Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN TABIR SURYA ANTI-UV PELINDUNG KULIT BERBASIS ALGAE COKLAT KEPADA PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DI TELUK EKAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 [TRAINING OF BROWN ALGAE ANTI-UV SUNSCREEN PROCESSING TECHNIQUE FOR SEAWEED FARMERS IN EKAS BAY DURING COVID-19 PANDEMIC] Anggit L. Sunarwidhi; Ni Wayan Riyani Martyasari; Eka Sunarwidhi Prasedya; Sri Widyastuti; Haji Sunarpi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.2950

Abstract

Exposure to ultraviolet (UV) light provides high effectiveness in inhibiting germs, bacteria and the Sars-Cov 2 virus that causes Corona Virus Disease-19 (COVID-19). However, due to the depletion of the ozone layer which acts to ward off short wave radiation, there is an increase of UV light radiation amount that reaches the earth's surface. As a result, human skin is exposed to UV radiation which can cause premature skin aging and even skin cancer. Researchers claim that brown algae contain anti-UV compounds that can absorb UV radiation. Therefore, it has been developed a skin protection cream based on brown algae seaweed that can protect human skin from exposure to UV radiation. This article reports on the introduction and training of how to produce anti-UV sunscreen for seaweed farmers who faces high intensity sun exposure on a daily basis. Participants were 20 person (wives and children of the farmers). In this training, video tutorial of making cream was played following with demonstration of making cream by the participants. After the training, it is hoped that the farmers wives and children will be able to produce this anti-UV sunscreen that was not for self-used to protection against UV radiation exposure, but could also for sale to increase the income of coastal communities during the COVID-19 pandemic. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan efektivitas yang tinggi dalam penghambatan kuman, bakteri hingga virus Sars-Cov 2 penyebab Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Namun karena menipisnya lapisan ozon yang berperan menangkal radiasi gelombang pendek, maka radiasi akibat sinar UV sampai ke permukaan bumi. Akibatnya, kulit manusia terpapar radiasi UV yang dapat menyebabkan penuaan kulit secara dini dan bahkan kanker kulit. Para peneliti menyatakan bahwa algae coklat mengandung senyawa anti-UV yang dapat menyerap radiasi ultra violet. Karena itu, telah dikembangkan krim pelindung kulit berbasis rumput laut alga coklat yang dapat melindungi kulit manusia dari paparan radiasi UV. Artikel ini melaporkan pengenalan dan pelatihan cara pembuatan krim anti-UV kepada pembudidaya rumput laut yang sehari-hari harus berhadapan dengan terpaan matahari berintensitas tinggi. Hadir sejumlah 20 orang (para istri dan anak-anak pembudi daya). Dalam pelatihan ini diputarkan video tutorial membuat krim yang kemudian diikuti dengan demonstrasi membuat krim.  Setelah pelatihan, diharapkan para istri dan anak pembudidaya dapat memproduksi krim anti-UV yang tidak saja dapat digunakan sendiri sebagai perlindung terhadap paparan radiasi UV, melainkan juga dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir pada masa pandemi COVID-19. 
PENGARUH KONSENTRASI BAP DAN PEMBELAHAN BIJI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MANGGIS (Garcinia mangostana L) Mirajus Sibyan, Bambang Budi Santoso, Nurachman
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu buah segar yang digemari masyarakat Indonesia maupun dunia, karena mempunyai rasa dan aroma yang lezat serta memiliki perpaduan warna yang indah. Kendala utama pengembangan manggis adalah lambatnya pertumbuhan, baik saat pembibitan maupun setelah ditanam di lahan. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan persentase tumbuh menggunakan ZPT dan peningkatan jumlah tumlah tunas dengan pembelahan biji yang lebih bayak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi BAP dan Pembelahan biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara konsentrasi BAP dan pembelahan biji hanya berpengaruh nyata pada jumlah akar. Konsentrasi BAP berpengaruh nyata pada jumlah tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah akar dan panjang akar. Konsentrasi terbaik adalah 8 ppm yang menghasilkan 2,8 jumlah tunas, 5,2 helai daun, 19,2 cm2 luas daun, 1,4 jumlah akar, dan 7,2 cm panjang akar. Pembelahan biji berpengaruh nyata terhadap jumlah akar. Jumlah akar tertinggi diperoleh pada biji belah enam dengan jumlah akar sebanyak 1,6 akar. Abstract Mangosteen (Garcinia mangostana L) is one of the most favorite fruits for the people in Indonesia and around the world because it has delicious flavor and beautiful combination of colors. The main problem in developing mangosteen in Indonesia is the growth of mangosteen is usually slow when the seedling in nursery and after it is planted. To solve the problem, some efforts should be conducted to increase the growth percentage using plant growth regulator/substances and increasing the number of sprouts by seed cutting. The method used in this research is experimental method One Way Randomized Block with two factors; BAP concentration and seed cutting. The result clearly indicated that the interaction between BAP concentration and seed cutting had significant difference only to the number of roots. BAP concentration treatment produced the number of sprouts, roots and leaves, leaf area, and the length of the roots with significant difference. The best BAP concentration was 8 ppm that gave (in average) 2.8 of sprouts, 5.2 of leaves, 19.2 cm2 of leaf area, 1.4 of roots, and 7.2 cm of root length. Seed cutting recorded significant difference on the number of the roots. The highest number of roots was achieved in six-parted cut seed with 1.6 of roots.
PENGARUH JENIS CABANG TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DEWASA Sumadi, Rukmini Kusmarwiyah, Bambang Budi Santoso
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cabang terhadap keberhasilan penyambungan pada tanaman jarak pagar dewasa. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2013 di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, yaitu cabang primer, sekunder, tersier, dengan 4 ulangan dan masing-masing terdiri atas 2 tanaman, dengan masing-masing 2 bidang sambung. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis cabang tidak berpengaruh terhadap persentase hidup, panjang cabang sambungan, luas daun, namun berpengaruh terhadap jumlah daun. Cabang tersier memberikan jumlah daun paling banyak (4,75), diikuti oleh cabang sekunder (2,60) dan cabang primer (2,38). Tingkat keberhasilan pada cabang sekunder dan tersier cenderung lebih tinggi dibandingkan cabang primer. ABSTRACT Research aims to study the effect of branch type on the success of grafting of mature jatropha. This study was conducted on August to October 2013 in Gumantar village, Amor-Amor, North Lombok regency. The experimental this using Randomized Block Design ( RBD) with 3 treatments, namely primary, secondary, and tertiary branches. Each treatment was made in 4 replicates, and each replicate consistsed of two plants. Each plant has been made two graftings . The result showed that the type of branch had no effect on the percentage of life , length of entries, leaf area. It only affected on the number of leaves.Tertiary branch gave the highest number of leave (4.75), followed by secondary (2.60) and primary branches (2.38). The success leval at the secondary and tertiary branches tend to be higher than that of primary branches.
KERAGAAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) GENOTIPE NUSA TENGGARA BARAT HASIL SELEKSI MASSA SIKLUS PERTAMA (IP-1) DAN SIKLUS KEDUA (IP-2) Aris Budianto dan Bambang B. Santoso
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Crop Agro Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.247 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk mendukung pengembangan tanaman Jarak pagar (Jatropha curcas L.) dalam rangka pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak, diperlukan bahan tanaman yang unggul. Melalui seleksi massa terhadap populasi jarak pagar genotipe NTB (genotipe Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima) telah dihasilkan individu-individu superior berupa Improved Population (IP-1 NTB dan IP-2 NTB). Terdapat kemajuan seleksi pada karakter agronomis bibit pada IP-1 dan IP-2 yang ditandai dengan semakin baiknya pertumbuhan bibit. Peningkatan kemajuan genetik terjadi lebih tinggi pada genotipe Lombok Barat, Sumbawa, dan Bima dibandingkan genotipe Lombok Tengah dan Lombok Timur. ABSTRACT To successful the Jatropha curcas L. development for fullfilment of fuel need, the superior plant material is needed. Throughout mass selection of base population of Jatropha curcas L. of NTB genotypes e.g. Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa and Bima, were found Improved Population (IP-1 NTB) and IP-2 NTB. Then, seedling experiment was conducted during September–November 2011. The research indicated that the selection progress on the seedling characteristics were found in IP-1 and IP-2 population as seedling growth of those two improved populations better than P0. The selection progress was found better of Lombok Barat, Sumbawa, and Bima genotypes than Lombok Tengah and Lombok Timur genotypes.
Effect of Solid and Liquid Extracts of Lombok Sargassum cristafolium on Growth and Yield of Rice Plants (Oryza sativa L.) Haji Sunarpi; Aluh Nikmatullah; Anggit L. Sunarwidhi; Yogi Ambana; Bq Tri Khairina Ilhami; Sri Widyastuti; Ari Hernawan; Eka Sunarwidhi Prasedya
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2048

Abstract

An exessive use of inorganic fertilizers in agriculture cultivation system causes many disadventages, such as increase cost production, reduce farmer’s income and soil fertility, and harm our environment. Therefore, it is needed to find out raw materials for development of organic biostimulant and biofertilizer inducing essential element absorption, growth and yield of plants, which are adaptive to our environment as well. Previous researchres reported that seaweed contained plant growth hormones and essential elements in liquid and solid extracts respectively. This article reports effect of solid and liquid extracts of Sargassum cristafolium on growth and yield of rice plants. The extracts were extracted according to modified procedure.. Solid extract (350 gr) of Sargassum cristafolium was mixed with soil (6650 gr) to become 7 kg soil media. Moreover, liquid extract (10%) of Sargassum cristafolium was sprayed to rice plants once a week during vegetative growth. The results shown that addition of 350 gr of solid extract to soil media increased growth (plant high, tiller number, shoot dry weight and root dry weight) and yield (penicle number and grain weight per plants) significantly compared with those of plants which were not supplied with solid extract. However, spraying liquid extract of Sargassum cristafolium did not affet significantly growth and yield of rice plants, even small change happen in growth and yield parameters of the rice plants supplied with solid extract. This indicates that solid extract is a potential source for development of biofertilizer which is adaptive to our environment to support sustainable agriculture system.
Penyuluhan Tentang Budidaya Tanaman Cabai di Luar Musim di Lahan Kering Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso; Jayaputra Jayaputra
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v4i1.171

Abstract

Gumantar Village, Kayangan District in North Lombok Regency, has a reasonably large area of ​​dry sandy land. This dryland has the potential to be developed as a cayenne pepper-producing area in the off-season (rainy season) because the possibility of waterlogging is very low. However, very few farmers grow cayenne pepper outside of the season in Gumantar Village, and the failure rate due to pests and diseases is very high. This extension aimed to motivate farmers to grow cayenne pepper out of season by providing knowledge on cultivation procedures and techniques for managing plant pests and diseases. The method used was by meeting, discussion, and plot demonstration. Evaluation activities were carried out using two methods, namely ex-ante and summative. Overall, it can be said that the extension activities had a positive impact on the participants, as indicated by the high motivation of farmers to grow cayenne pepper out of season. Participants' satisfaction with the presented materials, along with the visualization results of the demonstration plot, were the main keys to the success of the extension.
Meningkatkan Perkecambahan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam.) Tersimpan Menggunakan Asam Giberelat: Improving the Germination of Kelor (Moringa oleifera Lam.) Seeds Stored Using Gibberellic Acid Bambang Budi Santoso
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v8i1.339

Abstract

Gibberelin (Gibberellic acid) is a plant hormone that is responsible for the seed germination process. Germination is the process by which an inactive embryo grows and eventually forms a seedling and subsequently produces a seedling. A total of 50 seeds of Moringa (Moringa oleifera Lam.) which have been stored for 12 months and 24 months were soaked in different concentrations of Gibberellin solution (0 mg/L; 2.5 mg/L, 5.0 mg/L, 7.5 mg/L, dan 10.0 mg/L) for 24 hours and then sown in a bath soil-sand-husk charcoal (1:1:1 v/v) germination. Since 10 days after planting the seeds, observations and calculations were made on the number of seeds that germinated, the number of abnormal germinations, and the number of days when 50 percent of the seeds germinated. The results showed that the number of seeds and the speed of seed germination were proportional to the concentration of Gibberellins. Seeds treated with high concentration of Gibberellin (9 mg/L) had the highest number of germination seeds compared to seeds with lower concentration of Gibberellin. Without giving Gibberellins from the outside, Moringa seeds that have been worn out (stored 1-2 years) were not able to germinate properly.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN PERTANIAN LAHAN KERING DAN PEMANFAATAN AIR TANAH DALAM DI DESA SALUT KECAMATAN KAYANGAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman Kisman; Tajidan Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i2.575

Abstract

The potential for dry land in North Lombok is very wide with the surrounding rivers mostly dry during the dry season. Sambik Rindang Hamlet is one of the dry lands that has the potential for productive agriculture, but has not been able to be utilized optimally. For this reason, the people of Sambik Rindang need to be given knowledge about this through socialization, so that they can make efficient use of dry land and groundwater so that farming can be carried out outside the rainy season. The aim of the socialization is to increase people's knowledge about irrigation water efficiency and irrigation methods for agriculture in dry land. This socialization was carried out with the stages of field review, field socialization, discussion and question and answer, evaluation and closing. Furthermore, this socialization service has succeeded in providing knowledge about efficient irrigation such as drip irrigation and pipelines, with productive farming. The service participants were very enthusiastic about participating in the socialization activities, questions about agriculture and irrigation were answered well by the team from the Faculty of Agriculture and the Faculty of Engineering. Evaluation of activities is carried out by the service team, from the field socialization activities to the end of the activity. The service participants were very proactive during the activity and had knowledge about efficient irrigation and productive farming methods. Thus the service participants have known efficient irrigation methods and have gained knowledge in utilizing dry land in order to have an economic impact on the family.
Pendampingan Pengelolaan Pekarangan Kelompok Tani Lembah Telaga Di Kawasan Lahan Kering Lombok Utara Untuk Kemandirian Pangan Dan Konsumsi ‘Gizi Seimbang’ Rumah Tangga Petani Jayaputra; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.63

Abstract

Lahan pertanian dan kawasan pemukiman penduduk di wilayah Lombok Utara didominasi lahan kering dengan produktivitas dan diversifikasi produksi pangan relatif rendah. Kondisi ini berpengaruh terhadap rendahnya ketersediaan pangan keluarga petani yang dapat berdampak terhadap konsumsi pangan dan gizi anggota keluarganya yang tidak seimbang serta dapat mengancam ketahanan pangan rumahtangga. Pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal diharapkan dapat menghasilkan berbagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan berpeluang meningkatkan pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui inovasi teknologi budidaya di lahan pekarangan dan pemahaman gizi seimbang guna mewujudkan kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Pelaksanaan pendampingan selama Juni-November 2021 melalui pelatihan, praktek, dan pembinaan dilaksanakan menggunakan metode pendekatan tindak-partisipatif (Participatory Action). Hasil kegiatan pendampingan ini dinilai cukup berhasil dilihat dari antusiasme dan ketekunan peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil yang nyata ditunjukkan baik pada jumlah tanaman maupun keanekaragaman tanaman yang diusahakan di lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga. Keberlanjutan dan pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya meningkatkan ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi seimbang keluarga, peningkatan pendapatan tentu sangat diperlukan.
Efisiensi Usahatani Sayur-Sayuran Melalui Peningkatan Aplikasi Pupuk Organik dan Pengurangan Pupuk NPK di Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, NTB I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.64

Abstract

Pengusahaan sayur-sayuran di wilayah kegiatan masih dengan pola konvensional yang sangat tergantung pada pupuk NPK, biaya produksi mahal, kurang efisien dan keuntungan yang diperoleh sedikit. Oleh sebab itu maka, telah dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memproduksi pupuk organik dari bahan baku yang tersedia cukup berlimpah, sehingga mampu memproduksi sayur-sayuran dengan kualitas dan kontinyuitas produksi stabil. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 8 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, penentuan sasaran, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi kemajuan program. Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti tingginya antusias mereka memproduksi pupuk organik dan mengusahakan sayur-sayuran dengan sistem pola tanam siklus dan seri. Pengusahaan cabe rawit dan sawi serta penanaman bawang merah pada akhir siklus memberikan pendapatan dan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengusahaan kacang panjang dan jagung manis. Kesuburan kimia dan biologi tanah stabil, sehingga hasil bawang merah yang ditanam sebagai penutup siklus pada petak dengan aplikasi pupuk organik 25 ton ha-1 tidak berbeda nyata dengan hasil pada petak dengan aplikasi pupuk NPK dosis 250 kg ha-1.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Ayu, Candra Baiq Novianti Dili Hairunnisa Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Eka Sunarwidhi Prasedya Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Mahardhika, Baiq Eliza Prizma Mantika, Niha Hidayati Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Ogy Farenza Ilham Pandya, Lalu Wahyu Ardis Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto Sri Rahayu Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Wirawan, I Gede Putu Wirarama Wedashwara Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita