Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Pemanfaatan Komunikasi Digital dengan Kepuasan Keluarga Pasien di Unit ICU RSUD Morowali Hamdan, Abdul Kadir; Basir, Muhammad; Iskandar , Abdul Malik
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2094

Abstract

Pelayanan ICU yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan, tetapi juga oleh kesiapan teknologi dan efektivitas komunikasi digital antara tenaga medis dan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesiapan infrastruktur teknologi, frekuensi dan durasi komunikasi, kualitas informasi, serta aksesibilitas sistem komunikasi dengan kepuasan keluarga pasien ICU di RSUD Morowali, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan desain cross-sectional, dilakukan di ICU RSUD Morowali pada September–November 2025, melibatkan 96 keluarga pasien yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari 25 item dengan skala Likert 1–5, meliputi empat indikator kepuasan: responsivitas, kejelasan informasi, empati tenaga kesehatan, dan kenyamanan akses komunikasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square/Fisher’s Exact Test dan regresi logistik biner. Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel independen berhubungan signifikan dengan kepuasan keluarga (p < 0,05). Namun, dalam model multivariat, hanya kesiapan infrastruktur teknologi yang tetap berpengaruh signifikan (p = 0,033; OR = 0,038; 95% CI: 0,002–0,764). Keluarga pasien yang menilai infrastruktur tidak siap memiliki risiko ketidakpuasan 26,3 kali lebih tinggi dibandingkan keluarga yang menilai infrastruktur siap. Model regresi menunjukkan kinerja baik (Omnibus Test p = 0,003; Nagelkerke R² = 0,518; akurasi prediksi 96,9%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi merupakan determinan utama kepuasan keluarga pasien ICU. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sistem komunikasi digital berbasis family-centred care melalui peningkatan stabilitas Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), keandalan perangkat monitoring, serta keterjangkauan akses komunikasi daring. Keterbatasan penelitian ini meliputi cakupan lokasi tunggal dan penggunaan desain potong lintang yang tidak menggambarkan hubungan kausalitas.
The Influence of Age and Work Tenure on Occupational Burnout among Furniture Industry Workers in Indonesia Basir, Muhammad; Mira Wahyu Kusumawati; Carsita, Wenny
Viva Medika Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i1.2231

Abstract

Occupational burnout has emerged as an important occupational health concern in labor-intensive manufacturing sectors where repetitive physical work and prolonged job demands may increase psychological strain among workers. This study aims to analyze the association between age, work tenure, and burnout levels among furniture production workers from an occupational health and safety perspective. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted among 63 workers in a furniture manufacturing unit in Makassar, Indonesia. Data were collected using the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire to measure burnout across three dimensions: emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. Age and work tenure were categorized based on sample distribution, and statistical analysis was performed using cross-tabulation and Chi-square tests with a 95% confidence level. The results indicate a significant association between age and burnout level (χ² = 20.746, p < 0.001) as well as between work tenure and burnout level (χ² = 22.828, p < 0.001). Workers in the late-mid adulthood category and those with work tenure exceeding 20 years showed substantially higher proportions of severe burnout compared with younger or less-tenured workers. These findings suggest the presence of cumulative occupational strain resulting from prolonged exposure to repetitive physical labor and workplace stressors. This study highlights the importance of integrating burnout monitoring within occupational health and safety programs. Preventive strategies such as ergonomic improvements, workload management, and job rotation are recommended to reduce burnout risk among long-tenured industrial workers