Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MODIFIED FREE INQUIRY PENDEKATAN SCIENCE WRITING HEURISTIC TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH Nanda Sofa Imamah; Suliyanah Suliyanah
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan peserta didik dalam menyusun argumentasi ilmiah menunjukkan diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih mendorong pemikiran kritis dan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Modified Free Inquiry (MFI) pendekatan Science Writing Heuristic (SWH) terhadap kemampuan argumentasi ilmiah pada materi Hukum Gas Ideal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain true-experimental pretest-posttest control group dengan tambahan satu kelas replikasi. Sampel penelitian terdiri atas 101 peserta didik semester genap tahun ajaran 2024/2025 di salah satu SMA Negeri Surabaya dipilih melalui teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan (1) Uji-t berpasangan menginterpretasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest-posttest; (2) Skor N-gain menginterpretasikan kelompok eksperimen dan replikasi memperoleh kategori sedang pada semua komponen argumentasi ilmiah; serta (3) Uji Post-Hoc dalam ANOVA menginterpretasikan kelompok kontrol memiliki perbedaan skor N-gain yang signifikan dengan kelompok eksperimen dan replikasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model MFI dengan pendekatan SWH dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI Nandaru Diaz; Suliyanah Suliyanah; Kholifah Kholifah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p65-71

Abstract

Observasi peserta didik memperlihatkan bahwa motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika masih tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penerapan model pembelajaran problem-based learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran problem-based learning  terhadap motivasi belajar fisika peserta didik kelas XI-1 SMAN 13 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas pada materi vektor yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar yang memuat 4 indikator motivasi yaitu perhatian, relevansi, percaya diri, dan kepuasan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat 54,1% peserta didik yang berada pada kategori motivasi Tinggi dan pada siklus II 100% peserta didik telah mencapai motivasi Tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem-based learning dapat meningkatkan motivasi belajar fisika. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor motivasi pada setiap siklusnya.
Analisis Implementasi Kurikulum Cambridge pada Salah Satu Sekolah Internasional di Jakarta Nisa Adilah; Jay Galvez; Suliyanah Suliyanah; Utama Alan Deta
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p48-64

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan dan kualitas pendidikan yang diwujudkan dalam perubahan kurikulum. Kurikulum di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda misalnya kurikulum nasional dna kurikulum internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kurikulum nasional seringkali lebih terkait dengan budaya lokal dan nilai-nilai nasional, menciptakan fondasi yang mencerminkan identitas dan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kurikulum internasional, seperti kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB) mencerminkan aspirasi global dan standar yang relevan dalam skala internasional (Cambridge Assessment International Education, 2021). Pada salah satu sekolah internasional di Jakarta terdapat beberapa jenis kurikulum, meliputi: Singapore Curriculum, IGCSE, dan IB Diploma. Terdapat tingkat prasekolah yang menggunakan Kurikulum Singapura, di tingkat dasar dan menengah menggunakan IGCSE dan Kurikulum Singapura, sedangkan di tingkat perguruan tinggi junior menggunakan kurikulum IB Diploma. Pembelajaran pada kurikulum nasional dan internasional memiliki perbedaan pada penggunaan bahasa, misalnya pada kurikulum nasional menggunakan bahasa utama Bahasa Indonesia sedangkan pada kurikulum internasional menggunakan bahasa utama Bahasa Inggris.  
Implementasi Kurikulum Semesta pada Salah Satu SMA di Jombang Sibahah Niah Musaadah; Fitri Diana Devi; Mohamad Wahdiansyah Arrahmat; Nita Indasa; Suliyanah Suliyanah; Utama Alan Deta
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n1.p36-47

Abstract

Saat ini sebagian besar sekolah di Indonesia tengah menerapkan kurikulum 2013 (K-13) untuk kelas XII dan kurikulum merdeka untuk kelas X dan XI. Berbeda dengan salah satu SMA di Jombang,  dimana tidak hanya menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, akan tetapi juga menerapkan kurikulum semesta sebagai kurikulum kearifan pesantren. Berdasarkan kondisi tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan  untuk menganalisis implementasi kurikulum yang telah diterapkan pada salah satu SMA di Jombang, baik kurikulum 2013, kurikulum merdeka, maupun kurikulum semesta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  saat ini kurikulum yang diterapkan pada SMA di Jombang adalah kurikulum nasional, akan tetapi secara aplikatif di lapangan menerapkan kurikulum semesta yang merupakan adopsi dari kurikulum nasional. Berdasarkan pelaksanaan empat Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diterapkan, dapat disimpulkan bahwa implementasi pengembangan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka sudah terlaksana dengan baik. Implementasi pengembangan Kurikulum Semesta secara keseluruhan berdasarkan komponen pengembangan kurikulum Ralph Tyler yaitu Objectives, Selecting Learning Experiences, Organizing Learning Experiences, and Evaluation dapat disimpulkan secara keseluruhan sudah sesuai dan terlaksana dengan baik.  
Identifikasi Konsep Fisika pada Kearifan Lokal Pembuatan Tuak dan Budaya Nitik Tuak di Kabupaten Tuban Halimatus Sa’diyah; Vinka Amalia Mustafaroh; Dimas Fahmi Rizaldi; Aulia Camila Ashfy; Suliyanah Suliyanah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p90-98

Abstract

Kabupaten Tuban di Jawa Timur, Indonesia, terkenal dengan tradisi lokalnya yang kaya, di antaranya budaya Nitik Tuak. Budaya ini melibatkan pembuatan dan konsumsi Tuak, sebuah minuman tradisional beralkohol rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menganalisis budaya Nitik Tuak dengan sudut pandang Kearifan Lokal Fisika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks ini, tradisi Nitik Tuak tidak hanya memegang peranan penting dalam mempertahankan kekayaan budaya dan sosial lokal, tetapi juga menyajikan relevansi signifikan dengan konsep-konsep fisika seperti momentum, gaya gesek, energi potensial, dan gaya gravitasi yang terlibat dalam proses produksi dan penikmatan Tuak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nitik Tuak bukan hanya sebagai elemen penting dalam warisan budaya, tetapi juga menawarkan potensi sebagai sumber pembelajaran fisika yang inovatif untuk siswa SMA, memberikan aplikasi praktis konsep-konsep fisika. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pada pentingnya pelestarian Nitik Tuak tidak hanya sebagai warisan budaya tetapi juga sebagai alat edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual fisika di kalangan pelajar.
Analisis Permasalahan MGMP Fisika di Sidoarjo: Upaya Meningkatkan Profesionalisme Melalui Penelitian Utama Alan Deta; Alfi Nurlailiyah; Suliyanah Suliyanah; Habibi Habibi; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Nadi Suprapto; Setyo Admoko
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v2n2.p42-47

Abstract

Kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam profesionalisme guru. Namun, banyak guru, termasuk guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo, yang menghadapi kendala dalam memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika Kabupaten Sidoarjo dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai kendala yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo dalam menyusun artikel ilmiah. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik guna menemukan pola-pola permasalahan yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima kendala utama yang dihadapi oleh guru, yaitu keterbatasan waktu yang disebabkan oleh beban kerja harian yang tinggi, rendahnya keterampilan menulis artikel ilmiah, ketidaktahuan tentang platform publikasi ilmiah, tingginya biaya publikasi, serta minimnya dukungan dari institusi. Selain itu, banyak guru yang kesulitan dalam menyusun artikel yang sesuai dengan kaidah ilmiah, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya publikasi ilmiah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah masih menjadi tantangan signifikan bagi guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering dilakukan, guru menghadapi kesulitan dalam mengubah hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang terpublikasi. Sebagai solusi disarankan perlunya langkah strategis, seperti pelatihan intensif dalam penulisan ilmiah, pendampingan dalam proses publikasi, serta kebijakan institusi yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.