p-Index From 2021 - 2026
4.445
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Sungai Kakap Selviana Selviana; Pratika Sari; Ditha Fadhila; Riszky Ramadhan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1435

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana seseorang memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari pada yang umumnya terjadi pada orang sebaya. Sungai Kakap merupakan salah satu lokasi intervensi stunting yang terintegrasi di Kota Pontianak. Puskesmas Sungai Kakap mencatat adanya 206 kasus stunting di wilayahnya, dengan angka tertinggi terjadi di Desa Sungai Kakap sebanyak 105 kasus. Kegiatan ini melibatkan 30 kader kesehatan dari Desa Sungai Kakap sebagai mitra. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan dalam memberikan informasi mengenai stunting kepada masyarakat, meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri balita, pemantauan pertumbuhan balita secara digital, serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini antara lain terlaksananya lokakarya kecil, peningkatan kapasitas kader kesehatan, sosialisasi aplikasi pemantauan pertumbuhan balita, serta promosi tentang ASI eksklusif di Desa Sungai Kakap. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 60% mengenai stunting dan 68% mengenai ASI eksklusif setelah kegiatan ini dilaksanakan Assistance and Capacity Building for Health Cadres in Efforts to Prevent Stunting in Sungai Kakap Village  Stunting is a condition where a person has a shorter height than is generally found in people of the same age. Kakap River is one of the integrated stunting intervention locations in Pontianak City. Sungai Kakap Community Health Center recorded 206 cases of stunting in its area, with the highest figure occurring in Sungai Kakap Village with 105 cases. This activity involved 30 health cadres from Sungai Kakap Village as partners. The aim of this service activity is to increase the knowledge and role of health cadres in providing information about stunting to the community, improve skills in anthropometric measurements of toddlers, monitor toddler growth digitally, as well as community skills in utilizing local food as complementary food for breast milk. The approach used is community empowerment through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, through a series of ongoing outreach, counseling, training and mentoring activities. The results of this activity include the implementation of small workshops, increasing the capacity of health cadres, socializing the toddler growth monitoring application, and promoting exclusive breastfeeding in Sungai Kakap Village. There was an increase in cadres' knowledge of 60% regarding stunting and 68% regarding exclusive breastfeeding after this activity was implemented
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) dalam Pengolahan Sampah Organik Di Ponpes Darul Fikri Desa Sungai Belidak Selviana Selviana; Diki Fahrozi Almuharami; Aji Abdurrahman
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2241

Abstract

Desa Sungai Belidak merupakan salah satu desa dengan produksi buah musiman melimpah seperti pisang, langsat, dan durian, yang menyebabkan limbah buah-buahan selama musim panen. Limbah ini, bersama dengan sampah dari Pondok Pesantren Darul Fikri, menciptakan masalah lingkungan seperti bau tak sedap dan penurunan estetika. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah organik di Desa Sungai Belidak dengan memanfaatkan Black Soldier Fly (BSF) atau larva lalat hitam (maggot). Maggot BSF dikenal efektif mengonversi limbah organik menjadi pupuk dan pakan ternak. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan sebanyak 30 santri dalam pelatihan budidaya maggot BSF dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan (p value=0,000) dalam pengetahuan (67,5% dan sikap (31,1%)  santri terhadap pengelolaan sampah setelah pelatihan. Budidaya maggot BSF tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui penjualan pupuk organik dan pakan ternak. Dengan pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Ponpes Darul Fikri. Community Empowerment Through Cultivation of BSF Maggots (Black Soldier Fly) in Organic Waste Processing at Ponpes Darul Fikri Village Sungai Belidak Sungai Belidak Village is one of the villages with abundant seasonal fruit production such as bananas, langsat and durian, which causes fruit waste during the harvest season. This waste, together with waste from the Darul Fikri Islamic Boarding School, creates environmental problems such as unpleasant odors and aesthetic degradation. This research aims to overcome the problem of organic waste management in Sungai Belidak Village by utilizing Black Soldier Fly (BSF) or black fly larvae (maggot). BSF Maggot is known to be effective in converting organic waste into fertilizer and animal feed. The approach used is Participatory Rural Appraisal (PRA) by involving students in training on BSF maggot cultivation and implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The results showed a significant (p value=0,000) increase in students' knowledge (67,5%) and attitudes (31,1%) towards waste management after the training. BSF maggot cultivation not only reduces organic waste, but also has the potential to increase the community's economic income through the sale of organic fertilizer and animal feed. With ongoing assistance, this program is expected to become a sustainable solution in waste management at the Darul Fikri Islamic Boarding School.  
Effectiveness of Banana Peel Ash, Zeolite and Clam Shells in Reducing Waterturbidity and Iron (Fe) Contentration Selviana, Selviana; Kamaran; Suwarni, Linda; Suharno
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.314

Abstract

One method to reduce iron content and water turbidity is to use banana peel coagulants and zeolite and clam shell filtration. The biochemical components in banana peels are believed to be effective in reducing turbidity and heavy metals, while zeolites and clam shells function to reduce iron levels in water. This study aims to determine the effectiveness of kepok banana peel ash coagulant (Musa acuminate balbisiana C.) and zeolite and clam shell filtration in reducing turbidity and iron (Fe) content in river water in Punggur Kecil Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The research method used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design, taking river water samples in Punggur Kecil Village, as many as 27 samples from 9 repetitions. Data were analyzed descriptively with the paired sample t-test statistical test. The results of the analysis showed that river water treatment using banana peel ash coagulant and clam shell filtration and zeolite decreased the average iron (Fe) content from 2.21 mg/l to 0.25 mg/l, with an effectiveness of 88.18%, but there was no significant change. While the average decrease in turbidity levels was from 57.67 NTU to 17.6 NTU, with an effectiveness of 65.56%, the results were also not significant. The results of the paired t-test showed a significant difference before and after treatment in iron content with a value of 0.000 (p < 0.05) and turbidity content with a value of 0.003 (p < 0.05). The conclusion of this study shows a significant difference in iron (Fe) and turbidity levels, but this treatment method has not been effective in reducing the level of turbidity of river water. The conclusion of this study shows a significant difference in iron (Fe) and turbidity levels, but this treatment method has not been effective in reducing the level of turbidity of river water.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui PENKES (Pendidikan dan Kesehatan) untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Linda Suwarni; Selviana Selviana; Eko Sarwono; Ufi Ruhama
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i1.290

Abstract

Masyarakat di wilayah pemekaran Kalimantan Barat masih berpendidikan minim (bahkan masih ada yang masih buta huruf) dan masalah kesehatan yang selalu ada, diantaranya diare. Faktor yang melatarbelakangi diantaranya belum sadarnya masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan rendahnya cakupan ASI Eksklusif. Selain itu, masih minimnya pendidikan yang ada.Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka solusinya adalah melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui PenKes (Pendidikan dan Kesehatan) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, antara lain dengan: (a) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui lokakarya mini kesehatan, promosi berbagai upaya kesehatan, dan pelatihan serta praktek pembuatan teknologi air bersih dengan saringan air bertingkat, (b) Peningkatan Pendidikan Masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan kader pendidik “Pondok Pintar”, pelatihan pembuatan kolase, mozaik dan montase dari bahan-bahan sederhana, serta pelatihan metode morance. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan masyarakat selama 2 bulan. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan penyuluhan serta pelatihan.Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, terbentuknya “pondok pintar’ dan kader pendidik dalam upaya memberantas buta huruf. Diperlukan dukungan yang kontinue dari pemerintahan setempat agar program yang ada dapat berjalan terus.
Promosi Kesehatan Melalui Media Film Dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Kepulauan Selviana Selviana; Linda Suwarni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.376

Abstract

Masih rendahnya sanitasi lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah pesisir kepulauan menyebabkan potensi terjadinya beberapa penyakit, seperti diare, kolera, dan soil transmitted helminthes (STH). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan  perilaku PHBS dalam upaya menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan melalui inovasi teknologi media promosi kesehatan yang menarik. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan penerapan teknologi  Inovasi Teknologi Promosi Kesehatan PHBS. Inovasi teknologi promosi kesehatan, berupa media film PHBS melalui penyediaan sarana tempat cuci tangan percontohan. Kegiatan ini akan dilakukan untuk, oleh, dan dari masyarakat sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini melalui musyawarah masyarakat desa untuk menganalisis permasalahan di wilayah mereka, urgensi dan prioritas masalah bersama, serta menentukan solusi dari masalah yang ada, khususnya terkait dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan yang ada di wilayah mereka. Peningkatan pengetahuan dan sikap anak SD yang diperoleh dari pre-test dan post-test dianalisis dengan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil pre dan post menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (yang awalnya 8,78 menjadi 10,90) dan sikap (yang awalnya 7,38 menjadi 9,52) yang signifikan (p<0,05). Dengan demikian, edukasi melalui media Film dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak SD tentang hidup sehat.
Pemberdayaan Masyarakat Daerah Terisolir dan Tertinggal melalui Strategi Promotif Preventif Pendidikan Kewirausahaan Ekonomi Pertanian Linda Suwarni; Selviana Selviana; Helman Fachri; Eko Prasetyo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi di wilayah terisolir khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, perikanan dan pertanian, serta pendidikan sehingga mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terisolir dan tertinggal. Metode yang dilaksanakan adalah kemitraan bersama pemerintah desa, dan instansi terkait untuk peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Terisolir dan Tertinggal Melalui Strategi P3KEP (Promotif Preventif Pendidikan Kewirausahaan Ekonomi Pertanian. Sasaran program ini adalah masyarakat Desa Teluk Pakedai, karena letak desa yang terisolir membuat akses teknologi dan informasi menjadi terbatas. Hasil kegiatan berupa Pembentukan dan Pembinaan desa siaga, melalui lokakarya mini, promosi kesehatan meliputi penyuluhan tentang PHBS, sosialisasi jamban sehat, sarana air bersih, sanitasi lingkungan, gizi, pelatihan kader desa siaga dan kader posyandu, pelatihan manajemen desa siaga, pembentukan keluarga siaga dan remaja siaga, pembuatan teknologi penyarimgan air bersih sederhana percontohan, Praktek penerapan pengolahan sampah dengan sistem 5R menuju zero waste, sosialisasi pemanfaatan lahan perkarangan untuk vegetable gardening dan tanaman obat keluarga (TOGA). Bidang kewirausahaan ekonomi pertanian dan perikanan melalui pembentukan dan pembinaan kelompok wanita tani, pelatihan pembuatan keramba jaring apung dan keramba jaring tancap, pelatihan pembudidayaan dan peningkatan produksi ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan, pelatihan pembibitan pengolahan hasil perkebunan, sosialisasi pengemasan produk hasil perikanan dan perkebunan. Bidang Pendidikan melalui pelatihan dan pembentukan kader rumah pintar, pemanfaatan bahan yang tersedia dengan berbagai metode. Kegiatan telah dilaksanakan di berbagai bidang dengan pemberian informasi, keterampilan serta teknologi percontohan, sehingga perlu pengembangan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu kerjasama antara pemerintah desa dan instansi terkait dan perguruan tinggi perlu terus dilakukan agar pembinaan dan pengembangan desa siaga, terutama di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya menjadi berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Analysis of Physical, Chemical and Biological Pollution in the Process of Making Brown Sugar in Sungai Itik Village Murni; Selviana; Rochmawati
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v1i1.9

Abstract

The process of making brown sugar is very vulnerable to physical, chemical, and biological contamination. The quality of the safety of brown sugar depends on the quality of the cleanliness of the processing plant. The purpose of this study was to analyze the physical, chemical, and biological contamination in the process of making brown sugar in Sungai Itik Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This research is observational descriptive, with 42 samples, data analysis using univariate analysis. The results showed an examination of the quality of brown sugar in Sungai Itik Village 100% of samples did not experience physical contamination, 9.5% occurred chemical contamination (Sodium Metabisulfite), and 11.9% experienced biological contamination (Germ Figures). For coconut sugar makers, it is better to make brown sugar, add preservatives and use a dosage/scale not exceeding the threshold value, and store brown sugar in a place that is not moist so that it is not contaminated by microbes. &nbsp;
Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat Perbatasan Melalui Peningkatan Kesehatan Peningkatan Dan Produksi Olahan Pangan Lokal Linda Suwarni; Selviana Selviana; Eko Sarwono; Ferry Hadary; Ivan Sujana
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5860

Abstract

Desa Tambatan terletak di Kabupaten Sambas, sebuah wilayah di Kalimantan Barat. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang dekat dengan perbatasan Indonesia- Malaysia. Daerah ini menjadi salah satu daerah prioritas dalam pembangunan karena banyak masalah kesehatan, dan masih rendahnya perekonomian masyarakat setempat. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tanii )KWT) Rose dan PKK Desa Tambatan. Prioritas masalah adalah pada aspek produksi, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan introduksi teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 89,1%. Diperlukan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat terus meningkatkan produksi olahan pangan lokal dan derajat kesehatan pada masyarakat sasaran.
PKM inovasi teknologi tepat guna dan e-Marketing pada UKM Chanda di Kota Pontianak Darusman Darusman; Eko Sarwono; M. Khairul Anwari; Selviana Selviana; Linda Suwarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34964

Abstract

Abstrak UKM memberikan peranan yang positif dalam pemulihan perekonomian di suatu wilayah, termasuk UKM Chanda selaku mitra PKM dalam kegiatan ini. Masih terbatasnya peralatan produksi, dan pengetahuan tentang pemasaran digital menjadi masalah prioritas yang dihadapi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menerapkan hasil penelitian tim pengusul melalui PKM Penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan E-Marketing Pada UKM Chanda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, serta pengetahuan tentang pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu terlaksananya penerapan inovasi teknologi melalui mxer turbo, ampia, spinner, siller, oven pemanggang serbaguna ukuran besar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang manajemen kewirauhsaan dan pemasaran sebesar 60% antara sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Saat kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan, mitra sudah mampu melakukan memproduksi usahanya dengan menggunakan Teknologi tepat Guna yang telah diberikan sehingga mempercepat waktu produksi dan memperbanyak jumlah produksi. Kata kunci: PKM; teknologi tepat guna; e-Marketing; UKM. AbstractSMEs play a positive role in economic recovery in a region, including Chanda SME as the partner of this community service program. The limited production equipment and lack of knowledge about digital marketing remain the main problems faced. The objective of this program is to apply the research findings of the proposing team through the Community Service Program on the Application of Appropriate Technology Innovation and E-Marketing at Chanda SME to improve product quality and quantity, as well as knowledge of digital marketing. The implementation method of this program consists of five stages: socialization, training, technology application, monitoring, and evaluation. The outcomes of this community service include the successful application of technological innovations such as a turbo mixer, ampia, spinner, sealer, and a large multifunctional oven. In addition, the partner’s knowledge of entrepreneurship management and marketing increased by 60% between before and after the program. By the end of the program, the partner was able to produce using the provided appropriate technology, which accelerated production time and increased production capacity. Keywords: community empowerment; appropriate technology innovation; e-Marketing; SME.
Efektivitas Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Dan Bullying Anak PAUD Linda Suwarni; Atthifah; Selviana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1259

Abstract

Kekerasan seksual dan bullying terhadap anak usia dini (PAUD) merupakan permasalahan serius yang sering terjadi. Kondisi ini menuntut upaya pencegahan dari orang tua dan guru, namun pengetahuan serta sikap keduanya masih belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berbasis booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual dan bullying. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 33 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan (skala Guttman) dan kuesioner sikap (skala Likert). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor mean pada keempat variabel setelah intervensi: pengetahuan bullying (∆ mean = +3,49, p value = 0,000), sikap terhadap bullying (∆ mean = +12.55, p value = 0,000), pengetahuan kekerasan seksual (∆ mean = +16,36, p value = 0,000), dan sikap terhadap kekerasan seksual (∆ mean = +21,49, p value = 0,000). Disimpulkan bahwa edukasi berbasis booklet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua dalam pencegahan kekerasan seksual dan bullying pada anak usia dini.