p-Index From 2021 - 2026
10.443
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kasus Malapraktik di Rumah Sakit di Indonesia Dhamanti, Inge; Rachman, Taufik; Amiati, Mia
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.93363

Abstract

Malapraktik medis merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia. Selama rentang tahun 2010-2015, Persatuan Perawat Nasional Indonesia memperkirakan adanya sekitar 485 kasus malapraktik dalam praktik keperawatan di Indonesia, terdiri dari 357 kasus malapraktik administratif, 82 kasus malapraktik sipil, dan 46 kasus malapraktik kriminal yang melibatkan unsur kelalaian.Tujuan dari studi ini adalah melakukan pemetaan terhadap kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit di Indonesia.Peneliti melakukan penelusuran kasus malapraktik pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2021. Semua kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit masuk dalam kriteria inklusi. Setelah itu, dilakukan analisis deskriptif terkait kategori insiden, tenaga kesehatan yang terlibat, jenis dan status akreditasi rumah sakit.Hasil analisis terdapat 24 kasus malapraktik yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, kasus malapraktik di Indonesia menyebabkan kecacatan permanen (37,5%), melibatkan dokter (95,8%), terjadi di rumah sakit swasta (75%), terjadi di rumah sakit tipe B (79,2%), dan terjadi di rumah sakit terakreditasi paripurna (70,4%).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, masih banyaknya kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit di Indonesia. Studi ini juga menunjukkan bahwa tingginya status akreditasi rumah sakit belum tentu memberikan jaminan tidak terjadinya insiden.
Literature Review: Implementation of Patient Safety Goals in Hospitals in Indonesia Larasati, Andryani; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.138-148

Abstract

Background: The implementation of a good patient safety system in the hospital aims to minimize and prevent patient safety incidents. The patient safety goals is a system that aims to encourage specific improvements in patient safety. Patient safety goals are actions that must be taken by the hospital to prevent patient safety incidents that can harm patients and the hospital. Purpose: Writing this review article aims to provide an overview of the implementation of patient safety goals in hospitals in Indonesia.Methods: The method used in this article is a literature review. Article searches were conducted through Google Scholar and Portal Garuda with the keywords "patient safety goals", "hospitals", and "Indonesia". Results: The total findings of the articles were 738, but only 11 articles matched the inclusion criteria. Based on 11 articles analyzed, only 2 articles showed that the implementation of all points in the patient safety goals in the hospital had reached the target and were in accordance with the standard. Conclusion: Low compliance of officers, unsupportive facilities and infrastructure, and low management commitment are some of the factors that have not yet optimalized the implementation of patient safety goals in the hospital. Therefore, it is necessary to improve technical assistance, supervision, and support for adequate facilities and infrastructure.Keywords: patient safety goals, patient safety incidents, hospital.
Analisis Implementasi Identifikasi Pasien di Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien di Indonesia. Murtiningtyas, Randa Arnika; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.313-317

Abstract

Latar Belakang:Implementasi program keselamatan pasien yang baik dalam rumah sakit memiliki tujuan agar mengurangi serta melakukan pencegahan terjadinya kasus keselamatan pasien. Identifikasi pasien ialah salah satu sasaran pada keselamatan pasien yang memiliki tujuan untuk mendukung reparasi distingtif pada implementasi identifikasi pasien. Selain itu masih banyaknya ditemukan insiden keselamatan pasien terkait kesalahan identifikasi pasien di Indonesia yang dapat berdampak merugikan pada pasien. Tujuan:Bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia berdasarkan elemen akreditasi. Metode: Teknik yang dipakai dalam penulisan artikel ini menggunakan literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda maupun Science Direct dengan kata kunci "identifikasi pasien”, "implementasi”, "rumah sakit” serta "Indonesia”.Syarat inklusi dari pencarian data artikel ini ialah artikel berbentuk penelitian yang dilaksanakan dalam Indonesia, artikel dipublikasikan dari tahun 2015 sampai 2020, berupa original artikel dan full text. Hasil:Analisis berdasarkan elemen akreditasi identifikasi pasien menunjukkan rata-rata rumah sakit sudah memiliki regulasi dan prosedur yang mengatur tentang identifikasi pasien tetapi nyatanya yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan  regulasi yang sudah ditentukan, sehingga pelaksanaan identifikasi secara keseluruhan belum maksimal. Dari 9 artikel yang dianalisa hanya 1 artikel yang memperlihatkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien dari elemen 1-5 akreditasi identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia sudah meraih target serta sesuai standar. Elemen identifikasi pasien tersebut terdiri dari terdapat regulasi yang mengatur pelaksanaan identifikasi pasien, identifikasi pasien dilakukan dengan menggunakan minimal 2 identitas, identifikasi pasien dilakukan sebelum dilakukan tindakan, Identifikasi sebelum pemberian obat, darah, produk darah dan specimen dan Identifikasi sebelum pengambilan darah atau pengambilan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. Kesimpulan:Rendahnya ketaatan aparat adalah suatu faktor yang menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan identifikasi pasien dalam rumah sakit. Masih banyak ditemukannya petugas kesehatan yang mengidentifikasi hanya dengan nama pasien saja. Dampak dari pelaksanaan identifikasi pasien yang tidak optimal sangat beragam seperti dapat mengakibatkan pembengkakan biaya rumah sakit, cedera, cacat fisik, cacat permanen, atau kematian. Saran dari penulis adalah perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan identifikasi pasien secara berkala serta melakukan program edukasi dan pelatihan kepada petugas kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program sesuai dengan standar. Kata kunci:Identifikasi pasien, keselamatan pasien, rumah sakit, Indonesia.  
Identifikasi Terhadap Insiden Ketidak lengkapan Penulisan Resep dengan Menggunakan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani Sari, Rima Putri Permata; Setianto, Budhi; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.24-33

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemberian pelayanan kesehatan pada masyarakat perlu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pada hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di RSI Surabaya didapatkan insiden tertinggi yakni ketidak lengkapan penulisan resep sejumlah 126 insiden selama bulan Januari sampai Agustus tahun 2020. Melalui tindak lanjut berupa penanganan dan penganalisisan dengan analisis modus kegagalan atau mengenali permasalahan yang terjadi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap insiden ketidak lengkapan penulisan resep dengan menggunakan pendekatan FMEA di RSI Surabaya Ahmad Yani.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kuantitatif. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, Standar prosedur operasional peresepan tahun 2019, hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, serta laporan-laporan lain yang mendukung. Meninjau pada delapan alur proses penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani. Kemudian pada masing-masing alur proses tersebut akan diidentifikasi modus kegagalannya. Dilakukan analisis dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dengan menghitung risk priority number dengan menetapkan peringkat dari occurance, severity, dan detection, serta menetapkan cut off point dengan berdasarkan konsep pareto. Disajikan dengan menggunakan tabel, diagram, serta narasi untuk menjelaskan hasil analisis.Hasil: Berdasarkan identifikasi pada delapan alur proses penulisan resep, didapatkan bahwa pada masing masing alur terdapat 17 modus kegagalan, dengan yang menjadi prioritas yakni hanya sejumlah 12. Prioritas modus kegagalan tersebut yakni dokter tidak lengkap dalam penulisan singkatan, tidak memperhatikan obat yang dibawa atau digunakan pasien sebelum perawatan di Rumah Sakit, salah dalam menulis obat, pengisian informasi pasien salah, tidak meninjau kembali aspek klinis pada pasien seperti alergi terhadap obat tertentu, pasien tidak segera mendapatkan obatnya, informasi tentang pasien kurang lengkap, salah pemberian dosis obat, ketidaksesuaian atau kesalahan dalam menuliskan istilah instruksi khusus dalam resep, salah dalam pemberian singkatan, apoteker tidak memeriksa kembali lembar resep, serta salah dalam memahami instruksi khusus yang dituliskan dalam resep. Modus kegagalan tersebut merupakan kesalahan medis pada ketidak lengkapan penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani, yang perlu menjadi piroritas untuk ditindaklanjuti.Kesimpulan: Adanya penggunaan tools FMEA memudahkan dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas permasalahan yang terjadi dalam alur peresepan. Perbaikan usulannya meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara dokter dengan apoteker, memperhatikan Permenkes terkait keselamatan pasien rumah sakit, kerjasama pihak manajemen Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, PMKP, serta unit farmasi, pengoptimalan dalam penerapan e-prescribing.
Identify the Cause of Inpatient Complaints at Islamic Hospital Surabaya Ahmad Yani Using Root Cause Analysis Method Asterix, Ayu Astiria Maya; Setianto, Budhi; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.108-115

Abstract

Background: Surabaya Islamic Hospital is under the auspices of the Surabaya Islamic Hospital Foundation (YARSIS). In 2019, there were 559 complaints reported by PR staff. Meanwhile, during the pandemic in 2020 there was a decrease in complaints because there were only 261 customers who submitted complaints about the services they received at the Surabaya Islamic Hospital. Objectives: The general objective of this study was to identify the cause of patient complaints in the inpatient setting of the Surabaya Islamic Hospital using Root Cause Analysis (RCA) Methods: Researchers collect data through Surabaya Islamic Hospital complaint data in 2020. The data is processed through simple RCA stages and analyzed with fishbone diagrams for determining the root cause. Results: The results of the Root Cause Analysis of the complaints of inpatients at the Surabaya Islamic Hospital prove that there are at least 8 root problems and 6 solutions that can be done to overcome them. The most interventions/improvements must be carried out in the HR sector, namely the level of discipline, skills, empathy, communication, and the limitations of medical and non medical staff. The development of an Integrated Hospital Management Information System is also feasible to be implemented to provide more effective and efficient services. In addition, improvements in supporting facilities and enforcement of rules for inpatient visitors will make visitors feel more comfortable in the inpatient room. Conclusions: It is important for hospital to analyze the complaints received. The results of this study can be used by hospitals in Indonesia as references to improve their services.
Open Disclosure Practices of Patient Safety Incidents in Indonesian Hospitals Dhamanti, Inge; Rachman, Taufik; Wardahni, Rizka Kusuma
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 3 - Desember 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23886/ejki.13.1189.1

Abstract

Open disclosure of patient safety incidents in Indonesian hospitals is essential to improve transparency, foster trust, and enhance the quality of healthcare services. This study aims to analyze attitudes and barriers to the open disclosure of patient safety incidents in Indonesian hospitals. A descriptive quantitative research method was applied, involving 265 healthcare workers with at least 1 year of hospital experience at an Indonesian Hospital. Data collection was conducted via an online questionnaire over 2 weeks, recruited through convenience sampling, and analyzed descriptively. The findings reveal that most respondents believe that patients should be informed about safety incidents that affect them. Additionally, the majority of respondents agreed that ethically disclosing patient safety incidents is very important. However, the study results also indicate barriers to open disclosure, as many respondents believe that only serious patient safety incidents should be disclosed to patients. This perception is primarily driven by fears of losing their reputation, fear of penalties, and the belief that open disclosure may increase the risk of lawsuits. The results highlight the need for goverments' policies to address the identified barriers and to support the implementation of open disclosure in hospitals by strengthening institutional support and providing training programs to enhance patient safety culture in Indonesia.
Kajian Literatur : Analisis Rekomendasi Lean Hospital terhadap Alur Pasien di IGD Wibowo, Lydia Ivana; Dhamanti, Inge
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36553

Abstract

Penerapan Lean Hospital bertujuan untuk meminimalisir pemborosan (waste) pada setiap tahapan alur pasien sehingga mutu pelayanan dapat tercapai dengan baik. Instalasi Gawat Darurat menimbulkan waktu tunggu pada setiap alur prosesnya mulai dari ketika datang ke IGD dan dilakukan proses triase sampai pasien ditempatkan di ruang rawat inap, Pada proses pelayanan di IGD dibutuhkan respon (respond time) dan penanganan cepat. Lean Hospital merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan alur pasien dengan mengurangi aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah (Value) serta membantu Rumah Sakit mengubah tatanan organisasinya menjadi lebih baik dan produktif. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis rekomendasi penerapan Lean Hospital di unit IGD Rumah Sakit, dengan fokus pada identifikasi dan eliminasi pemborosan (waste) dalam proses pelayanan yang memengaruhi alur pasien. Metode yang digunakan pada penelitian inil ini adalah literature review. Artikel didapatkan melalui database Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci “Rumah Sakit”, “IGD”, “ Lean Hospital”, “Alur Pasien”. Total Temuan 149 Artikel, terdapat 6 artikel yang sesuai kriteria inklusi, berdasarkan artikel yang dianalisis keseluruhan artikel menunjukkan pelaksanaan Lean Hospital mampu menjadi upaya intervensi dalam menangani kegiatan pemborosan yang menyebabkan terkendalanya alur pasien dalam pemberian pelayanan di IGD, baik dari sisi staff atau petugas, tenaga kesehatan dan pasien. Implementasi Lean Hospital terbukti efektif meminimalisir pemborosan (waste) yang menghambat alur pasien di IGD, terutama akibat waktu tunggu pengambilan spesimen dan administrasi. Analisis waste berkala dan implementasi Bed Management System, didukung sarana prasarana memadai, menjadi solusi kunci untuk mengoptimalkan pelayanan sesuai standar.
IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN FASILITAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Yulinda, Renicke Titania; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54797

Abstract

Pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dalam praktiknya sering kali terjadi kerusakan fasilitas yang dapat membahayakan pasien. Rumah sakit harus selalu memastikan dan mengoptimalkan fungsi fasilitas dengan melakukan pemeliharaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Artikel ini merupakan artikel dengan sistem literature review. Data dikumpulkan dengan melakukan pencarian menggunakan Google Scholar. Data diperoleh secara naratif kemudian dianalisis secara sistematik berdasarkan kesamaan dan temuan utama. Didapatkan 7 artikel yang relevan kemudian yang kemudian dipilih. Menunjukkan bahwa tiga dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang cukup baik. Hal tersebut karena pemeliharaan perawat rumah sakit yang baik, teknisi telah mengikuti pelatihan sehingga dapat mengoptimalkan dengan baik, adanya SOP yang dipatuhi, dan sebagainya. Kemudian empat dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang harus dilakukan perbaikan. Hal tersebut didasari oleh kerusakan, pemeliharaan belum optimal, kesalahan penggunaan yang memperparah kerusakan, dan alat yang sudah tua. Rumah sakit harus memastikan fasilitas yang ada di rumah sakit dapat bekerja secara optimal, aman, dan tidak membahayakan keselamatan. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian secara berkelanjutan dengan melaksanakan pemeliharaan fasilitas di rumah sakit.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP WAKTU TUNGGU PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN Adiva Husniyah Ali, Adiva; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55010

Abstract

Instalasi yang pertama kali dikunjungi oleh masyarakat saat datang ke rumah sakit umumnya adalah Instalasi Rawat Jalan. Rawat jalan menjadi tujuan utama karena sebagian besar masyarakat melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit yang dirasakan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (2022), sekitar 60–70% pasien rumah sakit mengakses layanan rawat jalan sebagai pintu masuk pertama ke sistem kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan untuk mengurangi waktu tunggu pasien, sehingga penyakit dapat segera diatasi. Salah satu upaya untuk mendukung percepatan pelayanan tersebut adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), yaitu salinan digital dari catatan medis pasien yang dapat diakses dengan cepat oleh tenaga kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sebelum dan sesudah penerapan rekam medis elektronik terhadap waktu tunggu pasien di instalasi rawat jalan. Kajian ini menggunakan metode literature review yang menggunakan database PubMed, Google Scholar dan ScienceDirect dari tahun 2020-2025, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, ditelusuri untuk mengidentifikasi studi yang menyelidiki pengaruh penerapan RME terhadap lama waktu tunggu pasien di rawat jalan. Artikel yang ditemukan diseleksi berdasarkan relevansi topik dan kualitas metodologi, serta data yang diekstraksi dianalisis menggunakan pendekatan naratif dan mengikuti alur PRISMA. Total temuan artikel sebanyak 410, namun hanya 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan 7 artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa penerapan Rekam Medis Elektronik telah mengurangi waktu tunggu pada pasien di rumah sakit khususnya instalasi rawat jalan. Penerapan sistem RME di setiap fasilitas kesehatan khususnya pada instalasi rawat jalan dapat mengurangi waktu tunggu dibandingkan dengan sebelum penerapan RME. Hal ini membuktikan bahwa penerapan RME dalam pelayanan di instalasi rawat jalan dapat meningkatkan efisiensi dan berdampak positif terhadap kualitas layanan fasilitas kesehatan instalasi rawat jalan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN INSIDEN PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT : KAJIAN LITERATUR Oktavia, Wildya Syauqi; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55931

Abstract

Menurut WHO 2023, sekitar 1 dari 10 pasien mengalami cedera dalam perawatan kesehatan, dan lebih dari 3 juta kematian terjadi setiap tahun akibat perawatan yang tidak aman. Selama tahun 2023, dari 3145 RS yang tersebar di 34 kabupaten kota di Indonesia, terjadi 5710 insiden keselamatan pasien (KTD: 5364, sentinel: 346). Insiden KTD terbanyak dilaporkan di bulan Maret 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Agustus 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Juni 2023. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan terhadap penurunan angka kejadian pasien jatuh di rumah sakit melalui input, process, dan output.  Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur dari dua belas jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, yang diperoleh melalui PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci prevensi pasien jatuh DAN manajemen DAN rumah sakit pada jurnal nasional, sedangkan pada jurnal internasional menggunakan kata kunci prevention of patient falls AND management AND hospital. Penelitian menunjukkan bahwa komponen input terdiri dari pengetahuan dan sikap perawat, supervisi kepala ruangan, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Input tersebut akan mempengaruhi proses yang terdiri dari pelatihan interprofesional, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pelaksanaan asesmen risiko jatuh secara teratur. Lalu, pada output terdapat peningkatan motivasi perawat dan penurunan insiden jatuh menjadi indikator efektivitas fungsi manajemen Studi ini menunjukkan bahwa melalui input, process, dan output yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi sangat penting untuk mencegah pasien jatuh di rumah sakit.
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Asterix, Ayu Astiria Maya Audrey Louissia Herman Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Larasati, Andryani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Melania, M. Karomah Nastiti Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Murtiningtyas, Randa Arnika Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi Nuria, Shinta NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira rifa, fabrella Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sari, Rima Putri Permata Shafira, Risma Ainun Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa