Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI CUCI TANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Abduh Ridha; Selviana Selviana; Fery Azzwar
Jurnal LINK Vol 12, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.24 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i1.405

Abstract

Washing hands can reduce the number of deaths from diarrhea to 42-47%. Washing hands is also part of the curriculum in primary schools, but still not optimal. Currently the necessary health education attractive and easily understood by children, so that the role of media health is very important, one of which is comic. The purpose of this study was to determine the effect of education through comics on knowledge and attitudes about the importance of handwashing. Research involving elementary students of al Azhar Pontianak as a sample. Hypothesis testing using Wilcoxon formula This study is in a quasi-experimental pre-test or post-test with control group design. Research results prove there is an increased knowledge and attitudes in the experimental group. Based on analysis of statistics on the knowledge obtained p value = 0.000 0.05. For the statistical analysis results obtained attitude p value = 0.000 0.05.
PKM INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN TARO TELA DAN RENGGINANG PADA KELOMPOK TRANSMIGRAN Heriansyah Heriansyah; Ria Risti K. D; Helman Fachri; Selviana Selviana; Linda Suwarni
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1991

Abstract

Kelompok Pos UKK Cempaka dan UKM Harum Sari adalah mitra dalam programProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) yang terdiri dari kelompok wanita yang bergerak dalamindustri Rumah Tangga skala kecil yang mengolah hasil alam menjadi taro tela dan rengginang.Masalah yang dihadapi adalah teknologi produksi taro tela dan rengginang masih sederhana,dan sistem pengeringan yang hanya mengandalkan sinar matahari menjadi permasalahan yangbesar ketika musim hujan tiba, produk dikemas sederhana, tanpa merk dagang, komposisibahan, kandungan gizi, dan izin (PIRT) dan pemasaran yang masih terbatas. Tujuan kegiatan iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas produk Taro Teladan Rengginang. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan mitra secara aktif dalampelaksanaan penerapan inovasi teknologi pengolahan potensi hasil alam. Adapun teknologi yangakan diintroduksikan kepada kelompok mitra adalah pelatihan pengolahan produk perikananberbagai macam bentuk olahan, pembuatan mesin pemotong percontohan, mesin pemeras danpemarut singkong, mesin pemarut singkong, alat pengemas produk (siller), dan alat pengeringpercontohan serta packing produk dengan merk dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, danPIRT. Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan kewirausahaan, packing produk,dan introduksi teknologi mesin pemeras ubi, mesin pengering multifungsi dan pemotong tarotela. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan efektif dalam menyelesaikan permasalahanmitra dan dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan.Kata Kunci: Inovasi Teknologi, Program Kemitraan Masyarakat, Taro Tela, Rengginang
PENDAMPINGAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER RELAWAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASAU JAYA KALIMANTAN BARAT Linda Suwarni; Selviana Selviana; Khairiyah Octrisyana; Vidyastuti Vidyastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 2 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.632 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i2.2017

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah serius yang mengancam generasi penerus bangsa. Pembentukan kader relawan stunting merupakan upaya dalam mengatasi dan mencegah masalah ini berkelanjutnya, namun masih minimnya kapasitas kader yang terbentuk. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi masalah adalah melalui metode pendampingan dan peningkatan kapasitas kader relawan stunting. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini melalui tahap sosialisasi dan audiensi, edukasi kader relawan stunting (penyuluhan dan pendampingan), dan peningkatan pengetahuan kader relawan stunting sebesar 70%. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Kader relawan stunting yang mengikuti kegiatan ini merasakan manfaat terkait dengan fungsi dan kapasitas sebagai kader stunting, serta mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Diperlukan pendampingan secara aktif dari pihak puskesmas dan pemerintah desa setempat agar upaya mencegah dan mengendalikan kejadian stunting di daerah setempat dapat berjalan sebagaimana mestinya, efektif dan efisien.Abstract:  Stunting is a serious problem that threatens the nation's next generation. The formation of stunting volunteers cadre is an effort to overcome and prevent this problem continuing, but still the minimal capacity of cadres formed. The solution offered in overcoming the problem is through mentoring methods and capacity building for volunteer cadres. The stages of the implementation of this activity are through the socialization and audience stages, education of stunting volunteer cadres (counseling and mentoring), and an increase in stunting volunteer cadres. This activity is going well and smoothly. Stunting volunteer cadres who participated in this activity felt the benefits associated with the function and capacity as stunting cadres, and were able to carry out their duties and responsibilities. Active assistance is needed from the puskesmas and local village government so that efforts to prevent and control the occurrence of stunting in the local area can run properly, effectively and efficiently
EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DI ERA PANDEMI COVID-19 Doddy Irawan; Neni Triana; Linda Suwarni; Selviana Selviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 4 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.607 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i4.2636

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 berdampak luas pada berbagai bidang, termasuk pada usaha kecil dan menengah. Poklahsar Perintis merupakan kelompok wanita yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemasaran hasil olahan ikan juga terkena dampaknya, selain permasalahan teknis dalam produksi. Solusi terhadap permasalahan yang ada adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui kegiatan edukasi tentang protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru pada tempat usaha di era pandemic Covid-19, sosialisasi tentang manajemen pengolahan dan strategi pemasaran produk serta pengemasan produk (packing product), dan pelatihan pemasaran secara online melalui media sosial. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang protocol kesehatan di tempat usaha sebesar 100%, manajemen pengolahan dan strategi pemasaran sebesar 80%, dan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemasaran online sebesar 70%. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan hibah berupa alat yang membantu dalam proses pemotongan kerupuk, mesin spinner, bahan pengemasan produk yang menarik, dan mesin pelunak ikan serta sarana yang mendukung pelaksanaan protocol kesehatan di era pandemic Covid-19 (tempat cuci tangan, sabun cair, hand towel, handsanitizer, masker, dan faceshield). Dengan demikian, diharapkan kelompok dapat tetap menjalankan aktivitas produksi (produktif) dan tetap sehat di era pandemic Covid-19.Abstract:  The Covid-19 pandemic has a wide impact on various fields, including small and medium-enterprises. Poklahsar Perintis is a group of women engaged in the processing and marketing of processed fish products also affected. Solutions to their problems are the Community Partnership Program (PKM) through education about adaptation of health protocols in business places in the Covid-19 pandemic, socialization of processing management and product marketing strategies as well as product packaging (packing products), and marketing training online through social media. The results of the devoted activities carried out showed an increase in partner knowledge about health protocols in the place of business by 100%, processing management and marketing strategies by 80%, and increased partner's knowledge and skills in online marketing by 70%. This dedication activity also provides grants in the form of tools that help in the process of cutting crackers, spinner machines, attractive product packaging materials, and fish softening machines as well as facilities that support the implementation of health protocols in the Covid-19 pandemic era (hand washing, liquid soap, hand towel, hand-sanitizer, mask, and face shield). Thus, it is expected that the the group can continue to carry out production activities (productive) and remain healthy in the pandemic era Covid-19
Penyuluhan Kesehatan Penerapan Protokol Kesehatan dan Pengurangan Stigma Sosial Pasien COVID-19 di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Linda Suwarni; Iwang Coneri; Selviana Selviana
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 4: November (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i4.203

Abstract

Abstrak: Tingginya stigma sosial pada pasien COVID-19 dan kendornya penerapan protokol kesehatn di era Pandemi COVID-19 menjadi permasalahan yang serius. Pondok pesantren Tahfidz Qur’an sebagai mitra dalam kegiatan ini, melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka. Permasalahan yang ditemukan di mitra adalah masih kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan protokol kesehatan dan munculnya stigma negative pada pasien COVID-19. Tujuan kegiatan pengabdian adalah melakukan edukasi (promosi kesehatan) melalui kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan COVID-19 dan mengurangi stigma sosial pada pasien COVID-19 di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an. Metode penyuluhan melalui media audiovisual digunakan dalam kegiatan ini. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 orang. Kegiatan pengabdian berdampak pada meningkatnya pengetahuan peserta tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan COVID-19 dan menurunnya stigma sosial terhadap pasien COVID-19 sebesar 11,6%. Pemasangan poster tentang protokol kesehatan pada tempat strategis juga dilakukan di Ponpes Tahfizh Qur’an sebagai pengingat dalam penerapan protokol kesehatan. Kegiatan ini perlu dilakukan secara periodic mengingat pandemic COVID-19 yang belum pasti berakhirnya agar protokol kesehatan dapat selalu dilaksanakan. Diperlukan pembinaan yang periodik dari tenaga kesehatan setempat agar dapat menekan penyebaran COVID-19 melalui kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pendidikan.Abstract: The high social stigma of COVID-19 patients and the lax implementation of health protocols in the era of the COVID-19 pandemic are serious problems. Tahfidz Qur'an Islamic boarding school, as a partner in this activity, conducts face-to-face learning. The problems found in partners are the lack of awareness of students in implementing health protocols and the emergence of negative stigma in COVID-19 patients. The purpose of the service activity is to provide education (health promotion) through outreach activities to increase knowledge about the importance of implementing the COVID-19 health protocol and reduce social stigma on COVID-19 patients at Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School. The extension method through audiovisual media is used in this activity. The number of participants who took part in this activity was 20 people. Service activities have an impact on increasing participants' knowledge about the importance of implementing the COVID-19 health protocol and decreasing social stigma against COVID-19 patients by 11.6%. The installation of posters about health protocols in strategic places was also carried out at the Tahfizh Qur'an Islamic Boarding School as a reminder in the application of health protocols. This activity needs to be carried out periodically considering the COVID-19 pandemic which is not yet certain to end so that health protocols can always be implemented. Periodic coaching from local health workers is needed in order to suppress the spread of COVID-19 through discipline in implementing health protocols in the educational environment.
PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN FILTRASI AIR DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN PENERAPAN PHBS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUHSININ Ema Safitri; Decha Suci Amelia; Eren Anggraini; Sumiati Hanjarvelianti; Selviana
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i1.91

Abstract

Pisang kepok (Musa Acuminate Balbsiana C.) adalah pisang yang sangat banyak dijumpai di sekitar Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin. Kulit pisang ini dapat dimanfaatkan untuk menjernihkan air dengan cara dibuat menjadi abu sebagai bahan filtrasi air. Pondok Pesantren ini memiliki banyak permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, antara lain yaitu: penyakit kulit seperti scabies, dermatitis, maupun penyakit diare sering dialami oleh santri. Selain itu, santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin memiliki kebisaan kurang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan santri dalam Pembuatan Filtrasi Air dari Limbah Kulit Pisang Kepok dan Penerapan PHBS di Pesantren. Dalam kegiatan ini dilakukan Transfer ilmu dan teknologi serta pendampingan kegiatan ini dilakukan secara virtual dan dengan menggunakan bantuan media video animasi dan buku panduan yang akan diberikan kepada mitra. Selain itu juga dilakukan promosi kesehatan dan pendampingan mengenai Perilaku Hidup Besih dan Sehat sebagai upaya pencegahan penyakit di Pondok pesantren Hidayatul Muhsinin. Hasil uji Wilcoxon terhadap pengetahuan santri sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan santri terhadap pembuatan filtrasi air bersih dari abu kulit pisang kepok dengan p value (0,000) dan penerapan PHBS di pesantren dengan p value (0,000). Sehingga disimpulkan video animasi yang di jadikan sarana pemberian informasi pada kegiatna ini efektif dalam meningkatkan pengethauan santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhlisin.
Knowledge, Attitudes, Self-Efficacy of Children About Prevention of Sexual Violence Against Children Muhammad Fasya Tisnawan; Linda Suwarni; Selviana Selviana; Vidyastuti Vidyastuti; Widya Lestari
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v7i2.11662

Abstract

Child sexual violence is a global problem and tends to increase from time to time. The lack of knowledge, attitudes, and self-efficacy in children about the concept of sexual violence is a contributing factor to sexual violence against children. However, data on children's knowledge, attitudes, and self-efficacy regarding the prevention of sexual violence are still limited. This study aimed to describe children's knowledge, attitudes, and self-efficacy towards the prevention of sexual violence and the incidence of sexual violence in children. This research is quantitative with a cross-sectional study approach. The population of this study was children aged 12-17 years in Pontianak City, with a total sample of 396 people. Proportional random sampling was used in six sub-districts in Pontianak City. Data analysis used univariate analysis in the form of percentages. The study results found that 68.9% had poor knowledge of sexual violence against children and its prevention, 55.8% were unsupportive of sexual violence, 47.5% had low self-efficacy in preventing sexual violence, and 56.6% of children had experienced sexual violence. A comprehensive intervention strategy is needed for parents as the first environment known to children to prevent sexual violence against children.
Pendidikan Kesehatan melalui Media Film dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Self Efficacy Pencegahan Seks Pranikah Remaja Deva Dasilva; Linda Suwarni; Selviana Selviana; Mawardi Mawardi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.232 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v5i2.7155

Abstract

Perilaku seksual remaja sudah sangat mengkhawatirkan, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah perilaku seks pranikah remaja. Pendidikan kesehatan melalui media film menjadi media yang menarik bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan self efficacy remaja dalam menolak ajakan seks pranikah antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan melalui media film. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 279 remaja SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dengan teknik purposive sampling.Uji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan dalam analisa data bivariate. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan self efficacy antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui media film (p-value < 0.05). Pendidikan kesehatan melalui media film dapat dijadikan sebagai media alternative dalam upaya pencegahan perilaku seks pranikah remaja melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan self efficacy remaja dalam menolak ajakan seks pranikah.
PPDM KELOMPOK UKM RENGGINANG DI DESA RASAU JAYA 1 Linda Suwarni; Eko Sarwono; Edy Suryadi; Selviana selviana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1029

Abstract

Kelompok UKM Mekar Sari merupakan kelompok yang berada di Desa Rasau Jaya 1 yang melakukan usaha produksi rengginang. Permasahan yang dihadapi UKM tersebut adalah masih kemasan produk yang masih sederhana, dan proses produksi rengginang yang masih konvensional, terutama pada proses pengeringan. Hal ini akan menjadi permasalahan serius jika musim hujan tiba, produk yang dihasilkan terancam busuk sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Selain itu, hygiene sanitasi anggota kelompok masih belum memenuhi syarat kesehatan. Target kegiatan ini adalah anggota kelompok memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengemas produk menjadi lebih menarik dan memenuhi syarat pemasaran, serta dapat menerapkan tenologi tepat guna berupa mesin pengering serba guna. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu introduksi teknologi mesin pengering serba guna, dan pembelajaran dengan materi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi. Pembelajaran disampaikan dengan metode pendekatan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah pelaksanaan PPDM di kelompok UKM Mekar Sari (Rengginang) mendapat respon positif dari anggota kelompok. Hal ini terlihat dari antusiasme seluruh anggota kelompok mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, selanjutnya secara mandiri menerapkan introduksi IPTEKS yang diberikan dalam pengolahan dan pengemasan produk yang dihasilkan (Rengginang) dan tersedianya mesin pengering serbaguna serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam meneapkan hygiene sanitasi makana. Kemasan produk yang dihasilkan sudah menarik, tersedia PIRT, dan bahan yang digunakan.
Pemberdayaan Masyarakat Suku Dayak Asli dan Transmigran Melalui Inovasi Kesmi (Kesehatan dan Ekonomi) Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Sehat dan Produktif Selviana Selviana; Linda Suwarni; Iin Maulina; Helman Fachri
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.813 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1324

Abstract

Kecamatan Ambawang merupakan bagian dari wilayah pemekaran yang masih perlu penataan, dan pembenahaan organisasi dan administratif wilayahnya. Sebagian wilayah ini dihuni oleh masyarakat suku dayak asli dan sebagian lagi adalah penduduk transmigran. Sistem sosial kemasyarakatannya masih sangat kental dengan adat istiadat. Permasalahan di daerah ini adalah kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat oleh masyarakat, serta tingkat ekonomi yang rendah.Dalam upaya mengatasi permaslahan tersebut dilakukan Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi KESMI (Kesehatan dan Ekonomi) diantaranya: (a). PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) melalui Pembentukan Kader PHBS, Promosi Kesehatan, CTPS, Germas, PSN, dan Praktek Pembuatan Teknologi Penyaringan Air Bersih  (b) Pembentukan dan Peningkatan Potensi UKM melalui pelatihan kewirausahaan, pengemasan produk, dan manajemen pemasaran serta Pembinaan Kelompok Tani Perikanan mengenai budidaya perikanan melalui kolam terpal.Hasil program pengabdian ini  adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam penerapan PHBS, pemanfaatan lahan untuk budidaya perikanan dengan menggunakan teknologi kolam terpal, dan peningkatan UKM yang ada dimasyarakat. Dari hasil pengebdian ini diperlukan dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta dalam membina masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.