adalah pada soal Pembuatan EE dapat menggunakan Gula pasir, karena bahan yang tepat adalah Gula merah. .. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, masyarakat Desa Ngrawan, Kabupaten Semarang sudah memahami penjelasan tentang Eco Enzyme dan manfaatnya. Masyarakat peserta pelatihan juga bisa memahami tehnologi sederhana pembuatan sediaan gel Eco Enzyme yang bisa dimanfaatkan sebagai gel antinyamuk. Disarankan perlunya digiatkan pengenalan tentang Eco Enzyme kepada masyarakat secara lebih luas, karena sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan alam dan manusia
EVALUASI PENGGUNAAN CEFTRIAXON pada PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) di RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG Setiawati, Maria Caecilia Nanny; Wulan, Ariani Hesti; Munisih, Siti; SAnggarwati, Selfia
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.6710

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian di rumah sakit untuk merawat pasien yang kritis yang memerlukan perawatan yang intensif dan dipantau selama 24 jam. Ceftriaxon salah satu antibiotik golongan sefalosporin yang mempunyai spektrum luas dan memiliki waktu paruh yang panjang serta banyak digunakan pada pasien ICU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien ICU berdasarkan usia, jenis kelamin, lama rawat inap,  status pasien, ketepatan indikasi, ketepatan dosis obat Ceftriaxon, dan potensi interaksi Ceftriaxon dengan obat lain yang diberikan bersamaan. Penelitian ini dilakukan di ICU RSUD di Semarang pada pasien yang mendapatkan terapi Ceftriaxon selama bulan Januari-Juni 2022. Pengambilan data dilakukan secara  retrospektif dengan teknik sampling purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 322  pasien yang memenuhi kriteria, pada periode penelitian dengan 343 kasus. Pasien laki-laki berjumlah 174 (54,04%). Golongan usia yang terbanyak yaitu (56-65 tahun) sebesar 117 pasien (36,43%) ,  lama rawat inap terbanyak yaitu 1-3 hari dengan jumlah 207 pasien (60,35%), status pasien terbanyak yaitu BPJS PBI 152 ( 47,06%) pasien. Ceftriaxon diberikan secara tepat indikasi pada 80,76% kasus, dan tepat dosis pada 339 ( 98,83%) kasus. Potensi Interaksi obat, terdapat pada 181 pasien (56,21%)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK dengan PENGETAHUAN dan SIKAP SWAMEDIKASI OBAT TRADISIONAL pada MAHASISWA STIFAR YAYASAN PHARMASI SEMARANG Setiawati, Maria Caecilia Nanny; Munisih, Siti; Advistasari, Yustisia Dian; Emwatika, Afra 
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6085

Abstract

Obat tradisional dapat dinyatakan sebagai bahan atau suatu ramuan bahan yang terdiri atas beberapa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang dari generasi ke generasi sudah dipergunakan untuk terapi pada masyarakat,  Obat tradisional khususnya di pedesaan merupakan suatu hal yang cukup sering dipergunakan. Pengetahuan dinyatakan sebagai salah satu faktor predisposisi yang mempunyai pengaruh pada perilaku, dalam hal ini adalah perilaku penggunaan obat tradisional di masyarakat. Pengetahuan tentang obat-obatan begitu penting serta sangat berguna, sebab banyak obat yang tidak sekedar menyembuhkan seseorang dari rasa sakit tetapi dapat pula mempunyai potensi menyebabkan penyakit  baru yang lain, apabila digunakan secara kurang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi karakteristik pasien dengan hasil penilaian tingkat pengetahuan serta sikap mahasiwa dalam swamedikasi obat tradisional, yang dilakukan dengan alat bantu kuesioner. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis, sampel diambil dari mahasiswa aktif Stifar Yayasan Pharmasi Semarang semester genap 2022/2023. Hasil  penelitian, didapat 507 responden. Rata-rata usia responden 20,22 ± 1,22 tahun dan mayoritas Wanita (88,76%), berasal dari SMK farmasi (53,06%), terbanyak mahasiswa dari program studi S1 (75,15%) dan dari semester 2 terbanyak ( 35,70%), mayoritas mahasiswa tidak sambil bekerja (90,14%). Tingkat pengetahuan tentang obat tradisional terbanyak adalah cukup (49,70%), baik (38,27%) dan kurang (12,03%). Hasil penilaian sikap, positif semua, yaitu Sangat baik (77,51 %) dan baik (22,49%).Pada penelitian ini, dapat diambil kesimpulan, bahwa ada hubungan antara program studi (p.0,012), semester (p. 0,00) dan usia responden (p.0,025) dengan tingkat pengetahuan. Juga ada hubungan antara Sikap reponden dengan jenis kelamin (p 0,004)
PENGARUH EDUKASI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PENGGUNA OBAT TRADISIONAL DI PETANJUNGAN PEMALANG Munisih, Siti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i2.8582

Abstract

Knowledge and attitudes are included in the predisposing factors that influence behavior in using traditional medicine. Providing information through the media can increase public knowledge, one of which is leaflet media.The purpose of this research is to determine the characteristics and the influence of providing education through leaflet media on the knowledge and attitudes of the community regarding the use of traditional medicine. This descriptive research used a cross-sectional method. The sampling techniques employed were purposive and accidental sampling. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. The results of this study indicate that the sociodemographic characteristics of the community include respondents aged adults (18-44) with the majority being female (47.5%), predominantly homemakers (44.4%) for occupation, the majority having completed high school education (48.5%), and the majority having a monthly income of ≤ 2,500,000 (70.7%). After statistical analysis, a p-value of 0.001 (p0.05) was obtained for knowledge level and a p-value of 0.001 (p0.05) for attitude.
Edukasi Nyeri dan Pelatihan Pembuatan Gel Bunga Telang pada Masyarakat Jubelan Sumowono Kabupaten Semarang Munisih, Siti
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.101

Abstract

Rasa nyeri dan kesehatan kulit merupakan hal yang sering dialami oleh masyarakat desa Jubelan yang melakukan banyak aktivitas fisik, seperti bekerja keras dan terpapar matahari. Banyaknya obat penghilang rasa nyeri, sering bisa dibeli tanpa resep oleh masyarakat, padahal termasuk golongan obat keras yang harus hati-hati dalam pemakaiannya. Permasalahan penggunaan obat penghilang rasa nyeri yang berlebihan dan mempunyai efek samping ke pencernaan semakin menjadi masalah yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat umum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pengertian yang benar tentang obat penghilang rasa nyeri dan kesehatan kulit serta pelatihan pembuatan gel bunga telang. Pelatihan pembuatan gel bunga telang ditambah bahan penghilang rasa nyeri, sebagai salah satu alternatif obat penghilang rasa nyeri dan bunga telang sebagai antioksidan untuk kulit. Metode pembuatan merupakan teknologi sederhana yang mudah dipahami masyarakat. Bahan baku yang digunakan juga bahan yang mudah didapat di lokasi mitra, yaitu bunga telang dan minyak gondopuro.
CARA MENGATASI SEMBELIT DAN PRODUK JELBAL (JELLY HERBAL) DI SD BEJALEN AMBARAWA mutmainah; Munisih, Siti; Sofandi, Amor; Tri, Bayu; Darumas, Athika
Jurnal Dimas Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.98 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v1i1.11

Abstract

Sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan yang ditandai dengan adanya tinja yang keras sehinggabuang air besar menjadi jarang, sulit dan nyeri. Sembelit pada anak biasanya disebabkan oleh asupan makan anakyang kurang serat, kurang cairan, terlalu banyak minum susu dan jarang minum air, serta juga dapat disebabkanoleh kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan anak yang sering menahan buang air besar karena anak takut saatbuang air besar. Penyebab utama dari sembelit biasanya adalah kurang serat. Sehingga konsumsi makananberserat sangat dianjurkan pada anak sembelit. anak-anak di SD Bejalen Ambarawa yang merupakan daerah yangdianggap sangat ramai dengan adanya berbagai macam jajanan, namun kurangnya pengetahuan anak-anakmengenai efek yang bisa ditimbulkan dari jajanan yang tidak diimbangi dengan konsumsi makanan sehat sehinggabisa menyebabkan efek sembelit. Pengabdian dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan pembuatan jeliherbal pada anak SD menggunakan bahan salah satunya lidah buaya (Aloe vera). Manfaat yang didapat olehpeserta adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai sembelit serta produk herbal yangmemberikan manfaat sebagai anti sembelit. Dengan adanya program penyuluhan ini diharapkan dapatmemberikan pengetahuan tentang sembelit serta cara-cara untuk mengatasi sembelit tersebut dengan konsumsimakanan berserat namun tetap disukai oleh anak-anak. Salah satunya adalah jelly herbal yang berisi lidah buayayang kaya akan serat.
Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal Puspitaningrum, Ika; Nanny Setiawati, Maria Caecilia; Munisih, Siti; Kusmita, Lia; Sofandi, Amor
Jurnal Dimas Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.34 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i1.23

Abstract

Gaya hidup “back to nature” semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit. Kunyit (Curcuma longa L) dengan kandungan kurkumin dilaporkan memiliki potensi terapeutik seperti antibiotik, antivirus, antioksidan. Penggunaan kunyit sering dikombinasikan dengan Asam Jawa (Tamarindus indica) menjadi sebuah minuman jamu kunyit asam. Buah asam juga menunjukkan potensi sebagai antidiabetes, anti hiperlipidemik, dan antioksidan. Paguyuban kader remaja di bawah binaan Puskesamas Bangun Galih, Tegal dibiasakan budaya minum jamu. Selain itu, para kader remaja ini diberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat antara lain pelatihan pembuatan jamu instan Kunyit Asem. Pada daerah ini belum ada kelompok masyarakat yang memproduksi jamu instan kunyit asem. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minuman kunyit asam, khususnya kunyit asam dalam bentuk minuman serbuk. Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang Obat Tradisional yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hasil yang diperoleh para kader remaja menjadi mengerti tentang definisi, pengelompokkan dan penandaan obat tradisional serta mengerti dan paham cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan pada saat diberikan pertanyaan mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu instan kunyit asam.
Edukasi Pemanfaatan Rempah untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19 pada ibu-ibu PKK Kelurahan Kalicacing Munisih, Siti; Mutmainah, Mutmainah; Dwi Franyoto, Yuvianti; Kusmita , Lia; Puspitaningrum, Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Bagiana , I Kadek; Eka Purwanto , Ungsari Rizki; Koes Sundoro , Aries; Setyaningrum, Wahyu
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.655 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.26

Abstract

Menghadapi pandemi virus Corona, berbagai upaya telah dilakukan oleh daerah setempat untuk menjaga diri dari penyakit tersebut. Beberapa petunjuk yang mungkin dilakukan oleh daerah setempat untuk membangun kebal. Salah satunya adalah rasa yang membakar karena zat sintetis di dalamnya dapat membangun kekebalan. Kelurahan Kalicacing kota Salatiga merupakan salah satu kelurahan yang masuk wilayah pemekaran Kotamadya Dati II Salatiga. Keberadaan tanaan rempah-rempah (jahe, temulawak, kunyit, serei) yang sengaja ditanam warga sekitar dan bahkan dapat tumbuh liar diberbagai kondisi tropis ternyata dapat bermanfaat sangat baik untuk tubuh kita. Rempah – rempah seperti jahe, temulawak, kunyit, serei mengandung antioksidan yang cukup tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas pada tubuh kita. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan informasi terkait fungsi rempah – rempah menjadi salah satu bahan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan dengan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai manfaat tumbuhan rempah-rempah. Kegiatan di daerah yang dilakukan meliputi sosialisasi handout tentang imunitas tubuh, pemaparan materi tentang imun serta rempah dan manfaatnya, pengukuran saturasi oksigen, pemberian brosur serta adanya pre tes dan post test. Pemaparan materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang lugas. Setelah pemaparan materi, diskusi interaktif dibuka sepenuhnya dengan maksud untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap materi yang telah diberikan.
Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Kelor Celup Sebagai Minuman Kesehatan Tubuh Pencegah Hipertensi Pada Ibu-Ibu PKK Dusun Bejalen, Ambarawa Bagiana, I Kadek; Franyoto, Yuvianti Dwi; Mutmainah, Mutmainah; Kusmita , Lia; Puspitaningrum, Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Munisih, Siti; Eka Purwanto, Ungsari Rizki; Koes Sundoro, Aries; Setyaningrum, Wahyu
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.475 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.27

Abstract

Penyakit hipertensi belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, padahal diketahui dampak negatif yang akan ditimbulkannya cukup besar, seperti stroke dan jantung koroner. Beberapa penduduk di Dusun Bejalen, Kota Ambarawa menderita hipertensi bahkan dengan beberapa komplikasi. Dari insidensi hipertensi yang sangat tinggi dan bahaya komplikasi yang ditimbulkan, perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit hipertensi. Salah satu tanaman yang bisa mencegah hipertensi adalah tanaman kelor. Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan, namun juga memiliki nilai ekonomi. Seluruh bagian tanaman kelor mulai daun, kulit batang, buah dan bijinya bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai obat herbal hingga bahan baku produk perawatan kulit. Tanaman kelor dapat tumbuh baik di daerah tropis, seperti halnya di Dusun Bejalen, Ambarawa. Kelor diketahui memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk hipertensi. Pemanfaatan tanaman kelor masih sebatas sebagai olahan sayur dan belum menjadi produk olahan yang menarik, berdaya saing dan bernilai ekonomi tinggi, dikarenakan masih terbatasnya informasi dan wawasan mitra mengenai pengolahan kelor. Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu:persiapan, pelaksanaan dan. Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat bahwa pengetahuan peserta pelatihan terhadap jenis, manfaat dan cara pembuatan teh kelor celup semakin meningkat.
Penyuluhan Pentingnya Cuci Tangan dengan Sabun dan Langkah Tepat Melakukannya di Klinik Esensia Semarang: - Munisih, Siti; mutmainah; Dwi Franyoto , Yuvianti; Kusmita , Lia; Puspitaningrum , Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Bagiana , I Kadek; Rizki Eka Purwanto , Ungsari; Koes Sundoro , Aries; Wulandari , Wahyu
Jurnal Dimas Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v4i1.41

Abstract

Dalam mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat maka kebiasaan untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir saat ini merupakan salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan. Hal tersebut perlu dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung . Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di sekitar Klinik Esensia Semarang. Kegiatan dilakukan dengan dengan memberikan edukasi melalui pemberian brosur tentang pentingnya cuci tangan menggunakan sabun serta langkah untuk mencuci tangan dengan benar sekaligus membagikan produk hand sanitizer. Pemberian info materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang lugas.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat dalam mencuci tangan yang benar sehingga disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya dengan mempertimbangkan karakteristik sasaran promosi kesehatan