p-Index From 2021 - 2026
9.375
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Prima Journal of Health Science and Prevention Majalah Kedokteran Andalas Unnes Journal of Public Health Journal of Health Sciences Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Media Kesehatan Masyarakat Media Gizi Kesmas Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Public Health Innovation (JPHI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) International Journal of Patient Safety and Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kebijakan Pelaksanaan Imunisasi Rutin pada Anak sebelum dan selama Pandemi Juliarizky Shinta Dewi; Dhamanti, Inge
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.435 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i3.490

Abstract

Imunisasi rutin merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terjadwal untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak. Sayangnya selama masa pandemi COVID-19 cakupan imunisasi rutin pada anak menurun karena kekhawatiran orang tua membawa anaknya ke pelayanan kesehatan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kebijakan pelayanan imunisasi rutin sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kebijakan pelayanan imunisasi rutin sebelum dan selama pandemi COVID-19. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan, dan petunjuk teknis pelaksanaan imunisasi selama pandemi COVID-1-9. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan dalam kebijakan pelaksanaan imunisasi sebelum dan selama pandemi COVID-19. Perbedaan kebijakan terdapat pada ketentuan ruangan, waktu pelayanan, tugas dan peran petugas imunisasi, pelayanan khusus, serta strategi komunikasi. Selain itu, dari penelitian diketahui bahwa kebijakan imunisasi selama pandemi COVID-19 lebih rinci dan menekankan protokol kesehatan. Kesimpulan yang diperoleh adalah pemerintah telah memberikan pedoman untuk pelaksanaan imunisasi selama pandemi sehingga orang tua tidak perlu khawatir untuk mengantar anak ke pelayanan kesehatan agar cakupan imunisasi dapat kembali terpenuhi.
Knowledge And Attitude Towards Medication Safety: Study From Religion Based Hospital Nokky Farra Fazria; Inge Dhamanti
Jurnal Kesehatan Prima Vol 17, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v17i1.1143

Abstract

The most prevalent patient safety incident in hospitals is medication errors. It is avoidable by a variety of safe treatment approaches known as medical safety. The topic of this research is the high rate of medical errors at 'X' Hospital Tuban in East Java, Indonesia, which accounted for 53.3% of all patient safety occurrences. The goal of this study was to investigate the impact of health workers' knowledge and attitudes on drug safety implementation at 'X' Hospital Tuban. Pharmacists, pharmaceutical technical staff, nurses, and midwives participated in an analytical cross-sectional study with 74 samples. Because of the COVID-19 outbreak, data was collected using an online survey. The survey was based on WHO's 5 Medication Safety Moments. To investigate effect identification, the Fisher's test method was applied. This survey received 87.8% response rate. The following characteristics were shared by the participants: 55.4% are nurses, 75.4% are between the ages of 26 and 36, 86.2% are female, and 36.9% work in an inpatient unit. The average score for medication safety knowledge, attitude, and implementation for each health worker was Good. The correlation coefficient (p = 0.000) between knowledge and drug safety implementation is 0.503. The correlation coefficient (p = 0.000) between attitude and drug safety implementation is 0.508. According to the findings of this study, drug safety knowledge, attitude, and implementation are all satisfactory. Medication safety knowledge and attitudes can aid in the implementation of medication safety. Suggestion for medical professionals, and 'X' Hospital Tuban is working on new pharmaceutical safety precautions.
Factors Affecting Nurses in Implementing Patient Safety in Hospitals: A Literature Review Adinda Nur Salsabila; Inge Dhamanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 01 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i01.3958

Abstract

Patient safety is the most important indicator in the healthcare system that is expected to be a reference for producing ideal healthcare services and reducing patient incidents. The nurse factors are the main factor related to patient safety because nurses interact more often with patients. This study aims to identify the factors influencing nurses implementing patient safety in hospitals. This article was a literature review with a descriptive approach by collecting several journals and articles from the Indonesia One Search and Google Scholar databases with specified inclusion criteria. Based on the results of a review of six articles shows that several factors influence nurses in implementing patient safety, including age, attitude, knowledge, work motivation, workload, length of work, supervision, and organizational culture. The implementation of patient safety goals by nurses in hospitals can be categorized as either good or bad because several factors influence it. For this reason, the coordination of the hospital must carry out activities to strengthen the factors that affect nurses so that patient safety can be adequately implemented.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: Literature Review Adinda Nur Salsabila; Inge Dhamanti
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13740

Abstract

Pendahuluan: Patient Safety merupakan parameter utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang ideal dan menurunkan insiden bagi pasien. Faktor perawat menjadi faktor utama yang berkaitan dengan keselamatan pasien, karena perawat lebih sering berinteraksi dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi perawat dalam penerapan keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan beberapa jurnal dan artikel dari database Indonesia One Search dan Google Scholar dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil: Dari hasil telaah enam literatur, menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi perawat dalam penerapan keselamatan pasien, meliputi usia, sikap, pengetahuan, motivasi kerja, beban kerja, lama kerja, supervisi, dan budaya organisasi. Kesimpulan: Penerapan sasaran keselamatan pasien oleh perawat di rumah sakit dapat dikategorikan baik dan kurang baik karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Untuk itu diperlukan adanya koordinasi dari pihak rumah sakit agar melaksanakan kegiatan untuk memperkuat faktor – faktor yang berpengaruh pada perawat sehingga keselamatan pasien dapat diimplementasikan dengan baik.
ANALISIS PELAKSANAAN TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS: LITERATURE REVIEW Fransiska Oktavia Puteri; Inge Dhamanti; Hengky Irawan
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.481

Abstract

Pendahuluan: Isu keselamatan pasien di puskesmas harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi puskesmas. Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien merupakan pedoman bagi puskesmas untuk melaksanakan program keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas dilihat dari penerapan terhadap tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Metodologi: Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan GARUDA menggunakan kata kunci “Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien” DAN “Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas”. Total temuan artikel sebanyak 51, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu penelitian kualitatif, primary source, topik penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien, dan lokasi penelitian adalah Puskesmas. Hasil: Terdapat total studi 5 puskesmas dari 5 artikel yang digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang telah melaksanakan penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Apabila ditinjau dari setiap langkahnya, terdapat contoh penerapan pada masing - masing langkah menuju keselamatan pasien. Namun, penerapan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh kelima puskesmas yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Kesimpulan: Penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh puskesmas. Langkah yang paling banyak diterapkan oleh puskesmas adalah langkah enam dan langkah tujuh, yaitu melakukan investigasi insiden dengan Root Cause Analysis (RCA) dan melaksanakan evaluasi dan pemberian solusi dalam pencegahan insiden serta melaksanakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien
Comparison of Hospital Emergency Room Management Regulations in Indonesia Before and During The COVID-19 Pandemic: Literature Study Luckyta Ayu Puspita Sari; Inge Dhamanti
Media Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Media Kesehatan Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v4i3.7739

Abstract

The emergency room is the main gateway for the spread of viruses and diseases, both between patients and between patients and medical personnel. WHO said that in the era of the COVID-19 pandemic, the highest risk of spreading COVID-19 was in the emergency room due to the high mobility of the emergency room, but the patient's disease had not been fully detected, so that the prevention of this disease was carried out through efforts to change the management of the hospital's emergency room. This research was conducted in order to find out the efforts made by the government through a comparison was made between the policy settings for hospital emergency rooms before during the COVID-19 pandemic which included entry flows, service procedures, zone mapping, and the distribution of health human resources in hospital emergency rooms. The new regulations for hospital emergency rooms during the COVID-19 pandemic regulate facilities and infrastructure in the emergency room as well as management of health human resources that adapt to the conditions of the COVID-19 pandemic in Indonesia. The new regulation also requires health screening and the application of health protocols, supporting examinations (swab tests), and the flow of patient examinations in the emergency room which refers to the guidelines of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia and guidelines from the CDC. The implementation of the new regulations is a form of responsive and adaptive attitude of hospitals in Indonesia to the conditions of the COVID-19 pandemic.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PEREKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) F. Himmatul Aliyah; Inge Dhamanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18474

Abstract

Petugas rekam medis berperan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit. Kepuasan kerja dari petugas rekam medis akan mempengaruhi kinerja dari petugas sehingga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Rendahnya kinerja unit rekam medis menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat sehingga kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dapat menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja petugas rekam medis di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review. Strategi penelusuran artikel sesuai topik penelitian dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “factor” AND “job satisfaction” AND “medical record officer” OR “medical record unit” AND “hospital” dan kriteria inklusi pada tahun 2019-2023. Total temuan artikel sebanyak 257 artikel, tetapi hanya 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat total studi pada dua negara, yaitu Indonesia dan Polandia. Faktor paling banyak ditemukan yaitu faktor lingkungan kerja terkait kondisi kerja dan fasilitas kerja yang tidak memadai menyebabkan ketidakpuasan pada petugas rekam medis. Faktor kedua yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja adalah kompensasi atau penghargaan yang diberikan. Kemudian, dilanjutkan karena faktor beban kerja yang berlebihan dan menyebabkan stress kerja sehingga menurunkan kepuasan dari petugas rekam medis. Berdasarkan studi literatur, dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja petugas rekam medis di rumah sakit dikategorikan menjadi 2 faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Pengukuran Budaya Keselamatan Pasien di Pelayanan Kesehatan Primer: Literature Review Davina Mutia; Inge Dhamanti
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss2.1343

Abstract

Background: Patient safety research has primarily focused on hospitals, despite the fact that patient safety incidents in primary care are quite common. Patient safety incident in primary care caused by the implementation of patient safety culture has not been widely applied. Measuring patient safety culture can improve primary care patient safety and decrease patient safety incidents. Objective:  To identify patient safety culture dimensions with low scores that require improvement in primary care. Methods: Article searches were conducted through the PubMed and ScienceDirect databases using the keywords “patient safety” AND “safety culture” AND “primary care”. A total of 199 articles were found, and only 10 articles fit the inclusion criteria. Results:  The SAQ-AV, MOSPSC, and HSOPSC patient safety culture measurement instruments were used in 242 primary healthcare settings across eight countries. According to research, each primary care setting has aspects of patient safety culture that could be improved. The dimensions of working conditions, work pressure and pace, and non-punitive response to error were the most frequently observed. Conclusion: The dimensions of management perception, working conditions, job satisfaction, work pressure, and speed, leadership support, staff training, incident reporting frequency, staffing, non-blame response, and hands-off and transition have low scores and require improvement in measuring patient safety culture.
Instrument for Measuring Patient Safety Culture: Literature Review Yumna Nur Millati Hanifa; Inge Dhamanti
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 10 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v10i2.11253

Abstract

The implementation of safe and quality care with attention to patient safety, requires organization’s effort to create and cultivating patient safety culture. The purpose of this article was to map the instruments used in measuring patient safety culture in healthcare organizations. The method used integrated literature review from various sources of research articles published from 2015 to 2020. The article included if it was available in full text and open access as well as articles described the instruments of patient safety culture or measurement of patient safety culture using one of the instruments of measurement of patient safety culture. The results of the literature review unravel the findings of three instruments such as HSOPSC (Hospital Survey on Patient Safety Culture), MaPSaF (Manchester Patient Safety Assessment Framework) and SAQ (Safety Attitudes Questionnaire). We concluded all three instruments contained four dimensions of patient safety culture, namely open culture, just culture, reporting culture and learning culture and were widely used to measure patient safety culture in hospitals, primary health facilities and other health facilities.
Faktor-faktor Determinan Kepatuhan terhadap Implementasi Surgical Safety Checklist di Rumah Sakit: Literature Review Audrey Louissia Herman; Inge Dhamanti
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i1.34282

Abstract

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Bedah Sentral masih sering ditemukan hingga saat ini. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya insiden tersebut adalah ketidakpatuhan staf bedah dalam mengimplementasikan surgical safety checklist. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor determinan kepatuhan terhadap implementasi surgical safety checklist di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analytic. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “patient safety incident” OR “adverse event” AND “surgical safety checklist” AND “compliance” AND “hospital”. Jumlah artikel yang ditemukan adalah sebanyak 732 artikel, tetapi hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan di 9 negara dan ditemukan fakta bahwa terdapat beberapa faktor determinan terkait kepatuhan terhadap implementasi surgical safety checklist. Faktor-faktor determinan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 4 faktor, yaitu faktor surgical safety checklist itu sendiri, faktor individu, faktor tim, dan faktor organisasi. Faktor determinan kepatuhan terhadap implementasi surgical safety checklist paling banyak berasal dari dalam diri individu staf bedah. Oleh karena itu, standar prosedur operasional, pelatihan, pendidikan, komunikasi, sistem manajemen rumah sakit, pemantauan, serta evaluasi perlu diperbaiki dan dikembangkan dengan melibatkan kerja sama di seluruh tingkatan manajemen.
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Asterix, Ayu Astiria Maya Audrey Louissia Herman Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Larasati, Andryani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Melania, M. Karomah Nastiti Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Murtiningtyas, Randa Arnika Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi Nuria, Shinta Nyoman Anita Damayanti Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira rifa, fabrella Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sari, Rima Putri Permata Shafira, Risma Ainun Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yumna Nur Millati Hanifa