Claim Missing Document
Check
Articles

Paradigma Pembelajaran Biologi di Era Digital H.B.A. Jayawardana
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.963 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i1.5628

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dengan siswa di sekolahan dikenal dengan istilah pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan optimal apabila proses pembelajaran berpusat pada siswa (student centered instruction), bukan berpusat pada guru (teacher centered instruction). Proses pembelajaran sebaiknya juga dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan, termasuk pada pembelajaran biologi. Anggapan bahwa pelajaran biologi merupakan sesuatu yang menakutkan, sulit dimengerti karena banyak dikombinasi dengan istilah Latin atau bahasa ilmiah, dan juga membosankan karena banyaknya materi, perlu segera diluruskan. Stigma negatif pada pelajaran biologi tersebut salah satu penyebabnya karena pembelajaran dilakukan dengan metode-metode konvensional dan cenderung monoton. Di era digitital seperti sekarang ini, guru sebaiknya mempunyai paradigma yang baru terhadap pembelajaran biologi. Sudah saatnya guru memanfaatkan kemajuan teknologi dan internet sebagai sarana pembelajaran biologi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana merubah paradigma lama menuju paradigma baru dalam pembelajaran biologi di era digital? Bagaimana menerapkan pembelajaran biologi di era digital? Dan bagaimana segi positif maupun negatifnya pembelajaran digital? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan benang merah yang akan dibahas dalam artikel ini.
Pengaruh Penerapan Metode Guided Inquiry terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA N 2 Banguntapan H.B.A. Jayawardana
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.775 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i2.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap aktivitas belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. (2) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap hasil belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Penelitian ini termasuk penelitian Quasi Experiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara random (acak), yaitu kelas X2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa hasil observasi aktivitas belajar siswa dianalisis dengan uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov dan data hasil belajar siswa berupa pretest dan posttest dianalisis menggunakan t-Test (uji-t) dengan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov, dengan sig. (2-tailed) senilai 0,000 < taraf signifikansi (0,01). (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar biologi pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji-t dengan sig. (2-tailed) senilai 0,318 > taraf signifikansi (0,05). Kesimpulan hasil analisis data menunjukkan bahwa metode Guided Inquiry berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, dan dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa meskipun tidak secara signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran biologi di sekolah.
Uji Efektivitas Khitosan terhadap Daya Awet Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Rina Sugiarti Dwi Gita; Hepta Bungsu Agung Jayawardana; Ahmad Afandi
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.452 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v4i2.2987

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of chitosan on fresh tilapia (Oreochromis niloticus) products as a natural preservative that can maintain the condition of fish with a longer shelf life. The method used in this study was experimental with three treatments, namely control treatment, 1% chitosan coating, and 1.5% chitosan coating. Data analysis was carried out through organoleptic tests with four parameters: color, aroma, texture, and taste of the tested tilapia. Observations were made for three consecutive days. The results showed that tilapia with 1.5% chitosan coating had better organoleptic parameter values than the other two test treatments. In conclusion, 1.5% of chitosan maintained the quality of tilapia with a longer shelf life. Keywords: Durability, Tilapia, Chitosan, Organoleptic
Penguatan Fungsi dan Peran Sekolah: Solusi Pembelajaran Sains bagi Generasi Y dan Z di Era 4.0 Wulandari Saputri; Panggih Priyambodo; Winarto Winarto; H. B. A. Jayawardana
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 5 No 1 (2022): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.396 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v5i1.3388

Abstract

This study aims to describe science learning solutions for generations Y and Z in Era 4.0. The method used is a literature study of various previous research results. The results of the study indicate that there are several things that can be pursued in order to strengthen the role and function of schools in the 4.0 era, including strengthening the scientific approach, applying multiple intelligences approaches, involving and utilizing elements of technology in learning, implementing contextual learning, as well as strengthening the character of students. In conclusion, it is necessary to strengthen the function and role of schools in realizing relevant science learning in the 4.0 era for generation Y (millennial generation) and generation Z. Keywords: Era 4.0, Multiple Intelligences, Contextual Learning, Scientific Approach, Character Education
PENANGGULANGAN MASALAH PENCEMARAN SAMPAH DAERAH PESISIR SEBAGAI UPAY A PELESTARIAN EKOSISTEM PESISIR DAN HUT AN MANGROVE H. B. A. Jayawardana; Mochammad Maulana Trianggono
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari kepulauan dan dikelilingi oleh lautan. Banyak masyarakat Indonesia yang hidup di daerah pesisir. Wilayah pesisir merupakan pertemuan antara darat dan laut yang meliputi wilayah sekitar 8% di permukaan bumi.Daerah pesisir sebagai suatu ekosistem menyimpan potensi sumber daya alam yang luar biasa.Kondisi daerah pesisir di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi sudah sangat memprihatinkan karena tumpukan sampah yang tersebar hampir di sepanjang garis pantai. Tumpukan sampah yang ada di daerah pesisir ini mcrupakan limbah masyarakat sekitar pesisir dan sampah yang terbawa dari laut.Kondisi seperti ini sudah pasti mengganggu kelestarian ekosistem pesisir dan estetika hutan mangrove. Timbunan sampahjuga akan mengakibatkan banjir rob dan pencemaran lingkungan. Pcngabdian kepada masyarakat pesisir ini dilakukan melalui penyuluhan dan kegiatan pembersihan sampah di daerah pesisir yang hertujuan untuk melestarikan ekosistem pesisir dan memperindah hutan mangrove.Pembersihan Sampah
Pendampingan Guru di Lingkungan PAUD Dengan Menggunakan Model Permainan Ular Tangga Pada Masa Pandemi Covid-19 Eky Prasetya Pertiwi; Ianatuz Zahro; H.B.A Jayawardana
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v5i2.541

Abstract

Pendidikan TK merupakan wadah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik sesuai sifat-sifat alami anak, oleh karena itu maka pendidikan taman kanak-kanak dapat berkembang seluruh aspek kepribadiannya melalui proses bermain. Pembelajaran dengan bermain sangat cocok diterapkan pada siswa anak usia dini. Media permainan perlu diterapkan pada implementasi pembelajaran AUD. Salah satunya adalah permainan edukatif ular tangga. Semua siswa sangat antusias dalam melakukan permainan ular tangga sehingga menimbulkan motivasi yang tinggi terutama ketika ada pertanyaan dan perintah dari setiap kotak ular tangga. Konsep dengan mudah di tuangkan dalam kolom-kolom permainan yang ada di ular tangga. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dilaksanakan di TK ABA dan Aula Kampus IKIP PGRI Jember. Prosedur kerja yang ditawarkan adalah berupa pendampingan guru TK (pada aspek perkembangan sosial emosi) pada masa pandemic Covid-19. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan semangat dalam melakukan pembelajaran permainan ular tangga yang edukatif, sehingga mampu memberikan konsep materi yang disampaikan.
Pengaruh Teknik Self Talk Terhadap Stres Ringan Mahasiswa Tingkat Akhir di Ibnu Katsir 2 Jember Sofiyah Asy Syarifatul Alifah Alifah; H. B. A Jayawardana Jayawardana; Fita Fatimah Fatimah
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 1 No. 2 (2023): Terbitan ke 2
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v1i2.1165

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh teknik self talk terhadap tingkat stres ringan mahasiswa tingkat akhir di Ibnu Katsir 2 Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir di Ibnu Katsir 2 Jember dengan sampel sebanyak 7 mahasiswa. Metode pengumpulan data dengan mengunakan, wawancara, dan kuesioner. Sebelum disebarkan angket diuji validasi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian adalah : Terdapat pengaruh teknik self talk terhadap tingkat stress ringan pada mahasiswa tingkat akhir. Hal ini dibuktikan setelah pemberian treatment dengan teknik self talk terdapat hasil perhitungan rata-rata pada saat pretes dan posttes mengalami pengurangan tingkat stres ringan mahasiswa. Pada pretes diperoleh skor rata-rata 32,6 dan skor rata-rata pada posttest 18 dan didapatkan selisih antara skor pretes dan posttest sebesar 14,6. Dan didapatkan pada anilisis data menggunakan Uji Wilcoxon Match Pairs Testnilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,018 nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 maka bisa diartikan bahwa ada perbedaan pada tingkat stres mahasiswa tingkat akhir yang signifikan untuk pretest dan postest (hipotesis diterima), dengan hasil perhitungan tersebut Dapat disimpukan bahwa ada pengaruh teknik self talk terhadap tingkat stress ringan mahasiswa tingkat akhir di Ibnu Katsir 2 Jember
Pengaruh Teknik Mind Mapping Terhadap Kemampuan Perencanaan Karier Siswa di SMP IT Al-Ghozali Jember Ummu Mushlihah Mushlihah; Weni Kurnia Rahmawati Rahmawati; H.B.A. Jayawardana Jayawardana
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 1 No. 2 (2023): Terbitan ke 2
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v1i2.1171

Abstract

Mind mapping termasuk dalam salah satu metode pembelajaran quantum learning, yakni gaya pencatatan dengan menggunakan fungsi visual dan sensorik dalam bermacam ide berpola dan saling berkaitan. Berangkat dari tujuan utama, peneliti hendak menguji coba pengaruh penerapan teknik mind mapping terhadap kemampuan perencanaan karier siswa dengan mengambil sampel siswa kelas IX.D SMP IT Al-Ghozali Jember yang berlandaskan teknik penentuan dengan purposive sampling. Penelitian menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan bentuk one group pretest-posttest design. Hasil data perbandingan kemudian dianalisa dengan menggunakan uji wilcoxon, yakni membandingkan antara data pretest dengan posttest 1 serta membandingkan hasil data pretest dengan posttest 2. Hasil uji wilcoxon pertama adalah Z-score sebesar -0,637 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,524. Kemudian hasil uji wilcoxon kedua adalah Z-score sebesar -1,753 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,080. Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis non-parametric uji wilcoxon signed rank test pada kedua perbandingan data adalah Ha ditolak, sebab hubungan kedua data menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari batas ambang 0,025 (perbandingan data menyatakan tidak adanya perubahan/pengaruh secara signifikan).
Analisis Penggunaan Berbagai Macam Media Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini H.B.A Jayawardana; Rina Sugiarti Dwi Gita; Amin Silalahi
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 5 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v5i2.705

Abstract

Media pembelajaran sains adalah sarana dan prasarana yang dapat digunakan oleh guru dan siswa sebagai alat untuk menstimulasi aspek-aspek perkembangan pada anak usia dini. Aspek perkembangan anak usia dini berdasarkan kurikulum merdeka meliputi nilai agama dan moral, nilai pancasila, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional. Penggunaan media pembelajaran sains dalam mesntimulasi aspek perkembangan anak usia dini harus disesuaikan dengan minat, bakat, kebutuhan siswa. Permasalahan yang muncul selama ini adalah guru kurang optimal dalam memanfaatkan media pembelajaran sains. Ada juga guru yang telah berusaha memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia di sekolah namun penggunaanya kurang dapat memfasilitasi seluruh aspek perkembangan anak, minat anak, dan kebutuhan anak. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisis penggunaan berbagai macam media pembelajaran sains untuk anak usia dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam media pembelajaran sains yang dapat digunakan oleh guru PAUD untuk memenuhi minat, bakat, dan kebutuhan anak usia dini.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Fase Fondasi H.B.A Jayawardana; Ade Irma Noviyanti; Nova Eko Hidayanto; Rina Sugiarti Dwi Gita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 6 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v6i1.710

Abstract

Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi serta kepribadian yang dimulai dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Peluncuran Kurikulum Merdeka adalah salah satu dari sekian banyak upaya Kemendikbudristek dalam menyikapi terbentuknya krisis pendidikan di Indonesia yang belum membaik dari tahun ke tahun. Riset PISA menampilkan banyak peserta didik yang tidak sanggup untuk menguasai teks simpel ataupun mempraktikkan konsep matematika dasar. Sepanjang 10 hingga 15 tahun terakhir kurang lebih 70% siswa umur 15 tahun terletak di dasar kompetensi minimum dalam literasi serta numerasi. Program Implementasi Kurikulum Merdeka dirancang untuk menunjang peluncuran kurikulum merdeka melalui aktivitas sosialisasi serta tutorial teknis untuk pemangku kepentingan seperti Dinas Pendididikan, Penilik, Pengawas, UPT Pusat, Organisasi Mitra yang bertugas mendampingi satuan PAUD di wilayahnya masing-masing. Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis apakah guru-guru PAUD sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tersebut dengan baik sesuai dengan harapan dari pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagain besar guru telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Fase Fondasi (PAUD) dengan baik.