p-Index From 2021 - 2026
10.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Prima Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Majalah Kedokteran Andalas Unnes Journal of Public Health Journal of Health Sciences Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Media Kesehatan Masyarakat Media Gizi Kesmas Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Public Health Innovation (JPHI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) eJournal Kedokteran Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) International Journal of Patient Safety and Quality Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAMPAK KEPATUHAN PENGGUNAAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST TERHADAP KESELAMATAN PASIEN : LITERATURE REVIEW Amilia, Sri Lanti; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36064

Abstract

Daftar periksa keselamatan bedah atau yang biasa dikenal dengan Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan daftar periksa yang diperkenalkan WHO pada tahun 2008 yang berlaku untuk semua tim bedah dan digunakan pada setiap pasien yang menjalani prosedur bedah. Alat ini telah diterapkan di seluruh dunia dan mendorong dialog dalam tim multidisiplin, serta penggunaan pemeriksaan keselamatan rutin untuk meminimalkan bahaya pada pasien. SSC dibagi menjadi tiga tahap yaitu "Sign In", "Time Out", dan "Sign Out", yang berfokus pada aspek-aspek penting dalam prosedur pembedahan. Akan tetapi penggunaan SSC di ruang operasi masih belum konsisten dan masih terdapat ketidakpatuhan didalamnya. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini untuk menganalisis dampak kepatuhan penggunaan Surgical Safety Checklist (SSC) terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “impact” AND “compliance” AND “Surgical Safety Checklist” AND “patient safety” AND “hospital”. Total temuan artikel sebanyak 650, tetapi hanya 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat total studi pada 212 rumah sakit di 6 negara yang menunjukkan bahwa mayoritas dalam kasus operasi yang dilakukan telah menggunakan SSC di dalamnya. Setiap rumah sakit memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda dalam menggunakan SSC, sehingga dampak yang dihasilkan juga beragam. Penerapan SSC dengan tingkat kepatuhan yang baik memiliki dampak positif terhadap keselamatan pasien di ruang operasi.
Pola Penggunaan Obat pada Disabilitas Tunanetra: Kajian Naratif Putri, Dwi Resicha Adna; Dhamanti, Inge
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 5 No. 1 (2023): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v5i1.5299

Abstract

Penggunaan obat merupakan salah satu kesulitan yang dialami oleh disabilitas tunanetra dalam meningkatkan kualitas kesehatannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat di kalangan penyandang disabilitas tunanetra. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci berupa medication problems, drug use, dan visual impairments. Jumlah artikel yang berhasil dikumpulkan sebanyak 292 artikel, namun hanya empat artikel yang termasuk dalam kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola penggunaan obat utama yang digunakan oleh disabilitas tunanetra, yaitu mengandalkan bantuan orang lain dengan penglihatan normal dan menerima obat sendiri. Kedua pola ini memberikan bentuk bantuan yang berbeda bagi disabilitas tunanetra untuk dapat menggunakan obat dengan cara yang benar. The use of drugs is one of the difficulties experienced by the visually impaired in improving the quality of their health. The purpose of this review article is to find out the pattern of drug use among blind people with disabilities. The method used in writing this article is a literature review. Article searches were conducted through Google Scholar and PubMed with keywords such as medication problems, drug use, and visual impairments. The total number of articles found was 292, but only four articles met the inclusion criteria. The results showed that there were two main patterns of drug use for blind people, namely, relying on the help of others with normal vision and receiving the drug itself. These two patterns provide different forms of assistance for the visually impaired to use drugs in the right way.
Literature review: analisis faktor yang mempengaruhi length of stay pada pasien IGD di Rumah Sakit Fadhilah, Fildza Rizkya; Dhamanti, Inge
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1138

Abstract

Latar Belakang: Length of stay ialah jumlah hari pasien di rawat di rumah sakit, mulai hari kedatangan pasien hingga pulang dan dipakai oleh rumah sakit sebagai indikator pelayanan. Length of stay bisa bervariasi tergantung pada beragam faktor, termasuk jenis kondisi medis, tingkat keparahan penyakit, jenis intervensi medis yang diberikan, karakteristik pasien, serta faktor-faktor lingkungan atau organisasional.Metode: Penelusuran artikel dilaksanakan melalui database PubMed dan Google Scholar memakai kata kunci “Length of Stay ” AND “Emergency Room” OR “Medical crisis unit” AND “Hosiptal.”Hasil: Mengacu hasil penelusuran, terdapat 8 total studi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Nasional dan Internasional. Faktor yang mempengaruhi length of stay pada pasien paling banyak ditemukan sebab lamanya waktu dalam pemeriksaan penunjang, lama waktu dalam konsultasi dengan dokter, serta kurangnya jumlah bed yang ada di unit gawat darurat.Kesimpulan: Terdapat 7 faktor penting yang bisa mempengaruhi length of stay pada pasien instalasi gawat darurat di rumah sakit. Faktor tersebut meliputi cara kedatangan pasien, jumlah kedatangan pasien dalam rentang waktu yang berdekatan, tingkat kegawatan pasien, fasilitas tempat tidur terbatas, lama waktu pemeriksaan penunjang, lama waktu konsultasi dengan dokter spesialis, serta jumlah petugas kesehatan yang terbatas.
Systematic Review: Pengaruh Penggunaan Resep Elektronik terhadap Kejadian Kesalahan Pengobatan di Rumah Sakit Putri, Maurilla Shafira; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1605

Abstract

Electronic prescribing systems are considered capable of facilitating the communication process related to pharmaceutical administration and services, as well as helping to translate prescriptions from doctors with pharmacists, patients, and other related medical personnel, to reduce the chances of medication errors occurring at the prescribing stage. This research article was conducted to determine the effect between the use of an electronic prescription system and the incidence of medication errors in the hospital. The research method used was a Systematic review study design conducted from May to June 2023. The Systematic review was based on data sources ScienceDirect, DOAJ, and Google Scholar with the keywords “electronic prescriptions” AND “medication errors” AND “patient safety”. From the extraction based on the inclusion and exclusion criteria, 9 selected articles were obtained. The results of the Systematic review showed that there was a positive effect of the use of electronic prescriptions on the incidence of medication errors in the hospital. So it can be concluded that the use of electronic prescriptions can reduce the incidence of medication errors in hospitals and improve the quality of health services.
Faktor yang Menghambat Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review Habibah, Tamaamah; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i4.1460

Abstract

Pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan hal yang sangat penting dalam sistem perawatan kesehatan, karena bermanfaat untuk mengidentifikasi risiko dasar dan mencegah kesalahan yang sama terulang kembali. Rendahnya tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit menyebabkan sulitnya identifikasi kesalahan dan melakukan investigasi lebih lanjut. Tujuan: Menentukan faktor yang menghambat atau mempengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "patient safety incident" AND "incident reporting" OR "medical error reporting" AND "barriers incident reporting" OR "under reporting" AND "hospital". Total temuan artikel sebanyak 385, tetapi hanya 12 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat total studi pada 23 rumah sakit di sembilan negara yang menunjukkan bahwa masing-masing rumah sakit memiliki beberapa faktor yang menghambat atau mempengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien. Paling banyak ditemukan yaitu ketakutan staf terhadap hukuman dan intimidasi, kurangnya pengetahuan terhadap prosedur melapor, rendahnya umpan balik yang positif dari manajemen, serta undang-undang yang tidak melindungi pelapor. Simpulan: Hambatan pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit dipengaruhi oleh 3 faktor penting yaitu faktor individu, faktor organisasi, dan faktor pemerintah.Kata kunci: hambatan pelaporan insiden, insiden keselamatan pasien, pelaporan insiden, rumah sakit
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Nyaris Cedera di Rumah Sakit di Indonesia: Kajian Literatur Pratiwi, Rika Meylina; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss1.2074

Abstract

Background: The percentage of incidents recorded as KNC in Indonesia was 47.6%, higher than the percentage of incidents reported as KTD, which was 46.2%. One important effort in patient safety is to reduce Near Miss Events (NME), which can avoid serious injury to patients that impact the services provided. Aim: This study aims to identify factors that influence Near Miss Events in hospitals in Indonesia. Method: The study used a literature review method. Search with Garuda, Semantic Scholar, and Google Scholar databases. The article criteria were research conducted in Indonesia, publications in 2014 - 2024, full text, free access, original articles and an explanation of NME in them. Results: The search resulted in 6 articles that met the criteria and were then analyzed based on Donabedian's Theory. The research findings showed that in the structure factor, the competence of medical personnel and work environment conditions were significant factors. In the process factor, team communication and compliance with SOPs influenced the risk of NME. The outcome factor showed that NME had an impact on decreasing patient trust and service quality. Conclusion: The occurrence of KNC in hospitals in Indonesia is influenced by structural, process, and outcome factors, it is necessary to focus on improvements in hospital management, staff training, improving medical team communication, and implementing a patient safety culture to reduce the risk of recurrence of such incidents.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : STUDI LITERATUR Putri, Fadillah Andriani; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40923

Abstract

Terjadinya pending klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap di rumah sakit disebabkan oleh beberapa faktor dan akan memberikan dampak bagi proses pelayanan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus memperhatikan proses pengisian berkas klaim, sehingga dapat mengurangi terjadinya pending klaim. Faktor internal dapat menjadi pemicu terjadinya pending klaim BPJS Kesehatan seperti kurang lengkapnya pengisian berkas dan ketidaktelitian dalam proses pengkodingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab yang mempengaruhi terjadinya pending klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian adalah literature review. Artikel didapatkan melalui database Google Scholar dan Garuda yang dipublikasikan pada tahun 2019-2024 menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang berjumlah 49. Cleaning artikel dengan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapatkan artikel yang dianalisis berjumlah tujuh artikel. Terdapat faktor penyebab antara lain, ketidaklengkapan dalam berkas resume medis, ketidaklengkapan berkas klaim, ketidaksesuaian dalam pengkodingan. Terjadinya pending klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap di rumah sakit mengakibatkan klaim yang telah diberikan pada verifikator BPJS akan dikembalikan, dan hal tersebut sangat memberikan dampak yang besar bagi proses pelayanan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW rifa, fabrella; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42143

Abstract

Dalam penyelenggaraan rumah sakit, tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai pelaksana danmeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga penting juga bagi pihak rumah sakit untukmemperhatikan kinerja pemberi pelayanan. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tenagakesehatan, salah satunya yaitu kepuasan kerja. Maka dari itu, perlu untuk mengetahui apa saja faktoryang dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumahsakit. Penelitian dilakukan dengan metode literature review. Artikel diperoleh melalui database Garudadan Google Scholar yang dipublikasikan pada lima tahun terakhir baik artikel yang berbahasa Indonesiamaupun Inggris. Setelah dilakukan skrining artikel yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh 12 artikelyang relevan yang kemudian dianalisis dalam penelitian ini. Diketahui faktor yang dapat berpengaruhterhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit meliputi motivasi kerja, stress kerja, burnout,beban kerja, kompetensi, otonomi di tempat kerja, promosi, pengembangan dan pelatihan, hubunganinterpersonal yang baik dengan rekan kerja maupun atasan, gaya kepemimpinan, kebijakan, budaya daniklim organisasi, sumber daya rumah sakit, kesehatan dan keselamatan kerja, paparan kekerasan ditempat kerja, gaji, serta work-life balance. Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerjatenaga kesehatan di rumah sakit dapat dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu motivator factors danhygiene factors. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan identifikasi lebih lanjut terkait faktor manayang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit, agar kemudian dapatditingkatkan.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP STANDARD PRECAUTIONS DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW MAHARANI, AYUNDA REGINA; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42564

Abstract

Tenaga kesehatan, termasuk perawat sebagai individu yang memberikan perawatan di rumah sakit berisiko tinggi terhadap paparan penyakit serta dapat berpotensi sebagai carrier penyakit kepada pasien. Standard Precautions merupakan standar minimal sebagai upaya untuk mencegah HAIs. Namun, pada praktiknya, penerapan prosedur ini masih sering kurang optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perawat dalam menerapkan Standard Precautions. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel melalui 2 database yaitu PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang didesain dengan PCC. Kata kunci yang digunakan yaitu Nurses OR “Registered Nurses” OR “Nursing Personnel” AND “Compliance with Standard Precautions” OR “Adherence to Standard Precautions” AND Hospital OR Healthcare. Penyaringan artikel menggunakan panduan PRISMA. Hasil dibahas menggunakan modifikasi teori Kelman 1986 oleh Hariyanto (2019). Berdasarkan metode yang digunakan didapatkan 8 artikel yang relevan. Tinjauan terhadap artikel-artikel tersebut mengungkap bahwa kepatuhan perawat dalam menerapkan Standard Precautions dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Faktor individu meliputi pengetahuan, sikap, pendidikan, pengalaman, usia, karir profesi, dan efikasi diri. Faktor perilaku berkaitan dengan kesadaran perawat dalam menjalankan prosedur Standard Precautions. Sementara itu, faktor organisasi mencakup budaya organisasi, pelatihan, supervisi, dukungan yang, serta ketersediaan sarana dan fasilitas. Ketiga determinan tersebut perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kepatuhan perawat terhadap Standard Precautions.
Mengukur Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang Menggunakan Menggunakan Survei HSOPSC Wirasasmita Paripih; Tri Martiana; Inge Dhamanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14223

Abstract

Safety culture is a multidimensional concept as a product of values, attitudes, perceptions, competencies and behavioral standards of individuals and groups that determine commitment, style and administrative skills in managing patient safety. If this culture is strong, it will benefit the hospital. This study aimed to determine the dimensions of patient safety culture that need to be strengthened, so that it can be used as a tool for management and policy makers to encourage the improvement of a strong patient safety culture at the University of Muhammadiyah Malang General Hospital. The sampling technique in this study was convenient sampling so that 138 respondents were obtained including doctors, nurses and non-clinical employees. Measurements were made using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) version 2.0 questionnaire to measure 12 dimensions of patient safety culture in health workers at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang. Data were analyzed descriptively. The results showed that the overall average positive response rate for the 12 patient safety culture dimensions of HSOPSC was 71.4%. The results of this study indicated that employees feel positive about the patient safety culture in their organization. The highest dimension with the highest positive response rate was “organizational learning - continuous improvement” while the lowest dimension was “reporting and handover - information exchange”. It was concluded that in general, the staff at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang felt positive about the patient safety culture in their organization. It is recommended to evaluate and improve the dimensions of reporting and handover - exchange of information at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang.Keywords: hospital; patient safety culture; HSOPSC questionnaire; dimensions ABSTRAK Budaya keselamatan merupakan konsep multidimensi sebagai produk dari nilai, sikap, persepsi, kompetensi dan standar perilaku individu serta kelompok yang menentukan komitmen, gaya dan kecakapan administrasi dalam mengelola keselamatan pasien. Apabila budaya ini kuat, maka akan menguntungkan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi budaya keselamatan pasien yang perlu dilakukan penguatan, agar dapat digunakan sebagai alat bagi manajemen dan pembuat kebijakan guna mendorong peningkatan budaya keselamatan pasien yang kuat di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah convenient sampling sehingga didapatkan 138 orang responden termasuk dokter, perawat, dan karyawan non klinis. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 untuk mengukur 12 dimensi budaya keselamatan pasien pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respon positif rata-rata keseluruhan untuk 12 dimensi budaya keselamatan pasien dari HSOPSC ini adalah 71,4%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien di organisasinya. Dimensi tertinggi dengan tingkat respon positif tertinggi adalah “pembelajaran organisasi - peningkatan berkelanjutan” sedangkan dimensi terendah adalah “pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi”. Disimpulkan bahwa secara umum, staf di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien dalam organisasinya. Disarankan evaluasi dan peningkatan dimensi pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.Kata kunci: rumah sakit; budaya keselamatan pasien; kuesioner HSOPSC; dimensi
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Agastyaning Dwi Ilma Binendra Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Audrey Louissia Herman Ayu Astiria Maya Asterix Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira Randa Arnika Murtiningtyas rifa, fabrella Rima Putri Permata Sari Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa