Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Awal Bibit Setelah Pemeraman saat Perkecambahan Biji Dua Genotip Kakao (Theobroma cacao L.) Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara Femi Dwi Astuti; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7786

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Sebagian besar produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui pengesuaian dengan kondisi rakyat. Kualitas dan keberhasilan produksi kakao sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dua genotip kakao dan beberapa bahan pemeraman terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao, sebagai dasar pengelolaan bibit berkelanjutan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu genotip (g1 dan g2) dan bahan pemeraman (tanpa pemeraman, karung goni, kain handuk, dan kertas koran), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan dan persentase berkecambah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, serta berat segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan genotip berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Sementara itu, bahan pemeraman hanya berpengaruh nyata terhadap kecepatan berkecambah, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh pemeraman menggunakan kertas koran. Meskipun sebagian besar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, pertumbuhan tanaman tetap meningkat seiring waktu, yang menunjukkan bahwa proses fisiologis tanaman berlangsung normal di bawah kondisi tumbuh yang seragam.
Hasil Dan Nisbah Kesetaraan Lahan Dua Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.) Yang Ditumpangsarikan Dengan Kacang Tanah Di Lahan Kering Safta, Laila; Jaya, I Komang Damar; Santoso, Bambang Budi; Jayaputra, Jayaputra
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i1.587

Abstract

Drylands with limited resource support need to increase their productivity. One indicator of land productivity is the land equivalence ratio (LER). This research aimed to study the growth and yield of red chili due to the effect of varieties and peanut planting times in intercropping systems to increase dryland productivity. One experiment was conducted in Amor-amor Hamlet, Gumantar Village, Kayangan Sub-district, North Lombok Regency, from March to August 2023. The red chili varieties tested were Baja MC (hybrid) and Landung (non-hybrid). Meanwhile, peanut (Hypoma 2 variety) planting time was at the same time, one week after planting (WAP) of chili and 3 WAP. The treatments were arranged factorially using a Randomized Block Design with three replications. All component crops had monoculture treatments to calculate LER. The results showed no interaction between variety and planting time on all parameters observed. Variety had no significant effect on growth and LER but significantly affected the yield of chili. The Landung variety produced higher yields than the Baja MC variety. Planting time treatment had no significant effect on growth and LER but significantly affected the yield of chili. The planting time of peanut that produced the highest yield was 3 WAP. The intercropping of chili with peanuts at all planting times increased dryland productivity with LER values greater than 1.0
Pengaruh Pupuk Tambahan Terhadap Hasil dan Komponen Hasil Dua Varietas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) yang Ditanam di Luar Musim Yusnia Herpiani; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5190

Abstract

Budidaya tanaman cabai di musim hujan atau di luar musim tanam merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan serta untuk memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menpelajari hasil dan komponen hasil dua varietas tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim yang diberikan beberapa jenis pupuk tambahan. Varietas yang diuji adalah varietas Bara dan varietas Dewata 43. Sementara itu, pupuk tambahan yang diberikan adalah pupuk kandang ayam, pupuk daun Provit Orange dan Gromore. Semua perlakuan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok factorial dengan tiga ulangan. Tanaman cabai yang diuji diberikan pupuk anorganik NPK (15-15-15) Phonska dengan total 1200 kg/ha dan diaplikasikan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Dewata 43 memberikan hasil (berat buah per petak= 4,3 kg/5 m2) yang terbaik jika diperlakukan dengan pupuk kandang ayam dan Provit Orange, namun tidak pada perlakuan pupuk Growmore, yang justru menunjukkan hasil rendah. Varietas dan pupuk tambahan tidak mengakibatkan perbedaan yang nyata pada komponen hasil tanaman, seperti pada jumlah buah dan berat buah per tanaman.
Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Silikat Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.) Pada Musim Penghujan Fina Ameliana; Aluh Nikmatullah; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi pupuk silikat cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) pada musim penghujan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebon Ayu pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2022. Rancangan percobaan yang digunakan pada percobaan ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan kosentrasi pupuk silikat cair yaitu k0 (tanpa pupuk silikat cair), k1 (konsentrasi 0,6 ml/l), k2 (konsentrasi 0,9 ml/l), k3 (konsentrasi 1,2 ml/l), k4 (konsentrasi 1,5 ml/l), dan k5 (konsentrasi 1,8 ml/l). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman Anova pada taraf nyata 5% dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5% untuk variabel yang berbeda nyata pada uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk silikat cair berpengaruh terhadap jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun, bobot basah tanaman per rumpun, bobot kering tanaman per rumpun, hasil umbi per m2, persentase umbi besar per petak dan persentase umbi kecil per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14 HST, 28 HST, 42 HST, dan 56 HST. Konsentrasi pupuk silikat cair yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik pada musim penghujan adalah konsentrasi 1,2 ml/l.
Teknik Pengolahan Pasca Panen Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) di Pabrik Japan Agriculture Cooperative (JA) Prefektur Okinawa Jepang Rinda Insani; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5649

Abstract

Tingkat kehilangan pasca panen tanaman nanas dari tingkat petani hingga ke konsumen masih tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat kehilangan tersebut adalah dengan teknik pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis teknik pengolahan pasca panen nanas di pabrik JA Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer, sekunder dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa nanas diolah oleh pabrik JA Okinawa dengan melalui tahapan proses pasca panen dan pengolahan. Proses pascapanen nanas terdiri dari pengumpulan buah dari petani dan grading. Buah nanas diolah menjadi produk primary processing, yaitu nanas kaleng dan secondary processing, yaitu selai nanas. Proses pengolahan terdiri dari pengupasan, pembersihan, pemotongan, sortasi, pengemasan, sterilisasi, pelabelan, penyimpanan dan distribusi. Pengolahan pasca panen nanas yang dilakukan JA Okinawa hampir sama dengan pengolahan nanas oleh perusahaan di Indonesia. JA Okinawa tidak melakukan proses pre-cooling atau pendinginan, berbeda dengan yang diterapkan oleh Inter-American Institute for Cooperation on Agriculture (IICA). Perbedaan tersebut disebabkan karena IICA menjual buah nanas dalam bentuk segar, sedangkan buah nanas di JA Okinawa diolah menjadi produk olahan seperti nanas kaleng dan selai nanas.
Pengaruh Kombinasi Dosis Kompos Magot dan Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Zucchini (Cucurbita pepo L.) Nia Hidayatul Aini; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis kompos magot dan kascing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman zucchini (Cucurbita pepo L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang dimulai pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancanagan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan faktor tunggal berupa kombinasi kompos magot dan kascing, yaitu A (kontrol, tanpa pemberian kompos), B( 0 g magot + 100 g kascing/tanaman), C (0 g magot + 200 g kascing/tanaman), D (0 g magot + 300 g kascing/tanaman), E (100 g magot + 0 gram/tanaman), F (100 g magot + 100 g kascing/tanaman), G (100 g magot + 200 g kascing/tanaman), H (100 g magot + 300 g kascing/tanaman), I (200 g magot + 0 g kascing/tanaman), J (200 g magot + 100 g kascing/tanaman), K (200 g magot + 200 g kascing/tanaman), L (200 g magot + 300 g kascing/tanaman).
Pengaruh Media Tanam Campuran dan Dosis Pupuk Npk 16:16:16 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.) Zahrawana Putri Yodita; Liana Suryaningsih B.; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5742

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran media tanam dan pemberian pupuk NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan bibit tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam). Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yaitu faktor pertama media tanam dengan 2 aras perlakuan tanah dan tanah + arang sekam, dan faktor kedua Pupuk NPK 16:16:16 dengan 4 aras perlakuan yaitu dosis 8, 10, 12, 14 g/polybag kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan, dilaksanakan di Green house Fakultas pertanian Universitas Mataram dari bulan Mei sampai Juni 2024. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan media tanam berpengaruh nyata (significant) terhadap parameter bobot kering tajuk, namun tidak berbeda nyata (non significant) terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tajuk, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Faktor perlakuan pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 MST dan 8 MST, tetapi tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST dan 6 MST, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Pada percobaan ini, interaksi antara faktor media tanam dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK (16-16-16) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Nurfadiansih; Bambang Budi Santoso; Liana Suryaningsih B.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK (16-16-16) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2023, di Rumah Kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan dalam percobaan ini adalah motode eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu komposisi media tanam (m) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1= tanah + pupuk kandang sapi, m2= tanah + arang sekam, dan m3= tanah + pupuk kandang sapi+ arang sekam. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1= 200 kg/ha, p2= 250 kg/ha, dan p3= 300 kg/ha. Kemudian dari kedua faktor didapatkan 9 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu m1p1, m1p2, m1p3, m2p1, m2p2, m2p3, m3p1, m3p2, m3p3. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman dan bobot kering umbi bawang merah. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan perlakuan dosis pupuk NPK (16-16-16) pada semua parameter pengamatan. Hasil tanaman pada bobot segar, bobot kering dan bobot umbi bawang merah tertinggi diperoleh pada penggunaan komposisi media tanah + arang sekam.
Pengaruh Penggunaan Kompos Ampas Kelapa dan Poc Kulit Pisang terhadap Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Linda Oktavian; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos ampas kelapa dan POC kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan di Desa Aik Bukan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang dimulai pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji adalah dosis kompos ampas kelapa yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu k0 (tanpa kompos ampas kelapa) dan k1(100gram/ tanaman) dan faktor POC kulit pisang yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu p0 (tanpa POC kulit pisang), p1 (30ml/ liter air POC kulit pisang), dan p2(60ml/ liter air POC kulit pisang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kompos ampas kelapa dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 30 Hst dan jumlah daun pada umur 7 dan 14 Hst. Dan interaksi kompos amaps kelapa dan POC kulit pisang berpengaruh tidak nyata terhadap berat berangkasan segar, berat segar pucuk dan berat segar akar tanaman pakcoy.
Pengaruh Pemberian Pupuk N-P-K dan Pupuk Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Brazil (Alternanthera sisso) Toni Hermawan; Novita Hidayatun Nufus; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Brazil (Altenanthera sisso). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Percobaan ini terdiri dua faktor perlakuan, faktor pertama yakni pupuk bokashi yang terdiri dari tiga taraf perlakuan b1 10 ton/ha (40 g/polybag) pupuk bokashi , b2 20 ton/ha (80 g/polybag) pupuk bokashi dan b3 30 ton/ha (120 g/polybag) pupuk bokashi. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari n1 (1 g/polybag) pupuk NPK, n2 (2 g/polybag) pupuk NPK dan n3 (3 g/polybag) pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pupuk NPK dan pupuk bokashi berpegaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan bobot brangkasan kering. Secara terpisah pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot brangkasan kering, secara terpisah pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Ayu, Candra Baiq Novianti Dili Hairunnisa Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Eka Sunarwidhi Prasedya Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Mahardhika, Baiq Eliza Prizma Mantika, Niha Hidayati Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Ogy Farenza Ilham Pandya, Lalu Wahyu Ardis Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto Sri Rahayu Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Wirawan, I Gede Putu Wirarama Wedashwara Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita