Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk N-P-K dan Pupuk Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Brazil (Alternanthera sisso) Toni Hermawan; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Brazil (Altenanthera sisso). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Percobaan ini terdiri dua faktor perlakuan, faktor pertama yakni pupuk bokashi yang terdiri dari tiga taraf perlakuan b1 10 ton/ha (40 g/polybag) pupuk bokashi , b2 20 ton/ha (80 g/polybag) pupuk bokashi dan b3 30 ton/ha (120 g/polybag) pupuk bokashi. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari n1 (1 g/polybag) pupuk NPK, n2 (2 g/polybag) pupuk NPK dan n3 (3 g/polybag) pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pupuk NPK dan pupuk bokashi berpegaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan bobot brangkasan kering. Secara terpisah pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot brangkasan kering, secara terpisah pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
Pengaruh Penggunaan Dosis Kompos Kotoran Kambing dan NPK Phonska terhadap Pertumbuhanan Bibit Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Pita Erika Putri; Liana Suryaningsih B.; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran kambing dan NPK Phonska serta interaksi nya terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor. Penelitian dilakukan di Dusun Jelitong, Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada April-Juni 2024. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan: pupuk kompos kotoran kambing (k1: 60 g/tanaman, k2: 70 g/tanaman, k3: 80 g/tanaman, k4: 90 g/tanaman) dan pupuk NPK Phonska (n1: 8 g/tanaman, n2: 12 g/tanaman, n3: 16 g/tanaman). Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun. Pupuk NPK Phonska berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun dan bobot kering akar. Serta tidak terdapat interaksi antara kedua pupuk terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor.
Periode Kritis Jagung (Zea mays L.) Berkompetisi dengan Gulma di Lahan Kering Ngawit, I Ketut; Santoso, Bambang Budi; Azhari , Anjar Pranggawan
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i1.858

Abstract

Research into the critical phase of weed competition in maize aims to determine weed control at the right time. The study used a randomized block design consisting of eight treatments with weed-free (WWF) and weed-free (WF) plant age periods up to 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, and 80 days after planting (DAP). Each treatment was randomly repeated in three blocks, resulting in 54 experimental units The observation parameters include weed population, dry biomass weight of weeds and maize, plant height, leaf area, ear length, ear diameter and dry weight of maize kernels per plot. Data analysis using analysis of variance and William's statistical test. The results of the study showed that the critical period for corn competition with weeds on dryland was about 20 - 30 DAP when the corn was planted. If weeds are removed after the plants are more than 30 days old, the harvest cannot be saved. Plants competing with weeds for 40, 50, 60, 70, and 80 days experienced yield reductions of 60.32%, 82.84%, 98.66%, 99.99%, and 99.99%, respectively. In contrast, plants that were only weed-free up to the age of 10, 20, and 30 days showed yield losses of 98.66%, 80.16%, and 61.40%, respectively. It is recommended to start controlling corn weeds on dry land 20 days after planting and to avoid weeding 30 days after planting.
Produksi Pupuk Organik dengan Teknologi Bio-EM4 oleh Petani Jambu Mete di Dusus Lendang Mamben Desa Anyar Kecamatan Bayan Lombok Utara I Ketut Ngawit; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; Anjar Pranggawan Azhari; Hery Haryanto
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.187

Abstract

Produktivitas jambu mete di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara sangat rendah karena tidak pernah dipelihara intensif, akibat langkanya ketersediaan pupuk dan adanya persepsi petani yang keliru, bahwa jambu mete mampu beradaptasi pada bebagai tipe agroklimat sehingga tanah yang paling marginal bisa ditanami. Karena masalah itu maka dilakukan program pelatihan dan pendampingan yang tujuan utamanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memproduksi pupuk organik dan mengelola tanah tegakan jambu metenya dengan mengusahakan berbagai jenis tanaman semusim. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan baik dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani memproduksi pupuk organik meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasme petani yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan dapat ditingkatkan menjadi cukup tinggi. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dengan pupuk NPK Ponska 75 - 150 kg ha-1, memberikan hasil total bobot buah gelondong pohon-1 dan total bobot nut pohon-1 signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1 tanpa aplikasi pupuk organik. Perlu terus dilanjutkan memproduksi pupuk organik, karena nilai jual produk tersebut terus meningkan sejalan dengan semakin berkembangnya usaha budidaya tanaman. Dosis aplikasi pupuk organik padat untuk tanaman jambu mete 25 ton ha-1 yang diaplikasikan setelah pengolahan tanah.
Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Wanita Tani Pucuk Merah Mengelola Limbah Kandang Ternak Sapi dan Ayam Petelur Menjadi Pupuk Organik di Desa Sukadana Bayan Lombok Utara NTB I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Jayaputra; Irwan Muthahanas; Hery Haryanto
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.188

Abstract

Masalah yang dihadapi petani di Dusun Sukadana, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara adalah pupuk langka dan harganya mahal. Usaha untuk mengatasi dampak fenomena kelangkaan pupuk adalah mengelola sumber bahan baku pupuk alternatif seperti kotoran hewan dan limbah kandang ternak menjadi pupuk organik. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani membuat pupuk organik dari bahah baku yang tersedia cukup berlimpah di sekitar mereka. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 5 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, penentuan kelompok tani sasaran, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan berjalan lancar dan sekses, terbukti dari tingginya partisipasi dan antusias petani peserta untuk memproduksi pupuk organik dan mengaplikasikan pada beberapa jenis tanaman. Aplikasi budidaya lorong (allay cropping) pada tanah tegakan kelapa dengan tanaman kacang tanah, bawang merah, kacang panjang dan jagung sebagai tanaman lorong yang diberi pupuk organik dosis 25 ton ha-1, mampu meningkatkan status kesuburan tanah dan hasil kelapa yang semula hanya 6.375 - 8.960 butir ha-1 tahun-1, menjadi 20.577 - 22.746 butir ha-1 tahun-1 dan frekuensi panen kelapa meningkat menjadi 7- 9 kali panen tahun-1. Disarankan dosis aplikasi pupuk organik dari hasil kegiatan ini 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
Pengaruh Dosis Pupuk Phonska 15-15-15 dan Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Rahmatul Ummah; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6626

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman sayuran yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Tingginya permintaan dan kebutuhan menyebabkan cabai besar menjadi komoditas penting dan strategis di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman cabai besar yaitu dengan melakukan pemupukan dan pemberian konsentrasi Paclobutrazol baik itu pemberian dari akar maupun daun. Penelitian ini bertujuan diantaranya yaitu: untuk mengetahui interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar; untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Phonska 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar dan untuk pengetahui pengaruh konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022-Februari 2023 di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk phonska (A) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha (A0), 400 kg/ha (A1), 800 kg/ha (A2) dan 1.200 kg/ha urea (A3). Faktor kedua adalah konsentrasi Paclobutrazol (B) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu: 0 ppm (B0), 100 ppm (B1) dan 500 ppm (B2). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Faktor tunggal dosis pupuk Phonska berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Sedangkan faktor tunggal konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata pada hampir semua parameter pengamatan.
Pengaruh Dosis Urea dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Lili Supriatin; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urea dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.), untuk mengetahui pengaruh dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dan untuk mengetahui pengaruh konsesntrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai dengan bulan maret 2024, di desa Pringgasela selatan, kecamatan Pringgasela kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha urea (N0), 150 kg/ha urea (N1), 250 kg/ha urea (N2) dan 300 kg/ha urea (N3). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT Hantu (Z) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu: 0 ml/l air ZPT (Z0), 2 ml/l air ZPT (Z1), 4 ml/l air ZPT (Z2) dan 6 ml/l air ZPT (Z3). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan dan diperoleh sebanyak enam belas kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi urea dan ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata pada hasil tanaman bawang yaitu pada tinggi tanaman, bobot segar dan bobot kering tanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha urea dan 4 ml/L ZPT. Urea berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan dosis perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha. ZPT berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan konsentrasi terbaik yaitu 6 ml/L.
Pelatihan Pengolahan Kotoran Hewan Menjadi Kompos Untuk Mendukung Praktik Pertanian Ramah Lingkungan Di Desa Sukadana Kabupaten Lombok Utara Jayaputra, Jayaputra; Santoso, Bambang Budi; Jaya, I Komang Damar
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i1.576

Abstract

This Community Service activity was carried out in Labangkara, Sukadana Village, Bayan District, North Lombok Regency, from July to November 2024, in collaboration with the Padi Subur farmer group. Agriculture in this village is dominated by dry land with low productivity and crop diversification. Farmers face challenges in cultivation that is not yet intensive and reliance on chemical inputs such as inorganic fertilizers, pesticides, and herbicides, which increase production costs and cause environmental pollution, threatening agricultural sustainability. On the other hand, livestock waste (cattle and goats) in this village has not been utilized, causing environmental impacts such as unpleasant odors from ammonia and hydrogen sulfide gases, as well as health risks. The aim of this activity was to provide knowledge and skills to farmer group members on making compost from livestock waste, to support crop diversification and sustainable agriculture. The approach used was the participatory action method, involving the community fully from planning to evaluation. The results showed a significant increase in participants' understanding, seen from their ability to explain the steps of compost making after the training. Participants' enthusiasm and active participation, both in discussions and independent practice, were also very high, indicating their great interest in managing animal waste into useful compost. This success confirms the effectiveness of interactive and practical training methods, as well as demonstrative methods, in increasing knowledge and learning motivation.
Penerapan Diversifikasi Tanaman Sebagai Strategi dalam Menghadapi Perubahan Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Sukadana Lombok Utara Jayaputra; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.178

Abstract

Iklim merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi praktik pertanian, termasuk pola tanam, waktu tanam dan serangan hama dan penyakit. Dampak perubahan iklim mengakibatkan perubahan pola hujan, kemarau lebih panjang, bergesernya waktu tanam, menurunkan kualitas lahan dan produksi tanaman yang dapat mengancam usahatani masyarakat di Desa Sukadana. Oleh karena itu, petani membutuhkan pengetahuan dan keterampilan berusahatani yang adaptif terhadap perubahan iklim. Salah satu teknologi budidaya tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim adalah diversifikasi tanaman. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di Desa Sukadana untuk dapat menerapkan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim sehingga dapat berpeluang meningkatkan penghasilan serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama bulan April-Oktober 2024. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pendekatan tindak-partisipatif (Participatory Action). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai cukup berhasil dilihat dari antusiasme dan ketekunan peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/ demplot. Hasil yang nyata ditunjukkan baik pada produktivitas tanaman maupun keanekaragaman tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan menanam secara monokultur serta menjanjikan sebagai sumber pangan bergizi untuk mendukung ketahanan pangan rumahtangga. Pendampingan yang berkelanjutan dari semua pihak terutama pemerintah setempat sangat diharapkan untuk keberlanjutan pengembangan teknologi budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim guna meningkatkan ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi keluarga, peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Sukadana.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Corn pada berbagai Dosis Pupuk NPK dan Dosis Kompos Kotoran Sapi Nanda Rohimawati; Bambang Budi Santoso; Aluh Nikmatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7620

Abstract

Jagung semi (baby corn) merupakan sayuran populer di Asia yang dipanen sebelum pembuahan dan memiliki kandungan gizi tinggi serta rendah kalori. Komoditas ini semakin diminati karena rasanya yang manis dan dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan dosis kompos kotoran sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–November 2024 di Dusun Mongge 2, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (50%, 75%, dan 100% dari rekomendasi 300 kg/ha) dan dosis kompos kotoran sapi (10, 25, dan 40 ton/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga total 27 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST dan jumlah tongkol per tanaman, khususnya pada dosis 50% (150 kg/ha) dan 75% (225 kg/ha). Kompos kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, laju pertumbuhan relatif tinggi tanaman, jumlah tongkol per tanaman, berat setiap tongkol, berat tongkol per tanaman, dan berat tongkol per meter persegi. Dosis 10 dan 25 ton/ha memberikan hasil lebih baik dibandingkan 40 ton/ha, kecuali pada jumlah tongkol. Tidak terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk NPK dan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Ayu, Candra Baiq Novianti Dili Hairunnisa Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Eka Sunarwidhi Prasedya Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Mahardhika, Baiq Eliza Prizma Mantika, Niha Hidayati Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Ogy Farenza Ilham Pandya, Lalu Wahyu Ardis Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto Sri Rahayu Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Wirawan, I Gede Putu Wirarama Wedashwara Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita