Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Naskah Kitab “Perjanjian Lama yaitu Kitab Taurat dan Zabur dan Segala Nabi – Nabi Jilid yang Pertama”: Kajian Aksara Arab Melayu Afria, Rengki; Wardhani, Aldha Kusuma; Virginia, Olivia; Fardinal, Fardinal
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.32891

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis, mengidentifikasi, mengalih aksarakan, dan mengalih bahasakan naskah dari kitab “Perjanjian Lama yaitu Kitab Taurat dan Zabur dan Segala Nabi – Nabi Jilid yang Pertama”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dan sumber data yang digunakan adalah sumber data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah non-participant observation, dimana penulis tidak ikut terjun dan terlibat langsung dengan objek yang diteliti. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data naratif, dimana data yang diperoleh melalui serangkaian proses terlebih dahulu, yaitu reduksi data, penyajian data, dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. Maka, berdasarkan teori – teori yang ada serta metode penelitian yang penulis lakukan, kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil utama penelitian ini, yaitu : (1) Adanya bentuk dari alih aksara, pada salah satu halaman dalam naskah, yang berisikan kalimat sebagai berikut : “Washiyat yang lama yaitu segala kitab perjanjian lama atau kitab taurat dan zabur dan segala nabi2 jilid yang keduwa tersalin kepada bahasa melayu dan keduwa kalinya dan lagi dicap atas belanja niydarlansa bayubal ganutsakaf 1886.”; (2) Penulis dari naskah tersebut adalah Hillebrandus Cornelius Klinkert; (3) Naskah yang penulis teliti ini, terdiri dari kurang lebih 700 halaman banyaknya; (4) Bahasa yang digunakan dalam naskah ini adalah bahasa Melayu, dengan beberapa kosakata lainnya yang menggunakan bahasa Arab. Abstract The aims of this research is to analyze, identify, transcription, and translation the manuscript from “Perjanjian Lama yaitu Kitab Taurat dan Zabur dan Segala Nabi – Nabi Jilid yang Pertama” book. The method used in this research is a qualitative descriptive method, where the data obtained in this research are qualitative, and the source of the data used is the primary data source. The aggregation data method used is non-participant observation, where the writer doesn't participate and is directly involved with the object being research. The analysis data method used in this research is narrative data analysis, where the data obtained through a series of processes in advance, namely data reduction, data presentation, and finally drawing the conclusions or verification. So, based on the existing theories and research methods that the authors did, the conclusions that can be drawn from the main results of this research is: (1) There is a form of tranliteration, on one of the pages in the manuscript, which contains the following sentence: “Washiyat yang lama yaitu segala kitab perjanjian lama atau kitab taurat dan zabur dan segala nabi2 jilid yang keduwa tersalin kepada bahasa melayu dan keduwa kalinya dan lagi dicap atas belanja niydarlansa bayubal ganutsakaf 1886."; (2) The writer of the manuscript is Hillebrandus Cornelius Klinkert; (3) The manuscript that the authors examined, consists of approximately 700 pages; (4) The language that used in this manuscript is Malay, with several other vocabularies using Arabic.
Local Wisdom Values of Arakan Sahur, Takbiran, and Hadrah Tradition in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat (An Ethnolinguistics Study) Afria, Rengki; Chotimah, Khusnul; Izar, Julisah; Fatrizal, Fatrizal; Fardinal, Fardinal; Maharja, Syafria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43905

Abstract

ndonesia has a variety of cultures and local wisdom. One of the local wisdoms is the tradition carried out by an ethnic group. As a country that has a cultural diversity, there are many traditions carried out by local communities in Indonesia. for example, in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi Province. Kuala Tungkal is an area that is still in attached to its traditions. This research aims to describe local wisdom in the traditions in Kuala Tungkal, namely arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. This research is included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research are in the form of the arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. Based on the result of disscussuon, the Kuala Tungkal Muslim community rejoices in welcoming Islamic holidays and without any doubt shows the public to uphold their Malayness. Abstrak Indonesia memiliki beragam budaya (culture) dan kearifan lokal (local wisdom). Salah satu kearifan lokal adalah tradisi-tradisi yang dilakukan oleh sekelompok etnis. Sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, terdapat banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat di daerah di Indonseia. Misalnya di daerah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Tajung Barat, provinsi Jambi. Kuala Tungkal merupakan daerah yang masih lekat dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal pada tradisi-tradisi yang ada di Kuala Tungkal yaitu Arakan Sahur, Takbiran, dan Hadrah Tradisi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tradisi arakan sahur, takbiran dan hadrah tradisi. Berdasarkan hasil pembahasan masyarakat muslim Kuala Tungkal yang bersuka ria menyambut hari-hari besar Islam dan tanpa ada keraguan menunjukkan kepada khalayak untuk menjunjung tinggi kemelayuannya.
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM DOKUMENTER THE MAHUZES KARYA WATCHDOC IMAGE Kamiyate, Julisah Izar, Rengki Afria,
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2020): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v2i1.1382

Abstract

Abstract This study was aimed to describe the form and function of expressive speech acts in the documentary film THE MAHUZEs by Watchdoc Image by using expressive speech act theory. The object of this research is the expressive form of speech contained in the film THE MAHUZEs and discussed based on the type and function based on the context of the speech. The method approach in this research used descriptive qualitative with consider and note technique. The results showed that there were thereeten (13) data on expressive speech acts in the documentary film THE MAHUZEs by Watchdoc Images were divided into one (1) expressive speech act apologies, three (3) expressive speech acts were requested to thank you, two (2) data on expressive speech acts are welcomed, four (4) data on speech acts of settlement decisions, two (2) data on expressive speech acts shows sympathy, and one (1) data on expressive speech acts is requested for gratitude. The speech act function contained in this documentary film is a function that is adapted to the context of the ongoing speech that is a function to express forgiveness for intentional or unintentional mistakes, a function to express gratitude for one's good deeds and function as a statement of disappointment over something. Keywords: Documentary films, speech acts, expressive speech acts. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam film dokumenter THE MAHUZEs karya Watchdoc Image dengan menggunakan teori tindak tutur ekspresif. Objek penelitian ini adalah bentuk tuturan ekspresif yang terdapat di dalam film THE MAHUZEs dan diklasifikasikan berdasarkan jenis dan fungsinya berdasarkan konteks tuturan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tigabelas (13) data mengenai tindak tutur ekspresif di dalam film dokumenter THE MAHUZEs karya Watchdoc Image yang terbagi menjadi satu (1) data tindak tutur ekspresif memberi maaf,tiga (3) data tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih, dua (2) data tindak tutur ekspresif mengeluh, empat (4) data tindak tutur mengekspresikan kemarahan, dua (2) data tindak tutur ekspresif menunjukkan simpati, dan satu (1) data tindak tutur ekspresif mengucapkan syukur. Adapun fungsi tindak tutur yang terdapat pada film documenter ini adalah fungsi yang disesuaikan dengan konteks tuturan yang sedang berlangsung yaitu fungsi untuk menyatakan pemberian maaf atas kesalahan yang disengaja atau yang tidak disengaja, fungsi untuk menyatakan terima kasih atas perbuatan baik seseorang dan fungsi sebagai pernyataan kecewa atas sesuatu. Kata kunci: Film dokumenter, tindak tutur, tindak tutur ekspresif.
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT DAERAH JAMBI KE NASKAH DRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SASTRA DI SDN 217 KOTA JAMBI Suryani, Irma; Izar, Julisah; Warni; Afria, Rengki; Susanti, Nurfitri
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.335

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini ialah untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada guru SDN 217 Kota Jambi mengenai cara menganalisis secara struktural yaitu tema, amanat, alur, latar, tokoh dan penokohan cerita rakyat daerah Jambi yang sangat bervariasi. Selanjutnya tujuan PPM ini agar guru-guru mampu membuat naskah drama berdasarkan unsur-unsur instrinsik yang sudah dianalisis tersebut. Guru akan mempunyai pengetahuan dan pengalaman terkait menulis naskah drama dalam menentukan tema. Selanjutnya guru mampu menentukan amanat. Selain itu para guru mahir menyusun alur dengan rangkaian peristiwa yang mempunyai hubungan sebab akibat. Selain mahir memilih latar, guru juga mahir mengembangkan karakter tokoh berdasarkan tokoh yang sudah ditetapkan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut diberikan dengan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan naskah drama dan dapat digunakan di dalam kelas. Target yang ingin dicapai dalam sosialisasi dan pelatihan ini adalah guru mendapat pengetahuan mengenai sastra anak yang berhubungan dengan cerita rakyat dan naskah drama. Hasil analisis dan produk guru dalam bentuk naskah drama, sangat memungkinkan untuk meningkatkan kepribadian atau karakter siswa, disamping dapat memberikan hiburan.
The Content of Local Wisdom in Traditional Expressions: Revealing the Characteristics of Jambi Malay Community Warni, Warni; Afria, Rengki
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.19356

Abstract

This study aims to describe the content of local wisdom in traditional expressions to reveal the characteristics of the Malay community of Jambi. The data include traditional expressions that include phrases in the form of seloko, petitih proverbs, figurative language, and proverbs. The research method uses the method of listening, note -taking and recording techniques. Data analysis using independent techniques Based on the results of the study, it was concluded that the traditional Malay expressions of Jambi, obtained either in the form of proverbs, sayings, and parables. The Malay community of Jambi in general is not open in speaking, so they use allusions to convey the message in the speech. Some of the characters of the Jambi Malay society in the traditional are heavy, religious, honest, polite, polite, wise, open, diligent, mutual aid, loyal, empathetic, humble, obedient, friendly, knightly, unyielding, democracy, tolerance, pluralism, fair, responsibility. Jambi Malay traditional expressions have a function in social life in the community. The function is as a means of community education, advice, and cultural treasures of the oral traditionKeywords: local wisdom; traditional expression; characteristic; Jambi Malay
Revealing the Characteristics of Jambi Malay Community: The Local Wisdom in Traditional Expressions Warni, Warni; Afria, Rengki
Proceeding International Conference on Malay Identity Vol. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the content of local wisdom in traditional expressions to reveal the characteristics of the Malay community of Jambi. The data include traditional expressions that include phrases in the form of seloko, petitih proverbs, figurative language, and proverbs. The research method uses the method of listening, note -taking and recording techniques. Data analysis using independent techniques Based on the results of the study, it was concluded that the traditional Malay expressions of Jambi, obtained either in the form of proverbs, sayings, and parables. The Malay community of Jambi in general is not open in speaking, so they use allusions to convey the message in the speech. Some of the characters of the Jambi Malay society in the traditional are heavy, religious, honest, polite, polite, wise, open, diligent, mutual aid, loyal, empathetic, humble, obedient, friendly, knightly, unyielding, democracy, tolerance, pluralism, fair, responsibility. Jambi Malay traditional expressions have a function in social life in the community. The function is as a means of community education, advice, and cultural treasures of the oral tradition
Revitalisasi Nilai Budaya Lokal Melalui Pelatihan Menulis Puisi Berbahasa Daerah Di Madrasah Tsanawiyah As’ad Danau Teluk Jambi Helty; Julisah Izar; Warni; Wilyanti, Liza Septa; Afria, Rengki; Harianto, Neldi
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.53423

Abstract

Urgensi dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah penulisan puisi dengan menggunakan Bahasa daerah belum pernah dilakukan di sekolah Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk, pelaksanaan pelatihan penulisan puisi ini merupakan bentuk dari revitalisasi nilai Budaya lokal , Dimana kita ketahui globalisasi sering kali mengancam keberagaman budaya dan homogenisasi, sehingga budaya lokal terpinggirkan oleh budaya asing. Oleh karena itu, Upaya untuk melestarikan dan merevitalisasi budaya lokal sangat diperlukan agar Masyarakat dapat mempertahankan jati diri dan warisan budaya. Upaya dalam pelestarian budaya lokal ini dimulai dengan memberikan pelatihan menulis puisi berbahasa daerah kepada siswa di Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk . selama ini penulisan puisi hanya menggunakan bahasa Indonesia dan ini merupakan bagian dari pembelajaran bahasa indonesia, dan pada kesempatan ini tim pengabdian akan mengajak siswa-siswa Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk menciptakan puisi dengan menggunakan Bahasa daerah sebagai bentuk revitalisasi, pemertahanan dan pelestarian budaya lokal. Dimana dalam pelatihan ini siswa akan dilatih dalam menulis puisi dengan menggunakan Bahasa daerah mereka masing-masing.
KATA-KATA EMOSI DALAM ANTOLOGI CERPEN CERITA BUAT PARA KEKASIH KARYA AGUS NOOR: KAJIAN LEKSIKOLOGI The Emotion Words in Anthology of Buat para Kekasih Short Story by Agus Noor’s: Lexicology Study Afria, Rengki; Kusmana, Ade; Prawolo, Ike Selviana
Salingka Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya makna ungkapan di dalam bahasa Indonesia berklasifikasi emosional yang merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya. Makna ungkapan emosional tersebut sering ditemui di dalam teks karya sastra, salah satunya adalah cerpen. Di dalam teks terdapat pesan atau makna yang hendak disampaikan dan berkenaan dengan konteks. Sehingga, penggunaan kata emosi dalam cerpenpun memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata-kata emosi dalam ontologi cerpen cerita buat para kekasih karya Agus T Noor: kajian leksikologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Sumber data didapatkan dalam 32 judul antologi cerpen Cerita Buat Para Kekasih karya Agus Noor, sedangkan datanya adalah kata emosi. Data dianalisis berdasarkan klasifikasi jenis emosi dan mendeskripsikan kata emosi yang memiliki arti atau makna berbeda tergantung konteks dalam cerpen. Hasil penelitian didapatkan 77 data kata emosi yang diklasifikasi serta dideskripsikan berdasarkan konteks dalam teks cerpen.vThis research is motivated by the many meanings of expressions in Indonesian with emotionalclassification that refer to a specific feeling and thoughts. The meaning of this emotionalexpression is often found in literary texts, one of which is a short story. In the text there is amessage or meaning to be conveyed and with regard to context. Thus, the use of the wordemotion in short stories also has different meanings according to the context. This researchuses descriptive method which is done qualitatively. Data collection is done by refer to themethod of note and note technique. The data obtained from the short story anthology ofStory to the Lover by Agus Noor, then the data is analyzed based on the classification ofemotions and describing the word emotions that have different meanings or  eaningsdepending on the context in the short story. The results obtained 77 data of emotion wordsclassified and described based on the context in the short text.
Pelatihan Penulisan Proposal Skripsi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi Fitrah, Yundi; Warni; Kusmana, Ade; Suryani, Irma; Afria, Rengki
Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya) Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.149 KB) | DOI: 10.51510/madiya.v2i1.440

Abstract

Kegiatan pelatihan ini diletarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi melalui pelatihan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam menulis proposal skripsi. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanyajawab, dan praktikum. Hasil kegiatan pengabdian ini disimpulkan bahwa mahasiswa memahami tentang penulisan proposal skripsi dengan baik. Antusias juga terlihat ketika mahasiswa aktif dalam menanyakan berbagai hal dalam penulisan ilmiah pada tim pengabdian saat tanya-jawab. Kegiatan ini harus dilakukan secara berkelanjutan.
Meaning Shift in Arabic Social Media: A Cultural-Semantic Study Harianto, Neldi; Afria, Rengki; Izar, Julisah; Defrianti, Denny; Hasani, Salman
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v9i2.14743

Abstract

The phenomenon of social media has introduced new dynamics in the development of the Arabic language, particularly in relation to shifts in vocabulary meanings influenced by cross-cultural interaction, digital technology, and online communication practices. This study aimed to examine meaning shifts in Arabic as used on social media through a cultural-semantic approach. The research focused on identifying vocabulary items that underwent semantic change, whether through narrowing, broadening, or connotative shifts, and on analyzing the cultural factors underlying these changes. The study employed a qualitative method using a cultural-semantic framework, with data drawn from utterances, posts, and conversations circulating on popular platforms such as Twitter (X), Instagram, and TikTok. The findings indicate that semantic shifts in Arabic social media emerge through complex interactions among linguistic, social, and cultural dimensions. Based on Cruse’s theory of semantics, most meaning changes occur at the level of sense relations, primarily through mechanisms such as broadening, narrowing, and metaphorical extension. For instance, the word متابع (mutābi‘), which lexically means “follower,” has undergone narrowing to specifically denote a “social media follower” in the digital context. From Duranti’s perspective of cultural semantics, these shifts are not merely linguistic phenomena but also reflect processes of identity formation and value negotiation within Arab digital communication culture. Each term that experienced semantic change embodies the dynamics of digital life, reflecting values such as ijtima‘iyyah (social connectedness), shuhrah (popularity), and ta‘bīr dhāti (self-expression).