Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Dosis Kompos Kotoran Kambing dan NPK Phonska terhadap Pertumbuhanan Bibit Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Pita Erika Putri; Liana Suryaningsih B.; Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran kambing dan NPK Phonska serta interaksi nya terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor. Penelitian dilakukan di Dusun Jelitong, Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada April-Juni 2024. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan: pupuk kompos kotoran kambing (k1: 60 g/tanaman, k2: 70 g/tanaman, k3: 80 g/tanaman, k4: 90 g/tanaman) dan pupuk NPK Phonska (n1: 8 g/tanaman, n2: 12 g/tanaman, n3: 16 g/tanaman). Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun. Pupuk NPK Phonska berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot segar akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun dan bobot kering akar. Serta tidak terdapat interaksi antara kedua pupuk terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor.
Pengaruh Dosis Pupuk Phonska 15-15-15 dan Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Rahmatul Ummah; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6626

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman sayuran yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Tingginya permintaan dan kebutuhan menyebabkan cabai besar menjadi komoditas penting dan strategis di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman cabai besar yaitu dengan melakukan pemupukan dan pemberian konsentrasi Paclobutrazol baik itu pemberian dari akar maupun daun. Penelitian ini bertujuan diantaranya yaitu: untuk mengetahui interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar; untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Phonska 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar dan untuk pengetahui pengaruh konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022-Februari 2023 di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk phonska (A) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha (A0), 400 kg/ha (A1), 800 kg/ha (A2) dan 1.200 kg/ha urea (A3). Faktor kedua adalah konsentrasi Paclobutrazol (B) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu: 0 ppm (B0), 100 ppm (B1) dan 500 ppm (B2). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Faktor tunggal dosis pupuk Phonska berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Sedangkan faktor tunggal konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata pada hampir semua parameter pengamatan.
Pengaruh Dosis Urea dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Lili Supriatin; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urea dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.), untuk mengetahui pengaruh dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dan untuk mengetahui pengaruh konsesntrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai dengan bulan maret 2024, di desa Pringgasela selatan, kecamatan Pringgasela kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha urea (N0), 150 kg/ha urea (N1), 250 kg/ha urea (N2) dan 300 kg/ha urea (N3). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT Hantu (Z) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu: 0 ml/l air ZPT (Z0), 2 ml/l air ZPT (Z1), 4 ml/l air ZPT (Z2) dan 6 ml/l air ZPT (Z3). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan dan diperoleh sebanyak enam belas kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi urea dan ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata pada hasil tanaman bawang yaitu pada tinggi tanaman, bobot segar dan bobot kering tanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha urea dan 4 ml/L ZPT. Urea berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan dosis perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha. ZPT berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan konsentrasi terbaik yaitu 6 ml/L.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Corn pada berbagai Dosis Pupuk NPK dan Dosis Kompos Kotoran Sapi Nanda Rohimawati; Bambang Budi Santoso; Aluh Nikmatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7620

Abstract

Jagung semi (baby corn) merupakan sayuran populer di Asia yang dipanen sebelum pembuahan dan memiliki kandungan gizi tinggi serta rendah kalori. Komoditas ini semakin diminati karena rasanya yang manis dan dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan dosis kompos kotoran sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–November 2024 di Dusun Mongge 2, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (50%, 75%, dan 100% dari rekomendasi 300 kg/ha) dan dosis kompos kotoran sapi (10, 25, dan 40 ton/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga total 27 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST dan jumlah tongkol per tanaman, khususnya pada dosis 50% (150 kg/ha) dan 75% (225 kg/ha). Kompos kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, laju pertumbuhan relatif tinggi tanaman, jumlah tongkol per tanaman, berat setiap tongkol, berat tongkol per tanaman, dan berat tongkol per meter persegi. Dosis 10 dan 25 ton/ha memberikan hasil lebih baik dibandingkan 40 ton/ha, kecuali pada jumlah tongkol. Tidak terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk NPK dan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn.
Pertumbuhan Awal Bibit Setelah Pemeraman saat Perkecambahan Biji Dua Genotip Kakao (Theobroma cacao L.) Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara Femi Dwi Astuti; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7786

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Sebagian besar produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui pengesuaian dengan kondisi rakyat. Kualitas dan keberhasilan produksi kakao sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dua genotip kakao dan beberapa bahan pemeraman terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao, sebagai dasar pengelolaan bibit berkelanjutan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu genotip (g1 dan g2) dan bahan pemeraman (tanpa pemeraman, karung goni, kain handuk, dan kertas koran), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan dan persentase berkecambah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, serta berat segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan genotip berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Sementara itu, bahan pemeraman hanya berpengaruh nyata terhadap kecepatan berkecambah, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh pemeraman menggunakan kertas koran. Meskipun sebagian besar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, pertumbuhan tanaman tetap meningkat seiring waktu, yang menunjukkan bahwa proses fisiologis tanaman berlangsung normal di bawah kondisi tumbuh yang seragam.
Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Lokal Kakao (Theobroma cacao) Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara (KLU) Indri Sulmayani; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/aebpfh04

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan tanaman penting bagi perekonomian Indonesia, dengan permintaan yang terus meningkat. Namun, luas areal dan produktivitas kakao mengalami penurunan. Sebagian besar kakao dikelola oleh perkebunan rakyat (98,86%), yang menggunakan sumber daya lokal secara sederhana. Tantangan utama dalam meningkatkan produksi adalah penyediaan bibit berkualitas. Salah satu faktor peting untuk pertumbuhan bibit tanaman Adalah media tanam. Media tanam merupakan sumber nutrisi bagi tanaman yang sangat penting dalam keberhasilan pembibitan kakao. Media tanam yang baik akan menghasilkan bibit yang berkualitas hingga menghasilkan tanaman yang optimal saat memasuki fase produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit lokal kakao di Kabupaten Lombok Utara, yang dikenal sebagai pusat produksi kakao di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan: m0 (kontrol), m1 (seresah kakao), m2 (pupuk kandang kambing), dan m3 (kulit kopi), terdapat lima ulangan pada masing-masing perlakuan. Penelitian berlangsung dari Februari hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa media tanam m1 (seresah kakao) secara konsisten memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kakao, termasuk tinggi tanaman, jumlah dan luas daun, biomassa akar dan tajuk, serta indeks kualitas bibit. Manfaat praktisi dapat digunakan sebagai materi edukasi dan pelatihan bagi petani. Memberikan pengetahuan bagi petani bahwa limbah seresah kakao memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai media tanam sehingga limbah kakao tidak menjadi pemicu hama dan penyakit tanaman.
Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Stek Batang: Pengaruh Panjang dan Diameter Stek Santoso, Bambang Budi; Hasnam, ,; Hariyadi, ,; Susanto, Slamet; Purwoko, Bambang Sapta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.036 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i3.1385

Abstract

Since physic nut (Jatropha curcas L.) is heterozygous, sexual propagation results in great genotypic and phenotypic variability. Development of efficient techniques for asexual propagation would benefit the nursery industry as this would lead to selection and production of particular clones with desirable characteristics. Therefore, two following studies were conducted from September until December 2007.  The objective was develop a protocol for vegetative propagation of physic nut by stem cutting in different size of cutting. The first experiment was dealt with stem cutting length (20 cm, 25 cm, and 30 cm) at the same size of diameter (2.5-3.0 cm), and the second experiment was dealt with diameter of stem cutting (3 cm, 2.5-2.9 cm, 2.0-2.4 cm, and 1.5-1.9 cm) at the same size of length (30 cm). Each of experiment was designed in Completely Randomized Design with three replications. Each experimental unit consisted of 25 seedlings. The result showed that cutting growth varied depending on length and diameter of stem cutting. However, better seedling growth and better survival of young plant of physic nut can be obtained from stem cutting with 20-30 cm in length and stem cutting with 2.0-2.9 cm in diameter.   Key words: cutting diameter, cutting length, Jatropha, survival, transplanting
Hasil Biji dan Kadar Minyak Jarak Kepyar Lokal Beaq Amor (Ricinus communis L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Batang Utama Santoso, Bambang Budi; Sudika, I Wayan; Jaya, I Komang Damar; Aryana, I Gusti Putu Muliarta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.526 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i3.9183

Abstract

ABSTRACTSuccessful castor (Ricinus communis L.) cropping depends on the reliability of production technique. Branching is a useful agronomic trait because infloresence developed at each branch’s terminal. Pruning is considered as an important technique for branching stimulation. This study attempted to elucidate the effect of main stem pruning on the yield of Beaq Amor local variety of castor (Ricinus communis L.) with short cultivation system. The experiment was conducted on dry land area of Amor-Amor, North Lombok, West Nusa Tenggara during February-July 2011 and was arranged in a single-factor randomized complete block design with three replications. The treatments were four types of pruning (i.e. no pruning, main stem pruning at 30 days after planting, 45 days after planting, and 60 days after planting). The results showed that the effect of pruning was significant on dry seed yield and was not significant on kernel oil content. Pruning at 30 days old and 45 days old plant yielded in the highest dry seed weight (374.9-387.8 g tree-1 or 943.0-974.3 kg ha-1) with oil content of 62.2%.Keywords: branching, canopy, dry seed, Ricinus communis L.
Keragaan F1 dan Heterosis Karakter Agronomis pada Beberapa Persilangan Padi Beras Merah Muliarta Aryana, I Gusti Putu; Ketut Sudarmawan, Anak Agung; Santoso, dan Bambang Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.02 KB) | DOI: 10.24831/jai.v45i3.12247

Abstract

Study on the effect of heterosis is important in order to find potential parent for creating a new superior variety. This research was aimed to study the phenotipic expression of F1 and heterosis on agronomics characters some crossed red rice. Experiment was done at a paddy field in Nyurlembang, West Lombok, West Nusa Tenggara during August–November 2016, and it was arranged in a randomized block design of 12 genotypes as treatment with five replications. Genotypes evaluated were Fatmawati, IPB3S, G9(F2BC4P19-36), F1-Fatmawati/Inpago Unram-I, F1-Fatmawati/G9, F1-IPB 3S/Inpago Unram-I, F1-IPB 3S/G9, F1-Inpago Unram-I/Fatmawati, F1-G9/Fatmawati, F1-Inpago Unram-I/IPB 3S, and F1-G9/IPB 3S. The results showed that based on the F1 phenotipic performances and heterosis on grain weight per hills, yield, 1000 grain weight, number of grain per panicle, length of panicle, number of productive tiller per hill, and time of flowering, there were three genotypes that had a semi ideal type of red rice with high yield potential. The genotypes were F1-Fat/G9, F1-Inpago Unram-I/IPB 3S, and F1-IPB 3S/Inpago Unram-I.Keywords: diversity, agronomic, yield, red rice
Keragaan Hasil Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Yield of Jatropha curcas L. at Different Pruning Time Santoso, Bambang Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.271 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i1.14940

Abstract

Seed and oil production of physic nut (Jatropha curcas) is the function of planting material, growing condition, and alsocanopy architecture maintenance. The objective of the research was to determine the effect of pruning time on yield of physicnut. An experiment was conducted from November 2007 to November 2010 in North Lombok, West Nusa Tenggara using WestLombok genotype. The experimental design was randomized block design with three replications. There were four treatmentsi.e. a) without pruning, b) pruning at planting time, c) pruning of 1-year old trees at dormance period (after harvesting), andd) pruning of 2-years old trees at dormancy period (after harvesting). Results showed that development and maintenance ofphysic nut canopy is one of important agronomic practices to obtain high seed production. The best time for pruning during3-years production cycle was at the end of harvest of 1-year old trees which could yield more than 4 tonnes seed ha-1 .
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Ayu, Candra Baiq Novianti Dili Hairunnisa Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Eka Sunarwidhi Prasedya Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Mantika, Niha Hidayati Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Ogy Farenza Ilham Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto Sri Rahayu Sukartono Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita