Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Inovasi Teknologi Produksi Olahan Ikan Pada Poklahsar Desa Kuala Secapah Eko Sarwono; Achmad Sutarmin; Ufi Ruhama'; Linda Suwarni; Selviana Selviana
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2018.v2i2.307

Abstract

Ikan merupakan potensi yang ada di Desa Kuala Secapah. Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sumber Rezeki dan Nusa Damai di Desa Kuala Secapah adalah kelompok wanita yang bergerak dalam industri Rumah Tangga skala kecil yang mengolah hasil perikanan dan laut menjadi produk olahan seperti kerupuk ikan dan ikan asin. Kendala yang dihadapi adalah teknologi produksi masih sederhana, manajemen pemasaran terbatas, dan packing produk yang dihasilkan kurang menarik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampikan serta produktivitas produk olahan perikanan Poklahsar. Target luaran dalam kegiatan ini adalah dibuatnya teknologi mesin pemotongan dan teknologi mesin penyimpan bahan baku (chest freezer) untuk produksi kerupuk ikan, dibuatnya produksi kerupuk ikan dan ikan asin dengan berbagai aneka bentuk kerupuk dan jenis ikan serta dibuatnya kemasan produk ikan asin kerupuk ikan yang menarik, dan memiliki PIRT, komposisi bahan, kandungan gizi, tanggal produksi dan expired produk. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan mitra secara aktif dalam pelaksanaan penerapan inovasi teknologi Pengolahan Produk Perikanan. Adapun teknologi diintroduksikan adalah pelatihan pengolahan produk perikanan berbagai macam bentuk olahan, pembuatan mesin pemotongan kerupuk precontohan, pengemas produk (siliser), dan chsest freezer serta packing produk dengan merk dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, dan PIRT (izin). Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain, introduksi IPTEKS mesin pemotong kerupuk, pendingin, perangkat packing produk.  Program Kemitraan yang sudah dilaksanakan ini membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan produktivitas mitra.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui PENKES (Pendidikan dan Kesehatan) untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Linda Suwarni; Selviana Selviana; Eko Sarwono; Ufi Ruhama
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.027 KB) | DOI: 10.24903/jam.v2i1.290

Abstract

Masyarakat di wilayah pemekaran Kalimantan Barat masih berpendidikan minim (bahkan masih ada yang masih buta huruf) dan masalah kesehatan yang selalu ada, diantaranya diare. Faktor yang melatarbelakangi diantaranya belum sadarnya masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan rendahnya cakupan ASI Eksklusif. Selain itu, masih minimnya pendidikan yang ada.Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka solusinya adalah melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui PenKes (Pendidikan dan Kesehatan) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, antara lain dengan: (a) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui lokakarya mini kesehatan, promosi berbagai upaya kesehatan, dan pelatihan serta praktek pembuatan teknologi air bersih dengan saringan air bertingkat, (b) Peningkatan Pendidikan Masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan kader pendidik “Pondok Pintar”, pelatihan pembuatan kolase, mozaik dan montase dari bahan-bahan sederhana, serta pelatihan metode morance. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan masyarakat selama 2 bulan. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan penyuluhan serta pelatihan.Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, terbentuknya “pondok pintar’ dan kader pendidik dalam upaya memberantas buta huruf. Diperlukan dukungan yang kontinue dari pemerintahan setempat agar program yang ada dapat berjalan terus.
Promosi Kesehatan Melalui Media Film Dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Kepulauan Selviana Selviana; Linda Suwarni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.352 KB) | DOI: 10.24903/jam.v2i2.376

Abstract

Masih rendahnya sanitasi lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah pesisir kepulauan menyebabkan potensi terjadinya beberapa penyakit, seperti diare, kolera, dan soil transmitted helminthes (STH). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan  perilaku PHBS dalam upaya menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan melalui inovasi teknologi media promosi kesehatan yang menarik. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan penerapan teknologi  Inovasi Teknologi Promosi Kesehatan PHBS. Inovasi teknologi promosi kesehatan, berupa media film PHBS melalui penyediaan sarana tempat cuci tangan percontohan. Kegiatan ini akan dilakukan untuk, oleh, dan dari masyarakat sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini melalui musyawarah masyarakat desa untuk menganalisis permasalahan di wilayah mereka, urgensi dan prioritas masalah bersama, serta menentukan solusi dari masalah yang ada, khususnya terkait dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan yang ada di wilayah mereka. Peningkatan pengetahuan dan sikap anak SD yang diperoleh dari pre-test dan post-test dianalisis dengan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil pre dan post menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (yang awalnya 8,78 menjadi 10,90) dan sikap (yang awalnya 7,38 menjadi 9,52) yang signifikan (p<0,05). Dengan demikian, edukasi melalui media Film dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak SD tentang hidup sehat.
Pemberdayaan Masyarakat Daerah Terisolir dan Tertinggal melalui Strategi Promotif Preventif Pendidikan Kewirausahaan Ekonomi Pertanian Linda Suwarni; Selviana Selviana; Helman Fachri; Eko Prasetyo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi di wilayah terisolir khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, perikanan dan pertanian, serta pendidikan sehingga mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terisolir dan tertinggal. Metode yang dilaksanakan adalah kemitraan bersama pemerintah desa, dan instansi terkait untuk peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Terisolir dan Tertinggal Melalui Strategi P3KEP (Promotif Preventif Pendidikan Kewirausahaan Ekonomi Pertanian. Sasaran program ini adalah masyarakat Desa Teluk Pakedai, karena letak desa yang terisolir membuat akses teknologi dan informasi menjadi terbatas. Hasil kegiatan berupa Pembentukan dan Pembinaan desa siaga, melalui lokakarya mini, promosi kesehatan meliputi penyuluhan tentang PHBS, sosialisasi jamban sehat, sarana air bersih, sanitasi lingkungan, gizi, pelatihan kader desa siaga dan kader posyandu, pelatihan manajemen desa siaga, pembentukan keluarga siaga dan remaja siaga, pembuatan teknologi penyarimgan air bersih sederhana percontohan, Praktek penerapan pengolahan sampah dengan sistem 5R menuju zero waste, sosialisasi pemanfaatan lahan perkarangan untuk vegetable gardening dan tanaman obat keluarga (TOGA). Bidang kewirausahaan ekonomi pertanian dan perikanan melalui pembentukan dan pembinaan kelompok wanita tani, pelatihan pembuatan keramba jaring apung dan keramba jaring tancap, pelatihan pembudidayaan dan peningkatan produksi ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan, pelatihan pembibitan pengolahan hasil perkebunan, sosialisasi pengemasan produk hasil perikanan dan perkebunan. Bidang Pendidikan melalui pelatihan dan pembentukan kader rumah pintar, pemanfaatan bahan yang tersedia dengan berbagai metode. Kegiatan telah dilaksanakan di berbagai bidang dengan pemberian informasi, keterampilan serta teknologi percontohan, sehingga perlu pengembangan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu kerjasama antara pemerintah desa dan instansi terkait dan perguruan tinggi perlu terus dilakukan agar pembinaan dan pengembangan desa siaga, terutama di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya menjadi berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Kesiapan Rumah Makan di Era New Normal Decha Suci Amelia; Linda Suwarni; selviana Selviana; Mawardi Mawardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i04.769

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama 5 bulan sejak Maret 2020. Pandemi ini berdampak besar di semua sektor termasuk perekonomian. Saat ini, banyak negara yang mempersiapkan new normal di tengah pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Rumah Makan merupakan salah satu tempat umum yang harus dipersiapkan untuk New normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan rumah makan di Kota Pontianak selama periode new normal. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 90 Rumah makan di Kota Pontianak yang dipilih secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui kesiapan rumah makan selama periode new normal. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar rumah makan di Kota Pontianak belum menerapkan protokol kesehatan seperti hanya 24,4% rumah makan yang mewajibkan pengunjung memakai masker, 34,4% yang menjaga jarak fisik, 27,8% yang memasang peraturan kesehatan, 40,0% tidak tersedia sabun tangan. dan 76,7% tersedia tempat cuci tangan. Alasan pemilik rumah makan tidak mengikuti protokol kesehatan adalah hak konsumen/pengunjung dan juga tempat yang tidak memadai. Rumah makan di Kota Pontianak belum seluruhnya menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah. Promosi kesehatan untuk perubahan perilaku diperlukan secara terus menerus melalui kampanye kesehatan dan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di restoran guna menekan penularan Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa rumah makan di Kota Pontianak belum siap menerapkan protokol kesehatan pada Era New normal dalam menghadapi covid 19.
PEMBERDAYAAN SUKU DAYAK PEDALAMAN MELALUI INOVASI PERTANIAN, EKONOMI, PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERPADU UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT, CERDAS, DAN SEJAHTERA DI DAERAH TERTINGGAL KALIMANTAN BARAT Eko Sarwono; Selviana Selviana; Ismail Saleh
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 1 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.086 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i1.578

Abstract

The majority of indigenous Dayak farmers in Toho district encounter several issues. Their productivity was varied seasonally. In the rainy season, they were difficult to dry paddy in the sun. They also required costly diesel to fuel their threshing machines. In the health area, this region ever promulgated to set up Desa Siaga, but until now the discourse has not been realized. Health coverages such as childbirth by medical labor, exclusive breastfeeding, PHBS, and environmental sanitation were extremely low. This programs empowered dayak farmer community through Innovations in Agriculture, Economics, Education and Health Integrated (PERENDIKESDU). The programs included (a) Increasing the entrepreneurial agricultural economics, methods/concept used to overcome the problems, namely: the establishment and coaching a group of women farmers, training of making rice with simple biomass drying machine and simple threshing machine, training nursery plantation processing, packaging socialization plantation products. (b) Establishment and Development of alert village, methods which are used to treat the problems namely: workshops, health promotion include counseling on health behavior, socialization healthy latrines, clean water supply, sanitation, training of village cadres standby and Posyandu cadres, management training standby village, ground socialization land use for medicinal plant families (toga). (c) Elimination of illiteracy, methods which are used to treat the problems, namely: the implementation of training for creating collages, mosaics, and a montage of simple materials, realization Morance training methods, training of cadres illiteracy, the establishment of home building illiteracy. Keywords: Agriculture, Economics, Education, Health, PERENDIKESDU, Dayak.The majority of indigenous Dayak farmers in Toho district encounter several issues. Their productivity was varied seasonally. In the rainy season, they were difficult to dry paddy in the sun. They also required costly diesel to fuel their threshing machines. In the health area, this region ever promulgated to set up Desa Siaga, but until now the discourse has not been realized. Health coverages such as childbirth by medical labor, exclusive breastfeeding, PHBS, and environmental sanitation were extremely low. This programs empowered dayak farmer community through Innovations in Agriculture, Economics, Education and Health Integrated (PERENDIKESDU). The programs included (a) Increasing the entrepreneurial agricultural economics, methods/concept used to overcome the problems, namely: the establishment and coaching a group of women farmers, training of making rice with simple biomass drying machine and simple threshing machine, training nursery plantation processing, packaging socialization plantation products. (b) Establishment and Development of alert village, methods which are used to treat the problems namely: workshops, health promotion include counseling on health behavior, socialization healthy latrines, clean water supply, sanitation, training of village cadres standby and Posyandu cadres, management training standby village, ground socialization land use for medicinal plant families (toga). (c) Elimination of illiteracy, methods which are used to treat the problems, namely: the implementation of training for creating collages, mosaics, and a montage of simple materials, realization Morance training methods, training of cadres illiteracy, the establishment of home building illiteracy. Keywords: Agriculture, Economics, Education, Health, PERENDIKESDU, Dayak.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani Dalam Penggunaan APD Untuk Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Keracunan Pestisida di Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe Tahun 2020 Helfi Nolia R; Mustar Rusli; Haesti Sembiring; Selviana Selviana; Khairul Bariyah
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 2 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v18i2.3488

Abstract

Pestisida adalah bahan beracun dan berbahaya, pestisida tersebut dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan. Dampak negative tersebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kesehatan.  Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan wilayah dengan tema peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan alat pelindung diri (apd) untuk pencegahan dan penanggulangan kejadian keracunan pestisida di desa barusjahe kecamatan barusjahe tahun 2020 dengan sasaran petani sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Sasaran kegiatan adalah petani yang yang tinggal di Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe, berusia ≥ 40 tahun dan petani yang kontak dengan pestisida ≥ 5 tahun. Kegiatan dilaksanakan diawali dengan koordinasi dengan kepala desa dan penyuluh pertanian Kecamatan Barusjahe. Dilanjutkan dengan survey awal untuk melihat kebiasaan petani sebelum menyemprot, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan yang kegiatannya dengan memberikan pre-test, dilanjutkan dengan kegiatan monitoring untuk melihat apakah petani sudah melaksanakan apa yang sudah diinformasikan pada kegiatan penyuluhan dan yang terakhir adalah kegiatan evaluasi dengan melakukan post-test pada petani yang telah mengikuti kegiatan penyuluhan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung telah meningkatkan pengetahuan dilihat dari hasil pre-test sebesar 60 % dan hasil post-test sebesar 97%. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung telah meningkatkan keterampilan dilihat dari hasil pre-test sebesar 63 % dan hasil post-test terjadi sebesar 93%.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) DI WILAYAH TERTINGGAL PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK ASLI PEDALAMAN KALIMANTAN BARAT Eko Sarwono; Linda Suwarni; Selviana Selviana
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 13, No 1 (2016): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.581 KB) | DOI: 10.29406/br.v13i1.575

Abstract

Kubu Raya is a new district, the expansion of Pontianak regency in which still needs restructuring, and organizational, and administrative territory revamping. This condition will affect the social environment, the economy and the health of local communities. One of district in Kubu Raya Regency, Sungai Ambawang district, contained several underdeveloped villages. The majority people there are indigenous Dayak. Their customs are dominantly affected their social system . Human Development Index (HDI) of Kubu Raya in 2012 amounted to 69.42, where the rate is still below of the IPM Kalbar is 70.31 and Indonesia is 73.29. Community service activities is aimed at improving the productivity of fisheries communities in civilizing the utilization of river water through the application of appropriate technology (TTG) to improve the welfare of the communities in the disadvantaged areas. The method implemented was a partnership with the government of village, district, and related agencies, as well as participatory methods that involve communities actively in the implementation of the application of appropriate technology (TTG), so that people can produce and be able to apply these technologies in daily life in the disadvantaged areas to empower indigenous Dayak communities inland through the Appropriate Technology (TTG). The implementation of Appropriate Technology was the result of this activity. In the field of health technology built filtering water, whereas in the field of fisheries technology development and training pool tarp fish feed production, all of which was made as a pilot which aimed that the application of technology is so easily imitated and implemented by the community. Transfer of knowledge and skills to the community has been implemented in various fields, and it needs optimal development resulting in the improvement of health, economic and social welfare in indigenous Dayak inland region. Therefore, the cooperation among the governments of villages, districts and related agencies and universities need to be done so the promotion and development Appropriate Technology, especially in the district of Kubu Raya Ambawang be sustained to achieve a healthy and prosperous society.Keywords: Appropriate Technology, filtering water, vegetable gardening, SRI, selendang polan, backward Areas.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Binaan Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak Menuju Kampung Tangguh dan Sehat Linda Suwarni; Selviana Selviana; Izhan Fakhruzi; M. Khairul Anwari; Rika Putri Tanassy
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.3856

Abstract

Kampung Merak merupakan wilayah binaan Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak yang terletak di Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota. Kampung Merak dibinai karena memperhatikan banyak pertimbangan mulai dari terdampak pandemic Covid-19, rendahnya pendidikan dan keterampilan, rendahnya pengeatahuan dan kesadaran PHBS, rendahnya penerapan protokol kesehatan, serta tingginya kejadian kekerasan seksual pada anak. Akhirnya solusi yang dapat dilakukan ialah dengan mengusulkan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat agar menjadikan kampung tangguh dan sehat dengan melibatkan kader Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak yang ada di Kampung Merak sebagai pelaksana kegiatan ini. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan yang menekankan pada keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan peran kader Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak sebagai mitra dalam melakukan pembinaan dan pendampingan serta memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam membangun kampungnya. Dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan dan pendampingan kesehatan, peningkatan keterampilan masyarakat sebagai modal dalam melakukan wirausaha dan peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi yang ada melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Dari hasil uji di dapatkan p value pada variabel pengetahuan 0.021< 0,05 dan variabel sikap 0.002 < 0.05 sehingga disimpulkan adanya peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan. Dengan kata lain, edukasi pencegahan kekerasan seksual pada anak pada pelatihan dan pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kampung tangguh dan sehat ini efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Nelayan Pesisir Melalui Pendampingan dan Pendekatan ICZM (Intregated Coastel Zone Management) di Desa Sungai Bakau Kecil Kalimantan Barat Dedy Alamsyah; Doddy Irawan; Miftahuljannah Miftahuljannah; Selviana Selviana; Ria Risti Komala Dewi
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 16, No 2 (2019): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6881.183 KB) | DOI: 10.29406/br.v16i2.1595

Abstract

Desa Bakau Kecil merupakan desa yang terletak di pesisir Kabupaten Mempawah. Banyak potensi yang ada di Desa Sungai Bakau Kecil yang belum termanfaatkan secara efektif dan optimal, misalnya potensi hasil laut, pertanian, dan perkebunan. Dalam bidang kesehatan Desa Sungai Bakau Kecil dihadapkan dengan masalah gizi buruk, perilaku buang air besar sembarangan, ispa, diare, dan demam berdarah. Oleh karena itu diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat kampung nelayan pesisir melalui pendampingan dan pendekatan ICZM (Intregated Coastel Zone Management) di Desa Sungai Bakau Kecil Kalimantan Barat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kampung nelayan pesisir melalui peningkatkan perekonomian masyarakat melalui program kewirausahaan dalam bidang perikanan dan pertanian, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi peningkatan teknologi pertanian dan ekonomi melalui program pelatihan pengolahan hasil alam bidang perikanan, pertanian dan perkebunan. Untuk bidang perikanan telah dilakukan pembuatan teknologi budidaya perikanan darat yaitu aquaponik percontohan bersama kelompok perikanan. Untuk bidang kesehatan telah dilakukan pembentukan dan pembinaan kader unit kesehatan kerja melalui program lokakarya mini, promosi kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi kesehatan reproduksi pada remaja, pembuatan tekhnologi penyaringan sarana air bersih sederhana, dan sanitasi lingkungan, serta pelatihan kader Jumantik (Juru pemantau Jentik)..