Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hidrolisis Daun Sawit Menjadi Glukosa Dengan Menggunakan Katalis H3PO4-H2SO4 Fitriyanti Fitriyanti; Komalasari Komalasari; Sri Rezeki Muria
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glucose is a simple monosaccharide containing an aldehyde group and six carbon atoms. Glucose is an intermediate product in biological and chemical conversion. Glucose can made from hydrolysis of biomass such as oil palm leaves. Previously, oil palm leaves are only used as fertilizer and animal feed. Biomass with the main component cellulose is very resistant to hydrolysis by water, therefor a catalyst in the form of acidic or alcalyc is needed. The purpose of this study was intended to examine the use of oil palm leaves as a raw material in the manufacture of glucose. There are two stages in this research, pretreatment and hydrolysis. The pretreatment using acid solvents with low concentrations of 0,5% H2SO4 with the cooking process at 80°C for 1 hour reaction time. The results showed that the acid pretreatment process using 0,5% H2SO4 solvent was able to increase cellulose 2%, hemicellulose 1%, and lignin reduction by 1%. The hydrolysis process is carried out in two stages, first stage is immersion of oil palm leaves with an H3PO4-H2SO4 catalyst ratio of 70:30 for 16 hours at room temperature. Then the second step is adding distilled water and cooked at a temperature variation of 100°C, 120°C and takes 2 hours, 3 hours and 4 hours. The highest glucose yield obtained from the hydrolysis process at 100°C for 4 hours at 26,8376% and the lowest glucose yield obtained from the hydrolysis process at 120°C for 4 hours at 18,1812%Keywords : Glucose, hydrolysis, oil palm leaves
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 80 BUMBUNG Fitriyanti Fitriyanti; Zuhri D Zuhri D; Japet Ginting
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is motivated by the results of the study of mathematics students classified as very low, from 28 students only 13 students who achieved more than or equal to 70 in KKM or only 46.4%. This study aims to improve the learning outcomes of students with mathematics learning TPS model in the fourth grade at SDN 80 Bumbung. The type of the research is Classroom Action Research, which conducted in two cycles with using the observation sheet of teachers and students activities and daily tests, which analyzed by descriptive qualitative, while the daily tests will be analyzed with analysis of mastery learning math, and a frequency distribution analysis. The results of this research showed an increase in students' mathematics learning outcomes from above KKM on the basic score there were 13 students (46.4%), the first daily test increased to 19 students (67.9%), and the daily tests II increased again to 23 students (82.1%). It conclude that the application of the teaching TPS model in fourth grade SDN 80 Bumbung can improve the process of learning and improve the students' mathematics learning outcomes. Key words : Models of Learning Think Pair Square (TPS), the learning process, learning math results.
KARAKTERISTIK PROTEIN IKAN SEPAT RAWA (Trichopodus thricopterus) ASAL KALIMANTAN SELATAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIDIABETES Karunita Ika Astuti; Fitriyanti Fitriyanti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2020): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.801 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v5i1.392

Abstract

/KgBB berbeda signifikan dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kelompok glibenklamid yang memiliki persentase penurunan kadar gula sebesar 37,91%. Kata kunci: Antidiabetes, Tepung ikan Sepat Rawa, Kalimantan. ABSTRACT Diabetes treatment using fish is still not much developed. High protein potential in fish as antidiabetic where amino acids such as lysine arginine, leucine, isoleucine and several other amino acids can increase insulin action by increasing energy in the cell metabolism cycle. The purpose of this study is to develop the Kalimantan Sepat Swamp fish as an alternative therapy in patients with diabetes mellitus. Testing the characteristics of protein samples is carried out qualitatively in the form of biuret, ninhydrin, milon, fohl, xantoprotein, and sakhaguchi and testing the antidiabetic potential using test animals in the form of mice and measured levels of mice blood sugar using a glucometer. The treatment group was divided into 5 groups: positive control using Glibenclamide at a dose of 0.5 mg / kgBB, negative control NaCMC, fish meal 100 mg / KgBB; 200 mg / kg, and 300 mg / kg. The results of protein characteristics test showed positive swamp fish meal contained alpha amino acids, tyrosine, amino acids containing sulfur, cyclic, and arginine. In testing the antidiabetic potential of swamp fish meal the results showed that a dose of 300 mg / KgBB was the dose that had the best antidiabetic activity with a percentage decrease of 21.84%, followed by a dose of 200 mg / KgBB of 21.11% and a dose of 100mg / KgBB 6.33%. Antidiabetic activity of swampy fish meal 300 mg / KgBB differ significant with negative control and did not differ significantly from the glibenclamide group which had a decreased percentage of sugar by 37.91%.
PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SDN 3 CANDIMULYO TAHUN 2018/2019 Fitriyanti Fitriyanti
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Education and Learning
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v3i1.1742

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 mengharapkan guru bisa mengimplementasikan pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk dapat menemukan sendiri masalah yang ada dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik diharap selalu aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara maksimal untuk dapat melibatkan peserta didik dalam mencari dan menyelidiki sesuatu secara kritis dan logis sehingga mereka dapat menemukan dan merumuskan sendiri temuannya atau dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Pada pembelajaran di SDN 3 Candimulyo tema benda-benda di sekitar kita sub tema benda tunggal dan campuran peserta didik diharapkan memiliki ketrampilan untuk melaporkan hasil pengamatan sifat campuran dan komponen dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing merupakan salah satu pendekatan yang sangat cocok digunakan untuk peserta didik yang kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri lainnya. Dengan pendekatan ini peserta didik belajar lebih beorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru hingga peserta didik dapat memahami konsep-konsep pelajaran. Pada pendekatan ini peserta didik akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan melalui diskusi kelompok. Kata Kunci           : Ketrampilan, inkuiri terbimbing, kehidupan sehari-hari
PERBEDAAN SIKAP DAN TINDAKAN SISWI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 1 RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Fitriyanti Fitriyanti; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.363

Abstract

Penyakit keputihan masih menjadi masalah bagi wanita, dimana penyakit inimenyerang sekitar 50 % populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur.Hasil pra survey yang peneliti lakukan pada bulan maret 2012 di SMA Negeri 1 Raja Basaterhadap 18 orang siswi ternyata seluruh siswi pernah mengalami tanda dan gejalakeputihan, 7 siswi bersikap negatif dan 11 siswi bersikap positif terhadap keputihan, dan12 siswi mempunyai tindakan yang buruk dan 6 siswi mempunyai tindakan yang baikterhadap penceegahan keputihan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaansikap dan tindakan siswi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode booklettentang keputihan di SMA Negeri 1 Raja Basa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitianpra eksperimen dengan jumlah populasi 64 responden, dan jumlah sampel 64responden. Pengumpulan data dilakukan dengan penyeberan kuisioner dan melakukanpenyuluhan. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Mc Nemar.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sikapresponden terbanyak adalah negatif 52.2%, tindakan responden terbanyak adalah positif52.2 %, setelah dilakukan penyuluhan sikap responden terbanyak adalah positif 81.2%,dan tindakan responden terbanyak adalah positif 89.9%. Hasil analisa bivariatmenunjukkan bahwa ada perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukanpenyuluhan (p-value 0.000 < 0.05), dan terdapat perbedaan tindakan respondensebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value 0.000 < 0.05). Disarankanpenyuluhan atau promosi kesehatan tentang keputihan dan kehesatan reproduksidilakukan setiap 3 bulan sekali di sekolah-sekolah agar masyarakat mudah memahamitentang kesehetan reproduksi atau penyluhan dengan menggunakan media eletronikmaupun media cetak.Kata Kunci : Sikap, Tindakan, Booklet, Keputihan
Peningkatan Pengetahuan dan Pengunaan Gigi Tiruan Sebagai Solusi Hidup Sehat Berkualitas Bagi JELITA & LOLITA di Posyandu Lansia Matahari Kelurahan Gunung Sri Wiwik Wiyanti; Mujiwati Mujiwati; Fitriyanti Fitriyanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.165

Abstract

Kehilangan gigi yang dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan migrasi patologis gigi geligi yang tersisa, penurunan tulang alveolar pada daerah edentulous, penurunan fungsi pengunyahan hingga gangguan berbicara dan juga dapat berpengaruh terhadap sendi temporomandibular. Jumlah penduduk lansia setiap tahunnya makin meningkat dan tentunya diiringi dengan masalah kesehatan pencernaan yang berawal dari masih banyaknya penduduk lansia yang tidak menggunakan gigi tiruan. Masyarakat yang  mengalami kehilangan gigi tiruan pada lansia kategori khususnya pada kategori jelita (jelang lima puluh tahun) dan lolita (lolos lima puluh tahun). Salah satu penyakit pencernaan timbul akibat dari dampak tidak menggunakan gigi tiruan pada lansia. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang gigi tiruan sangat berpengaruh terhadap pemakaian gigi tiruan pada lansia. Idealnya pemakaian gigi tiruan harus langsung dilakukan ketika gigi permanen hilang, namun kenyataannya banyak lansia yang belum melakukan hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader dan masyarakat tentang peranan gigi tiruan untuk kesehatan gigi dan mulut, meningkatnya jumlah pengguna gigi tiruan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, serta meningkatnya keterampilan dasar kader dan masyarakat dalam memelihara gigi tiruan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pencetakan rahang dan penyuluhan. Hasil adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum penyuluhan pengetahuan dan sesudah penyuluhan pengetahuan pentingnya kesehatan gigi dan gigi tiruan, meningkatnya pengguna gigi tiruan dan pemeliharaan dasar gigi tiruan. Kegiatan Pengabdian masyarakat dengan peserta 40 orang yang dilakukan di Posyandu Lansia Matahari Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru telah berjalan dengan lancar, serta antusias dan semangat para peserta dalam kegiatan tersebut. Adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan kader dan masyarakat tentang peranan gigi tiruan untuk kesehatan gigi dan mulut. Adanya minat Lansia untuk membuat gigi tiruan sebagai penganti gigi yang telah dicabut atau tanggal sehingga dapat memperbaiki fungsi pengunyahan dan fungsi estetis.
PENGAWASAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PINTU GERBANG JL. AMIRULLAH TAHUN 2023 Fitriyanti Fitriyanti; Ismawati Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappaoleonro Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  pengabdian masyarakat  ini,  kami yang berada dalam satu team melakukan pengabdian masyarakat tentang Pengawasan Pembangunan Pintu Gerbang Jl Amirullah Tahun 2023 untuk melaksanakan kegiatan pada kecamatan Mamajang.  Melihat hal demikan kami tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat dan pengawasan setiap kegiatan yang dilakukan oleh  dalam kegiatan infrastruktur,  yang dilaksanakan, mengadakan kontrol tentang jalannya kegiatan tersebut. Oleh karena itu dengan diadakannya pengabdian masyarakat  ini maka diharapkan masyarakat disiplin dan tergerak untuk mengembangkan wilayahnya sendiri
Pendampingan Literasi Membaca untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas Rendah di MIS Darul Ulum Palangkaraya Fitriyanti Fitriyanti; Istiyati Mahmudah; Nur Laila Agustina
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i4.1356

Abstract

Education is an effort to create an atmosphere in learning and the learning process so that students can develop their potential to have abilities, literacy is the language skills possessed by a person to communicate, whether in terms of reading, speaking, listening and writing, in different ways according to the goal. Language skills are an ability that a person has in using language, language skills include listening skills, speaking skills, reading skills and writing skills. Reading is one of the skills learned at school age. Reading is one of four language skills, reading is an activity carried out to obtain information contained in reading material
Document Similarity Using Term Frequency-Inverse Document Frequency Representation and Cosine Similarity Adi Widianto; Eka Pebriyanto; Fitriyanti Fitriyanti; Marna Marna
Indonesian Journal of Data Science, IoT, Machine Learning and Informatics Vol 4 No 2 (2024): August
Publisher : Research Group of Data Engineering, Faculty of Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/dinda.v4i2.1589

Abstract

Document similarity is a fundamental task in natural language processing and information retrieval, with applications ranging from plagiarism detection to recommendation systems. In this study, we leverage the term frequency-inverse document frequency (TF-IDF) to represent documents in a high-dimensional vector space, capturing their unique content while mitigating the influence of common terms. Subsequently, we employ the cosine similarity metric to measure the similarity between pairs of documents, which assesses the angle between their respective TF-IDF vectors. To evaluate the effectiveness of our approach, we conducted experiments on the Document Similarity Triplets Dataset, a benchmark dataset specifically designed for assessing document similarity techniques. Our experimental results demonstrate a significant performance with an accuracy score of 93.6% using bigram-only representation. However, we observed instances where false predictions occurred due to paired documents having similar terms but differing semantics, revealing a weakness in the TF-IDF approach. To address this limitation, future research could focus on augmenting document representations with semantic features. Incorporating semantic information, such as word embeddings or contextual embeddings, could enhance the model's ability to capture nuanced semantic relationships between documents, thereby improving accuracy in scenarios where term overlap does not adequately signify similarity.
Learning from Neighbors: A Comparative Policy Analysis of Tax Education Integration in the High School Curricula of Indonesia and Malaysia Hanifah Yasin; Idris Atmaja; Iqbal Anugerah; Dian Rahayu; Muhammad Hasan; Grace Olivia Silalahi; Selma Fajic; Fitriyanti Fitriyanti; Darlene Sitorus; Harun Urrashid
Enigma in Education Vol. 3 No. 1 (2025): Enigma in Education
Publisher : Enigma Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61996/edu.v3i1.96

Abstract

Nations across Southeast Asia are grappling with the challenge of enhancing tax compliance to fund national development. This study addresses this issue by examining the divergent policy pathways for high school tax education in two neighboring countries: Indonesia and Malaysia. While both nations recognize the importance of cultivating tax awareness among youth, their approaches to curriculum integration differ significantly. This study employed a qualitative comparative policy analysis. The research systematically examined and contrasted official policy documents from Indonesia’s Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) and the Directorate General of Taxes (DJP), with those from Malaysia’s Ministry of Education (KPM) and the Inland Revenue Board of Malaysia (IRBM). The analysis focused on four key dimensions: policy rationale, curricular placement, institutional collaboration, and implementation strategy. Data was sourced from national curriculum frameworks, ministerial decrees, tax authority publications, and strategic plans issued between 2019 and 2024. A thematic analysis was conducted to identify and compare the core characteristics of each nation's approach. The analysis revealed two distinct models. Malaysia has pursued a formal, centralized integration model, embedding tax education as a mandatory topic within the Form 5 Mathematics curriculum since 2021. This ensures universal and systematic delivery by teachers. In contrast, Indonesia has adopted an emerging, decentralized model characterized by extracurricular outreach programs, such as Pajak Bertutur, led by the DJP. While Indonesia's new Kurikulum Merdeka presents significant opportunities for formal integration, its implementation remains ad-hoc and dependent on regional initiatives. Malaysia’s strategy offers a clear model of systemic integration that Indonesia could learn from. However, Indonesia’s Kurikulum Merdeka and its emphasis on project-based learning provide a unique opportunity to embed tax education more holistically as a component of civic and economic literacy, rather than solely as a mathematical exercise. The study concludes that for Indonesia to advance its tax education agenda, a more robust and operational partnership between the DJP and Kemendikbudristek is essential to transition from sporadic outreach to sustainable, curriculum-integrated education.