Claim Missing Document
Check
Articles

KECEPATAN BERJALAN SEBAGAI TANDA KESEIMBANGAN DENGAN PELATIHAN KESEIMBANGAN YANG EFEKTIF PADA LANJUT USIA I Gede Arya Sena; Indah Pramita; I Gusti Agung Satria Adi Putra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTSystem function in the body will changed with age and made decrease balanced. Poor balance shows slower walking activity. The purpose of the study to find out the effect of balance improvement can be shown through walking speed in the elderly. This study used pre-experimental with the design of the one group pre-post test design sample. Measurement of balance with the Four Square Step Test (FSST) and walking speed is measured by 4 meters walk test. The balance exercise used are Square Stepping Exercise with 2 pattern. After tested used Paired-sample t test obtained a balance value of p=0,000 and walking speed with a value of p=0,000. Based on this, there is a significant increase after being given balance training. Balance improvement showed an increase in walking speed after being given effective balance training in the elderly at the Sadajiwa Primary ClinicKeyword: Elderly, Balance, Gait Speed, Balance Exercise.ABSTRAKFungsi sistem dalam tubuh mengalami perubahan dengan bertambahnya umur, sehingga keseimbangan mengalami penurunan. Keseimbangan buruk memperlihatkan aktivitas berjalan yang lebih lambat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbaikan keseimbangan dapat ditunjukan melalui kecepatan berjalan pada lanjut usia. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan one grup pre-post test design. Pengukuran keseimbangan dengan Four Square Step Test (FSST) dan kecepatan berjalan diukur dengan berjalan 4 meter. Latihan keseimbangan dilakukan dengan Square Stepping Exercise dengan menggunakan 2 pola pergerakan. Setelah dilakukan uji paired-sampel t test diperoleh nilai keseimbangan yaitu p=0,000 dan kecepatan berjalan dengan nilai p=0,000. Berdasarkan hal tersebut berarti terdapat peningkatan yang signifikan sesudah diberikan latihan keseimbangan. Perbaikan keseimbangan menunjukan peningkatan kecepatan berjalan setelah diberikan pelatihan keseimbangan yang efektif pada lanjut usia di Klinik Pratama SadajiwaKata Kunci: Lansia, Keseimbangan, Kecepatan Berjalan, Latihan Keseimbangan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA FRAKTUR TERTUTUP EXTREMITAS BAWAH AKIBAT BOAT ACCIDENT PADA WISATAWAN DI DAERAH WISATA BALI: CASE REPORT Govinda Vittala; Indah Pramita
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki pesona dan keunikan yang mampu menarik perhatian para wisatawan sehingga dinobatkan sebagai daerah tujuan wisata utama yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Tidak jarang wisatawan ingin berkunjung dan menikmati seluruh wahana dan fasilitas yang disediakan di alam Bali. Namun, wisatawan sering melupakan keamanan dan keselamatan dalam berwisata, terutama pada wahana water sport yang dapat menyebabkan tingginya kejadian kecelakaan pada wisatawan, khususnya di Bali. Salah satu wahana water sport yang memiliki resiko tinggi terjadinya kecelakaan adalah boat. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program latihan yang diberikan pada kasus fraktur tertutup yang dialami oleh karena boat accident di Bali. Case Report: pasien berasal dari Filipina berjenis kelamin laki – laki berusia 25 tahun dengan diagnosa 4 fraktur tertutup, yaitu fraktur tertutup pada superior dan inferior rami pubic kanan, anterior dan posterior column acetabulum kanan (Post ORIF Plat and Screw), medial malleolus kanan (Post ORIF screw), serta medial cuneiform kanan. Selain fraktur tertutup, pasien juga didiagnosa peritonitis yang disebabkan oleh post laparotomi, pendarahan abdominal yang disebabkan oleh blunt trauma, efusi pleura, serta anemia yang disebabkan oleh boat accident saat menikmati wahana water sport di Bali. Pasien menerima pelayanan fisioterapi setiap hari selama 2 minggu. Program latihan yang diberikan antara lain; latihan ROM, latihan strengthening, breathing exercise, dan latihan mobilisasi. Hasil Penelitian: penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan yang diberikan dapat meningkatkan ROM pada hip dan ankle, serta meningkatkan kemampuan mobilisasi pasien.Kata kunci: Cedera dalam Berwisata, Boat Accident, Fraktur Tertutup, Penatalaksanaan Fisioterapi
PELATIHAN dan PENDAMPINGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK NEGERI KINTAMANI Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Indah Pramita
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.35 KB)

Abstract

ABSTRAKTK Negeri Kintamani terletak di Jalan Raya Kintamani, Desa Kintamani Kecamatan KintamaniKabupaten Bangli, Bali. Sekolah ini merupakan sekolah inti yang membawahi 11 sekolah imbasdalam satu gugus. Tahun ajaran 2018/ 2019 sekolah ini menerima 2 Anak Berkebutuhan Khusus(ABK) yakni anak tuna rungu. Tahun ajaran 2019/2020 ada 3 orang ABK yakni 2 anak tuna rungudan 1 orang anak didiagnosa hiperaktif. Guna menjawab permasalahan yang dialami mitra yaitukurangnya pengetahuan mitra dalam mengangani anak berkebutuhan khusus, maka diberikan solusikegiatan workshop ABK. Metode yang digunakan merupakan metode ceramah, tanya jawab, diskusidengan pendekatan partisipatif melibatkan guru-guru. Kegiatan didahului dengan melakukan pretest untuk mengatuhi pengetahuan guru-guru tentang ABK dengan hasil rata-rata skor sebesar 45.Kemudian pelaksanaan workshop disertai dengan tanya jawab dan praktek tentang penangananterapi bagi ABK khuhusnya untuk anak autis dan hiperkatif. Hasil post test kemampuan guru-gurutentang ABK meningkat sebesar 58% dengan rata-rata mendapatkan skor. 71 Sebanyak 86%responden menyatakan materi yang disampaikan narasumber bermanfaat bagi guru. Di sampinghasil angket, peserta juga diamati dari hal keterlibatan dan partisipasi dalam workshop. Ini sangatmembantu Tim Pelaksana sehingga semua berjalan baik dan lancar.Kata kunci: PKM, ABK, TK Negeri Kintamani
WORSHOP ASI EKSKLUSIF DAN MPASI BAGI IBU DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI Indah Pramita; Ni Made Diaris; Resti Kusumarini Samben; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.205 KB)

Abstract

ABSTRAKPosyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yangbersumberdaya dari masyarakat. Posyandu Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamanitermasuk dalam tingkat madya yang memiliki 6 kader dengan tingkat pendidikan yang masihrendah, yaitu SMP dan SMA. Di Posyandu ini tercatat terdapat 37 balita yang aktif mengikuti kegiatansetiap bulannya. Posyandu ini melaksanakan kegiatan 1 kali dalam sebulan di Bale BanjarMungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani. Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tinggibadan, berat badan, lingkar kepala, status gizi serta pemberian vitamin, imunisasi dan pemberianmakanan tambahan (PMT). Berdasarkan wawancara dengan Ketua Posyandu, diketahui pernahterdapat kasus bayi yang mengalami sembelit. Bayi tersebut diketahui sembelit akibat terlalu dinimengkonsumsi makanan tambahan. Selain itu juga banyak orang tua bayi yang tidak memberikanASI Eksklusif kepada bayinya, dikarenakan sibuk bekerja dan kurang memahami manfaat dari ASIEksklusif. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan 2 aspek permasalahan yaitu:kurangnya pemahaman ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan kurangnya pemahaman ibutentang pemberian MPASI. Adapun solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan memberikanworkshop ASI Eksklusif dan MPASI bagi ibu. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalahterjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dan MPASI.Kata kunci: ASI EKsklusif, MPASI, Ibu, Catur.
PELATIHAN SQUARE STEPPING EXERCISE BAGI LANJUT USIA DI BANJAR TAINSIAT Indah Pramita; Resti Kusuma Rini Samben
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.23 KB)

Abstract

ABSTRAKSeseorang yang memasuki lanjut usia (lansia) akan banyak mengalami penurunan fungsi tubuh. Salah satu penurunan fungsi yang terjadi adalah gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan merupakan faktor paling banyak menjadi penyebab lansia mengalami jatuh. Jatuh pada kondisi lansia inilah yang nantinya mengakibatkan penurunan aktifitas fungsional, sehingga mengakibatkan lansia akan tergantung kepada orang lain. Untuk itu perlu adanya sebuah program yang bertujuan meningkatkan keseimbangan. Perkumpulan lansia di banjar tainsiat adalah perkumpulan yang beranggotakan lebih dari 40 orang lansia yang aktif melakukan pertemuan setiap minggu. Sejauh pengamatan pengabdi, belum ada kegiatan yang mereka lakukan untuk meningkatkan keseimbangan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepala lansia tentang latihan keseimbangan dengan memberikan solusi berupa pelatihan square stepping exercise. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah lansia mampu mengaplikasikan square stepping exerciseKata Kunci: Lansia, Square Stepping exercise, latihanABSTRACTSomeone who enters the elderly (elderly) will experience a lot of decline in body function. One of the decreasing functions that occurs is a balance disorder. Balance disorder is the most common factor causing the elderly to fall. Falling on the condition of the elderly is what will later lead to a decrease in functional activities, so that the elderly will depend on others. For this reason, it is necessary to have a program that aims to improve balance. Elderly associations in Banjar Tainsiat are associations with more than 40 elderly people who actively hold meetings every week. As far as observers there are no activities that they have done to improve balance. The purpose of this activity is to provide training for the elderly about balance training by providing a solution in the form of a square stepping exercise training. The result of this community service is that the elderly are able to apply stepping square exercisesKeywords: Elderly, Square Stepping, Exercise
PELATIHAN PIJAT BAYI KEPADA KADER BINA KELUARGA BALITA, DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.944 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Catur memiliki 3 Banjar, yaitu Banjar Catur, Banjar Mungsengan, dan Banjar Lampu. Desa Catur mempunyai sebuah wadah untuk melakukan pembinaan kepada orang tua balita, yang disebut dengan Bina Keluarga Balita (BKB). Tugas dari kader BKB adalah memberikan pengajaran dan pelatihan kepada kader posyandu dan juga orang tua tentang tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun (balita). BKB Desa Catur terbentuk pada tahun 2015. Namun, sejak tahun 2016 BKB tidak melakukan tugasnya dengan baik. Tidak ada kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan binaan baik kepada kader posyandu maupun kepada orang tua, hal ini dikarenakan keterbatasan kader BKB tentang pemahaman tumbuh kembang anak. Kader BKB yang ada di desa Catur, memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah, yaitu SMP dan SMA, sehingga mereka kurang memahami tentang tumbuh kembang anak baik proses maupun cara memberikan stimulasi. Kader BKB tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang proses tumbuh kembang maupun stimulasi tumbuh kembang anak. Total balita yang ada di Desa Catur berjumlah 120 orang. Dari total balita, ditemukan adanya permasalahan dibeberapa banjar terkait dengan proses tumbuh kembang dan juga gizi. Kasus di Banjar Lampu menunjukkan adanya 2 anak yang mengalami Obesitas, sehingga proses tumbuh kembang mengalami permasalahan. Akibat obesitas yang terjadi, anak menjadi terlambat berjalan. Selain itu di Banjar Mungsengan juga ditemukan kasus 3 balita mengalami gizi kurang dan juga 2 balita mengalami keterlambatan tumbuh kembang, yaitu terlambat bicara dan berjalan. Kondisi ini sangat mengkawatirkan apabila tidak ada penanganan lebih lanjut. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan permasalahan yaitu: kader tidak mampu memberikan stimulasi tumbuh kembang. Metode penyelesaian masalah yang ditawarkan Tim PKM yaitu akan melakukan pelatihan, pendampingan. Adapun solusi untuk permasalahan yaitu 1) Pelatihan Stimulasi tumbuh kembang anak dengan pijat bayi. Hasil dari kegiatan ini adalah Ketrampilan melakukan pijat bayi dalam kategori terampil sebesar 80%Kata kunci: pijat bayi, kader, bina keluarga balita, catur, kintamani
PELATIHAN SENAM OTAK GURU PAUD DI SANG TUNAS SCHOOL Indah Pramita; Ni Made Diaris
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.247 KB)

Abstract

ABSTRAKPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tempat belajar anak sebelum memasuki sekolah dasar. Parameter perkembangan dan pertumbuhan anak ditunjukkan dengan kualitas kecerdasan anak. Senam otak merupakan latihan yang membantu optimalisasi fungsi dari otak manusia. Senam otak bertujuan untuk membuka channel fisiologi otak sehingga meningkatkan kemampuan belajar. Senam otak mampu meningkatkan konsentrasi, atensi, kewaspadaan dan kemampuan fungsi otak untuk melakukan perencanaan gerak. Sang Tunas School merupakan pendidikan anak usia dini yang berada di desa Pemecutan, kecamatan Denpasar Barat. Sejauh pengamatan Sang Tunas School belum menerapkan senam otak dalam aktivitas pembelajaran, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan guru mengenai senam otak. Tujuan dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru dalam aplikasi senam otak. Program kemitraan yang diberikan kepada mitra adalah workshop Senam Otak bagi Guru PAUD Sang tunas School. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah Peningkatan pengetahuan guru terhadap senam otak dan peningkatan ketrampilan guru dalam mengaplikasikan senam otak.Kata Kunci: Senam Otak, Sang Tunas School, Guru PAUDABSTRACTEarly Childhood Education is a place for children to learn before entering elementary school. The parameters of child development and growth are indicated by the quality of children's intelligence. Brain Gym are exercises that help optimize the function of the human brain. Brain Gym aim to open brain physiology channels so as to improve learning abilities. Brain Gym can improve concentration, attention, alertness and the ability to function the brain to plan motion. Sang Tunas School is an early childhood education located in Pemecutan village, West Denpasar sub-district. As far as Sang Tunas School's observations have not applied brain gym in learning activities, this is due to the lack of teacher's knowledge of brain gym. The purpose of the Community Partnership Program is to improve teacher knowledge and skills in brain gym applications. The partnership program given to partners is a Brain Gym workshop for Teachers . The results of this activity are: Increasing teacher's knowledge of brain gym and improving teacher skills in applying brain gym.Keywords: Brain Gym, Sang Tunas School, Teacher
PENGARUH LATIHAN STABILISASI POSTURAL TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS DAN DINAMIS PADA PASIEN PASCA STROKE Indah Pramita; Mr Setiawan; Saifudin Zuhri
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU EDISI MARET
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.075 KB)

Abstract

ABSTRAKKasus stroke banyak dijumpai di lapangan, dimana penanganan pada pasien pasca stroke hanya menitik beratkan pada kemampuan motorik dan kurang memperhatikan kontrol postural. Sedangkan pada pasien pasca stroke memiliki masalah dengan kontrol postural yang berfungsi mengontrol posisi badan agar tetap tegak. Adanya masalah tersebut menghambat gerakan pada pasien pasca stroke dan mengakibatkan bertambahnya gangguan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat latihan stabilisasi postural terhadap perbaikan keseimbangan statis dan dinamis pada pasien pasca stroke. Rancangan penelitian one group pre-test and post-test design dengan sampel sebanyak 6 orang yang diberikan latihan stabilisasi postural sebanyak 3x/minggu selama 1 bulan. Hasil Penelitian FRT sebelum perlakuan didapatkan rerata±SD sebesar 19,67±6,28 sedangkan rerata±SD FRT setelah perlakuan sebesar 25,50±5,28 dan p=0,004 (p<0,05). Hal ini menunjukkan ada pengaruh antara latihan stabilisasi postural terhadap keseimbangan statis pada pasien pasca stroke. Hasil TUG test sebelum perlakuan didapatkan rerata±SD sebesar 31,17±1,82 sedangkan rerata±SD TUG test setelah perlakuan sebesar 18,50±5,17 dan p = 0,027 (p < 0,05). Data ini juga menunjukkan ada pengaruh antara latihan stabilisasi postural terhadap keseimbangan dinamis pada pasien pasca stroke. Latihan stabilisasi postural meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis pada pasien pasca stroke.Kata kunci: Latihan, Keseimbangan , StrokeABSTRACT Many cases of stroke in the field, where the handling of post-stroke patients only focuses on motor skills and lack of attention to postural control. While in post-stroke patients have problems with postural control that controls the position of the body to remain upright. The existence of these problems hamper the movement in post-stroke patients and lead to increased disturbance of balance. This study aims to know the benefits of postural stabilization exercises to improve static and dynamic balance in patients with post stroke. This was an experimental pre using the design of a one group pre-test and post-test design. The number of subjects as many as 6 people, get as much 3x/minggu postural stabilization exercises for 1 month. Result of FRT before treatment obtained a mean ± SD of 19.67 ± 6.28 while the mean ± SD FRT after treatment for 25.50 ± 5.28 and p = 0.004 (p <0.05). It shows atients with post stroke. Results TUG test before and after treatment. TUG test results obtained before treatment the mean ± SD of 31.17 ± 1.82 while the mean ± SD TUG test after treatment for 18.50 ± 5.17 and p = 0.027 (p <0.05). It means there is influence between postural stabilization exercises on dynamic balance in patients with post stroke.The postural stabilization exercises enhance static and dynamic balance in patients with post stroke.Keywords: Exercise, balance, Stroke
BALANCE TRAINING MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA ORANG LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA DESA BONGKASA I Made Sujana Wisnu Prananta; I Gede Widhiantara; Indah Pramita
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.76 KB)

