Claim Missing Document
Check
Articles

Postural Stability Exercise on Static Balance in Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (AD / HD) Children in Pradnyagama Foundation I Putu Darmawijaya; Devi Natalia Bangun; Indah Pramita
Journal of Sustainable Development Science Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Dwijendra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.627 KB) | DOI: 10.46650/jsds.1.1.792.15-17

Abstract

Static balance disorders are often found in children with attention deficit / hyperactivity disorder (AD / HD) which causes difficulty maintaining a position and concentration on onething. The development of balance is influenced by the maturity of specific nerve cells, experience, and environment. If this is left untrained it will certainly cause problems in thedevelopment process one of which is activities that require children to sit still or stand up. This study aims to look at postural stability exercise in improving static balance in children with attention deficit / hyperactivity disorder (AD / HD). The research is experimental with the design of one pre-test and post-test group design. Exercise is carried out three times a week for four weeks. Static balance measuring instrument with one leg stance test. Data analysis was obtained by descriptive analysis and normality test with shapiro Wilk test, and hypothesis testing was carried out by Wilcoxon test. The analysis shows that postural stability exercise increases static balance by 94.9% from the average before 9.83 and after 19.16 so that postural stability exercise is proven to improve static balance in children with attention deficit / hyperactivity disorder (AD / HD) ages 7-8 year at Pradnyagama Foundation.
Hubungan Sikap Dan Durasi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Karyawan Kantor Di Rumah Sakit Prima Medika Bali Antonius Tri Wahyudi; Indah Pramita; Daryono Daryono
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i2.170

Abstract

Karyawan kantor di RS Prima Medika melakukan aktivitas pekerjaan dengan sikap kerja duduk statis. Sikap ini dipertahankan selama bekerja kurang lebih dari 4 jam sampai dengan 8 jam lebih. Sikap kerja duduk dalam waktu yang lama dengan leher dan punggung tidak dalam posisi ergonomis mengakibatkan pemendekan pada otot-otot skeletal, hal ini dikarenakan terjadinya reaksi ketegangan atau kontraksi dalam jangka waktu yang panjang sehingga apabila terjadi secaara terus menerus dapat menyebabkan keluhan pada otot-otot yang mendapat beban. Metode penelitian ini adalah metode Cross Sectional dengan menggunakan responden sebanyak 27 orang karyawan kantor RS Prima Medika yang didapat berdasarkan kriteria penelitian. Alat ukur pada penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment untuk mengukur sikap kerja dan lembar kuesioner Nordic Body Map untuk mengukur keluhan muskuloskeletal dari responden. Hasil pengukuran selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Spearman’s Rho Test. Hasil Spearman’s Rho Test menunjukkan nilai signifikasi 0,990 dan nilai korelasi 0,003 antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dan nilai korelasi 0,068 dan nilai signifikasi 0,737 antara durasi kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Hasil ini menunjukkan bahwa korelasi sikap kerja dan durasi kerja dengan keluhan muskuloskeletal memiliki hubungan searah yang sangat lemah dan tidak signifikan
Pengaruh Perceptual Motor Program terhadap Keseimbangan pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Indah Pramita; Daryono; Antonius Tri Wahyudi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 8 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.203 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6783284

Abstract

Salah satu gangguan motorik yang membatasi anak Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah ganguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada anak ASD dapat dilihat dari ketidak mampuan dalam mempertahankan posisi tertentu, berdiri goyang dan juga gaya berjalan yang tidak stabil. Perceptual Motor Program adalah suatu metode latihan guna memberikan stimulasi terhadap keterampilan persepsi motorik anak. Perceptual motor program dapat meningkatkan hubungan antara persepsi sensori dan motorik anak karena fungsi taktil, visual, auditory, propioseptik ditingkatkan, sehingga akan meningkatkan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh  pemberian perceptual motor program dalam meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis anak Autism Spectrum Disorder (ASD). Penelitian ini bersifat pre eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test group design. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Pradnyagama dengan metode pengambilan sampel purpossive sampling. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 sampel.  Hasil penelitian ini menyatakan Perceptual Motor Program meningkatkan keseimbangan statis sebesar 36,18% dan keseimbangan dinamis sebesar 124,59%. Hasil Uji Wilcoxon test pada keseimbangan statis memiliki nilai p=0,002 (p≤ 0,05) dan uji Paired sample Test pada kseimbangan dinamis memiliki nilai p=0.001 (p≤ 0,05). Keseimpulan dalam penelitian ini Pemberian Perceptual Motor Program dapat meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD).
Hubungan Obesitas Pada Anak Terhadap Mobilitas Thorax Saat Inspirasi Di Desa Tegal Kertha, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali Sirilus Soa Gili; Indah Pramita; Agung Wahyu Permadi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 3 No. 2 (2021): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.648 KB) | DOI: 10.22219/physiohs.v3i2.17782

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui corelasi antara obesitas pada anak terhadap mobilitas thorax saat inspirasi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling purpossive dengan Kriteria inklusi Anak-anak laki-laki dan perempuan umur 5-12 tahun , emiliki indeks massa tubuh obesitas , yang tidak mengalami gangguan pernapasan seperti flu, asma, pneumonia, bronkitis, faringitis, laringitis, emvisema , dan kanker paru-paru . Didapatkan sampel yang ditemukan dalam 10 orang yang melakukan pengukuran obesitas menggunakan IMT dan pengukuran mobilitas thoraxuse midline Selanjutnya dari hasil penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan uji normalitas menggunakan shapiro wilk test, didapatkan data dari kedua variabel berdistribusi normal dengan nilai signifikan p>0,050. Kemudian dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui korelasi kedua variabel menggunakan product moment pearson korelasi dengan nilai signifikan 0,001 yang menunjukkan bahwa adanya korelasi antara obesitas didapatkan dengan kepadatan thorax karena nilai signifikan kurang dari 0,050 (p<0,050). Angka koefisien korelasi adalah -0,872 yang artinya tingkat obesitas dan mobilitas thorax sangat kuat. Koefisien korelasi bertanda negatif, artinya korelasi saling berkebalikan sehingga jika obesitas semakin tinggi maka mobilitas thorax akan semakin rendah.Penelitian ini dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi serta koefesien korelasi yang sangat kuat antara obesitas dan Berdasarkan mobilitas thorax pada anak-anak .
PENGARUH PEMBERIAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD GIANYAR Luh Made Diah Elena Endarwati; Indah Pramita; I Putu Darmawijaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseimbangan dinamis adalah kemampuan tubuh untuk dapat mempertahankan stabilisasi ketika sedang bergerak. Anak usia 5-6 tahun memerlukan keseimbangan dinamis yang baik agar dapat menunjang perkembangan motoriknya. Ketidakmampuan anak dalam mencapai keseimbangan dinamis yang optimal dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas fungsionalnya sehari-hari yang dapat menyebabkan anak mudah terjatuh dan cedera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian core stability exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis anak usia 5-6 tahun yang diukur mengunakan modified bass test. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 22 orang yang ditentukan menggunakan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Terdapat 1 kelompok perlakuan yang diberikan core stability exercise. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Hasil uji kemaknaan dengan paired sampel t-test didapatkan hasil p = 0,000 dengan beda rata-rata 28,81±13,56. Hasil tersebut menunjukan nilai p<0,05 maka terdapat peningkatan keseimbangan dinamis yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa core stability exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis anak usia 5-6 tahun.
The Relationship of Physical Activity to Cardiorespiration Endurance in Children Aged 10-12 Years Kadek Nadinda Putri Wiandani; Indah Pramita; Agung Wahyu Permadi
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.758 KB) | DOI: 10.31949/respecs.v5i1.3313

Abstract

Cardiorespiratory endurance is a measure of the functional ability of the heart and lungs to supply oxygen in the blood throughout the body. Physical activity affects cardiorespiratory endurance related to increased lung function by increasing forced expiratory volume in 1 second, forced vital capacity and lung volume. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and cardiorespiratory endurance in children aged 10-12 years. This study uses a cross sectional correlation research method with a sample of 40 people. Measurement of physical activity using PAQ-C, while the measurement of cardiorespiratory endurance using the KPR Test. The results of the Pearson product moment correlation test (p=0.000, r=-0.730) showed a negative correlation between physical activity and cardiorespiratory endurance. The conclusion of this study is that there is a relationship between physical activity and cardiorespiratory endurance in children aged 10-12 years.
Baby Gym Practice to Improve Motor Development among Babies in the Banjar Batannyuh at Ages 6 to 9 Months Ni Nyoman Diah Prameswari; Indah Pramita; Antonius Tri Wahyudi
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.655 KB) | DOI: 10.31949/respecs.v5i1.3314

Abstract

Every child must accomplish the child development and growth process; else, future growth and development will be delayed. Delays in children are caused by a lack of stimulation, thus stimulation may be provided in the form of baby gym to improve children's growth and development. This research aims to determine whether giving a baby gym may improve motor development in babies aged 6 to 9 months in the Banjar Batannyuh area. This study used a pre-experimental one-group pre and post-test method. This study's sample consisted of 7 babies aged 6-9 months who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Measurement of motor development employing KPSP. The recommended activity, baby gym, is performed three times each week for four weeks. The average pre-test score before exercise was 7.71, while the average after exercise was 9.14 after testing using paired sample t-test. With a p-value of 0.001, the increase obtained after training was 18.5%. The study's findings suggest that giving a baby gym to babies between the ages of 6 and 9 months living in Banjar Batannyuh area can improve their motor development.
Pengaruh Latihan Modifikasi Hatha Yoga terhadap Fleksibilitas Lumbal pada Anak Usia 9-12 tahun di SD Negeri 2 Marga Tabanan Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan; Indah Pramita; I Made Yoga Parwata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.434 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7590419

Abstract

Fleksibilitas merupakan kemampuan otot dan sendi untuk bergerak leluasa dengan nyaman sesuai range of motion (ROM) tanpa menimbulkan cedera pada sendi dan dipengaruh oleh faktor internal seperti tendon, ligamen, dan tulang, serta faktor eksternal seperti umur, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Fleksibilitas pada bagian lumbal diketahui mempengaruhi sistem kerja manusia terutama dalam kegiatan yang mengaktifkan core muscle seperti membungkuk dan mengangkat beban. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan dengan modifikasi hatha yoga terhadap fleksibilitas lumbal pada anak usia 9 sampai 12 tahun dengan nilai aktivitas fisik rendah-sedang. Metode penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi, eksklusi, dan drop out. Penelitian dilakukan selama 4 minggu pada 15 sampel. Nilai rata-rata fleksibilitas lumbal sebelum diberikan latihan modifikasi hatha yoga adalah 4,97 cm yang menandakan fleksibilitas lumbal berada pada kategori kurang, sedangkan nilai rata-rata fleksibilitas lumbal sesudah diberikan latihan modifikasi hatha yoga adalah 7,40 cm yang menandakan fleksibilitas lumbal berada pada kategori baik. Selisih peningkatan fleksibilitas lumbal sebesar 48,79%. Uji paired sampel t-test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan modifikasi hatha yoga terhadap fleksibilitas lumbal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah latihan modifikasi hatha yoga dapat mempengaruhi fleksibilitas lumbal dan dapat dijadikan solusi untuk menjaga dan memperbaiki fleksibilitas lumbal.
Hubungan Obesitas terhadap Kecepatan Berjalan pada Lansia Perempuan Berumur 60-74 Tahun di Desa Kelating, Kerambitan, Tabanan Ni Ketut Junita Handarini; Antonius Tri Wahyudi; Indah Pramita
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.886 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7509067

Abstract

Penurunan kecepatan berjalan dapat dipengaruhi oleh kemampuan tubuh dalam mempertahankan stabilitas postural saat berjalan akibat dari perubahan titik pusat tubuh dan kadar lemak tubuh yang lebih tinggi dari massa otot yang diakibatkan oleh obesitas. Obesitas mempengaruhi kecepatan berjalan berkaitan dengan gangguan fungsi ekstremitas bawah yaitu hip joint yang menyebabkan kecepatan berjalan menjadi lebih lambat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui korelasi antara IMT obesitas terhadap kecepatan berjalan pada lansia perempuan berumur 60-74 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian Study Cross Sectional tipe korelasional (Correlational Study) berupa desain deskriptif non eksperimental. Penentuan sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan mendapatkan 16 orang sampel dari 20 populasi keseluruhan. Hasil penelitian ini setelah dilakukan uji linearitas mendapatkan hasil 0,972 yang menandakan adanya hubungan yang linear antara kedua variabel. Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai p=0,002 (p<0,01) yang berarti korelasi signifikan dengan nilai koefisiensi korelasi adalah 0,703 yang artinya korelasi IMT obesitas dan kecepatan berjalan kuat dengan arah negatif yang berarti berlawanan arah sehingga jika nilai IMT Obesitas semakin meningkat maka nilai kecepatan berjalan akan menurun. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara IMT obesitas dan kecepatan berjalan.
LATIHAN NAFAS DALAM MENINGKATKANDAYA TAHAN MENYELAM DIVEMASTERDI PANTAI SEMAWANG, SANUR, DENPASAR Antonius Tri Wahyudi; Indah Pramita; I.G.A Putu Darmaja
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.045 KB)

Abstract

ABSTRAKMenyelam merupakan kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air yang dapat mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh.Divemaster berisiko mengalami kelelahan secara umum akibat durasi menyelam. Kelelahan ditandai adanya nilai VO2 max dan nilai kapasitas vital paru dibawah normal, serta keterbatasan ekspansi sangkar toraks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latihan nafas dalam mampu meningkatkan daya tahan menyelam divemaster.Desain penelitian pre-ekspiremental dengan rancangan one group pre and post test design denganteknik pengambilan sampel non probability sampling. Sampel penelitian berjumlah 10 orang divemaster di pantai Semawang Sanur Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian bahwa latihan nafas dalam mampu meningkatkan durasi menyelam secara bermakna dari 140 menit sampai dengan 160 menit, rerata selisih peningkatan durasi menyelam adalah 1,46 dengan nilai p=0,00 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa latihan nafas dalam mampu meningkatkan daya tahan menyelam divemaster secara signifikan.Kata kunci: divemaster, daya tahan menyelam, sangkar toraks, latihan nafas dalamABSTRACTDiving is an activity under water that can affect the structure and function of the body. Dive mastesr at risk of fatigue in general due to the duration of diving. Fatigue marked the value of VO2 max and the value of vital capacity of the lung below normal, as well as limited expansion of the thoracic cage. The purpose of this research is to know the deep breathing exercise in able to increase dive master diving endurance. Pre-experimental research design with one group pre and post-test design with non-probability sampling technique. The sample amounted to 10 dive masters at Semawang Beach Sanur Denpasar. The results obtained were in deep breathing exercises and could increase the duration of the dive significantly from 140 minutes to 160 minutes,the mean difference of the increase in the duration of the dive was 1.46 with the value of p = 0.00 (p <0.05). Indicating that deep breathing exercise was able to significantly increase divemasters’ diving endurance.Keywords: divemaster, diving endurance, thoracic cage, deep breathing exercise
Co-Authors Adhitya, Putu Gde Surya Agung Wahyu Permadi Agus Donny Susanto Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Antari, Ni Komang Ayu Juni Antonius Tri Wahyudi Ari Wibawa Ari Wibawa Artiana, Pande Kadek Agus Aziz, Yusril Christin Desry Manoe Lado Daryono Daryono Daryono Devi Natalia Bangun Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Ni Kadek Ari Kusuma Dewi, Ni Made Ayu Sari Diaris, Ni Made Edeltrudis Erlina Halyo Elizabeth Prima Gede Parta Kinandana Gede Wahyu Pratama Wijaya Govinda Vittala Helena I Gusti Ayu Putu Lady Landiana Hidayati, Lily I Gede Arya Sena I Gede Widhiantara I Gusti Agung Satria Adi Putra I Made Astika Yasa I Made Manik Candra Yudi I Made Sujana Wisnu Prananta I Made Yoga Parwata I Nyoman Agus Nama Adi I Putu Darmawijaya I Putu Darmawijaya I Putu Gde Surya Adhitya I Wayan Putu Sutirta Yasa I.G.A Putu Darmaja Ida Kurniawati, Ida Imanuel Yacob Wila J. A. Pangkahila Juhanna, Indira Vidiari Kadek Diah Wulandari Kadek Nadinda Putri Wiandani Kamalia, Niska Landiana, Helena I Gusti Ayu Putu Lady Luh Made Diah Elena Endarwati Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Trisna Maharani Made Ari Nohantara Mr Setiawan Natha, Florensia Sutji Putri Ngina Keo, Lydia Agusta Ni Kadek Ari Kusuma Dewi Ni Ketut Junita Handarini Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Erika Putri Indrayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Diaris Ni Made Diaris Ni Nyoman Diah Prameswari Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Fortuna Masayuki Ni Putu Mita Ardiasari Ni Putu Riantini Ni Wayan Tianing Pradnyani, Tjokorda Istri Agung Rosanthi Puspa Negara, Anak Agung Gede Angga PUTU INDAH LESTARI Putu Mulya Kharismawan Resti Kusuma Rini Samben Resti Kusumarini Samben Saifudin Zuhri Sancitawati, Ida Ayu Diah Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sena, Arya Sirilus Soa Gili Sugijanto - Suhita Apsari Pradnyandewi Vittala , Govinda Vittala, Govinda Wahyudi, Antonius Tri Widiani, Ni Kadek Winner, Jeane Ni Made yasa, i made astika