p-Index From 2021 - 2026
10.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Prima Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Majalah Kedokteran Andalas Unnes Journal of Public Health Journal of Health Sciences Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Media Kesehatan Masyarakat Media Gizi Kesmas Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Public Health Innovation (JPHI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) eJournal Kedokteran Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) International Journal of Patient Safety and Quality Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER : LITERATURE REVIEW Palupi, Sayekti Intan; Dhamanti, Inge
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42369

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan primer (FKTP) merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan dasar atau tingkat pertama. Berdasarkan data Sismonev DJSN (2024) menunjukkan bahwa proporsi FKTP lebih banyak daripada FKRTL serta jumlah kunjungan masyarakat ke FKTP terus meningkat pada tahun 2024. Amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 kepada fasilitas pelayanan kesehatan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien. Berdasarkan penelitian terdahulu tentang implementasi keselamatan pasien di FKTP ditemukan belum diterapkan secara optimal. Penelitian ini merupakan Literature Review yang bertujuan untuk menganalisis implementasi keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Pengumpulan literatur menggunakan database elektronik yaitu Google Scholar dan Portal Garuda. Kata Kunci yang digunakan adalah “implementasi keselamatan pasien” OR “ standar keselamatan pasien” OR “sasaran keselamatan pasien” OR “tujuh langkah menuju keselamatan pasien” AND “Pelayanan Kesehatan Primer” OR “Puskesmas” OR “Klinik Pratama” OR “Praktik Dokter”. Proses screening literatur dengan kata kunci disajikan dalam PRISMA Flowchart. Terdapat 11 literatur yang memenuhi kriteria penelitian. Berdasarkan hasil literatur review menunjukkan bahwa implementasi keselamatan pasien menurut Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 yang terdiri dari implementasi standar, sasaran dan tujuh langkah menuju keselamatan pasien telah dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan primer khususnya puskesmas meskipun belum optimal dan masih perlu ditingkatkan aspek input dan prosesnya. Implementasi keselamatan pasien paling banyak ditemukan di Puskesmas.
Analisis Dampak Penerapan Surgical Safety Checklist Terhadap Komunikasi Dan Kerja Tim Di Kamar Operasi: A Systematic Review Ismawantri, Putu; Mahmudin, Ahmad Amin; Rochmah, Thinni Nurul; Chalidyanto, Djazuly; Dhamanti, Inge; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Zairina, Elida; Martanto, Tri Wahyu; Rahmawati, Indana Tri; Dahlui, Maznah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.16585

Abstract

Pada tahun 2010, organisasi kesehatan dunia telah merilis daftar periksa bedah untuk meningkatkan sikap keselamatan, termasuk komunikasi dan kerja sama tim. Namun, sepertiga dari komunikasi dalam pembedahan gagal menyampaikan informasi yang relevan. Studi ini bertujuan untuk menentukan persyaratan penerapan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia terhadap komunikasi dan kerja sama tim di ruang operasi. Protokol Prospero dan diagram alur Prisma digunakan untuk memperoleh artikel yang relevan dari empat basis data elektronik. Penyaringan artikel dibatasi pada studi yang menggunakan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia atau modifikasinya. Informasi tambahan khususnya mengenai desain penelitian, alat instrumen, dan hasil diekstraksi dan disintesis. Membandingkan dan mengontraskan artikel terpilih dilakukan untuk meringkas tinjauan. Dua puluh satu artikel dipilih dari total 3.806 publikasi. Mereka menyimpulkan bahwa daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia dapat meningkatkan komunikasi di ruang operasi jika diikuti dengan pelatihan komunikasi, mengurangi perbedaan persepsi, menghilangkan hierarki di seluruh tim bedah, dan memodifikasi daftar periksa. Itu juga dapat meningkatkan kerja sama tim jika dikejar dengan pelatihan kerja tim dan dukungan kepemimpinan. Beberapa persyaratan substansial untuk daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia harus dipenuhi dan diselesaikan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim di antara tim bedah di ruang operasi.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERMASALAHAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT Mistri, Shinta Putri; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42584

Abstract

Rumah sakit sebagai instansi kesehatan yang paripurna memiliki kewajiban menyelenggarakan pelayanan, salah satunya pelayanan kefarmasian. Dalam perjalanannya, pelayanan tersebut seringkali mengalami permasalahan akibat ketidaksesuaian dengan SPM Rumah Sakit, khususnya unit farmasi. Banyaknya faktor penyebab permasalahan tersebut, tergantung indikator mutu mana yang tidak sesuai dengan implementasinya, yakni antara waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan, kepuasan pasien, kesalahan pemberian obat, ataupun penulisan resep sesuai formularium. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya permasalahan di unit farmasi yang tidak sesuai dengan SPM Rumah Sakit dan memberikan gagasan strategi penanganan terkait dengan tepat. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan literature review dengan penelusuran melalui Pubmed, Researchgate, dan Google Scholar. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa terdapat 5 permasalahan yang terjadi di Unit Farmasi Rumah Sakit pada beberapa wilayah di Indonesia dengan faktor penyebabnya yang tidak sesuai indikator SPM Rumah Sakit. Sebanyak 5 faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan tersebut merupakan faktor internal rumah sakit, diantaranya seperti kurangnya SDM dan ketidaklengkapan SOP, serta faktor internal petugas yang meliputi kompetensi petugas yang kurang berpengalaman, kelalaian petugas, dan rendahnya kepatuhan terhadap SPM Rumah Sakit. Kesimpulan artikel ini adalah  diketahui 2 garis besar faktor penyebab permasalahan di unit farmasi akibat tidak sesuai dengan indikator SPM Rumah Sakit yang meliputi faktor internal rumah sakit dengan 2 faktor besar dan faktor internal petugas dengan 3 faktor besar, serta penawaran solusi disetiap faktor-faktor penyebab masalah, sehingga dapat membantu meningkatkan optimalisasi pelayanan kefarmasian di rumah sakit seluruh Indonesia.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF PERSONAL SAFETY PRACTICES, ORGANIZATION AND RESPONSES PERCEIVED BY HEALTH WORKERS ON HOW TO MANAGE THE RISK OF COVID-19 Dhamanti, Inge; Muhamad, Rosediani; Sari, Luckyta Ayu Puspita
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i1.2025.56-65

Abstract

In response to the COVID-19 pandemic, healthcare workers were required to implement safety practices to protect themselves from high transmission risks. The aim of this study is to analyze the influence of personal safety practices, organizational practices, and perceived responses by healthcare workers on how they manage COVID-19 risks. This study is an analytical research using a cross-sectional method. The research instrument used was an online questionnaire distributed in June 2022. The inclusion criteria were healthcare workers serving as frontliners at Community Health Centers (Puskesmas) and Government or Teaching Hospitals in Surabaya City, with a minimum of three months of work experience during the pandemic (2020–2021). A total of 221 respondents participated in the study. The data were analyzed using multiple regression tests to examine the effect of independent variables (perceptions of personal safety practices, organizational practices, and perceived responses related to COVID-19) on the dependent variable (ways of managing COVID-19 risks). The majority of respondents were female (85.5%); 76.5% were married; 88.7% worked at Puskesmas, with 48.4% of them being accredited with full status, and 11.3% worked at hospitals, with 8.1% of those hospitals also fully accredited. This study found that personal safety practices (p = 0.000) and perceived responses (p = 0.025) had a significant effect on how healthcare workers managed COVID-19 risks. Meanwhile, organizational safety practices did not significantly affect risk management. Healthcare facilities need to provide safety training and psychosocial support to enhance healthcare workers’ preparedness and resilience during crises.
Analysis Of Nurse Needs Using Workload Indicator Staff Need (WISN) Method Sungkonoputri, Lisa; Dhamanti, Inge
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2158

Abstract

Human resource planning is the first step that must be taken by management to ensure the availability of the right workforce following their work. There needs to be a match between the needs of officers and the number of tasks they must perform so that health services can run well. This study aimed to determine the needs of nurses at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital to improve the quality of its services. This quantitative descriptive research is conducted through interviews, direct observation, and reviewing hospital documents. The subject in this study was an optical refractionist who had additional duties as a nurse at an eye clinic. The calculation of nurse needs is carried out using the WISN (Workload Indicator Staff Need) method. The analysis results of the nurses' needs at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital are two nurses and one optical refractionist. So, at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital, there is a shortage of 2 nurses. The management of Adi Husada Undaan Wetan Hospital needs to consider adding nurses to the eye clinic.Keywords: workload; nurse; WISN; optical refractionist
Dampak Penggunaan Metode Komunikasi ISBAR terhadap Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review: The Impact of Using the ISBAR Communication Method on the Implementation of Patient Safety in Hospitals: Literature Review Sabrina Tria Damayanti; Inge Dhamanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4974

Abstract

Latar belakang: Komunikasi yang tidak memadai merupakan faktor utama yang berkontribusi pada kejadian yang tidak diinginkan, termasuk kejadian sentinel yang menyebabkan bahaya atau kematian bagi pasien. ISBAR (Introduction, Situation, Baground, Assesment, Recommendation) adalah salah satu metode komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan pasien di rumah sakit. Metode: Pelurusuran artikel melalui 3 database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “ISBAR” AND “patient safety” AND “hospital”. Total temuan artikel adalah sebanyak 239 artikel dengan 8 artikel memenuhi kriteria inklusi. Adapun kriteria inkulusi dalam penelitian ini yaitu batasan publikasi pada tahun 2019-2023, artikel berbentuk open access, original article, dan full text. Hasil: Studi kajian pada lokasi penelitian rumah sakit di 8 negara menunjukkan adanya dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan keselamatan pasien. ISBAR berdampak terhadap peningkatan komunikasi spesifik dan efektif serta kerja sama antar tim profesi. Meskipun ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan ISBAR, tetapi pelaksanaan komunikasi ISBAR terbukti efektif pada pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit. Kesimpulan: Terdapat beberapa komponen yang berdampak terhadap penerapan ISBAR di rumah sakit seperti meminimalkan terjadinya miskomunikasi dan kesalahpahaman antar perawat serta adanya peningkatan dalam iklim keselamatan pasien, kepuasan kerja, persepsi manajemen, dan kondisi kerja. Diperlukan adanya pelatihan dan praktik metode komunikasi ISBAR secara efektif dan keberlanjutan untuk mendukung keberhasilan komunikasi yang terstruktur, efektif, dan efisien dalam pelaksanaan keselamatan pasien.
EVALUATING HOSPITAL READINESS FOR HEALTH EMERGENCIES: A CASE STUDY OF COVID-19 READINESS IN INDONESIA Jarghon, Ali E M; Damayanti, Nyoman Anita; Dhamanti, Inge
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Patient Safety and Quality, October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v1i2.63458

Abstract

Background: It is important to evaluates the readiness of hospitals in response to health emergencies, focusing on their ability to manage crises effectively. The objective of this study was to assess the hospitals' readiness across multiple key components as defined by the WHO hospital readiness checklist. Method: A cross-sectional study design was used to assess the readiness of 59 hospitals over 2021 and 2022. Data were collected through the WHO checklist, evaluating 12 components such as leadership, communication, surveillance, and resource management. The hospitals were evaluated quarterly to track changes in readiness levels over time. Descriptive statistics were used to analyze the overall readiness scores for each hospital. Results: Leadership, incident management, and infection prevention and control remained consistently strong during the study period. However, notable weaknesses were found in occupational health, mental health support, and the continuity of essential services, which scored the lowest. Although there were minor improvements in maintaining essential services in 2022, these areas still need considerable improvement. Conclusions: The study concludes that, despite strong leadership and infection control measures, hospitals in the region need targeted interventions to address gaps in mental health support and service continuity. Improving these areas is critical for achieving comprehensive disaster readiness and enhancing hospital resilience to future health crises and natural disasters.
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA DAN KOMITMEN KARYAWAN RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Karida, Rahma; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21007

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan kinerja karyawan yang optimal untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Budaya organisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan dan membangun komitmen pada karyawan. Ketika karyawan tidak mampu beradaptasi dengan budaya yang ada di rumah sakit, hal ini dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Selain itu kinerja karyawan yang buruk dapat merugikan pasien secara langsung. Dalam rangka mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas, penting bagi rumah sakit untuk mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan. Dengan demikian, rumah sakit dapat memastikan bahwa karyawan memiliki lingkungan kerja yang baik, kinerja yang optimal, dan memberikan pelayanan yang responsif serta berkualitas kepada pasien. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendorong rumah sakit dan pemangku kepentingan terkait untuk memahami pentingnya budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan serta membangun komitmen karyawan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review yaitu dengan menganalisis delapan artikel nasional. Pencarian literatur dilakukan menggunakan google scholar dengan kata kunci “Budaya Organisasi”, “Komitmen Karyawan”, “Kualitas Kerja”, dan “Rumah Sakit”. Berdasarkan delapan artikel yang telah dianalisis menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat, komunikasi yang baik, motivasi kerja, komitmen atau loyalitas karyawan, dan kepuasan kerja saling terkait dan dapat berpengaruh positif terhadap kualitas kerja karyawan. Jika rumah sakit menerapkan budaya organisasi yang baik, karyawan akan memiliki arahan yang jelas mengenai perilaku dan interaksi dalam lingkungan kerja. Budaya organisasi yang kuat di rumah sakit memainkan peran yang signifikan dalam membangun komitmen karyawan dan meningkatkan kualitas kerja karyawan.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENCEGAHAN INSIDEN PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT ; LITERATURE RIVIEW Ainur Rohmah, Fitria; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24789

Abstract

Menurut WHO (2019), diperkirakan 646.000 insiden pasien jatuh terjadi setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pencegahan rumah sakit masih kurang maksimal dalam implementasinya. Dibuktikan dengan masih terdapat rumah sakit yang belum mencapai 0% kejadian pasien jatuh sesuai dengan standard akreditasi rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden pasien jatuh di rumah sakit. Artikel ini menggunakan metode literature riview. Artikel yang terpilih bersumber dari database literatur PubMed dan Google Scholar. Dengan kriteria inklusi menggunakan kata kunci pencarian: "falls prevention” AND “strategy” OR “management” AND “hospital”.  Terdapat total studi pada 67 rumah sakit di empat negara yang menunjukkan bahwa ditemukan beberapa strategi pencegahan pasien jatuh di masing-masing rumah sakit yang terbukti efektif untuk mencegah adanya insiden pasien jatuh. Paling banyak ditemukan yaitu pelatihan manajemen pencegahan pasien jatuh untuk tenaga kesehatan, screening faktor risiko, pemanfaatan teknologi, dan pemaksimalan fasilitas penunjang. Terdapat 4 fungsi manajemen yang berperan dalam pencegahan insiden pasien jatuh di rumah sakit yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua fungsi manajemen memiliki peran penting dalam pencegahan insiden pasien jatuh di rumah sakit. Sehingga fungsi manajemen sudah seharusnya diimplementasikan secara berkesinambungan dan komprehensif untuk mencapai keefektifan dan keefisienan suatu organisasi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU OPERASI ELEKTIF DI RUMAH SAKIT Immanuel, Theofeus; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26405

Abstract

Fenomena peningkatan waktu tunggu atau antrian pasien di ruang operasi telah menjadi isu di banyak negara.Waktu tunggu operasi elektif menjadi salah satu indikator pelayanan dari suatu fasilitas kesehatan. Bagi pasien, peningkatan waktu tunggu operasi berarti penundaan dalam tindakan operasi yang dibutuhkan, peningkatan stres dan kecemasan, dan potensi penurunan hasil kesehatan. Bagi rumah sakit, waktu tunggu yang lama dapat mengurangi efisiensi, produktivitas, serta merusak citra rumah sakit. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu operasi elektif, kita dapat mengidentifikasi strategi dan intervensi yang mungkin untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, dan pada akhirnya meningkatkan hasil kesehatan bagi pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review.  Database yang digunakan adalah PubMed dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan untuk mencari artikel adalah “Surgical waiting times AND elective surgery AND Factors”. Artikel yang dicari adalah artikel dengan desain penelitian kuantitatif atau kualitatif. Total artikel yang ditemukan sebanyak 157 artikel, tetapi hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling sering muncul adalah penundaan jadwal operasi, penundaan tindakan pra operasi, faktor sosioekonomi, kondisi fisik pasien, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa waktu tunggu operasi elektif di rumah sakit dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi pasien dan juga faktor-faktor dari sisi rumah sakit.  
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Agastyaning Dwi Ilma Binendra Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Audrey Louissia Herman Ayu Astiria Maya Asterix Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira Randa Arnika Murtiningtyas rifa, fabrella Rima Putri Permata Sari Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa