p-Index From 2021 - 2026
10.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Prima Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Majalah Kedokteran Andalas Unnes Journal of Public Health Journal of Health Sciences Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Media Kesehatan Masyarakat Media Gizi Kesmas Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Public Health Innovation (JPHI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) eJournal Kedokteran Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) International Journal of Patient Safety and Quality Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN FASILITAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Yulinda, Renicke Titania; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54797

Abstract

Pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dalam praktiknya sering kali terjadi kerusakan fasilitas yang dapat membahayakan pasien. Rumah sakit harus selalu memastikan dan mengoptimalkan fungsi fasilitas dengan melakukan pemeliharaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Artikel ini merupakan artikel dengan sistem literature review. Data dikumpulkan dengan melakukan pencarian menggunakan Google Scholar. Data diperoleh secara naratif kemudian dianalisis secara sistematik berdasarkan kesamaan dan temuan utama. Didapatkan 7 artikel yang relevan kemudian yang kemudian dipilih. Menunjukkan bahwa tiga dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang cukup baik. Hal tersebut karena pemeliharaan perawat rumah sakit yang baik, teknisi telah mengikuti pelatihan sehingga dapat mengoptimalkan dengan baik, adanya SOP yang dipatuhi, dan sebagainya. Kemudian empat dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang harus dilakukan perbaikan. Hal tersebut didasari oleh kerusakan, pemeliharaan belum optimal, kesalahan penggunaan yang memperparah kerusakan, dan alat yang sudah tua. Rumah sakit harus memastikan fasilitas yang ada di rumah sakit dapat bekerja secara optimal, aman, dan tidak membahayakan keselamatan. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian secara berkelanjutan dengan melaksanakan pemeliharaan fasilitas di rumah sakit.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP WAKTU TUNGGU PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN Adiva Husniyah Ali, Adiva; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55010

Abstract

Instalasi yang pertama kali dikunjungi oleh masyarakat saat datang ke rumah sakit umumnya adalah Instalasi Rawat Jalan. Rawat jalan menjadi tujuan utama karena sebagian besar masyarakat melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit yang dirasakan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (2022), sekitar 60–70% pasien rumah sakit mengakses layanan rawat jalan sebagai pintu masuk pertama ke sistem kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan untuk mengurangi waktu tunggu pasien, sehingga penyakit dapat segera diatasi. Salah satu upaya untuk mendukung percepatan pelayanan tersebut adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), yaitu salinan digital dari catatan medis pasien yang dapat diakses dengan cepat oleh tenaga kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sebelum dan sesudah penerapan rekam medis elektronik terhadap waktu tunggu pasien di instalasi rawat jalan. Kajian ini menggunakan metode literature review yang menggunakan database PubMed, Google Scholar dan ScienceDirect dari tahun 2020-2025, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, ditelusuri untuk mengidentifikasi studi yang menyelidiki pengaruh penerapan RME terhadap lama waktu tunggu pasien di rawat jalan. Artikel yang ditemukan diseleksi berdasarkan relevansi topik dan kualitas metodologi, serta data yang diekstraksi dianalisis menggunakan pendekatan naratif dan mengikuti alur PRISMA. Total temuan artikel sebanyak 410, namun hanya 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan 7 artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa penerapan Rekam Medis Elektronik telah mengurangi waktu tunggu pada pasien di rumah sakit khususnya instalasi rawat jalan. Penerapan sistem RME di setiap fasilitas kesehatan khususnya pada instalasi rawat jalan dapat mengurangi waktu tunggu dibandingkan dengan sebelum penerapan RME. Hal ini membuktikan bahwa penerapan RME dalam pelayanan di instalasi rawat jalan dapat meningkatkan efisiensi dan berdampak positif terhadap kualitas layanan fasilitas kesehatan instalasi rawat jalan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN INSIDEN PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT : KAJIAN LITERATUR Oktavia, Wildya Syauqi; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55931

Abstract

Menurut WHO 2023, sekitar 1 dari 10 pasien mengalami cedera dalam perawatan kesehatan, dan lebih dari 3 juta kematian terjadi setiap tahun akibat perawatan yang tidak aman. Selama tahun 2023, dari 3145 RS yang tersebar di 34 kabupaten kota di Indonesia, terjadi 5710 insiden keselamatan pasien (KTD: 5364, sentinel: 346). Insiden KTD terbanyak dilaporkan di bulan Maret 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Agustus 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Juni 2023. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan terhadap penurunan angka kejadian pasien jatuh di rumah sakit melalui input, process, dan output.  Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur dari dua belas jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, yang diperoleh melalui PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci prevensi pasien jatuh DAN manajemen DAN rumah sakit pada jurnal nasional, sedangkan pada jurnal internasional menggunakan kata kunci prevention of patient falls AND management AND hospital. Penelitian menunjukkan bahwa komponen input terdiri dari pengetahuan dan sikap perawat, supervisi kepala ruangan, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Input tersebut akan mempengaruhi proses yang terdiri dari pelatihan interprofesional, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pelaksanaan asesmen risiko jatuh secara teratur. Lalu, pada output terdapat peningkatan motivasi perawat dan penurunan insiden jatuh menjadi indikator efektivitas fungsi manajemen Studi ini menunjukkan bahwa melalui input, process, dan output yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi sangat penting untuk mencegah pasien jatuh di rumah sakit.
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) Hidayah, Nurul; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56598

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan komponen yang penting dalam pengelolaan data dan informasi di rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Dengan meningkatnya jumlah data dan kompleksitas layanan kesehatan, penerapan SIMRS menjadi semakin krusial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi RS dalam implementasi SIMRS di rumah sakit, serta memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana rumah sakit dapat memanfaatkan sistem ini untuk meningkatkan kinerja dan mutu layanan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan yang sistematis. Pencarian jurnal dilakukan melalui dua database utama, yaitu Google Scholar dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci yang sesuai dengan topik. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Dari analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa SIMRS dapat meningkatkan kualitas layanan, mempercepat pengolahan data, dan mendukung pengambilan keputusan. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya pelatihan, infrastruktur yang tidak memadai, dan resistensi terhadap perubahan dari staf. SIMRS memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan rumah sakit. Untuk memanfaatkan potensi ini secara optimal, tantangan yang ada perlu diatasi melalui pelatihan, peningkatan infrastruktur, dan dukungan manajerial yang lebih baik. Keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada aspek sumber daya manusia dan organisasi.
Studi Literatur: Analisis Efektivitas Layanan Antar Obat Rumah Sakit Agastyaning Dwi Ilma Binendra; Inge Dhamanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.11118

Abstract

Medication delivery services in hospitals represent a growing pharmaceutical innovation in Indonesia, particularly as a response to the COVID-19 pandemic and the increasing demand for efficient, patient-centered healthcare. This article is a literature review using a systematic approach that analyzes 15 scientific articles published in the last five years to evaluate the effectiveness of medication delivery services implemented in various hospitals across Indonesia. The findings indicate that these services have positively contributed to improving patient satisfaction, hospital pharmaceutical logistics efficiency, and treatment continuity, especially among patients with chronic conditions. However, several implementation challenges persist, including limited human resources, suboptimal integration of hospital information systems, and delays in reimbursement from the national health insurance (BPJS). Therefore, strengthening digital infrastructure, enhancing the capacity of pharmaceutical personnel, and ensuring sustainable healthcare financing policies are essential to support the long-term effectiveness of these services within hospital management systems.
Analisis Implementasi Identifikasi Pasien di Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien di Indonesia. Randa Arnika Murtiningtyas; Inge Dhamanti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.313-317

Abstract

Latar Belakang:Implementasi program keselamatan pasien yang baik dalam rumah sakit memiliki tujuan agar mengurangi serta melakukan pencegahan terjadinya kasus keselamatan pasien. Identifikasi pasien ialah salah satu sasaran pada keselamatan pasien yang memiliki tujuan untuk mendukung reparasi distingtif pada implementasi identifikasi pasien. Selain itu masih banyaknya ditemukan insiden keselamatan pasien terkait kesalahan identifikasi pasien di Indonesia yang dapat berdampak merugikan pada pasien. Tujuan:Bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia berdasarkan elemen akreditasi. Metode: Teknik yang dipakai dalam penulisan artikel ini menggunakan literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda maupun Science Direct dengan kata kunci "identifikasi pasien”, "implementasi”, "rumah sakit” serta "Indonesia”.Syarat inklusi dari pencarian data artikel ini ialah artikel berbentuk penelitian yang dilaksanakan dalam Indonesia, artikel dipublikasikan dari tahun 2015 sampai 2020, berupa original artikel dan full text. Hasil:Analisis berdasarkan elemen akreditasi identifikasi pasien menunjukkan rata-rata rumah sakit sudah memiliki regulasi dan prosedur yang mengatur tentang identifikasi pasien tetapi nyatanya yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan  regulasi yang sudah ditentukan, sehingga pelaksanaan identifikasi secara keseluruhan belum maksimal. Dari 9 artikel yang dianalisa hanya 1 artikel yang memperlihatkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien dari elemen 1-5 akreditasi identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia sudah meraih target serta sesuai standar. Elemen identifikasi pasien tersebut terdiri dari terdapat regulasi yang mengatur pelaksanaan identifikasi pasien, identifikasi pasien dilakukan dengan menggunakan minimal 2 identitas, identifikasi pasien dilakukan sebelum dilakukan tindakan, Identifikasi sebelum pemberian obat, darah, produk darah dan specimen dan Identifikasi sebelum pengambilan darah atau pengambilan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. Kesimpulan:Rendahnya ketaatan aparat adalah suatu faktor yang menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan identifikasi pasien dalam rumah sakit. Masih banyak ditemukannya petugas kesehatan yang mengidentifikasi hanya dengan nama pasien saja. Dampak dari pelaksanaan identifikasi pasien yang tidak optimal sangat beragam seperti dapat mengakibatkan pembengkakan biaya rumah sakit, cedera, cacat fisik, cacat permanen, atau kematian. Saran dari penulis adalah perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan identifikasi pasien secara berkala serta melakukan program edukasi dan pelatihan kepada petugas kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program sesuai dengan standar. Kata kunci:Identifikasi pasien, keselamatan pasien, rumah sakit, Indonesia.  
Identifikasi Terhadap Insiden Ketidak lengkapan Penulisan Resep dengan Menggunakan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani Rima Putri Permata Sari; Budhi Setianto; Inge Dhamanti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.24-33

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemberian pelayanan kesehatan pada masyarakat perlu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pada hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di RSI Surabaya didapatkan insiden tertinggi yakni ketidak lengkapan penulisan resep sejumlah 126 insiden selama bulan Januari sampai Agustus tahun 2020. Melalui tindak lanjut berupa penanganan dan penganalisisan dengan analisis modus kegagalan atau mengenali permasalahan yang terjadi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap insiden ketidak lengkapan penulisan resep dengan menggunakan pendekatan FMEA di RSI Surabaya Ahmad Yani.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kuantitatif. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, Standar prosedur operasional peresepan tahun 2019, hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, serta laporan-laporan lain yang mendukung. Meninjau pada delapan alur proses penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani. Kemudian pada masing-masing alur proses tersebut akan diidentifikasi modus kegagalannya. Dilakukan analisis dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dengan menghitung risk priority number dengan menetapkan peringkat dari occurance, severity, dan detection, serta menetapkan cut off point dengan berdasarkan konsep pareto. Disajikan dengan menggunakan tabel, diagram, serta narasi untuk menjelaskan hasil analisis.Hasil: Berdasarkan identifikasi pada delapan alur proses penulisan resep, didapatkan bahwa pada masing masing alur terdapat 17 modus kegagalan, dengan yang menjadi prioritas yakni hanya sejumlah 12. Prioritas modus kegagalan tersebut yakni dokter tidak lengkap dalam penulisan singkatan, tidak memperhatikan obat yang dibawa atau digunakan pasien sebelum perawatan di Rumah Sakit, salah dalam menulis obat, pengisian informasi pasien salah, tidak meninjau kembali aspek klinis pada pasien seperti alergi terhadap obat tertentu, pasien tidak segera mendapatkan obatnya, informasi tentang pasien kurang lengkap, salah pemberian dosis obat, ketidaksesuaian atau kesalahan dalam menuliskan istilah instruksi khusus dalam resep, salah dalam pemberian singkatan, apoteker tidak memeriksa kembali lembar resep, serta salah dalam memahami instruksi khusus yang dituliskan dalam resep. Modus kegagalan tersebut merupakan kesalahan medis pada ketidak lengkapan penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani, yang perlu menjadi piroritas untuk ditindaklanjuti.Kesimpulan: Adanya penggunaan tools FMEA memudahkan dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas permasalahan yang terjadi dalam alur peresepan. Perbaikan usulannya meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara dokter dengan apoteker, memperhatikan Permenkes terkait keselamatan pasien rumah sakit, kerjasama pihak manajemen Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, PMKP, serta unit farmasi, pengoptimalan dalam penerapan e-prescribing.
Identify the Cause of Inpatient Complaints at Islamic Hospital Surabaya Ahmad Yani Using Root Cause Analysis Method Ayu Astiria Maya Asterix; Budhi Setianto; Inge Dhamanti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.108-115

Abstract

Background: Surabaya Islamic Hospital is under the auspices of the Surabaya Islamic Hospital Foundation (YARSIS). In 2019, there were 559 complaints reported by PR staff. Meanwhile, during the pandemic in 2020 there was a decrease in complaints because there were only 261 customers who submitted complaints about the services they received at the Surabaya Islamic Hospital. Objectives: The general objective of this study was to identify the cause of patient complaints in the inpatient setting of the Surabaya Islamic Hospital using Root Cause Analysis (RCA) Methods: Researchers collect data through Surabaya Islamic Hospital complaint data in 2020. The data is processed through simple RCA stages and analyzed with fishbone diagrams for determining the root cause. Results: The results of the Root Cause Analysis of the complaints of inpatients at the Surabaya Islamic Hospital prove that there are at least 8 root problems and 6 solutions that can be done to overcome them. The most interventions/improvements must be carried out in the HR sector, namely the level of discipline, skills, empathy, communication, and the limitations of medical and non medical staff. The development of an Integrated Hospital Management Information System is also feasible to be implemented to provide more effective and efficient services. In addition, improvements in supporting facilities and enforcement of rules for inpatient visitors will make visitors feel more comfortable in the inpatient room. Conclusions: It is important for hospital to analyze the complaints received. The results of this study can be used by hospitals in Indonesia as references to improve their services.
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Agastyaning Dwi Ilma Binendra Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Audrey Louissia Herman Ayu Astiria Maya Asterix Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira Randa Arnika Murtiningtyas rifa, fabrella Rima Putri Permata Sari Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa