Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Guru SMKN 1 Tukak Sadai dalam Penggunaan Platform Digital untuk Pembelajaran Berbasis Project Dzalfa Tsalsabila Rhamadiyanti; Aditya Ahmad Fauzi; Fithriawan Nugroho; Fitriyanti Fitriyanti
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v3i1.2778

Abstract

This community service activity aimed to strengthen teachers’ competencies in utilizing digital platforms to support project-based learning at a vocational high school. The background of this activity was the limited ability of teachers to manage project-based learning in a structured and systematic manner using digital platforms. The method employed was participatory mentoring, involving needs analysis, activity planning, implementation of digital platform mentoring, monitoring and evaluation, and reflection with follow-up actions. The participants were teachers of SMK Negeri 1 Tukak Sadai, Bangka Barat. The results indicated an improvement in teachers’ understanding and skills in designing, managing, and evaluating project-based learning using digital platforms. Teachers became more confident in integrating technology into learning processes and demonstrated better organization of project activities. This activity contributed to enhancing teachers’ digital competencies and improving the quality of project-based learning practices in vocational education. The findings suggest that participatory mentoring is an effective approach to supporting sustainable digital learning innovation in vocational schools.
Spatial Heterogeneity of Child Malnutrition and Governance Fragility: A Geographically Weighted Regression Analysis of Stunting and Political Instability in Indonesia’s Peripheral Regions Fitriyanti Fitriyanti; Aylin Yermekova; Ahmad Erza; Alex Putra Pratama
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v8i3.303

Abstract

Stunting remains a critical public health challenge in Indonesia, particularly in peripheral regions known as Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T). While biological and nutritional factors are well-documented, the impact of political instability and governance fragility on health outcomes remains under-explored. This study investigates the spatial relationship between political instability and stunting prevalence across Indonesia's peripheral districts. We employed Geographically Weighted Regression (GWR) to analyze spatial non-stationarity. Data were analyzed for 122 peripheral districts, integrating the Stunting Prevalence Index (SPI) as the dependent variable and the Political Instability Index (PII), poverty rates, and healthcare accessibility as predictors. Global Moran’s I was used to detect spatial autocorrelation. Significant spatial clustering was identified (Moran’s I = 0.48, p < 0.001). The GWR model significantly outperformed the Ordinary Least Squares (OLS) model (R-squared GWR = 0.76 versus R-squared OLS = 0.54), revealing that political instability has a disproportionately higher impact on stunting in the Eastern Indonesia cluster—specifically Papua and Maluku—compared to Western peripheral zones. In conclusion, stunting interventions in peripheral regions must transcend clinical nutrition to include governance stabilization. Tailored, location-specific policies are essential for regions where political fragility exacerbates supply chain disruptions for health services.
REMAJA CERDAS, SEHAT, DAN BERAKHLAK: PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI MAS BABUN NAJAH Ulfa Husna Dhirah; Fitriyanti Fitriyanti; Rizka Amalia Putri; Finaul Asyura; Ririn Nabila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, seperti pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, serta infeksi menular seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang benar menjadi salah satu faktor utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di MAS Babun Najah. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet. Kegiatan diikuti oleh 45 siswi putri kelas XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep pubertas, kebersihan organ reproduksi, risiko pergaulan bebas, serta pentingnya menjaga nilai moral dan agama dalam pergaulan. Kesimpulan penyuluhan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi sesuai nilai agama dan norma sosial. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Penyuluhan, Edukasi, Sekolah
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI NYERI HAID DAN PELAKSANAAN SENAM DISMENORE DI MAS BABUN NAJJAH KOTA BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Fitriyanti Fitriyanti; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja putri dalam menangani nyeri haid melalui edukasi kesehatan serta praktik langsung senam dismenore sebagai metode non-farmakologis. Program dilaksanakan di MAS Babun Najjah Kota Banda Aceh dengan melibatkan 22 siswi kelas XII. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, demonstrasi video, dan praktik senam dismenore yang dievaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai mekanisme nyeri haid, faktor pencetus, serta teknik penanganan non-obat. Seluruh peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik dan menyatakan bahwa senam mudah dilakukan serta bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan manajemen nyeri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Intervensi edukasi dan senam dismenore direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif bagi remaja putri.