Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i2.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan fokus pada pengembangan sensoris dan motorik, pendekatan bermain sambil belajar, aktivitas berbasis proyek, serta interaksi sosial untuk mendukung perkembangan kemampuan fondasi anak yang meliputi aspek spiritual, emosional, sosial, kognitif, motorik, dan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis artikel yang relevan dari tahun 2015–2024. Hasil telaah menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam di PAUD dapat dilakukan melalui kegiatan sensori-motorik berbasis proyek, permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kepekaan pancaindra dan keterampilan motorik halus maupun kasar, serta interaksi sosial melalui kolaborasi dan diskusi sederhana. Selain itu, nilai spiritual dan karakter juga diintegrasikan melalui aktivitas rutin seperti doa, refleksi, dan storytelling bermuatan moral. Pembelajaran mendalam berbasis bermain dan proyek di PAUD terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan menyeluruh anak secara holistik dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran mendalam yang menyentuh seluruh aspek fondasi perkembangan anak usia dini.
Penggunaan Video Youtube Dengan Model Flipped Classroom Pada Materi Ekologi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Smp Plus Miftahul Ulum Kalisat Laily, Faikhatul; Waris; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i3.11599

Abstract

Penelitian ini lahir dari permasalahan utama yaitu rendahnya prestasi belajar siswa yang diasumsikan kuat disebabkan oleh metode ajar yang monoton dan kurang melibatkan interaksi, keterbatasan media pembelajaran yang digunakan, serta minimnya kesempatan untuk siswa guna melaksanakan partisipasi aktif dalam proses belajar. Rendahnya hasil belajar siswa IPA disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif, sehingga siswa kurang terdorong untuk berpikir kritis maupun aktif dalam mengikuti pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan untuk memperluas mana penerapan video YouTube yang dikombinasikan dengan model pembelajaran flipped class mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Plus Miftahul Ulum Kalisat pada topik ekologi dan keanekaragaman hayati. Metode yang dipilih yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan gabungan antara deskriptif kualitatif serta kuantitatif, dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi secara berurutan. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa kelas VII-D. Pemilihan PTK dimaksudkan untuk mengatasi masalah praktis dalam pembelajaran melalui perbaikan berkelanjutan yang sistematis dan terukur, berdasarkan observasi langsung di kelas. Pengumpulan data utama menggunakan posttest sebagai alat ukur hasil belajar siswa. Selain data kuantitatif berupa nilai, penelitian ini juga mengumpulkan data kualitatif terkait respon, motivasi, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan yang diperoleh menyatakan terdapat peningkatan signifikan prestasi belajar siswa setelah penggunaan video YouTube dengan model flipped class, terbukti dari peningkatan persentase ketuntasan klasikal dari 68% pada siklus pertama menjadi 80% pada siklus kedua, yang sudah melewati standar ketuntasan minimal sebesar 75%. Temuan ini memotivasi guru guna mengoptimalkan YouTube sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah berbasis pesantren.
Development of Augmented Reality Media on the Material of Pteridophyta Plant Classification on the Slopes of Mount Gumitir as a Biology Teaching Material for Class X Fauziah, Rini; Hanizar, Evi; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11621

Abstract

This study aims to develop augmented reality (AR) media on the classification of Pteridophyta for Grade X students. The development followed the 4-D model, including the define, design, develop, and disseminate stages. Visual objects in the form of images and videos of Pteridophyta were obtained from their natural habitat on the slopes of Mount Gumitir and developed into web-based media accessible via smartphones, allowing students to interact directly with the material. Media feasibility validation was conducted by a language expert (90%), a material expert (96%), and a media expert (89%), categorized as highly feasible. A limited trial was conducted in two schools with a total of 88 students in experimental and control classes. Post-test results showed an increase in the average scores of the experimental class (85–86) compared to the control class (40–42). The Mann-Whitney test results (U = 22.50; Z = 7.950; p < 0.001) indicated that the increase was statistically significant. This AR media provides 3D visualizations of real plants, enhancing students' understanding, motivation, and interest in learning. Further development should focus on increasing interactive features and infrastructure support so that this media can be optimally implemented in biology learning.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII SMPN 2 Kalibaru Arifin, Muhammad Samsul; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung; Maharani, Lila
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i3.11385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran team assisted individualization terhadap hasil belajar IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup siswa kelas VII SMPN 2 Kalibaru. Metode penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran team assisted individualization, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Data diperoleh melalui hasil tes dan observasi. Hasil pretest yang diperoleh sebesar 19,50 sedangkan nilai posttest sebesar 31,88. dalam hal ini dengan menggunakan model Team Assisted Individualization terdapat peningkatan hasil belajar. Hasil hipotesis yang dilakukan melalui uji T independen, Jika nilai sig, (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh penerapan model pembelajaran team assisted individualization terhadap hasil belajar IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup siswa kelas VII SMPN 2 Kalibaru. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 2 Kalibaru dapat diketahui beberapa fakta dalam proses pembelajaran yaitu minat dan motivasi siswa kurang serta hasil belajar IPA mereka rendah terutama pada materi klasifikasi makhluk hidup.
Merajut Harmoni Sosial Dalam Masyarakat Melalui Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) Putri, Elivia Pasma; Kurnia, Heri; Saryono; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/9v19tj77

Abstract

The community service carried out by the author aims to find out how to weave social harmony in the community in Hamlet 3, Pulau Semambu Village, through the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach is a method that is closer to the active participation of the target group during the activity process. The method used in the village development activities is based on active participation aimed for 3 months from October to December 2024, with a focus on 3 main divisions, namely environment, health, and education. Village development is carried out by dividing activities into preparation, program implementation, and evaluation with local parties. The results of the village development activities have had a positive impact, with more than 60% of students understanding the material that has been presented and giving a good impression of what has been provided by the Village Development Volunteer Team. The Village Development program's follow-up results include Sriwijaya University's collaboration in the PPK Ormawa program, under the auspices of KEMDISTISAINTEK. Village development activities in Hamlet 3, Pulau Semambu Village are expected to create an independent, intelligent, healthy and noble village based on Islamic values.
Penggunaan Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Manusia Kelas XI IPA MA At-Taqwa Hasanah, Ulfatul; Waris, Waris; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3470

Abstract

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah mengikuti kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pertahanan tubuh manusia melalui penggunaan video animasi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu observasi, post-tes dan documentasi. Penelitian ini dilakukan sebanyak II siklus setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi awal dengan Ibu Sri Endah Suciati S.Pd. Selaku guru Biologi kelas XI IPA dilihat dari hasil ulangan harian siswa menunjukkan banyak siswa yang belum mencapai nilai yang memadai atau di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Di kelas XI IPA ada 20 siswa. (65%) siswa di antaranya nilainya Masih di bawah rata-rata (KKM 75) dan (35%) siswa sudah memenuhi KKM. Hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran masih kurang baik dan harus ditingkatkan. Setelah dilakukan penelitian hasil belajar siswa menunjukkan meningkat secara signifikan, yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 64,95 pada siklus I dan menjadi 81 pada siklus II. Ketuntasan belajar secara klasikal juga meningkat dari 50% menjadi 80%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran meningkat dari 50% menjadi 90%.
Development of a Flipbook Learning Media for Macroscopic Fungi Identification in the Gumitir Pine Plantation Wulandari, Dwi Intan; Maharani, Lila; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2025): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v10i2.9815

Abstract

This research aims to develop an innovative and effective flipbook learning medium based on the morphological identification of macroscopic fungi in the pine plantation area of Mount Gumitir. The background of this research is based on the lack of attractive and relevant teaching materials for tenth-grade students, especially in the material on biodiversity and the role of fungi in ecosystems. The research method used is the 4-D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which involves the stages of needs analysis, product design, development, and dissemination. Data collection was carried out in two stages: validation by experts (language, material, and media experts) and field trials on tenth-grade students at SMK Raudatul Ulum and SMK Bahrul Ulum. The instruments used included validation sheets for experts and student response questionnaires. The collected data were analyzed quantitatively and qualitatively to determine the feasibility and effectiveness of the flipbook as a learning medium. The results showed that the developed flipbook met the valid criteria from all experts, with an average score indicating a very good category after the revision process. Student responses also showed positive results, with most students stating that the flipbook was attractive and easy to understand, and helped them improve their understanding of macroscopic fungi. Thus, it can be concluded that this Mount Gumitir-based local potential flipbook has the potential to be an effective and innovative alternative learning medium to improve the quality of biology learning, especially fungi material
Identification of learning interests in biology learning in class X of SMK ISLAM AL AZHAR Alexander, Alexander; Maharani, Lila; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2025): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v10i2.9830

Abstract

Education plays a crucial role in shaping human development and serves as the foundation for every citizen’s right to quality learning. Within the educational process, learning activities are central, and students’ interest in learning strongly influences academic success. This study aims to identify and measure students’ interest in learning biology at SMK Islam Al Azhar. The research was initiated in response to teachers’ concerns about the difficulty of assessing students’ learning interest, which affects the effectiveness of classroom instruction. A qualitative approach was adopted using three primary techniques: observation, interviews, and questionnaires. Participatory observations were conducted during lessons, followed by teacher interviews to validate the findings. Questionnaires based on established indicators of learning interest were then distributed to students. The results showed that the average questionnaire score among 20 active students was 72%, indicating a moderate level of learning interest. These results were supported by the data obtained from interviews and observations. Overall, the findings suggest that Grade X students at SMK Islam Al Azhar exhibit a moderate level of interest in biology, highlighting the need for innovative teaching strategies to enhance student motivation and engagement in science learning.
The Implementation of the STAD Model Assisted by Teaching Aids to Improve Student Learning Outcomes on the Respiratory System in Grade VIII of SMP Kartika IV-6 Ambulu Zilfin Nabila; H. B. A Jayawardana; Dwi Sucianingtyas Sukamto
BIOEDUKASI: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 23 No. 3 (2025): Vol. 23, No. 3, October 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v23i3.53750

Abstract

This study aimed to improve the learning outcomes of Grade VIII students at SMP Kartika IV-6 Ambulu on the topic of the human respiratory system through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model assisted by teaching aids. The study used the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart design, conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 18 students, and data were collected using a validated multiple-choice test. The results showed an increase in the average score from 73.67 in Cycle I to 83.67 in Cycle II, while classical learning mastery improved from 66.67% to 100%. These findings indicate that the STAD model assisted by teaching aids is effective in improving students’ cognitive learning outcomes and active participation in science learning.
Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Membangun dan Mengembangkan Komunitas Belajar di PAUD Jayawardana, H.B.A; Prystiananta, Nostalgianti Citra
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepala sekolah dan guru dalam membangun dan mengembangkan komunitas belajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Komunitas belajar merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada kolaborasi dan partisipasi aktif antara siswa, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa PAUD di Jember. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran kunci dalam menciptakan visi dan misi yang mendukung pengembangan komunitas belajar. Kepala sekolah yang efektif memfasilitasi pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru, mendorong keterlibatan orang tua, dan menciptakan budaya sekolah yang inklusif. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam proses belajar, serta bertanggung jawab untuk merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif. Kesimpulannya, peran kepala sekolah dan guru sangat penting dalam membangun dan mengembangkan komunitas belajar di PAUD. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi kepala sekolah dan guru untuk mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung komunitas belajar, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan untuk mendukung inisiatif ini.