Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Orang Tua Sebagai Prediktor Pengetahuan, Sikap, Self Efficacy Orang Tua Dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Crisdiansyah; Linda Suwarni; Selviana; Vidyastuti; Helfi Nolia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.189 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i3.1218

Abstract

Background: Parental education is important in preventing sexual violence against children. Parents need good knowledge, attitudes, and self-efficacy to educate their children, though their effectiveness is affected by various factors. Objective: This study aimed to predict the knowledge, attitudes, and self-efficacy of parents in education to prevent sexual violence in children. Methods: A quantitative design with a cross-sectional approach was used. The sample is 400 parents who have children aged 12-17 years. Data was collected through direct interviews and analyzed using univariate and bivariate (Chi-Square test with 95% CI). Results: the experience of parents receiving education on preventing sexual violence against children correlate with knowledge (p-value = 0.012), attitude (p-value = 0.0000) and self-efficacy (p-value = 0.000). Conclusion: The experience of parents helps predict knowledge, attitudes, and self-efficacy in providing education to prevent sexual violence against children.)
Effect of emotional freedom techniques on anxiety, depression and insomnia among COVID-19 patients Marcelina Boru Tambunan; Linda Suwarni; Selviana Selviana
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i2.22403

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a massive impact on various aspects, including mental health, especially for people confirmed positive for COVID-19. People who are positively confirmed for COVID-19 tend to experience decreased immunity caused by feelings of anxiety, depression, and insomnia. emotional freedom technology (EFT) therapy has been proven to reduce mental health disorders but has never been applied to people who are positively confirmed for COVID-19. This study aimed to examine the effect of EFT therapy on mental health disorders (anxiety, depression, and insomnia) in COVID-19 patients in Pontianak City. This research method is quantitative with a quasi-experimental design in the COVID-19 isolation area provided by the Pontianak City government, namely Upelkes and Rusunawa in June 2021. The total sampling was employed consisting of 42 people. A validated questionnaire on anxiety, depression, and insomnia was employed as a research instrument. A repeated ANOVA test was used to analyze research data. The results showed that EFT therapy was effective in reducing anxiety, depression, and insomnia scores in positively confirmed people for COVID-19 (p-value <0.05). EFT therapy can overcome mental health disorders experienced by people who are positively confirmed for COVID-19 and as an alternative therapy to speed up the healing process.
Determinan Penggunaan APD Pada Petani Penyemprot Pestisida Di Desa Ambawang Kuala Retno Diah Setyowati; Otik Widyastutik; Selviana Selviana
Jumantik Vol 10, No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Muhammadiyah Pontianak University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.4890

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kolineterase dalam darah sebanyak 8 petani (13%) di Desa Ambawang kuala menunjukan bahwa mengalami keracunan yang ditandai dengan Kolinesterase nya (<75%). Tujuan peneltian ini yaitu untuk mengetahui Determinan dari Penggunaan APD Pada Petani Penyemprot Pestisida Di Desa Ambawang Kuala. Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 sampel yang didapatkan dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value=0,000, PR=5,824), Peran Rekan Kerja (p value 0,001, PR=3,333), Ketersediaan APD (p value=0,000, PR=2,194) dan tidak terdapat hubungan antara keluhan kesehatan dengan penggunaan APD, Keluhan Kesehatan (p value=0,386). Disarankan untuk Pos UKK agar mengadakan penyuluhan dari lahan ke lahan untuk menambah pengetahuan bagi para petani, pada forum yang tersedia agar lebih mengaktifkan kegiatannya serta bagi pemerintah serta fasyankes agar menyediakan apd dengan cara berkoordinasi dengan intansi-intansi terkait.
Determinan Terjadinya Penyakit Diare Akut pada Balita Di Wilayah Pesisir (Studi Kasus Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh) Selviana Selviana; Wike Widowati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.996 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.32

Abstract

Abstract: The Determinant of Acute Diarrhea In Toddlers Genesis Coastal (Case Study in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh). The research aims to determine the factors associated with acute diarrhea in toddlers genesis coastal (Case study in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh). The research method is observational with a case-control design. The population in this study were all toddlers in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh. Result show that there are several variables that  associated with diarrhea that was knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.008), behaviour (p = 0.008), latrine (p = 0.000). While the variables that not correlate with the incidence of diarrhea was waste disposal (p = 0.616) and clean water facility (p = 0.736).Abstrak : Determinan Terjadinya Penyakit Diare Akut Pada Balita Di Wilayah Pesisir (Studi Kasus Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita di Wilayah Pesisir (Studi Kasus di Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh). Penelitian dilakukan dengan pendekatan Case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000 dan OR = 7,560), sikap (p value= 0,008 dan OR = 8,069), perilaku (p value = 0,008 dan OR = 3,776), jamban (p value = 0,000 dan OR = 2,723) dengan kejadian diare akut pada balita di wilayah terisolir tahun 2015. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,046 dan OR = 2,723), Pembuangan Sampah (p value = 0,616 dan OR = 3,158), dan Sarana Air Bersih (p value = 0,736 dan OR = 0,631) dengan kejadian diare akut pada balita di Wilayah Terisolir Tahun 2015.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 4-6 Tahun Selviana Selviana; Elly Trisnawati; Sitti Munawarah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.807 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.78

Abstract

Abstract: Factors Related To Occurrence Of Diarrhea In 4-6 Year Children. Diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas raised annually, from 10% in 2013 to 33% in 2014, and 35% in 2015. This study aimed at factors related to diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Cross Sectional approach was used forty one sample participated in this study. They were selected by using proportional random sampling technique. The data analysis using chi-square test with a 95% confidence level. The study revealed significant correlation of hand washing (p = 0,043 ; PR = 2,175), microbial quality of drinking water storage (p = 0,016 ; PR = 1,462), availability of family latrine (p = 0,003 ; PR = 3,242), and diarrhea cases. There was no significant correlation between diarrhea cases are the habit of boiling water with the microbial quality of drinking water, the source of water for washing cutlery, and microbial of drinking water, (p > 0,05). It is hoped health authorized staffs in Desa Kalimas apply community- based total sanitation, enhance clean and healthy behaviour, and socialize healthy drinking water storage based on Regulation of Minister of Healthy No. 3/2014.Abstrak: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Angka kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2013 kejadian diare sebesar 10%, tahun 2014 sebesar 33% dan 35% pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel  45 orang yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan diare (p = 0,043; PR = 2,175), penyimpanan air minum dengan kualitas mikrobiologi air minum (p = 0,016; PR = 1,462), ketersediaan jamban keluarga dengan diare (p = 0,003; PR = 3,242). Variabel yang tidak berhubungan yaitu kebiasaan memasak air dengan kualitas mikrobiologi air minum, sumber air untuk mencuci alat makan/minum dan kualitas mikrobiologi air minum dengan diare (p ≥ 0,005). Disarankan agar di Desa Kalimas bisa diterapkan program STBM dan peningkatan penerapan PHBS pada masyarakat Desa Kalimas serta mensosialisasikan cara penyimpanan air minum yang baik sesuai dengan Permenkes No 3 tahun 2014.
Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan Ria Risti Komala Dewi; Selviana Selviana
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.187 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.210

Abstract

Abstract: Spatial Analysis and Description of the Event of Pulmonary Tuberculosis in Communities in the Border Areas. Pulmonary TB is an easily transmitted disease from year to year. Pulmonary TB is still a global concern, including in West Kalimantan Province, especially Sintang District. One of the puskesmas with TB cases is always high, Sepauk Health Center. A simple Information System makes it difcult for health workers to identify locations of patients with pulmonary TB based on the condition of the physical environment of the house making it difcult to intervene. This study aims to obtain a spatial picture, the condition of the physical environment of the house and the incidence of pulmonary TB in the working area of Sepauk Health Center. This type of research is an observational descriptive survey with a sample of 23 cases, with a total sampling technique. The results of the spatial picture of the study showed that the areas with high risk of pulmonary TB occurring were Lengkenat Village by 44%, while the Nanga Sepauk Village, Sepulut Village, Tanjung Ria Village, and Tanjung Hulu Village were 13%, Kapuas village was 4%. The pattern of the spread of cases of pulmonary TB occurs around the river flow. Most pulmonary TB sufferers live in environmental conditions that do not meet requirements such as lighting (73.9%), temperature (73.9%), humidity (91.3%), and occupancy density (65.2%). It is expected that the Health Ofce and Puskesmas will be more active in providing health counseling specifcally about the importance of paying attention to the physical environment of the house to overcome the spread of transmission of pulmonary TB. Abstrak: Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan. TB Paru merupakan penyakit yang mudah menular dari tahun ke tahun. TB Paru masih menjadi perhatian dunia termasuk di Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang. Salah satu puskesmas yang kasus TB Parunya selalu tinggi adalah Puskesmas Sepauk. Sistem Informasi yang sederhana menyebabkan sulitnya petugas kesehatan mengidentifkasi lokasi penderita TB Paru berdasarkan kondisi lingkungan fisik rumah sehingga menyulitkan dalam melakukan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran spasial, kondisi lingkungan fsik rumah dan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sepauk. Jenis penelitian ini bersifat survey deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 23 kasus, dengan teknik total sampling. Hasil gambaran spasial penelitian menunjukkan bahwa daerah wilayah yang berisiko tinggi terjadi TB Paru adalah Desa Lengkenat sebesar 44%, sedangkan Desa Nanga Sepauk, Desa Sepulut, Desa Tanjung Ria, dan Desa Tanjung Hulu sebesar 13%, Desa temiang Kapuas sebesar 4%. Pola penyebaran kasus TB Paru terjadi disekitar aliran sungai. Penderita TB paru sebagian besar tinggal di kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat seperti pencahayaan (73,9%), suhu (73,9%), kelembaban (91,3%), dan kepadatan hunian (65,2%). Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan fsik rumah untuk mengatasi penyebaran penularan TB Paru.
Analisis Spasial Sebaran Kasus dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru Selviana Selviana; Andri Dwi Hernawan; Irvan Khitama
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.059 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.71

Abstract

Abstract: Analysis Of Spatial Distribution Of Potentially Transmission Case And Environment Tuberculosis Pulmonary. This research aimed to get the description of spatial distribution case and pulmonary tuberculosis infection environmental potentially in health care center area of Sungai Durian, Kubu Raya Regency. It was a descriptive observational survey which used total sampling. Next, the data was analyzed and presented in case mapping spatial distributional form and used Geographic Information System to present the pulmonary tuberculosis infection environmental potentially. The result showed that the distribution of case in Kuala Dua village was 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8%, and Teluk Kapuas 8%, whereas Kuala Dua Village, Arang Limbung, Desa Limbung and Mekar Sari had the highest precentation in pulmonary tuberculosis case besides they had the dense distribution which known as the new case. The spatial analysis showed that bedroom temperature 60%, bedroom humidity 66,7%, bedroom lighting 56,7%, bedroom ventilation 73,3%, and dwelling density 60% did not fulfill the health requirement. Health service access about 46,7% was not accessible.Abstrak : Analisis Spasial Sebaran Kasus Dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi gambaran spasial sebaran kasus dan lingkungan berpotensi TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif observasional, dengan menggunakan total sampling. Selanjutnya data dianalisa dan disajikan dalam bentuk spasial pemetaan sebaran kasus dan lingkungan berpotensi penularan TB paru dengan menggunakan Geographic Information System (GIS). Hasil penelitian menunjukan sebaran kasus pada Desa Kuala Dua 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, Mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8% dan Teluk Kapuas 8%, dimana Desa Kuala Dua, Arang Limbung, Desa Limbung dan Mekar Sari memiliki persentasi tinggi pada kasus TB paru selain itu juga memiliki penyebaran yang rapat, diketahui 17% diantaranya kasus baru. Analisis spasial menunjukan suhu kamar tidur 60%, kelembaban kamar tidur 66,7%, pencahayaan kamar tidur 56,7%, ventilasi kamar tidur 73,3% dan kepadatan hunian rumah 60% tidak memenuhi syarat kesehatan. Akses pelayanan kesehatan 46,7% tidak terjangkau.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN KADER STUNTING DI KELURAHAN BINAAN PCM PONTIANAK BARAT Selviana Selviana; Linda Suwarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14099

Abstract

ABSTRAKStunting menjadi salah satu permasalahan yang terdapat di kelurahan Binaan PCM Pontianak Barat, yaitu kondisi tinggi badan seseorang  anak lebih pendek dibanding tinggi sesuai umur disebabkan malnutrisi kronik yang menggambarkan riwayat kurang gizi balita dalam jangka waktu lama. Kelurahan Pal Lima merupakan salah satu lokasi kasus intervensi stunting terintegrasi di Kota Pontianak. Data menunjukkan terdapat 85 balita stunting di Kelurahan Pal Lima. Kader stunting yang ada di kelurahan tersebut masih belum memiliki kapasitas yang optimal dalam pencegahan dan penanganan stunting. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah stunting melalui pemberdayaan kader stunting di Kelurahan Binaan PCM Pontianak Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan metode Participatody Rural Appraisal (PRA), melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil kegiatan adalah terlaksanakanya lokakarya mini, peningkatan kapasitas kader stunting sebesar 31,35%, sosialisasi aplikasi BUSAKIE, pelatihan dan praktek pembuatan MP ASI, dan Pelatihan packing produk dan pemasaran online pada kelompok UKM. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mengoptimalkan peran kader stunting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; stunting; kelurahan binaan; kader ABSTRACTStunting is one of the problems found in the PCM West Pontianak sub-district, namely the condition of a child's height being shorter than height for age due to chronic malnutrition which describes a long-term history of undernourishment in toddlers. Pal Lima Village is one of the locations for integrated stunting intervention cases in Pontianak City. Data shows that there are 85 stunted toddlers in the Pal Lima Village. Stunting cadres in the district still do not have optimal capacity in preventing and treating stunting. The purpose of this activity is to prevent stunting through empowering stunting cadres in the PCM Pontianak Barat Foster Village. The method used is a community empowerment approach using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, through ongoing outreach, counseling, training and mentoring activities. The results of the activity were the implementation of a mini workshop, an increase in the capacity of stunting cadres by 31.35%, socialization of the BUSAKIE application, training and practice on making MP ASI, and training on product packing and online marketing for the SME group. It is hoped that this activity can optimize the role of stunting cadres in efforts to prevent and treat stunting in the region. Keywords: community empowerment; stunting; foster village; cadres
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Angka Kuman Pada Ayam Suwir Bubur Ayam Yang Dijual Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Ufi Ruhama; Winda Kartika Sari; Selviana Selviana
Jumantik Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i2.2737

Abstract

Ayam suwir dalam bubur ayam diperoleh dengan cara menarik serat daging menggunakan tangan dan pisau kecil menjadi bentuk yang lebih kecil dan halus sehingga berisiko menimbulkan cemaran mikroba. Pada saat uji pendahuluan 3 dari 5 sampel daging ayam suwir yang diperiksa mengandung angka kuman yang tidak memenuhi syarat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Angka Kuman Pada Ayam Suwir Bubur Ayam Yang Dijual Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel diambil secara total populasi dengan jumlah 33 pedagang bubur ayam di wilayah Puskesmas Sungai Durian. Uji statistik yang digunakan adalah fisher’s exact test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara cara penyimpanan (p = 0,003), lama penyimpanan (p = 0,003), peralatan penyuwiran (p = 0,000), personal hygiene (p = 0,000) dengan angka kuman pada ayam suwir bubur ayam.Diharapkan kepada pedagang bubur ayam untuk memperhatikan hygiene sanitasi makanan khususnya terkait cara penyimpanan, lama penyimpanan, pera
PEMETAAN FAKTOR RESIKO STUNTING PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS PAL LIMA Selviana; Yoga Prakasa Putra; Linda Suwarni
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i2.5613

Abstract

Backgorund: Stunting incidence in Indonesia is 21.6% which is still quite high compared to the target in 2024 of 14%. Primary prevention efforts are essential in reducing the number of stunts through mapping stunting risk factors in pregnant women so that intervention programs can be carried out as a stunting prevention effort. Objective: This study aims to map the risk factors of stunting in pregnant women in the UPT Puskesmas Pal V Town of Pontianak. Method: This research includes observational research with a descriptive approach. The popilation of this study is the entire pregnant women by 2023 in the UPT Puskesmas Pal V city of Pontianak, which is a total of 22 people. The sample used total sampling. Cata analysis uses univariates by describing risk factors in percentage and in mapping from. Result: The study obtained 20.9% had anemia in mothers, 13.6% had Chronic Energy Deficiency (CED), and the age at risk was less than 20 years old (22.7%). Conclusion: Support is needed in pregnant women who are at risk of having a stunting child by local health woorkers so that they can prevent a child born from having stunting at age 2 years old.eywords : Prevention Model, Local Wisdom, Stunting, Mapping Stunting Risk Factor