Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Silikat Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.) Pada Musim Penghujan Fina Ameliana; Aluh Nikmatullah; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi pupuk silikat cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) pada musim penghujan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebon Ayu pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2022. Rancangan percobaan yang digunakan pada percobaan ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan kosentrasi pupuk silikat cair yaitu k0 (tanpa pupuk silikat cair), k1 (konsentrasi 0,6 ml/l), k2 (konsentrasi 0,9 ml/l), k3 (konsentrasi 1,2 ml/l), k4 (konsentrasi 1,5 ml/l), dan k5 (konsentrasi 1,8 ml/l). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman Anova pada taraf nyata 5% dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5% untuk variabel yang berbeda nyata pada uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk silikat cair berpengaruh terhadap jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun, bobot basah tanaman per rumpun, bobot kering tanaman per rumpun, hasil umbi per m2, persentase umbi besar per petak dan persentase umbi kecil per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14 HST, 28 HST, 42 HST, dan 56 HST. Konsentrasi pupuk silikat cair yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik pada musim penghujan adalah konsentrasi 1,2 ml/l.
Teknik Pengolahan Pasca Panen Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) di Pabrik Japan Agriculture Cooperative (JA) Prefektur Okinawa Jepang Rinda Insani; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5649

Abstract

Tingkat kehilangan pasca panen tanaman nanas dari tingkat petani hingga ke konsumen masih tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat kehilangan tersebut adalah dengan teknik pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis teknik pengolahan pasca panen nanas di pabrik JA Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer, sekunder dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa nanas diolah oleh pabrik JA Okinawa dengan melalui tahapan proses pasca panen dan pengolahan. Proses pascapanen nanas terdiri dari pengumpulan buah dari petani dan grading. Buah nanas diolah menjadi produk primary processing, yaitu nanas kaleng dan secondary processing, yaitu selai nanas. Proses pengolahan terdiri dari pengupasan, pembersihan, pemotongan, sortasi, pengemasan, sterilisasi, pelabelan, penyimpanan dan distribusi. Pengolahan pasca panen nanas yang dilakukan JA Okinawa hampir sama dengan pengolahan nanas oleh perusahaan di Indonesia. JA Okinawa tidak melakukan proses pre-cooling atau pendinginan, berbeda dengan yang diterapkan oleh Inter-American Institute for Cooperation on Agriculture (IICA). Perbedaan tersebut disebabkan karena IICA menjual buah nanas dalam bentuk segar, sedangkan buah nanas di JA Okinawa diolah menjadi produk olahan seperti nanas kaleng dan selai nanas.
Pengaruh Kombinasi Dosis Kompos Magot dan Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Zucchini (Cucurbita pepo L.) Nia Hidayatul Aini; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis kompos magot dan kascing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman zucchini (Cucurbita pepo L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang dimulai pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancanagan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan faktor tunggal berupa kombinasi kompos magot dan kascing, yaitu A (kontrol, tanpa pemberian kompos), B( 0 g magot + 100 g kascing/tanaman), C (0 g magot + 200 g kascing/tanaman), D (0 g magot + 300 g kascing/tanaman), E (100 g magot + 0 gram/tanaman), F (100 g magot + 100 g kascing/tanaman), G (100 g magot + 200 g kascing/tanaman), H (100 g magot + 300 g kascing/tanaman), I (200 g magot + 0 g kascing/tanaman), J (200 g magot + 100 g kascing/tanaman), K (200 g magot + 200 g kascing/tanaman), L (200 g magot + 300 g kascing/tanaman).
Pengaruh Media Tanam Campuran dan Dosis Pupuk Npk 16:16:16 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.) Zahrawana Putri Yodita; Liana Suryaningsih B.; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5742

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran media tanam dan pemberian pupuk NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan bibit tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam). Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yaitu faktor pertama media tanam dengan 2 aras perlakuan tanah dan tanah + arang sekam, dan faktor kedua Pupuk NPK 16:16:16 dengan 4 aras perlakuan yaitu dosis 8, 10, 12, 14 g/polybag kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan, dilaksanakan di Green house Fakultas pertanian Universitas Mataram dari bulan Mei sampai Juni 2024. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan media tanam berpengaruh nyata (significant) terhadap parameter bobot kering tajuk, namun tidak berbeda nyata (non significant) terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tajuk, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Faktor perlakuan pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 MST dan 8 MST, tetapi tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST dan 6 MST, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Pada percobaan ini, interaksi antara faktor media tanam dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Studi Awal Perbanyakan Cacao (Theobroma cacao L.) Asal Kebun Rakyat Lombok Utara: Pertumbuhan Bibit pada Media Tanah dengan Pupuk Kandang Sapi Santoso, Bambang Budi; Ngawit, I Ketut; Jayaputra, Jayaputra
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 4 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i4.752

Abstract

Cocoa (Theobroma cacao L.) is an economically valuable crop, especially in the chocolate industry. However, cocoa seedling productivity in Indonesia faces challenges such as low-quality seedlings and suboptimal cultivation practices. This study aimed to evaluate the effect of cow manure on the growth of cocoa seedlings from smallholder farms in North Lombok, focusing on its potential as a sustainable nursery management practice. The experiment was conducted using a randomized complete block design with five treatments involving different ratios of cow manure and standard nursery media (topsoil and sand). Seedling growth parameters such as germination rate, seedling height, stem diameter, leaf number, and biomass accumulation were measured at 30, 60, and 90 days after planting. The results showed significant improvements in all growth parameters with the application of cow manure compared to the control. The best performance was observed at 300 g of cow manure per polybag, resulting in a maximum seedling height of 35.2 cm, 14.2 leaves per seedling, and a dry biomass of 34.7 g. The cow manure enhanced soil fertility, improved water retention, and supported microbial activity, contributing to better seedling vigor. In conclusion, cow manure is a viable organic amendment for cocoa seedling production, especially in resource-constrained farming systems
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK (16-16-16) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Nurfadiansih; Bambang Budi Santoso; Liana Suryaningsih B.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK (16-16-16) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2023, di Rumah Kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan dalam percobaan ini adalah motode eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu komposisi media tanam (m) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1= tanah + pupuk kandang sapi, m2= tanah + arang sekam, dan m3= tanah + pupuk kandang sapi+ arang sekam. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1= 200 kg/ha, p2= 250 kg/ha, dan p3= 300 kg/ha. Kemudian dari kedua faktor didapatkan 9 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu m1p1, m1p2, m1p3, m2p1, m2p2, m2p3, m3p1, m3p2, m3p3. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman dan bobot kering umbi bawang merah. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan perlakuan dosis pupuk NPK (16-16-16) pada semua parameter pengamatan. Hasil tanaman pada bobot segar, bobot kering dan bobot umbi bawang merah tertinggi diperoleh pada penggunaan komposisi media tanah + arang sekam.
Pengaruh Penggunaan Kompos Ampas Kelapa dan Poc Kulit Pisang terhadap Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Linda Oktavian; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos ampas kelapa dan POC kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan di Desa Aik Bukan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang dimulai pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji adalah dosis kompos ampas kelapa yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu k0 (tanpa kompos ampas kelapa) dan k1(100gram/ tanaman) dan faktor POC kulit pisang yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu p0 (tanpa POC kulit pisang), p1 (30ml/ liter air POC kulit pisang), dan p2(60ml/ liter air POC kulit pisang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kompos ampas kelapa dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 30 Hst dan jumlah daun pada umur 7 dan 14 Hst. Dan interaksi kompos amaps kelapa dan POC kulit pisang berpengaruh tidak nyata terhadap berat berangkasan segar, berat segar pucuk dan berat segar akar tanaman pakcoy.
Pengaruh Pemberian Pupuk N-P-K dan Pupuk Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Brazil (Alternanthera sisso) Toni Hermawan; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Brazil (Altenanthera sisso). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Percobaan ini terdiri dua faktor perlakuan, faktor pertama yakni pupuk bokashi yang terdiri dari tiga taraf perlakuan b1 10 ton/ha (40 g/polybag) pupuk bokashi , b2 20 ton/ha (80 g/polybag) pupuk bokashi dan b3 30 ton/ha (120 g/polybag) pupuk bokashi. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari n1 (1 g/polybag) pupuk NPK, n2 (2 g/polybag) pupuk NPK dan n3 (3 g/polybag) pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pupuk NPK dan pupuk bokashi berpegaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan bobot brangkasan kering. Secara terpisah pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot brangkasan kering, secara terpisah pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
Pengaruh Penggunaan Dosis Kompos Kotoran Kambing dan NPK Phonska terhadap Pertumbuhanan Bibit Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Pita Erika Putri; Liana Suryaningsih B.; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran kambing dan NPK Phonska serta interaksi nya terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor. Penelitian dilakukan di Dusun Jelitong, Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada April-Juni 2024. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan: pupuk kompos kotoran kambing (k1: 60 g/tanaman, k2: 70 g/tanaman, k3: 80 g/tanaman, k4: 90 g/tanaman) dan pupuk NPK Phonska (n1: 8 g/tanaman, n2: 12 g/tanaman, n3: 16 g/tanaman). Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun. Pupuk NPK Phonska berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun dan bobot kering akar. Serta tidak terdapat interaksi antara kedua pupuk terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor.
Periode Kritis Jagung (Zea mays L.) Berkompetisi dengan Gulma di Lahan Kering Ngawit, I Ketut; Santoso, Bambang Budi; Azhari , Anjar Pranggawan
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i1.858

Abstract

Research into the critical phase of weed competition in maize aims to determine weed control at the right time. The study used a randomized block design consisting of eight treatments with weed-free (WWF) and weed-free (WF) plant age periods up to 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, and 80 days after planting (DAP). Each treatment was randomly repeated in three blocks, resulting in 54 experimental units The observation parameters include weed population, dry biomass weight of weeds and maize, plant height, leaf area, ear length, ear diameter and dry weight of maize kernels per plot. Data analysis using analysis of variance and William's statistical test. The results of the study showed that the critical period for corn competition with weeds on dryland was about 20 - 30 DAP when the corn was planted. If weeds are removed after the plants are more than 30 days old, the harvest cannot be saved. Plants competing with weeds for 40, 50, 60, 70, and 80 days experienced yield reductions of 60.32%, 82.84%, 98.66%, 99.99%, and 99.99%, respectively. In contrast, plants that were only weed-free up to the age of 10, 20, and 30 days showed yield losses of 98.66%, 80.16%, and 61.40%, respectively. It is recommended to start controlling corn weeds on dry land 20 days after planting and to avoid weeding 30 days after planting.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Abdul Jafar Maring Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Aris Budianto Ayu, Candra Baiq Eliza Prizma Mahardhika Baiq Novianti Dili Hairunnisa Baiq Parasmita Tri Anjani Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Dwi Ratna Anugrahwati Eka Sunarwidhi Prasedya Eqtika Susila Dewi Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hary Haryanto Hasriani Rizki Haq Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gede Putu Wirarama Wedashwara Wirawan I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika I.D.P. MULIARTA ARYANA IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Ika Kasturi Indah Sari Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Laelatul Azomah Lalu Wahyu Ardis Pandya Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Made Sriasih Malayani Mansur Ma’shum Mantika, Niha Hidayati Miftahul Jannah Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Nihla Farida Nika Pranggana Aranda Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nur Amalia Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurul Qomariyah Ogy Farenza Ilham Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto SRI RAHAYU Sri Rahayu Sudirman Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita