p-Index From 2021 - 2026
10.443
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA DAN KOMITMEN KARYAWAN RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Karida, Rahma; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21007

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan kinerja karyawan yang optimal untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Budaya organisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan dan membangun komitmen pada karyawan. Ketika karyawan tidak mampu beradaptasi dengan budaya yang ada di rumah sakit, hal ini dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Selain itu kinerja karyawan yang buruk dapat merugikan pasien secara langsung. Dalam rangka mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas, penting bagi rumah sakit untuk mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan. Dengan demikian, rumah sakit dapat memastikan bahwa karyawan memiliki lingkungan kerja yang baik, kinerja yang optimal, dan memberikan pelayanan yang responsif serta berkualitas kepada pasien. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendorong rumah sakit dan pemangku kepentingan terkait untuk memahami pentingnya budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan serta membangun komitmen karyawan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review yaitu dengan menganalisis delapan artikel nasional. Pencarian literatur dilakukan menggunakan google scholar dengan kata kunci “Budaya Organisasi”, “Komitmen Karyawan”, “Kualitas Kerja”, dan “Rumah Sakit”. Berdasarkan delapan artikel yang telah dianalisis menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat, komunikasi yang baik, motivasi kerja, komitmen atau loyalitas karyawan, dan kepuasan kerja saling terkait dan dapat berpengaruh positif terhadap kualitas kerja karyawan. Jika rumah sakit menerapkan budaya organisasi yang baik, karyawan akan memiliki arahan yang jelas mengenai perilaku dan interaksi dalam lingkungan kerja. Budaya organisasi yang kuat di rumah sakit memainkan peran yang signifikan dalam membangun komitmen karyawan dan meningkatkan kualitas kerja karyawan.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENCEGAHAN INSIDEN PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT ; LITERATURE RIVIEW Ainur Rohmah, Fitria; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24789

Abstract

Menurut WHO (2019), diperkirakan 646.000 insiden pasien jatuh terjadi setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pencegahan rumah sakit masih kurang maksimal dalam implementasinya. Dibuktikan dengan masih terdapat rumah sakit yang belum mencapai 0% kejadian pasien jatuh sesuai dengan standard akreditasi rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden pasien jatuh di rumah sakit. Artikel ini menggunakan metode literature riview. Artikel yang terpilih bersumber dari database literatur PubMed dan Google Scholar. Dengan kriteria inklusi menggunakan kata kunci pencarian: "falls prevention” AND “strategy” OR “management” AND “hospital”.  Terdapat total studi pada 67 rumah sakit di empat negara yang menunjukkan bahwa ditemukan beberapa strategi pencegahan pasien jatuh di masing-masing rumah sakit yang terbukti efektif untuk mencegah adanya insiden pasien jatuh. Paling banyak ditemukan yaitu pelatihan manajemen pencegahan pasien jatuh untuk tenaga kesehatan, screening faktor risiko, pemanfaatan teknologi, dan pemaksimalan fasilitas penunjang. Terdapat 4 fungsi manajemen yang berperan dalam pencegahan insiden pasien jatuh di rumah sakit yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua fungsi manajemen memiliki peran penting dalam pencegahan insiden pasien jatuh di rumah sakit. Sehingga fungsi manajemen sudah seharusnya diimplementasikan secara berkesinambungan dan komprehensif untuk mencapai keefektifan dan keefisienan suatu organisasi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU OPERASI ELEKTIF DI RUMAH SAKIT Immanuel, Theofeus; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26405

Abstract

Fenomena peningkatan waktu tunggu atau antrian pasien di ruang operasi telah menjadi isu di banyak negara.Waktu tunggu operasi elektif menjadi salah satu indikator pelayanan dari suatu fasilitas kesehatan. Bagi pasien, peningkatan waktu tunggu operasi berarti penundaan dalam tindakan operasi yang dibutuhkan, peningkatan stres dan kecemasan, dan potensi penurunan hasil kesehatan. Bagi rumah sakit, waktu tunggu yang lama dapat mengurangi efisiensi, produktivitas, serta merusak citra rumah sakit. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu operasi elektif, kita dapat mengidentifikasi strategi dan intervensi yang mungkin untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, dan pada akhirnya meningkatkan hasil kesehatan bagi pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review.  Database yang digunakan adalah PubMed dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan untuk mencari artikel adalah “Surgical waiting times AND elective surgery AND Factors”. Artikel yang dicari adalah artikel dengan desain penelitian kuantitatif atau kualitatif. Total artikel yang ditemukan sebanyak 157 artikel, tetapi hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling sering muncul adalah penundaan jadwal operasi, penundaan tindakan pra operasi, faktor sosioekonomi, kondisi fisik pasien, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa waktu tunggu operasi elektif di rumah sakit dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi pasien dan juga faktor-faktor dari sisi rumah sakit.  
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Fahmeeda, Yasmin Alia; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26832

Abstract

Sumber daya manusia yang baik dapat dikelola dengan pemimpin yang baik. Pemimpin juga mempunyai kemampuan dalam menggerakkan seseorang dalam mencapai tujuan. Menggerakkan perawat untuk melakukan tindakan perawat adalah hak kepala ruangan dengan perawat untuk menerapkan budaya keselamatan pasien. Dalam upaya meningkatkan kinerja perawat dibagian rawat inap rumah sakit, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan program pengembangan kepemimpinan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan spesifik dalam lingkungan perawatan kesehatan. Mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat bagian rawat inap di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review. Dalam keseluruhan, kepemimpinan yang baik dalam ruang rawat inap memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja perawat. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan dukungan, pembinaan, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan yang adil, dan memperhatikan kesejahteraan perawat akan meningkatkan kinerja perawat serta meningkatkan kualitas pelayanan diruang rawat inap rumah sakit. Dalam ruang rawat inap, kepemimpinan yang baik dan efektif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Motivasi, dukungan, pembinaan, pengembangan, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan yang adil, dan pemenuhan kebutuhan perawat adalah beberapa aspek penting dalam kepemimpinan yang dapat meningkatkan kinerja perawat di ruang rawat inap. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan dukungan, dan memperhatikan kebutuhan perawat akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan dan kepuasan pasien.
PENGARUH DAN PENERAPAN AKREDITASI TERHADAP KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Yulinar, Velynta Sephia; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28074

Abstract

Tingginya angka insiden keselamatan pasien menjadi perhatian serius, dengan berbagai faktor penyebab seperti tenaga penanggung jawab yang tidak optimal, kepatuhan SOP yang rendah, dan komunikasi yang efektif. Upaya yang dapat meningkatkan keselamatan pasien adalah salah satunya dengan menerapkan akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam terkait pengaruh dan akreditasi rumah sakit terhadap keselamatan pasien. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah dengan pendekatan literature review.  Sumber data dalam penelitian ini menggunakan hasil penelitian oleh para peneliti terdahulu. Pencarian artikel dalam database jurnal dilakukan melalui PubMed, Garba Rujukan Digital (GARUDA), dan Google Scholar dari rentang tahun 2019 sampai tahun 2024. Berdasarkan tinjauan dari 18 literatur, terdapat 5 jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan akreditasi rumah sakit memiliki hubungan positif dengan keselamatan pasien. Temuan literatur menunjukkan bahwa akreditasi mendorong rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan, menerapkan standar keselamatan pasien yang lebih ketat, meningkatkan budaya keselamatan pasien, menurunkan angka kejadian, meningkatkan kepuasan pasien, menerapkan standar dan prosedur keselamatan pasien, dan meningkatkan komunikasi antar staf rumah sakit. Meskipun demikian, terdapat hambatan dalam penerapan akreditasi rumah sakit seperti kebutuhan untuk menyesuaikan karakteristik dalam sistem perawatan kesehatan, biaya yang tinggi, dan pengetahuan yang terbatas tentang dampak akreditasi. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan akreditasi merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan memberikan perawat yang aman dan berkualitas.
ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI SISTEM INTEROPERABILITAS PADA SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT Berliani, Attalya Zahra; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28371

Abstract

Perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran telah menjadi bagian dari operasional rumah sakit. Terdapat banyak aplikasi ataupun data yang dalam pelaksanaannya membutuhkan interoperabilitas. Interoperabilitas merujuk pada kapabilitas suatu sistem atau perangkat untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan lancar, bahkan jika berasal dari pihak atau teknologi yang berbeda. Kemampuan ini memfasilitasi integrasi yang mulus antara berbagai perangkat, perangkat lunak, dan standar yang beragam, mendukung kerja sama yang efisien di dalam lingkungan teknologi yang beraneka ragam. Hambatan implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit masih banyak dijumpai. Ketidaksiapan Rumah Sakit dalam menghadapi era digitalisasi menjadi pemicu utama sistem ini belum bisa maksimal diimplementasikan. Menentukan faktor yang menghambat sekaligus tantangan implementasi sistem interoperabilitas di sistem informasi rumah sakit. Menggunakan studi literatur dengan melakukan penelusuran melalui Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Menggunakan kata kunci “interoperability” AND “hospital” AND “constraints” AND “information” AND “system”. Ditemukan 436 artikel, namun hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dilakukan banyak studi di berbagai rumah sakit yang tersebar di beberapa negara yang menunjukkan beberapa faktor penghambat implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit. Beberapa hambatan umum yang banyak terjadi seperti ketidaksiapan SDM, jumlah SDM yang tidak mencukupi, isu keamanan data, kesiapan sistem, perangkat lunak, dan juga vendor. Selain itu regulasi yang belum jelas juga menjadi salah satu pertimbangan rumah sakit untuk implementasi sistem. Hambatan implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit dikelompokkan menjadi 4 faktor utama yaitu SDM, Pemerintah, Data dan Kesiapan Sistem.
PENGARUH TURNOVER INTENTION TERHADAP JOB PERFORMANCE TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Azmi Handhoko, Hani Mutia; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28899

Abstract

Rumah sakit bertanggung jawab atas kualitas pelayanan yang diberikan, tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai tangan pertama dalam pemberian layanan yang berkualitas. Sehingga perlunya memiliki tenaga yang cukup dan kompeten dalam memberikan melakukan pekerjaannya. Dalam 4 tahun terakhir terdapat peningkatan kasus turnover perawat di rumah sakit hingga mencapai  20,8%. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh niat berpindah kerja (turnover intention) pada tenaga kesehatan terhadap performa kerja yang dilakukan. Studi ini mengadopsi metodologi tinjauan pustaka, dengan memeriksa artikel-artikel yang relevan dari berbagai sumber dengan menggunakan keyword pencarian Turnover OR Turnover Intention AND Impact AND Hospital AND Health workforce OR Health Workers AND Job AND Performance dengan kriteria inklusi jurnal diterbitkan minimal 5 tahun terakhir, open accsess, serta relevan dengan tujuan pada penelitian ini. Didapatkan 4 artikel yang relevan dengan penelitian berasal dari berbagai negara. Tinjauan ini berfokus pada niat berpindah kerja dalam tenaga kerja kesehatan dan dampaknya terhadap kinerja karyawan. Dari sintesis artikel yang dilakukan didapatkan bahwa tingkat turnover intention yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja karyawan. Namun, karena masih banyaknya  penelitian yang belum membahas topik ini, kedepannya penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.
FAKTOR PENGARUH LAMANYA PROSES PEMULANGAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Kurniasari, Shinta; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37961

Abstract

Mutu pelayanan dipengaruhi oleh waktu tunggu pemulangan pasien. Waktu tunggu pemulangan pasien yang lebih dari 2 jam akan berdampak pada bagi pasien dan rumah sakit. Hal ini juga bermasalah jika ditinjau dari dimensi mutu safety terkait hospital-acquired conditions, timely terkait lama proses pemulangan pasien, effective terkait SPM rumah sakit tidak tercapai, dan efficient terkait biaya tinggi akibat bed occupation rate tidak efisien. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh lamanya proses pemulangan pasien rawat inap di rumah sakit. Artikel ini menggunakan metode literature review berdasarkan database ScienceDirect dan Google Scholar yang dipublikasikan tahun 2020-2024. Kata kuncinya adalah factor AND "waiting time" AND "discharge process" AND inpatient AND hospital. Artikel teridentifikasi sebanyak 333 artikel dan hanya delapan artikel yang dianalisis dalam penelitian ini. Faktor pengaruh dari analisis artikel dikelompokkan menurut teori mutu Donabedian. Aspek structure dipengaruhi kurangnya jumlah tenaga kesehatan, penerapan HIS yang kurang baik, aspek kelengkapan berkas dan jenis asuransi, sarana dan prasarana, serta habisnya stok obat di farmasi. Aspek process dipengaruhi kurangnya koordinasi antar unit, riwayat medis pasien, lamanya peracikan obat dan hasil laboratorium, kunjungan DPJP, human error, pengiriman ulang berkas asuransi swasta, serta proses pemulangan pasien yang bersamaan sehingga terjadi bottleneck dan/atau saat hari libur. Outcome bagi pasien terkait kepuasan pasien dan rumah sakit terkait proses penerimaan pasien baru, BOR, dan biaya. Faktor-faktor yang memengaruhi lamanya proses pemulangan pasien rawat inap dapat dilihat dari aspek structure, process, dan outcome.
Cyber Security Dalam Sistem Informasi Rumah Sakit Indonesia: Kajian Literatur Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian; Dhamanti, Inge
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12632

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit berpengaruh positif terhadap pelayanan rumah sakit. Namun, masalah keamanan data kesehatan menjadi tantangan, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, perlindungan data kesehatan melalui keamanan siber sangat penting untuk melindungi privasi pasien. Tujuan : mengidentifikasi faktor dan solusi dalam meningkatkan keamanan data pada sistem informasi rumah sakit di Indonesia. Metode : kualitatif dengan pendekatan literatur review. Penelusuran dilakukan pada database Google Scholar dengan tahun terbit 5 tahun terakhir. Keyword yang digunakan yakni cyber security, cybercrime, cyber terrorism, terrorism, data, medical, hospital, information system, information security, policy, patient, Indonesia. Dari 315 artikel yang ditemukan, 5 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Diperoleh 4 artikel yang membahas factor penyebab keamanan data kesehatan di Indonesia rentan serta solusi yang ditawarkan. Simpulan : Hasil kajian menunjukkan faktor penyebab kerentanan keamanan sistem informasi di rumah sakit Indonesia: sumber daya manusia, regulasi, dan infrastruktur. Pengembangan sumber daya manusia terlatih penting melalui pelatihan keamanan siber; kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keamanan siber perlu diperkuat. Regulasi yang jelas dan infrastruktur IT medis yang terintegrasi menjadi kunci menjaga keamanan data kesehatan di rumah sakit.
Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut: Literature Review Novenda, Diva; Dhamanti, Inge
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14055

Abstract

Rumah sakit gigi dan mulut merupakan penyedia layanan kesehatan bagi permasalahan gigi dan mulut. Dalam pelaksanaannya, ada kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan terkait dengan keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis penerapan keselamatan pasien di rumah sakit gigi dan mulut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode literature review. Data diperoleh dari beberapa sumber data base menggunakan Pubmed dan google scholar. Hasil: Terdapat 5 artikel yang relevan dengan area yang akan diteliti sehingga dapat memberikan gambaran mengenai aspek yang dinilai. Kesimpulan: Penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit gigi dan mulut sudah dilaksanakan dengan cukup baik di beberapa bagian aspek. Namun terdapat aspek reporting dan informed culture yang belum memenuhi meskipun dari semua aspek sudah diterapkan dengan baik. Apabila di rumah sakit belum menerapkan reporting dan informed culture yang baik, maka akan berdampak pada pelaporan insiden keselamatan pasien tersebut.
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Asterix, Ayu Astiria Maya Audrey Louissia Herman Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Larasati, Andryani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Melania, M. Karomah Nastiti Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Murtiningtyas, Randa Arnika Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi Nuria, Shinta NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira rifa, fabrella Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sari, Rima Putri Permata Shafira, Risma Ainun Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa