Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Additional Presentation Fruit Sari (Diospyros kaki L.) on Hard Candies Azmalina Adriani; Ainna Rahmatika; Raihanatun Raihanatun; Irfan Mustafa
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i2.4735

Abstract

Latar belakang: Permen olahan pangan berbahan dasar gula atau sukrosa paling banyak disukai oleh anak-anak contohnya permen keras (hard candy) dibuat dengan proses pemanasan pada suhu tinggi yaitu antara 140-150°C. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah kesemek pada permen keras. Bahan dan Metode: Jenis penelitian eksperimen  dengan membuat 5 formula permen keras, berbahan sari buah kesemek, air, sukrosa dan daun mint dengan analisis yang dilakukan meliputi organoleptis, kadar air, kadar abu dan pH. Hasil: Analisis organoleptis permen dengan formula 2 lebih diminati oleh panelis. Hasil kadar air kelima formula yaitu F1 (0,435%), F2 (0,53%), F3 (2,005%), F4 (9,555%), dan F5 (19,3%) dengan persyaratan sesuai SNI 3547.1:2008 tidak melebihi 3,5%, hanya formula 4 dan 5 yang tidak memenuhi persyaratan. Kadar abu kelima formula yaitu F1 (0,15%), F2 (0,018%), F3 (0,1545%), F4 (1,1095), F5 (0,104%) dengan persyaratan sesuai SNI 3547.1:2008 tidak melebihi 2,0%. Analisis kelima formula menghasilkan permen dengan pH 5 yang sesuai dengan standar permen 4,5 - 6. Kesimpulan: Penambahan sari buah kesemek berpengaruh terhadap perbedaan organoleptis, kadar air, dan kadar abu permen keras, tetapi tidak mempengaruhi pHnya. Permen formula 2 memiliki kualitas yang baik dan lebih diminati dibandingkan formula lainnya.
ANALISIS KUALITATIF PEWARNA KUNING PADA KUNYIT BUBUK YANG BEREDAR DI BANDA ACEH Adriani Azmalina
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 3 No 2 (2019): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yellow Dyes On Turned Turns is a spice that is often used by the people of Aceh, to get a good color of turmeric, producers usually add food coloring to the use of which must be in accordance with the rules. The purpose of this study was to identify the use of yellow dyes which are prohibited in powdered turmeric circulating in Banda Aceh. The research method was carried out descriptively in the Pharmacy and Food Analyst laboratory using thin layer chromatography (TLC). With 12 samples of powdered turmeric circulating in Banda Aceh, the results obtained from the study of four non-positive samples containing curcumin (natural yellow coloring), five unbranded samples and three branded samples containing tartrazine (synthetic yellow dye permitted).Keywords: Turmeric powder; Thin layer chromatography
Studi Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam. L) dengan Basis Na-CMC dan Karbopol Rinaldi Rinaldi; Fauziah Fauziah; Azmalina Adriani; Ernita Silviana; Ritazahara Ritazahara
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 3 (2020): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i3.4664

Abstract

Pendahuluan: Daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) kaya akan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat diformulasikan ke dalam sediaan gel anti bakteri. Formulasi gel umumnya menggunakan basis Na CMC dan karbopol. Perbedaan basis gel akan memberikan perbedaan karakteristik gel dan perbedaan difusi zat aktif ke dalam kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik gel ekstrak etanol daun nangka dengan penggunaan basis Na-CMC dan Karbopol 940 terhadap evaluasi persyaratan sediaan gel. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan memformulasikan gel ekstrak etanol daun nangka menggunakan basis Na-CMC (F1) dan Karbopol 940 (F2). Evaluasi sediaan gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Karakteristik sediaan gel ekstrak etanol daun nangka pada formula F1 dan F2 memiliki bentuk setengah padat berwarna cokelat muda berbau khas ekstrak etanol daun nangka; homogen; nilai pH 6,0; daya sebar sediaan gel pada F1 4,5-5,5 cm dan pada F2 4,5 – 5,6 cm dan viskositas F1 19080 cP dan F2 13280 cP. Kesimpulan: Gel ekstrak etanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) dengan menggunakan basis Na-CMC dan karbopol 940 memenuhi persyaratan sediaan gel.
PENDIDIKAN UNTUK MASYARAKAT TENTANG BAHAYA PEWARNA MELALUI PUBLIKASI HASIL ANALISIS KUALITATIF PEWARNA SINTETIS DALAM SAUS Azmalina Adriani; Irma Zarwinda
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v20i2.1455

Abstract

Keberhasilan dari konsep analisis kualitatif pewarna ini sangat ditentukan oleh proses penerapan ilmu dalam bidang analisis farmasi dan makanan, untuk diaplikasikan kepada masyarakat, dalam hal pewarna sintetis, yang merupakan pewarna yang diizinkan yang ditambahakan dalam produk pangan, Pewarna sintetis yang diizinkan seperti Tartrazine, Sunset yellow FCF, Ponceau 4R, Eritromisin, Brillint Blue FCF, Fast green FCF, Brown HT, dan pewarna sintetis yang tidak diizinkan seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow. Pewarna sintetis pada makanan dapat mengakibatkan iritasi pada saluran pencernaan dan mengakibatkan gejala keracunan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kualitatif pewarna sintetis serta dapat membantu dalam pengawasan saus yang beredar di Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dan sampel dianalisis menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan menggunakan dua eluen yang berbeda yang dideteksi dengan lampu UV pada 254nm. Adapun yang menjadi hasil penelitian ini adalah satu sampel positif mengandung Rhodamin B sedangkan ketiga sampel mengandung Ponceau 4R.
Analisis Kalsium (Ca) pada Ikan Petek dan Mujair dengan Metode Kompleksometri Azmalina Adriani; Fauziah Fauziah; Riki Saputra
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 2 No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal Volume 2 Issue (No) 2 July - December 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is one of the example of a comestibles that contains a lot of protein and minerals, one ofwhich is calcium. Calcium functions for the body's metabolism in the bone and toothformation. Petek and Mujair fish contain calcium that is needed by the human body.The purpose of this study was to determine the levels of calcium contained in Petek andMujair fish.The sampling was done by purposive sampling, which the sample used was obtained by themarket in the Peunayong Banda Aceh. This research used complexometry methods. Thesamples of Petek and Mujair fish that had been cleared were titrated using Na2-EDTA as thetitrator.The result showed that Petek and Mujair fish had different calcium levels where the calciumlevels in Petek fish reach an average of 0.853% and the calcium levels in Mujair fish reachan average of 0.616%. Petek fish had higher calcium levels than Mujair fish, it was causedby their habit, where Petek fish was sea fish that contained fat, vitamins and minerals, whileMujair fish was freshwater fish that contained carbohydrates and proteins.
ANALISIS KALSIUM (Ca) PADA BUAH PISANG DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI Azmalina Adriani; Elfariyanti Elfariyanti; Nazila Amelia; Irfan Mustafa
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 5 No 1 (2022): Oceana Biomedicina Journal Volume 5 Issue (No) 1
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v5i1.73

Abstract

Kalsium merupakan mineral yang paling penting bagi manusia yang berfungsi sebagai pembentukan tulang dan gigi, mengatur pembekuan darah serta mencegah osteoporosis. Kalsium banyak dijumpai pada buah-buahan salah satunya pada buah pisang. Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa kadar kalsium yang terkandung dalam buah pisang yang banyak terdapat di Banda Aceh yaitu pisang Awak, pisang Kepok dan pisang Raja Sereh secara Kompleksometri. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.  Perlakuan sampel pisang dengan menentukan kadar abu dan  analisis volumetric secara kompleksometri dengan menggunakan larutan standart Na2-EDTA. Hasil didapat kadar kalsium dari buah pisang  awak pasar Aceh sebesar 0,532 %, pisang awak pasar Lambaro 0,532%, pada buah pisang kepok pasar Aceh sebesar 0,566 %, pisang kepok pasar Lambaro 0,569% dan pada pisang raja sereh pasar Aceh sebesar 0,537 % dan pisang  raja sereh pasar Lambaro 0,549%.  Kadar kalsium yang tertinggi terdapat pada buah pisang kepok. Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ialah struktur tanah dan iklim yang berbeda- beda serta tersedianya unsur hara, baik unsur hara makro dan juga unsur hara mikro.
Analisis Kalsium (Ca) pada Ikan Petek dan Mujair dengan Metode Kompleksometri Azmalina Adriani; Fauziah Fauziah; Riki Saputra
Oceana Biomedicina Journal Vol 2 No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal Volume 2 Issue (No) 2 July - December 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v2i2.30

Abstract

Fish is one of the example of a comestibles that contains a lot of protein and minerals, one ofwhich is calcium. Calcium functions for the body's metabolism in the bone and toothformation. Petek and Mujair fish contain calcium that is needed by the human body.The purpose of this study was to determine the levels of calcium contained in Petek andMujair fish.The sampling was done by purposive sampling, which the sample used was obtained by themarket in the Peunayong Banda Aceh. This research used complexometry methods. Thesamples of Petek and Mujair fish that had been cleared were titrated using Na2-EDTA as thetitrator.The result showed that Petek and Mujair fish had different calcium levels where the calciumlevels in Petek fish reach an average of 0.853% and the calcium levels in Mujair fish reachan average of 0.616%. Petek fish had higher calcium levels than Mujair fish, it was causedby their habit, where Petek fish was sea fish that contained fat, vitamins and minerals, whileMujair fish was freshwater fish that contained carbohydrates and proteins.
Formulasi Sabun Cuci dari Minyak Jelantah dengan Penambahan Air Asam Sunti Azmalina Adriani; Rinaldi Rinaldi; Hardiana Hardiana; Suci Suci; Irfan Mustafa
Oceana Biomedicina Journal Vol 3 No 1 (2020): Oceana Biomedicina Journal Volume 3 Issue (No) 1 January - June 2020
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v3i1.38

Abstract

Soap is a cleaning agent made from oil. Coconut oil that has been used is usually discarded as waste (minyak jelantah), with the additionof syringe acid water. Sunti acid water is one of the spices that contains quite high acidic compounds. The purpose of this study was to determine the characteristics of soaps containing Sunti acid water. This research is experimental to formulate laundry soap containing Sunti acid water, with used cooking oil. Soap formulation with Sunti acid waterconcentration 1.25% (F1), 1.50% (F2) and 1.75% (F3). The formula was evaluated with organoleptic parameters, moisture content, pH, homogeneity, high foam and clean power of soap. The results showed that soap (F1, F2, F3) was solid, brown in color and distinctively smelled of lemon, and the water content was 20.34%; 14.21% and 14.8%, pH ranges from 8-10, not homogeneous, foam height 48-78 cm and can be as a cleaner. So it can be concluded that Sunti acid water and used cooking oilcan be formulated in the form of soap and formula 3 is a good formula.
ANALISIS KALSIUM (Ca) PADA BUAH PISANG DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI Azmalina Adriani; Elfariyanti Elfariyanti; Nazila Amelia; Irfan Mustafa
Oceana Biomedicina Journal Vol 5 No 1 (2022): Oceana Biomedicina Journal Volume 5 Issue (No) 1
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v5i1.73

Abstract

Kalsium merupakan mineral yang paling penting bagi manusia yang berfungsi sebagai pembentukan tulang dan gigi, mengatur pembekuan darah serta mencegah osteoporosis. Kalsium banyak dijumpai pada buah-buahan salah satunya pada buah pisang. Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa kadar kalsium yang terkandung dalam buah pisang yang banyak terdapat di Banda Aceh yaitu pisang Awak, pisang Kepok dan pisang Raja Sereh secara Kompleksometri. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.  Perlakuan sampel pisang dengan menentukan kadar abu dan  analisis volumetric secara kompleksometri dengan menggunakan larutan standart Na2-EDTA. Hasil didapat kadar kalsium dari buah pisang  awak pasar Aceh sebesar 0,532 %, pisang awak pasar Lambaro 0,532%, pada buah pisang kepok pasar Aceh sebesar 0,566 %, pisang kepok pasar Lambaro 0,569% dan pada pisang raja sereh pasar Aceh sebesar 0,537 % dan pisang  raja sereh pasar Lambaro 0,549%.  Kadar kalsium yang tertinggi terdapat pada buah pisang kepok. Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ialah struktur tanah dan iklim yang berbeda- beda serta tersedianya unsur hara, baik unsur hara makro dan juga unsur hara mikro.
Analisis Kandungan Betakaroten Pada Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Dari Daerah Saree Aceh Besar Sebagai Antioksidan Alami Elfariyanti Elfariyanti; Nadira Nadira; Azmalina Adriani; Rinaldi Rinaldi
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 3, No 1 (2022): SEMNAS MULTIDISIPLIN ILMU
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) dikenal juga dengan istilah ketela rambat merupakan salah satu tanaman tropis yang terdapat di Indonesia yang kaya akan nutrisi dan manfaat untuk kesehatan dan dunia farmasi. Salah  satu nutrisi yang  terkandung dalam ubi jalar ungu adalah betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang berperan penting bagi pembentukan vitamin A dan berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar betakaroten pada ubi jalar ungu muda dan ungu pekat hasil budidaya masyarakat kawasan Saree Aceh Besar. Sampel yang digunakan adalah ubi jalar ungu muda dan ungu pekat yang diambil berdasarkan kriteria buah yang cukup tua, kulit umbi bewarna ungu cerah dan kondisinya segar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui uji laboratorium menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar betakaroten pada ubi jalar ungu muda sebesar 0,165 mg/100g, sedangkan ubi jalar ungu pekat sebesar 0,290 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa kadar betakaroten pada ubi jalar ungu pekat lebih tinggi dibandingkan ubi jalar ungu muda. Kata Kunci: Ipomoea batatas L, Betakaroten, Spektrofotometer  UV-Vis