p-Index From 2021 - 2026
5.554
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Jurnal Pendidikan Fisika Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam International Journal of Science and Applied Science: Conference Series JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Jurnal Filsafat SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Jurnal Environmental Science PEDAGOGIA Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Jurnal Kumparan Fisika Indonesian Review of Physics (IRiP) Generation Journal Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Pendidikan Fisika Navigation Physics : Journal of Physics Education Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA) Proceeding International Seminar of Islamic Studies Al-Afaq: Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Cendikia Pendidikan Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Jurnal Cakrawala Akademika
Claim Missing Document
Check
Articles

Building Self-Efficacy in Physics Learning Using Scaffolds Abu Yazid Raisal; Rukiyati Sugiyo; Arif Sapta Mandala
Jurnal Riset Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2022): November (Article In Press)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um058v7i2p34-41

Abstract

One of the students’ main obstacles in studying physics is their low self-efficacy. A person’s self-efficacy level affects their process of behavior selection, determining the amount of effort against obstacles, determining ways of thinking and emotional reactions, along with predicting future behavior. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Teachers can use scaffolding to increase students’ self-efficacy in learning. Scaffolding is a series of activities carried out to help children learn. The teacher provides excellent assistance to students during the early stages of learning; then, the assistance is slowly reduced until students can learn independently.Keywords: self-efficacy, physics learning, scaffolding AbstrakSalah satu hambatan yang utama muncul dari dalam diri siswa ketika belajar fisika adalah self-efficacy siswa yang rendah. Tingkat self-efficacy seseorang memiliki peran dalam menentukan pemilihan perilaku, menentukan besarnya upaya terhadap hambatan, menentukan cara pikir dan reaksi emosional, dan prediksi perilaku yang akan muncul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Guru dapat menggunakan scaffolding untuk meningkatkan self-efficacy siswa pada pembelajaran. Scaffolding merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membantu anak dalam belajar. Guru memberikan bantuan besar kepada siswa selama tahap awal pembelajaran kemudian seiring waktu bantuan perlahan dikurangi hingga siswa mampu melakukannya secara mandiri. Kata Kunci:  self-efficacy, pembelajaran fisika, scaffolding 
DEVELOPMENT OF MULTIPLE REPRESENTATION BASED E-MODULS TO IMPROVE ABSTRACT THINKING SKILLS PHYSICS OF HIGH SCHOOL STUDENTS Rosynanda Nur Fauziah; Abu Yazid Raisal
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v11i2.41433

Abstract

Students' multi-representational understanding in understanding glasses needs to be raised by educators in various forms of presenting information so that students are able to understand an abstract problem to become concrete in all realms of reflection. One way to apply learning with a multi-representational approach can have a positive influence on students' cognitive abilities which include low cognitive levels and high cognitive levels. The purpose of this research is to develop an e-module of  based on multiple representations for high school students' abstract thinking skills. This is to determine the success of module development that has been designed in such a way. The research method used is research and development or research and development. The model used in the development of this e-module is a 4D model which consists of four stages of development, name define, design, develop, and disseminate. The stages used in the development of this e-module reach the develop stage, due to research limitations and in accordance with the research objectives, namely the development of e-modules. From the results of the research and discussion, it can be concluded that several representation-based e-modules to improve the abstract thinking skills of high school students that have been compiled are of good quality and still need to be achieved. . The average test results of material validation experts stated that the module was in the good category with an average value of 3.5 on a Likert scale, then for the media validation results it was also with an average of 3.5 and said to be in a good category
SELF-REGULATED LEARNING IN ONLINE MATHEMATICS LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC: A META-ANALYSIS Arif Sapta Mandala; Wahyu Setyaningrum; Abu Yazid Raisal
PEDAGOGIA Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v20i1.41952

Abstract

With the Covid-19 Pandemic, the teacher's role is not only as a teacher in a formal school but is expected to be an agent of renewal in the face of a new normal where we must all be able to live with the coronavirus. This research aims to get an idea of teachers' experiences as community coaches or extensions and the most appropriate type of training during this pandemic. The data in this descriptive study was obtained from the spread of questionnaires to 16,546 respondents who were teachers at the early childhood education (PAUD) to high school (SMA) levels throughout Indonesia. Data processing and analysis were done descriptively and obtained some results. Notably, 77.8% of respondents have experience in providing training, and the most training materials ever given by teachers as coaches are about education, which is 88.9%. Related to the skills needed to act as a coach with material about life in the Era New Normal, most teachers assume that speaking in public, developing presentation materials, and using technology are skills that must be possessed. Furthermore, the study's results can be a reference for developing training forms with teachers as coaches or extensionists, especially in the New Normal era.
ANALISIS PENGARUH APHELION DAN PERIHELION TERHADAP SUHU MENGGUNAKAN WEATHER STATION Abu Yazid Raisal; Hariyadi Putraga; Muhammad Hidayat; Arwin Juli Rakhmadi
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.597 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.19996

Abstract

Matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Perubahan aktifitas Matahari jangka panjang memegang peranan penting dalam perubahan iklim global. Perubahan iklim tersebut menyebabkan naik turunnya suhu di permukaan bumi. Pancaran cahaya Matahari tersebut membawa energi bahkan radiasi. Total radiasi yang diterima dipermukaan bumi dipengaruhi oleh jarak Matahari, intensitas radiasi Matahari, panjang hari. Jarak Matahari selalu berubah sepanjang tahun dikarenakan orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips. Saat Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari disebut perihelion. Saat Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari disebut aphelion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aphelion dan perihelion terhadap suhu di kota Medan menggunakan weather station. Aphelion dan perihelion tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap suhu Bumi. Ketika jarak Bumi paling dekat dengan Matahari (perihelion), suhu Bumi justru lebih rendah dibandingkan dengan saat jarak Bumi paling jauh dengan Matahari. Suhu Bumi sedikit lebih tinggi pada bulan Juli dikarenakan bagian utara planet Bumi yang padat akan daratan lebih condong ke arah Matahari, dimana daratan lebih cepat panas dibandingkan dengan lautan. Selain itu suhu di permukaan Bumi juga dipengaruhi oleh pola angin.
PENENTUAN WAKTU SUBUH MENGGUNAKAN ALL SKY CAMERA DAN METODE MOVING AVERAGE DI KOTA MEDAN Marataon Ritonga; Arwin Juli Rakhmadi; Abu Yazid Raisal
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v8i1.13033

Abstract

Waktu salat Subuh dimulai ketika terbit fajar shadiq dan berakhir sampai terbit Matahari. Di Indonesia banyak ahli falak yang menetapkan kriteria ketinggian Matahari untuk menentukan awal waktu salat Subuh dengan ketinggian yang bervariatif, mulai dari -18 derajat sampai -20 derajat di bawah ufuk bahkan pada ketinggian -13 derajat di bawah ufuk. Kementerian Agama RI menetapkan ketinggian Matahari untuk waktu salat Subuh pada -20 derajat di bawah ufuk. Dengan adanya perbedaan dalam menetapkan ketinggian Matahari di bawah ufuk, para ahli falak maupun astronomi banyak melakukan pengamatan ulang terhadap kemunculan fajar shadiq. Salah satunya melakukan pengamatan fajar shadiq menggunakan All Sky Camera dengan metode moving average dan pendekatan Gradien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan (field Research) melalui observasi untuk mendapatkan data dilapangan secara langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan kemunculan fajar shadiq pada saat ketinggian Matahari pada -15 derajat di bawah ufuk. 
SIMULATION OF FREE ENERGY OF MIXING FOR A POLYMER SOLUTION USING A SPREADSHEET FOR LEARNING ACTIVITIES Abu Yazid Raisal; Rosynanda Nur Fauziah; Heru Kuswanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.52810

Abstract

Teaching physics is sometimes difficult to convey without using props or visualizations. Simulations can help teachers create and demonstrate real conditions in front of the class. In this article, we describe the usage of spreadsheets in simulating Gibbs free energy in mixing polymer solutions. We have created an model for the simulation consisting of a main spreadsheet and several secondary spreadsheets. A spreadsheet was chosen to simulate Gibbs free energy because spreadsheets can perform numerical representations in tables. This simple simulation can be used when discussing the topic of polymer thermodynamics. Teachers can start by deriving mathematical equations and then show simulations to visualize the equations. Another option is for students to be asked to create their simulations after deriving a mathematical equation. Using simulation in learning can make learning more interactive and help students understand material physics subjects more easily. Spreadsheets can be an alternative for teachers when explaining abstract material to students. Furthermore, simulations with spreadsheets can also support physics learning remotely.
Pelatihan Pembuatan Peta Bintang Pada Masyarakat Di Danau Lau Kawar Ida Hanifah; Abu Yazid Raisal; Arwin Juli Rakhmadi; Muhammad Hidayat
Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55311/azkayra.v1i1.8

Abstract

Astronomi merupakan cabang ilmu pengetahuan tertua yang mempelajari tentang langit dan segala yang ada didalamnya. Pengamatan benda langit merupakan elemen yang penting untuk mempelajari astronomi karena dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan pemahaman tentang konsep astronomi, dan membantu menumbuhkan minat. Minat masyarakat Indonesia terhadap astronomi semakin meningkat namun kendalanya astronomi tidak diajarkan secara khusus di sekolah. Salah satu pembahasan yang ada dalam astronomi adalah planisphere. Planisphere atau peta bintang merupakan alat yang digunakan untuk mengidentifikasi bintang dan rasi bintang di langit malam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan peta bintang baik dalam teori dan penggunaannya serta melatih cara membuat peta bintang secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pendahuluan, pembuatan, dan evaluasi. Berdasarkan tanggapan peserta diketahui bahwa peserta menyukai kegiatan ini karena menyenangkan dan dapat menambah ilmu. Kendala yang didapatkan saat melakukan kegiatan adalah pada saat peserta mencoba menggunakan peta bintang yang sudah dibuat karena kondisi langit yang berawan. Keyword : Astronomy, Planisphere, Lau Kawar.
Pelatihan Pembuatan Kompas Kiblat pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Abdul Hadi Ismail; Abu Yazid Raisal; Fadilla Sayu Ananda; Rihan Yuhyi
Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55311/azkayra.v1i1.9

Abstract

Kompas kiblat adalah alat yang digunakan untuk menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan medan magnet bumi.  Alat tersebut dapat mengukur arah kiblat dengan mudah. Pengabdian bertujuan untuk melatih mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam membuat kompas kiblat. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pembuatan, dan tahap evaluasi. Mahasiswa beranggapan bahwa pelatihan ini mudah dan menyenangkan. Selain itu, pelatihan ini dapat membuat mahasiswa lebih memahami bagaimana cara menentukan arah kiblat dengan mudah. Kendalanya hanya pada proses perhitungan arah kiblat menggunakan trigonometri bola karena tidak semua mahasiswa baik dalam melakukan perhitungan. Keyword : Kiblat, Kompas kiblat, Ilmu Falak.
Assessing the Efficacy of the UV Index in Predicting Surface UV Radiation: A Comprehensive Analysis Using Statistical and Machine Learning Methods Ervianto, Edy; Marpaung, Noveri Lysbetti; Raisal, Abu Yazid; Hutabarat, Sakti; Hassan, Rohana; Siagian , Ruben Cornelius; Nurhalim, Nurhalim; Amri, Rahyul
Indonesian Review of Physics Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v6i2.8216

Abstract

The study investigated the relationship between the UV Index and measurements of ultraviolet A (UVA) and ultraviolet B (UVB) radiation to evaluate the effectiveness of the UV Index in predicting and understanding UV radiation at the surface. The implications of this study are significant for public health policies and UV protection strategies. This study used a variety of statistical analyses and modelling techniques, including ANOVA, Naive Bayes classification, decision trees, artificial neural networks, support vector machines (SVM), and k-means clustering, to examine relationships and predict UV Index values. ANOVA analysis showed a significant relationship between the UV Index and UVA and UVB measurements. Prediction models such as Naive Bayes classification, decision trees, and artificial neural networks showed variability in their accuracy. Notably, SVM showed a high degree of accuracy in predicting UV Index values, while k-means clustering effectively clustered the data based on similarities in UV Index and UV measurements. These findings confirm that the UV Index is a reliable indicator for predicting and understanding UV radiation levels at the Earth's surface. This research underscores the importance of developing more accurate and precise UV Index prediction models. Further investigation is essential to understand the temporal variations and environmental impacts on the UV Index, as well as the broader implications of UV exposure on public health. This study lays a strong foundation for the development of early warning systems and more effective UV protection strategies, ultimately improving public health outcomes and safety measures against UV radiation.
Penerapan Inovasi Produk dan Manajemen Mutu dalam Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Desa Aek Loba Afdeling 1 Vira Aurel; Abu Yazid Raisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 3 No. 3 (2024): September: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v3i3.1656

Abstract

One of the factors that influences the competitiveness of MSME products is their ability to innovate and manage product quality. Product innovation allows MSMEs to create added value and differentiate themselves from competitors, while good quality management ensures the consistency and quality of the products produced. This community service activity was carried out in order to increase the self-awareness of the community, especially the MSMEs in Aek Loba Afdeling 1 Village, Aek Kuasan District, Asahan Regency. The method used in this community service is face-to-face (om the spot training). Data collection used was observation, interviews and documentation. The result of this community service is increasing public understanding of the importance of product innovation and quality management in increasing the competitiveness of MSME products