Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Model PBL Berbasis Etnosains Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Hidrolisis Garam Indah Syafitri; Haryanto Haryanto; Fuldiaratman Fuldiaratman; Muhammad Rusdi; Afrida Afrida; Yusnidar Yusnidar
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 10, No 2 (2022): Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v10i2.5723

Abstract

The purpose of this study is to see how the ethnoscience-based PBL model affects students' creative thinking skills on salt hydrolysis material ataAl-Falah iIslamic HighhsSchool iin jJambi.aResearchhdesign used in this study is Quasi Experiment with Non Equivalent Control Group Design. There were two sample classes in this study: class XI IPA 1 as an experimental class using an ethnoscience-based PBL model and class XI IPA 3 as a control class using a PBL model. This study's instrument included an essay test, an observation sheet for student activities on model application, and an observation sheet for creative thinking skills. The t-test was used to test hypotheses about differences in students' creative thinking abilities. The data analysis revealed that the ethnoscience-based PBL model had an impact on students' creative thinkingabilities, as evidenced by an increase in the average results of the pretest and posttest, namely 52.27% - 71.59% with a difference of 19.29% in the experimental class. control 50.76% - 63.64% with a 12.88% difference Furthermore, theree is assignificantddifferencebbetween the experimental and control groups. According to the results of the t test with a significance level of = 5%, tcount = 1.76797 > ttable = 1.6819, indicating that the ethnoscience-based PBL model has an effect on sstudents' creativetthinking abilities. As a result, it is possibleeto concludeetthat theeethnoscience-based PBL model influences students' creative thinking abilities.
Pengaruh Model PjBL-Steam Terhadap Kreativitas Siswa Ditinjau Dari Pemahaman Konsep Kimia Pada Materi Sel Volta Di SMA N 2 Tanjung Jabung Timur Neng Early Oktavia; Haryanto Haryanto; Ngatijo Ngatijo
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 5 No. 2 (2022): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v5i2.134

Abstract

Pendidikan merupakan aspek terpenting dalam upaya pemberdayaan manusia. Melalui pendidikan pengembangan potensi, kepribadian, kecerdasan, keterampilan serta ahlak mulia siswa dapat dibentuk dan diarahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PjBL-STEAM terhadap kreativitas siswa yang ditinjau dari pemahaman konsep kimia pada materi sel volta. Jenis penelitian yang diterapkan adalah quasi experiment. Populasinya adalah seluruh kelas XII IPA SMAN 2 Tanjung Jabung Timur. Sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pemahaman konsep, tes kreativitas serta lembar penilaian kinerja. Adapun data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara model PjBL-STEAM terhadap Kreativitas siswa (α=0,030 < α=5%), peserta didik yang mempunyai pemahaman konsep tinggi memiliki kreativitas lebih tinggi daripada siswa yang memiliki pemahaman konsep rendah (α=0,000 < α=5%), ada pengaruh interaksi yang sangat baik antara model PjBL-STEAM dan pemahaman konsep terhadap kreativitas siswa (α=0,046 < α=5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada model PjBL-STEAM terhadap kreativitas siswa. Peserta didik yang mempunyai kemampuan pemahaman konsep yang tinggi juga memiliki kreativitas yang lebih tinggi pula.
Penerapan Bahan Ajar Matematika Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Tri Haryanto Wibowo
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 1 No. 2 (2020): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v1i2.93

Abstract

Purpose of the study: Penelitian ini bertujuan untuk mencocokkan modul pengajaran berbasis pendidikan matematika realistik (RME) pendekatan dengan kualitas tinggi dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Methodology: penelitian pengembangan yang dilakukan dengan adaptasi gaya Dick and Carey yang terdiri dari 9 langkah, yaitu: analisis kebutuhan tujuan, analisis organisasi, evaluasi siswa dan lingkungannya, perumusan tujuan khusus, pengembangan instrumen evaluasi, pengembangan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, menyusun dan mengembangkan evaluasi formatif dan merevisi kursus pembelajaran Main Findings: Hasil penelitian keseluruhan menunjukkan bahwa modul ini sangat baik. Keputusan hasil validasi dari ahli desain pembelajaran, ahli desain produk dan ahli materi pembelajaran. Pada tes individu, modul mendapatkan 84,4% yang sangat bagus Applications of this study: Memberikan kontribusi pada keilmuan pengembangan modul pembelajaran yang layak di gnakan untuk pelajaran matematika. Novelty/Originality of this study: modul pengajaran berbasis pendidikan matematika realistik (RME) pendekatan dengan kualitas tinggi
The Influence of Student Interest on Student Learning Outcomes in Science Subjects M. Dwi Wiwik Ernawati*; Sudarmin Sudarmin; Asrial Asrial; Haryanto Haryanto; Aulia Sanova; Dwi Agus Kurniawan; Miftahul Zannah Azzahra
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 4 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.212 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i4.25306

Abstract

The formulation of the problem in this study is how the comparison and influence of interest in learning on science learning outcomes of students in SMP 22 Batanghari and SMP 1 Muaro Jambi. The purpose of this research is to find out how the comparison and influence of interest in learning on science learning outcomes of students at SMP 22 Batanghari and SMP 1 Muaro Jambi. This study also serves to see how important student interest in learning is to student learning outcomes in science subjects at the junior high school level. This study uses a mix method research with explanatory design and the data analysis technique used is random sampling. Based on the t-test of student interest in learning and student learning outcomes obtained a significance value of 0.05 so it can be concluded that there is a difference between student interest in learning and student learning outcomes in science subjects at SMP 22 Batanghari and SMP 1 Muaro Jambi. Based on the regression test of student interest in learning and student learning outcomes obtained a significance value of 0.05 so it can be concluded that there is an influence between student interest in learning and student learning outcomes in science subjects at SMP 22 Batanghari and SMP 1 Muaro Jambi
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS KIMIA BERBASIS EKSPERIMEN MENGGUNAKAN APLIKASI VIRTUAL LAB AUTHORING TOOL CHEMCOLLECTIVE Abu Bakar; Haryanto Haryanto; Afrida Afrida; Aulia Sanova
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpm.v1i2.11374

Abstract

Laboratorium virtual berperan penting sebagai media yang dapat digunakan dalam menunjang dan mengantisipasi keterbatasan pada laboratorium nyata. kegiatan pengabdian ini bertujuan memberi pengetahuan practical skill guru dalam pembelajaran praktikum IPA kimia dengan mengaplikasikan program virtual berbantuan komputer Authoring Tool Chemcollective sebagai upaya alternatif menanggulangi keterbatasan laboratorium ril di sekolah. Peserta pelatihan adalah guru sains IPA di SMPIT Uswatun Hasanah Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini berupa demonstrasi, praktek dan pendampingan. Hasil kegiatan yang dicapai melalui kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan kompetensi guru tentang pelaksanaan metode praktikum kimia berbasis TIK. Guru terlihat sudah sangat terampil mempraktekkan simulasi yang ditawarkan bahkan guru juga memiliki rasa ingin tau yang besar untuk mencoba simulasi virtual lab sains lainnya. Pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat sekali karena dapat membantu guru mengatasi hambatan dalam mempelajari konsep-konsep IPA yang membutuhkan praktikum dengan ketersediaan alat dan bahan yang terbatas.
Implementasi Aplikasi PhET Simulation dalam Pembelajaran MIPA Berbasis Eksperimen Haryanto; M. Dwi Wiwik Ernawati; Fuldiaratman; Afrida; Firdiawan Ekaputra
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.3160

Abstract

Guru dituntut untuk selalu belajar dan mampu menjadikan pembelajaran bermakna dan menarik bagi peserta didik. Pemanfaatan media pembelajaran yang kurang bervariasi dapat menjadikan motivasi dan kemandirian belajar peserta didik menjadi kurang. Sarana dan prasarana pendukung pembelajaran seperti laboratorium yang tidak maksimal menjadikan kompetensi yang dimiliki peserta didik menjadi rendah, Berdasarkan kondisi nyata di lapangan, tim civitas akademika FKIP Universitas Jambi memberikan alternatif berupa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 5 Muaro Jambi dalam bidang ICT sebagai akses sumber belajar praktikum menggunakan aplikasi PhET Simulation. Kegiatan persiapan meliputi tahap analisis masalah di SMA Negeri 5 Muaro Jambi dan mempersiapan materi pelatihan. Kegiatan pelaksanaan meliputi dari penyampaian materi, cara menggunakan aplikasi PhET Simulation, dan diskusi. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian dan kebermafaatan pelatihan. Berdasarkan pelatihan yang dilakukan, dapat disimpulkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi PhET Simulation. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan pelatihan berdasarkan isian angket adalah 4,52 dengan kategori sangat baik.
Description of Teacher Responses to the Implementation of Student Process Skills Portfolio Assessment Harizon Harizon; Asrial Asrial; Haryanto Haryanto; M. Dwi Wiwik Ernawati; Dwi Agus Kurniawan; Feliza Paramitha Sinaga; Rizki Haryati
Integrated Science Education Journal Vol 4 No 3 (2023): September
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/isej.v4i3.731

Abstract

Purpose of the study: This research aims to describe the response of science subject teachers to the assessment of students' process skills portfolios. Methodology: The research method used in this research is mixed, namely a combination of qualitative and quantitative methods. The research design chosen was a sequential explanatory design. This design was selected because quantitative research was carried out first and followed by qualitative methods. This design ensures that the quantitative data obtained is strengthened with qualitative data. Quantitative data analysis techniques are carried out using descriptive statistics. Meanwhile, qualitative data was analyzed based on Miles and Huberman's theory. The instrument used to collect quantitative data is a questionnaire sheet to measure teacher responses in portfolio assessment. Meanwhile, qualitative data was obtained from interviews and documentation studies on relevant problems. The population of this research is schools in Jambi Luar Kota District. The research sample is science subject teachers. The sampling technique used was cluster random sampling. Main Findings: The results obtained are the teacher's response in State Junior High School 1 Muaro Jambi superior to State Junior High School 1 Atap Pematang Jering. Novelty/Originality of this study: The urgency of this research is seen from the importance of assessment in learning activities, which is a tool for measuring student abilities and evaluating the education system. The background of this research is limited by the sample involved being only science subject teachers, and the population chosen is the Jambi Luar Kota sub-district.
Analysis of Teacher Response to Problem Based Learning Model and Scaffolding Model in Science Subjects M. Dwi Wiwik Ernawati; Haryanto Haryanto; Harizon Harizon; Yusnidar Yusnidar; Nikma Nur Qoidah; Mitha Udhiyah
Integrated Science Education Journal Vol 4 No 3 (2023): September
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/isej.v4i3.733

Abstract

Purpose of the study: This study aims to evaluate teachers' responses to two learning models, namely problem-based learning and scaffolding, in the context of science subjects at Junior High School Negeri Satu Atap Pematang Jering. Methodology: The methodology used was descriptive quantitative research with a population of teachers in the school. The research sample consisted of 16 teachers selected by purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistics. Main Findings: The main finding of this study shows that most teachers (75%) in Junior High School Negeri Satu Atap Pematang Jering responded positively to the use of problem-based learning and scaffolding models in science learning. These results indicate that both learning models effectively improve the quality of teaching and students' understanding of science materials. Novelty/Originality of this study: The novelty of this research lies in its specific focus on analyzing teachers' responses to problem-based learning and scaffolding models. This research contributes to the existing literature in this field by providing a deeper understanding of how these two learning models can be applied in science learning in secondary schools. The results of this study can serve as a guideline for teachers and schools in selecting and implementing effective learning strategies to improve teacher competence and student learning outcomes in science subjects.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Ikatan Kimia di Kelas X SMAN 1 Muaro Jambi Haryanto Haryanto; Aulia Sanova; Roslina Turnip
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 7 No. 1 (2015): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v7i1.4840

Abstract

Berdasarkan kurikulum 2013, penguatan pola pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa diharapkan mampu mengkonstruksikan pemikirannya sendiri berdasarkan pola pembelajaran berpikir kritis. Salah satu model yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif serta pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ikatan kimia kelas X SMAN 1 Muaro Jambi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yang sesuai adalah pendekatan campuran (mix method) dengan menggunakan kedua data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pada tahapan penelitian campuran ini dipilih dari aspek waktu sequential timing. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta lembar observasi kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan uji signifikansi dengan uji t. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw oleh guru memiliki persentase sebesar 76,63% dikategorikan baik, persentase model oleh siswa sebesar 68,39% dikategorikan baik, dan persentase kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 75,34% dikategorikan baik. Hubungan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kemampuan berpikir kritis diperoleh rxy = 0,7608 dengan tingkat hubungan kuat. Uji signifikansi dilakukan dengan uji t dengan diperoleh thitung > ttabel (7,613 > 1,691) dengan dk = 33 dan α = 0.05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berjalan dengan baik serta terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ikatan kimia di kelas X MIPA 3 SMAN 1 Muaro Jambi.
Studi Perbandingan Hasil Belajar pada Materi Tata Nama Senyawa Kimia Antara Model Kooperatif Tipe STAD dengan Jigsaw Kelas X SMA Negeri 3 Kuala Tungkal Haryanto Haryanto; Abu Bakar; Muhammad Alfi Nur Ilahi
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 7 No. 2 (2015): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v7i2.4857

Abstract

Pelajaran kimia bagi sebagian besar siswa adalah mata pelajaran yang sulit, hal ini tampak dari rendahnya hasil belajar kimia dan pandangan negatif siswa terhadap pelajaran tersebut dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya adalah kurikulum yang padat, materi yang terlalu banyak, model pembelajaran yang tradisional dan tidak interaktif, serta sistem evaluasi yang buruk. Pada materi tata nama senyawa kimia terdapat berbagai konsep-konsep penting yang harus dikuasai oleh siswa. Untuk itu perlu diterapkan suatu model pembelajaran STAD dan Jigsaw, yaitu model yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, aktif, dan siswa mampu menyajikannya di depan kelas, yang diharapkan tujuan pembelajaran tersebut tercapai dan kemampuan siswa dalam belajar mandiri dapat ditingkatkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 3 Kuala Tungkal menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda dengan hasil belajar kimia siswa menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Tata Nama Senyawa KimiaJenis penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimental Design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Post Control Group Pretest- Posttest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling, diperoleh 2 kelas sampel, yaitu kelas X.2 sebagai kelas perlakuan I dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelas X.3 sebagai kelas perlakuan II dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen I, yaitu 17,57 dan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen II, yaitu 17,05. Sedangkan rata-rata nilai posttest hasil belajar kelas eksperimen I, yaitu 70,10 dan rata- rata nilai posttest hasil belajar kelas eksperimen II, yaitu 65,05. Pada uji hipotesis selisih nilai pretest dan posttest diperoleh thitung = 2,317 dan ttabel = 1,662. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kooperatif tipe Jigsaw pada materi tata nama senyawa kimia terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 3 Kuala Tungkal, yang ditunjukkan dengan thitung > ttabel.