p-Index From 2021 - 2026
10.443
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW rifa, fabrella; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42143

Abstract

Dalam penyelenggaraan rumah sakit, tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai pelaksana danmeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga penting juga bagi pihak rumah sakit untukmemperhatikan kinerja pemberi pelayanan. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tenagakesehatan, salah satunya yaitu kepuasan kerja. Maka dari itu, perlu untuk mengetahui apa saja faktoryang dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumahsakit. Penelitian dilakukan dengan metode literature review. Artikel diperoleh melalui database Garudadan Google Scholar yang dipublikasikan pada lima tahun terakhir baik artikel yang berbahasa Indonesiamaupun Inggris. Setelah dilakukan skrining artikel yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh 12 artikelyang relevan yang kemudian dianalisis dalam penelitian ini. Diketahui faktor yang dapat berpengaruhterhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit meliputi motivasi kerja, stress kerja, burnout,beban kerja, kompetensi, otonomi di tempat kerja, promosi, pengembangan dan pelatihan, hubunganinterpersonal yang baik dengan rekan kerja maupun atasan, gaya kepemimpinan, kebijakan, budaya daniklim organisasi, sumber daya rumah sakit, kesehatan dan keselamatan kerja, paparan kekerasan ditempat kerja, gaji, serta work-life balance. Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerjatenaga kesehatan di rumah sakit dapat dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu motivator factors danhygiene factors. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan identifikasi lebih lanjut terkait faktor manayang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit, agar kemudian dapatditingkatkan.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP STANDARD PRECAUTIONS DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW MAHARANI, AYUNDA REGINA; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42564

Abstract

Tenaga kesehatan, termasuk perawat sebagai individu yang memberikan perawatan di rumah sakit berisiko tinggi terhadap paparan penyakit serta dapat berpotensi sebagai carrier penyakit kepada pasien. Standard Precautions merupakan standar minimal sebagai upaya untuk mencegah HAIs. Namun, pada praktiknya, penerapan prosedur ini masih sering kurang optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perawat dalam menerapkan Standard Precautions. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel melalui 2 database yaitu PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang didesain dengan PCC. Kata kunci yang digunakan yaitu Nurses OR “Registered Nurses” OR “Nursing Personnel” AND “Compliance with Standard Precautions” OR “Adherence to Standard Precautions” AND Hospital OR Healthcare. Penyaringan artikel menggunakan panduan PRISMA. Hasil dibahas menggunakan modifikasi teori Kelman 1986 oleh Hariyanto (2019). Berdasarkan metode yang digunakan didapatkan 8 artikel yang relevan. Tinjauan terhadap artikel-artikel tersebut mengungkap bahwa kepatuhan perawat dalam menerapkan Standard Precautions dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Faktor individu meliputi pengetahuan, sikap, pendidikan, pengalaman, usia, karir profesi, dan efikasi diri. Faktor perilaku berkaitan dengan kesadaran perawat dalam menjalankan prosedur Standard Precautions. Sementara itu, faktor organisasi mencakup budaya organisasi, pelatihan, supervisi, dukungan yang, serta ketersediaan sarana dan fasilitas. Ketiga determinan tersebut perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kepatuhan perawat terhadap Standard Precautions.
Mengukur Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang Menggunakan Menggunakan Survei HSOPSC Wirasasmita Paripih; Tri Martiana; Inge Dhamanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14223

Abstract

Safety culture is a multidimensional concept as a product of values, attitudes, perceptions, competencies and behavioral standards of individuals and groups that determine commitment, style and administrative skills in managing patient safety. If this culture is strong, it will benefit the hospital. This study aimed to determine the dimensions of patient safety culture that need to be strengthened, so that it can be used as a tool for management and policy makers to encourage the improvement of a strong patient safety culture at the University of Muhammadiyah Malang General Hospital. The sampling technique in this study was convenient sampling so that 138 respondents were obtained including doctors, nurses and non-clinical employees. Measurements were made using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) version 2.0 questionnaire to measure 12 dimensions of patient safety culture in health workers at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang. Data were analyzed descriptively. The results showed that the overall average positive response rate for the 12 patient safety culture dimensions of HSOPSC was 71.4%. The results of this study indicated that employees feel positive about the patient safety culture in their organization. The highest dimension with the highest positive response rate was “organizational learning - continuous improvement” while the lowest dimension was “reporting and handover - information exchange”. It was concluded that in general, the staff at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang felt positive about the patient safety culture in their organization. It is recommended to evaluate and improve the dimensions of reporting and handover - exchange of information at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang.Keywords: hospital; patient safety culture; HSOPSC questionnaire; dimensions ABSTRAK Budaya keselamatan merupakan konsep multidimensi sebagai produk dari nilai, sikap, persepsi, kompetensi dan standar perilaku individu serta kelompok yang menentukan komitmen, gaya dan kecakapan administrasi dalam mengelola keselamatan pasien. Apabila budaya ini kuat, maka akan menguntungkan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi budaya keselamatan pasien yang perlu dilakukan penguatan, agar dapat digunakan sebagai alat bagi manajemen dan pembuat kebijakan guna mendorong peningkatan budaya keselamatan pasien yang kuat di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah convenient sampling sehingga didapatkan 138 orang responden termasuk dokter, perawat, dan karyawan non klinis. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 untuk mengukur 12 dimensi budaya keselamatan pasien pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respon positif rata-rata keseluruhan untuk 12 dimensi budaya keselamatan pasien dari HSOPSC ini adalah 71,4%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien di organisasinya. Dimensi tertinggi dengan tingkat respon positif tertinggi adalah “pembelajaran organisasi - peningkatan berkelanjutan” sedangkan dimensi terendah adalah “pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi”. Disimpulkan bahwa secara umum, staf di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien dalam organisasinya. Disarankan evaluasi dan peningkatan dimensi pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.Kata kunci: rumah sakit; budaya keselamatan pasien; kuesioner HSOPSC; dimensi
IMPLEMENTASI KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER : LITERATURE REVIEW Palupi, Sayekti Intan; Dhamanti, Inge
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42369

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan primer (FKTP) merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan dasar atau tingkat pertama. Berdasarkan data Sismonev DJSN (2024) menunjukkan bahwa proporsi FKTP lebih banyak daripada FKRTL serta jumlah kunjungan masyarakat ke FKTP terus meningkat pada tahun 2024. Amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 kepada fasilitas pelayanan kesehatan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien. Berdasarkan penelitian terdahulu tentang implementasi keselamatan pasien di FKTP ditemukan belum diterapkan secara optimal. Penelitian ini merupakan Literature Review yang bertujuan untuk menganalisis implementasi keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Pengumpulan literatur menggunakan database elektronik yaitu Google Scholar dan Portal Garuda. Kata Kunci yang digunakan adalah “implementasi keselamatan pasien” OR “ standar keselamatan pasien” OR “sasaran keselamatan pasien” OR “tujuh langkah menuju keselamatan pasien” AND “Pelayanan Kesehatan Primer” OR “Puskesmas” OR “Klinik Pratama” OR “Praktik Dokter”. Proses screening literatur dengan kata kunci disajikan dalam PRISMA Flowchart. Terdapat 11 literatur yang memenuhi kriteria penelitian. Berdasarkan hasil literatur review menunjukkan bahwa implementasi keselamatan pasien menurut Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 yang terdiri dari implementasi standar, sasaran dan tujuh langkah menuju keselamatan pasien telah dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan primer khususnya puskesmas meskipun belum optimal dan masih perlu ditingkatkan aspek input dan prosesnya. Implementasi keselamatan pasien paling banyak ditemukan di Puskesmas.
Analisis Dampak Penerapan Surgical Safety Checklist Terhadap Komunikasi Dan Kerja Tim Di Kamar Operasi: A Systematic Review Ismawantri, Putu; Mahmudin, Ahmad Amin; Rochmah, Thinni Nurul; Chalidyanto, Djazuly; Dhamanti, Inge; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Zairina, Elida; Martanto, Tri Wahyu; Rahmawati, Indana Tri; Dahlui, Maznah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.16585

Abstract

Pada tahun 2010, organisasi kesehatan dunia telah merilis daftar periksa bedah untuk meningkatkan sikap keselamatan, termasuk komunikasi dan kerja sama tim. Namun, sepertiga dari komunikasi dalam pembedahan gagal menyampaikan informasi yang relevan. Studi ini bertujuan untuk menentukan persyaratan penerapan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia terhadap komunikasi dan kerja sama tim di ruang operasi. Protokol Prospero dan diagram alur Prisma digunakan untuk memperoleh artikel yang relevan dari empat basis data elektronik. Penyaringan artikel dibatasi pada studi yang menggunakan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia atau modifikasinya. Informasi tambahan khususnya mengenai desain penelitian, alat instrumen, dan hasil diekstraksi dan disintesis. Membandingkan dan mengontraskan artikel terpilih dilakukan untuk meringkas tinjauan. Dua puluh satu artikel dipilih dari total 3.806 publikasi. Mereka menyimpulkan bahwa daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia dapat meningkatkan komunikasi di ruang operasi jika diikuti dengan pelatihan komunikasi, mengurangi perbedaan persepsi, menghilangkan hierarki di seluruh tim bedah, dan memodifikasi daftar periksa. Itu juga dapat meningkatkan kerja sama tim jika dikejar dengan pelatihan kerja tim dan dukungan kepemimpinan. Beberapa persyaratan substansial untuk daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia harus dipenuhi dan diselesaikan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim di antara tim bedah di ruang operasi.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERMASALAHAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT Mistri, Shinta Putri; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42584

Abstract

Rumah sakit sebagai instansi kesehatan yang paripurna memiliki kewajiban menyelenggarakan pelayanan, salah satunya pelayanan kefarmasian. Dalam perjalanannya, pelayanan tersebut seringkali mengalami permasalahan akibat ketidaksesuaian dengan SPM Rumah Sakit, khususnya unit farmasi. Banyaknya faktor penyebab permasalahan tersebut, tergantung indikator mutu mana yang tidak sesuai dengan implementasinya, yakni antara waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan, kepuasan pasien, kesalahan pemberian obat, ataupun penulisan resep sesuai formularium. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya permasalahan di unit farmasi yang tidak sesuai dengan SPM Rumah Sakit dan memberikan gagasan strategi penanganan terkait dengan tepat. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan literature review dengan penelusuran melalui Pubmed, Researchgate, dan Google Scholar. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa terdapat 5 permasalahan yang terjadi di Unit Farmasi Rumah Sakit pada beberapa wilayah di Indonesia dengan faktor penyebabnya yang tidak sesuai indikator SPM Rumah Sakit. Sebanyak 5 faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan tersebut merupakan faktor internal rumah sakit, diantaranya seperti kurangnya SDM dan ketidaklengkapan SOP, serta faktor internal petugas yang meliputi kompetensi petugas yang kurang berpengalaman, kelalaian petugas, dan rendahnya kepatuhan terhadap SPM Rumah Sakit. Kesimpulan artikel ini adalah  diketahui 2 garis besar faktor penyebab permasalahan di unit farmasi akibat tidak sesuai dengan indikator SPM Rumah Sakit yang meliputi faktor internal rumah sakit dengan 2 faktor besar dan faktor internal petugas dengan 3 faktor besar, serta penawaran solusi disetiap faktor-faktor penyebab masalah, sehingga dapat membantu meningkatkan optimalisasi pelayanan kefarmasian di rumah sakit seluruh Indonesia.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF PERSONAL SAFETY PRACTICES, ORGANIZATION AND RESPONSES PERCEIVED BY HEALTH WORKERS ON HOW TO MANAGE THE RISK OF COVID-19 Dhamanti, Inge; Muhamad, Rosediani; Sari, Luckyta Ayu Puspita
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i1.2025.56-65

Abstract

In response to the COVID-19 pandemic, healthcare workers were required to implement safety practices to protect themselves from high transmission risks. The aim of this study is to analyze the influence of personal safety practices, organizational practices, and perceived responses by healthcare workers on how they manage COVID-19 risks. This study is an analytical research using a cross-sectional method. The research instrument used was an online questionnaire distributed in June 2022. The inclusion criteria were healthcare workers serving as frontliners at Community Health Centers (Puskesmas) and Government or Teaching Hospitals in Surabaya City, with a minimum of three months of work experience during the pandemic (2020–2021). A total of 221 respondents participated in the study. The data were analyzed using multiple regression tests to examine the effect of independent variables (perceptions of personal safety practices, organizational practices, and perceived responses related to COVID-19) on the dependent variable (ways of managing COVID-19 risks). The majority of respondents were female (85.5%); 76.5% were married; 88.7% worked at Puskesmas, with 48.4% of them being accredited with full status, and 11.3% worked at hospitals, with 8.1% of those hospitals also fully accredited. This study found that personal safety practices (p = 0.000) and perceived responses (p = 0.025) had a significant effect on how healthcare workers managed COVID-19 risks. Meanwhile, organizational safety practices did not significantly affect risk management. Healthcare facilities need to provide safety training and psychosocial support to enhance healthcare workers’ preparedness and resilience during crises.
Analysis Of Nurse Needs Using Workload Indicator Staff Need (WISN) Method Sungkonoputri, Lisa; Dhamanti, Inge
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2158

Abstract

Human resource planning is the first step that must be taken by management to ensure the availability of the right workforce following their work. There needs to be a match between the needs of officers and the number of tasks they must perform so that health services can run well. This study aimed to determine the needs of nurses at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital to improve the quality of its services. This quantitative descriptive research is conducted through interviews, direct observation, and reviewing hospital documents. The subject in this study was an optical refractionist who had additional duties as a nurse at an eye clinic. The calculation of nurse needs is carried out using the WISN (Workload Indicator Staff Need) method. The analysis results of the nurses' needs at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital are two nurses and one optical refractionist. So, at the eye clinic of Adi Husada Undaan Wetan Hospital, there is a shortage of 2 nurses. The management of Adi Husada Undaan Wetan Hospital needs to consider adding nurses to the eye clinic.Keywords: workload; nurse; WISN; optical refractionist
Dampak Penggunaan Metode Komunikasi ISBAR terhadap Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review: The Impact of Using the ISBAR Communication Method on the Implementation of Patient Safety in Hospitals: Literature Review Sabrina Tria Damayanti; Inge Dhamanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4974

Abstract

Latar belakang: Komunikasi yang tidak memadai merupakan faktor utama yang berkontribusi pada kejadian yang tidak diinginkan, termasuk kejadian sentinel yang menyebabkan bahaya atau kematian bagi pasien. ISBAR (Introduction, Situation, Baground, Assesment, Recommendation) adalah salah satu metode komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan pasien di rumah sakit. Metode: Pelurusuran artikel melalui 3 database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “ISBAR” AND “patient safety” AND “hospital”. Total temuan artikel adalah sebanyak 239 artikel dengan 8 artikel memenuhi kriteria inklusi. Adapun kriteria inkulusi dalam penelitian ini yaitu batasan publikasi pada tahun 2019-2023, artikel berbentuk open access, original article, dan full text. Hasil: Studi kajian pada lokasi penelitian rumah sakit di 8 negara menunjukkan adanya dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan keselamatan pasien. ISBAR berdampak terhadap peningkatan komunikasi spesifik dan efektif serta kerja sama antar tim profesi. Meskipun ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan ISBAR, tetapi pelaksanaan komunikasi ISBAR terbukti efektif pada pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit. Kesimpulan: Terdapat beberapa komponen yang berdampak terhadap penerapan ISBAR di rumah sakit seperti meminimalkan terjadinya miskomunikasi dan kesalahpahaman antar perawat serta adanya peningkatan dalam iklim keselamatan pasien, kepuasan kerja, persepsi manajemen, dan kondisi kerja. Diperlukan adanya pelatihan dan praktik metode komunikasi ISBAR secara efektif dan keberlanjutan untuk mendukung keberhasilan komunikasi yang terstruktur, efektif, dan efisien dalam pelaksanaan keselamatan pasien.
EVALUATING HOSPITAL READINESS FOR HEALTH EMERGENCIES: A CASE STUDY OF COVID-19 READINESS IN INDONESIA Jarghon, Ali E M; Damayanti, Nyoman Anita; Dhamanti, Inge
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Patient Safety and Quality, October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v1i2.63458

Abstract

Background: It is important to evaluates the readiness of hospitals in response to health emergencies, focusing on their ability to manage crises effectively. The objective of this study was to assess the hospitals' readiness across multiple key components as defined by the WHO hospital readiness checklist. Method: A cross-sectional study design was used to assess the readiness of 59 hospitals over 2021 and 2022. Data were collected through the WHO checklist, evaluating 12 components such as leadership, communication, surveillance, and resource management. The hospitals were evaluated quarterly to track changes in readiness levels over time. Descriptive statistics were used to analyze the overall readiness scores for each hospital. Results: Leadership, incident management, and infection prevention and control remained consistently strong during the study period. However, notable weaknesses were found in occupational health, mental health support, and the continuity of essential services, which scored the lowest. Although there were minor improvements in maintaining essential services in 2022, these areas still need considerable improvement. Conclusions: The study concludes that, despite strong leadership and infection control measures, hospitals in the region need targeted interventions to address gaps in mental health support and service continuity. Improving these areas is critical for achieving comprehensive disaster readiness and enhancing hospital resilience to future health crises and natural disasters.
Co-Authors Adinda Nur Salsabila Adinda Nur Salsabila Aditya Putra Pratama Santosa Adiva Husniyah Ali, Adiva Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Ainur Rohmah, Fitria Aisyah Putri Rahvy Alifia, Redina Thara Amiati, Mia Amilia, Sri Lanti Andreasih, Chika Anisa Nur Kholipah Arimbi, Ezha Gadis Rekly Ariska, Rinda Minanti Asterix, Ayu Astiria Maya Audrey Louissia Herman Ayumi, Vina Azmi Handhoko, Hani Mutia Berliani, Attalya Zahra Brigitta, Innes Rizma Budhi Setianto Budhi Setianto Cyrus Y Engineer Dahlui, Maznah Davina Mutia Devilia, Laela Agrista Diah Khrisma Putriana Diansanto Prayoga Djazuly Chalidyanto Eka Suci, Aurel Artamevia Edrian Elida Zairina Erdiana Rhamalia F. Himmatul Aliyah Fadhilah, Fildza Rizkya Fahmeeda, Yasmin Alia Fazria, Nokky Farra Fitri Yakub Fitria, Sherly Nur Fransiska Oktavia Puteri Habibah, Tamaamah Hanifa, Yumna Nur Millati Havida Aini Fauziyah Hengky Irawan Ida Nurhaida Ida Nurhaida Ika Marta Nia Immanuel, Theofeus Indana Tri Rahmawati Intan Resvilani Ismawantri, Putu Ismiyatul Izza Jarghon, Ali E M Juliarizky Shinta Dewi Karida, Rahma Kurniasari, Shinta Larasati, Andriyani Larasati, Andryani Luckyta Ayu Puspita Sari MAHARANI, AYUNDA REGINA Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Melania, M. Karomah Nastiti Mistri, Shinta Putri Muhamad, Rosediani Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Rizky Widodo Murtiningtyas, Randa Arnika Nabila Rahma Salsa Nikita Nabilla Nokky Farra Fazria Novenda, Diva Nuranisah Djunaedi Nuria, Shinta NURUL HIDAYAH Nyoman Anita Damayanti Oktavia, Wildya Syauqi Palupi, Sayekti Intan Pratiwi, Rika Meylina Putri, Dwi Resicha Adna Putri, Fadillah Andriani Putri, Maurilla Shafira rifa, fabrella Rosediani Muhamad Sabrina Tria Damayanti Safira Anis Rahmawati Salsabila Salsabila Salvany Zahra Sari, Luckyta Ayu Puspita Sari, Rima Putri Permata Shafira, Risma Ainun Sungkonoputri, Lisa Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tamaamah Habibah Tarigan, Dhea Benedikta Taufik Rachman Taufik Rachman Thinni Nurul Rochmah Tjahjono, Benny Tri Martiana Wahidah, Laila Farisya Wardahni, Rizka Kusuma Wibowo, Lydia Ivana Widya Hapsari Murima Wirasasmita Paripih Yulinar, Velynta Sephia Yulinda, Renicke Titania Yumna Nur Millati Hanifa