Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS JAMBI Warni; Rengki Afria
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.707 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.546

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Penguatan Kemampuan Literasi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi” ini adalah untuk memberikan penguatan kecakapan berliterasi pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi. Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan memberikan tugas review buku teks pada mahasiswa. Materi yang akan disajukan adalah materi dasar-dasar berliterasi. Target pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan beberapa pemikiran dan konsep literasi yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir pada saat ini. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah secara umum mahasiswa sudah mengenal dan mengetahui konsep literasi dengan menggunakan teknologi, seperti sumber bacaan melalui internet.
KATA-KATA EMOSI DALAM ANTOLOGI CERPEN CERITA BUAT PARA KEKASIH KARYA AGUS NOOR: KAJIAN LEKSIKOLOGI The Emotion Words in Anthology of Buat para Kekasih Short Story by Agus Noor’s: Lexicology Study Rengki Afria; Ade Kusmana; Ike Selviana Prawolo
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya makna ungkapan di dalam bahasa Indonesia berklasifikasi emosional yang merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya. Makna ungkapan emosional tersebut sering ditemui di dalam teks karya sastra, salah satunya adalah cerpen. Di dalam teks terdapat pesan atau makna yang hendak disampaikan dan berkenaan dengan konteks. Sehingga, penggunaan kata emosi dalam cerpenpun memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata-kata emosi dalam ontologi cerpen cerita buat para kekasih karya Agus T Noor: kajian leksikologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Sumber data didapatkan dalam 32 judul antologi cerpen Cerita Buat Para Kekasih karya Agus Noor, sedangkan datanya adalah kata emosi. Data dianalisis berdasarkan klasifikasi jenis emosi dan mendeskripsikan kata emosi yang memiliki arti atau makna berbeda tergantung konteks dalam cerpen. Hasil penelitian didapatkan 77 data kata emosi yang diklasifikasi serta dideskripsikan berdasarkan konteks dalam teks cerpen.vThis research is motivated by the many meanings of expressions in Indonesian with emotionalclassification that refer to a specific feeling and thoughts. The meaning of this emotionalexpression is often found in literary texts, one of which is a short story. In the text there is amessage or meaning to be conveyed and with regard to context. Thus, the use of the wordemotion in short stories also has different meanings according to the context. This researchuses descriptive method which is done qualitatively. Data collection is done by refer to themethod of note and note technique. The data obtained from the short story anthology ofStory to the Lover by Agus Noor, then the data is analyzed based on the classification ofemotions and describing the word emotions that have different meanings or  eaningsdepending on the context in the short story. The results obtained 77 data of emotion wordsclassified and described based on the context in the short text.
Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayu Agung: Kajian Linguistik Historis Komparatif Rengki Afria; Dimas Sanjaya; Mesha Tiara
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v11i1.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil leksikostatistik, glotokronologi, dan jangka kesalahan bahasa Melayu Palembang (MP), Besemah Lahat (BL), Besemah Pagaralam (BP), dan Kayuagung (KA). Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode komparatif, leksikostatistik, dan glotokronologi. Hasil yang didapatkan yakni 24 pasangan kata identik, 7 korespondensi fonemis; korespondensi fonetis tidak ditemukan; dan 21 korespondensi satu fonem berbeda. Persentase kerabat pada empat bahasa dari titik pengamatan yang diperbandingkan ialah, MP – BL 79.5%, MP – BP 79%, MP – KA 59.5%, BL – BP 85%,  BL – KA 56%, BP – KA 60%. Perhitungan glotokronologi ditemukan: MP – BL 543 M,  MP – BP 560 M,  MP – KA 1236 M,   BL – BP 390 M,  BL – KA 1384 M,  BP – KA 1219 M.
The Implementation Of Online-Based Project Based Learning During The Covid-19 Pandemic In Malay Arabic Courses Semester V In Indonesian Literatures Jambi University Warni; Rengki Afria
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.648 KB) | DOI: 10.54259/diajar.v1i1.186

Abstract

This study aims to describe the implementation of online-based Project Based Learning in the Arabic-Malay Script Course in Semester V of the Indonesian Literature Study Program, FKIP, Jambi University. The method used is an action research method. Sources of data in the form of stimulus and student responses in learning. The results of the study concluded that the implementation of PJBL in the Malay Arabic Script course had been carried out well. This is evidenced by the students' awareness of the importance of the Malay Arabic script.
Reduplikasi Bahasa Minangkabau di Desa Kurnia Koto Salak Kecamatan Sungai Rumbai: Kajian Morfologi Rengki Afria; Yuliza Putri
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i1.19111

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Minangkabau di Desa Kurnia Koto Salak Kecamatan Sungai Rumbai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulkan data menggunakan metode simak dan metode catat. Analisis data menggunakan metode distribusional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk reduplikasi yang ditemukan adalah adalah kata reduplikasi nomina, verba dan adjektiva yang dibentuk dari reduplikasi akar dan imbuhan. Selain itu ada tiga makna reduplikasi yang di temukan yaitu (1) kata benda reduplikasi yang ditemukan yaitu dari variasi banyak, dan ukuran (2) reduplikasi verbal dari kejadian beribtensitas, dan tindakan, (3) kata sifat reduplikasi keadaan dan makna dasar. Kata Kunci : Reduplikasi, Bahasa Minangkabau,nomina, verba, adjektiva.
KEKERABATAN BAHASA-BAHASA ETNIS MELAYU, BATAK, SUNDA, BUGIS, DAN JAWA DI PROVINSI JAMBI: SEBUAH KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Yundi fitrah; Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.788 KB) | DOI: 10.22437/titian.v1i2.4228

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian linguistik historis komparatif dengan tujuan melihat kekerabatan antar bahasa etnis yang ada di Provinsi Jambi. Metode yang digunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk membandingkan data-data kebahasaan berdasarkan fakta-fakta linguistik sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh deskripsi persentase kekerabatan antara varian bahasa-bahasa etnis tersebut dengan menggunakan Objek penelitian ini ialah bahasa Melayu, Jawa, Bugis, Sunda, dan Batak, sasaran penelitian ini mencakupi tuturan yang bersumber dari penutur etnis-etnis tersebut. Sumber data penelitian ini adalah data-data kognat atau kata-kata kerabat yang diperoleh dari 200 kosakata dasar yang bersumber dari Swadesh. Instrumen yang digunakan adalah berupa alat rekam/kamera dan alat tulis. Metode dan teknik penyediaan data adalah metode cakap (teknik pancing dan teknik cakap semuka) dan metode simak (Teknik simak libat cakapdan teknik catat). Metode analisis data menggunakan dua metode, yaitu metode perbandingan dan metode leksikostatistik. Penyajian hasil analisis data dengan metode informal dan metode formal. Variasi fonem vokal merupakan variasi-variasi vokal yang terdapat pada masing-masing bahasa etnis di provinsi Jambi (Mly, Btk, Bgs, Snd, Jw). Variasi-variasi tersebut adalah bunyi [i], [u], [ә], [e], [o]. Sedangkan Variasi bunyi konsonan yang didapatkan di lapangan adalah 19 buah fonem konsonan. Variasi-variasi tersebut adalah bunyi /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /Ɂ/, /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/, /s/, /ʃ/, /l/, /w/, /j/, /y/, /r/, dan /h/. Hasil perhitungan leksikostatistik yang membandingkan kesamaan antar bahasa etnis dari data didapatkan perbedaan-perbedaan persentase. Bahasa Melayu memperoleh data kognat sebanyak 63 data (31,5%) diperbandingkan dengan bahasa Batak, 30 data (15%) dengan bahasa Bugis, 52 data (26%) dengan bahasa Jawa, dan 88 data (44%) dengan bahasa Sunda. Selanjutnya Bahasa batak yang diperbandingkan dengan bahasa bugis didapatkan kekerabatan antara bahasa Bugis sebanyak 28 data (14%), 26 data (13%) dengan bahasa Jawa, dan 54 data (27%) dengan bahasa Sunda. Kemudian bahasa bugis yang diperbandingkan dengan bahasa Jawa didapatkan 26 data (13%) bahasa yang kognat dan 33 data (16,5%) dengan bahasa Sunda. Terakhir bahasa Jawa yang diperbandingkan dengan bahasa sunda didapatkan 53 data kognat (26,5%). Kata Kunci: kekerabatan, bahasa, linguistik, historis, komparatif
INVENTARISASI KOSAKATA ARKAIS SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN DAN PERLINDUNGAN BAHASA MELAYU KUNO DI PROVINSI JAMBI Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.766 KB) | DOI: 10.22437/titian.v1i2.4232

Abstract

Bahasa Melayu di Provinsi Jambi adalah salah satu bahasa daerah di kawasan Sumatera bagian tengah yang memiliki berbagai variasi-variasi bahasa dalam cakupan wilayah geografisnya. Bahasa Melayu di provinsi Jambi merupakan turunan dari cabang Austronesia dalam rumpun Malayik yakni bahasa Melayu yang bersejajar dengan Bahasa (isolek) Kerinci dan Bahasa Minangkabau, namun tidak saling menurunkan antara satu dengan yang lain. Berdasarkan fakta empiris, sebagian penutur bahasa Melayu tidak lagi menggunakan dan mengetahui makna kosakata arkais, apalagi digunakan dalam peristiwa tutur sehari-hari. Berangkat dari persoalan tersebut, seharusnya peneliti, akademisi bahasa, pemerhati, peminat, penikmat, pembelajar, pemerintah (daerah), dan masyarakat pengguna bahasa, dan lain-lain harus menyadari dan menaruh perhatian serta berkerja sama dengan bersungguh-sungguh agar kosakata bahasa tersebut tidak hilang dan punah tanpa kita sadari. Sebab hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, akan tetapi harus ditanggapi dengan serius dan penting demi identitas jati diri masyarakat melayu di provinsi Jambi. Kata Kunci: Inventarisasi, kosakata, arkais, penyelamatan, perlindungan
ANALISIS UNGKAPAN MAKIAN DALAM BAHASA KERINCI: STUDI SOSIOLINGUISTIK Ade Kusmana; Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.933 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.6090

Abstract

Penelitian ini mencoba menjawab bentuk dan karakteristik ungkapan Makian dalam bahasa Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan,, menganalisis dan mendeskripsikan ungkapan makian yang ada di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik makro. Metode yang digunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini ialah bahasa Kerinci, sasaran penelitian ini mencakupi tuturan yang bersumber penutur tersebut. Sumber data penelitian ini adalah data-data bahasa makian yang bersumber dari data lisan di lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa alat rekam/kamera dan alat tulis.Metode dan teknik penyediaan data adalah metode cakap (teknik pancing dan teknik cakap semuka) dan metode simak (Teknik simak libat cakap dan teknik catat). Metode analisis data menggunakan metode analisis makna. Temuan data di lapangan referens dan bentuk penggunaan ungkapan makian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa makian di kabupaten Kerinci berdasarkan pemerolehan inventarisasi dan analisis data di lapangan didapatkan 7 bentuk makian, yaitu bentuk keadaan, kekerabatan, binatang, mahkluk halus, bagian tubuh, profesi, dan seruan. Jumlah dari semua data yang dihimpun dari 7 bentuk makian tersebut diperoleh 170 data makian. Dari temuan data tersebut didapatkan bahwa bentuk makian keadaan mendominasi data sebanyak 85 data (50%), hal ini disebabkan di dalam bentuk keadaan ini mempunyai turunan atau referensinya sebanyak 4 turunan, yakni tindakan, sifat, sumpah serapah, dan penyakit. Berikutnya adalah bentuk bagian tubuh sebanyak 21 data (12%); bentuk seruan sebanyak 18 data (11%); bentuk profesi sebanyak 13 data (8%); bentuk etnis 6 data (4%); dan terakhir bentuk mahkluk halus 4 data (2%). Dalam pengungkapan bahasa makian tersebut tentu ada beberapa factor penyebab munculnya makian, diantaranya adalah factor social dan situasional. Dengan adanya bahasa makian dan factor penyebabnya terdapat dampak penggunaan bahasa makian itu sendiri menurunnya kualitas bahasa dan rendahnya gejala-gejala social.
ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL PADA CERPEN KETEK IJO KARYA M. FAJAR KUSUMA julisah izar; Rengki Afria; Dimas Sanjaya
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.946 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i1.7026

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana bentuk kohesi gramatikal yang terdapat pada cerpen Ketek Ijo karya M.Fajar Kusuma dan (2) Bagaimana bentuk kohesi leksikal pada cerpen Ketek Ijo karya M.Fajar Kusuma Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dan agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik lanjutan unsur pilah penentu (PUP), yaitu dengan memilah kalimat-kalimat yang memiliki penanda kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik dasar yang digunakan dalam metode agih adalah bagi unsur langsung (BUL). Keabsahan data diperoleh dari ketekunan pengamatan dan triangulasi. Instrumen penelitian adalah humant instrument. Peneliti menjadi alat pengumpul data utama sekaligus menganalisis langsung data yang telah dikumpul tersebut Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama, bentuk penanda kohesi gramatikal yang muncul adalah referensi, substitusi, konjungsi, dan elipsis. Kedua, bentuk kohesi leksikal yang muncul adalah repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, kolokasi dan metonimia.
Menelisik Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Jambi Berbasis Cerita Rakyat dalam Membangun Peradaban Warni Warni; Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.188 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8222

Abstract

Sastra lama merupakan perwujudan dari budaya-budaya lokal masyarakat. Sastra lama hadir lewat tradisi yang secara turun-temurun terus dihadiahi dari generasi ke generasi. Di dalamnya, terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang jika ditelisik akan membuahkan suatu ide-ide baru. Kearifan lokal merupakan suatu identitas lokal yang eksistensinya dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat setempat. Suatu bentuk kreativitas dapat dihadirkan dengan memunculkan kembali sumber daya lokal yang terdapat pada nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, akan terbangun suatu bentuk kreativitas yang berlandaskan kearifan lokal. Ini merupakan upaya dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat serta memanfaatkannya untuk menciptakan kreativitas baru tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal. Oleh sebab itu, perlu digali kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi pada masa lampau agar kreativitas masyarakat terus berkembang dengan tidak menghilangkan identitas lokal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan kembali cerita rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Dengan begitu, nilai-nilai kearifan lokal dapat digali dan diambil manfaatnya untuk membangun peradaban.