Abstract

Perubahan morfologis neuromuscular yang terjadi pada lanjut usia akan menyebabkan perubahan fungsional. Perubahan fungsional yang terjadi diantaranya adalah penuraunan kekuatan dan kontraksi otot, penurunan elastisitas dan fleksibilitas otot, serta kecepatan dan waktu reaksi gerakan yang lambat. Penurunan ini selanjutnya akan menyebabkan adanya perubahan kemampuan dalam mempertahankan suatu posisi termasuk mempertahankan keseimbangan dinamis pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian Balance Trainingdalam meningkatkan keseimbangan dinamis lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Experimental denganOne Group Pre-test and Post-test Design. Total sampel adalah 30 orang yang diambil dengan teknik Pusposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Pengukuran nilai Keseimbangan dinamis diukur dengan tes Time UP and Go Test. Latihan Balance Training untuk meningkatkan keseimbangan dinamis dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) dengan level signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan dinamis pada lansia mengalami peningkatan dari sebelum dan sesudah perlakuan sebanyak 17%. Peningkatan ini terbukti signifikan yang dinyatakan oleh hasil uji statisktik dengan nilai p=0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Balance Training dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada orang lanjut usia di posyandu lansia Desa Bongkasa
HUBUNGAN LAMANYA AKTIVITAS DOSEN DI DEPAN KOMPUTER TERHADAP POTENSI TIMBULNYA KELUHAN NYERI MUSKULOSKELETAL Luh Putu Ayu Vitalistyawati; Indah Pramita
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.412 KB)

Abstract

Diberlakukannya sistem bekerja dari rumah (Work From Home) sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 mengharuskan semua kegiatan dosen dilakukan secara daring (online). Akibatnya, dosen lebih lama melakukan aktifitas di depan computer dengan posisi duduk yang statis, dimana akan memunculkan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lamanya aktifitas Dosen di depan komputer terhadap potensi timbulnya keluhan musculoskeletal. Pengukuran ketidaknyamanan saat bekerja dapat menggunakan Kuisioner Nordic Body Map (NBM). Responden yang didapat sejumlah 51 orang yang disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman-Rank menunjukkan hasil p=0,001 dengan koefisien korelasi =0,413. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat moderat antara lamanya aktivitas dosen di depan komputer terhadap timbulnya keluhan muskuloskeletal sehingga perlu penanganan khusus untuk mencegah agar keluhan musculoskeletal tidak semakin memburuk. Kata kunci : Covid-19, keluhan muskuloskeletal, komputer, Nordic Body Map, Work From Home
Co-Authors Adhitya, Putu Gde Surya Agung Wahyu Permadi Agus Donny Susanto Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Antari, Ni Komang Ayu Juni Antonius Tri Wahyudi Ari Wibawa Ari Wibawa Artiana, Pande Kadek Agus Aziz, Yusril Christin Desry Manoe Lado Daryono Daryono Daryono Devi Natalia Bangun Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Ni Kadek Ari Kusuma Dewi, Ni Made Ayu Sari Diaris, Ni Made Edeltrudis Erlina Halyo Elizabeth Prima Gede Parta Kinandana Gede Wahyu Pratama Wijaya Govinda Vittala Helena I Gusti Ayu Putu Lady Landiana Hidayati, Lily I Gede Arya Sena I Gede Widhiantara I Gusti Agung Satria Adi Putra I Made Astika Yasa I Made Manik Candra Yudi I Made Sujana Wisnu Prananta I Made Yoga Parwata I Nyoman Agus Nama Adi I Putu Darmawijaya I Putu Darmawijaya I Putu Gde Surya Adhitya I Wayan Putu Sutirta Yasa I.G.A Putu Darmaja Ida Kurniawati, Ida Imanuel Yacob Wila J. A. Pangkahila Juhanna, Indira Vidiari Kadek Diah Wulandari Kadek Nadinda Putri Wiandani Kamalia, Niska Landiana, Helena I Gusti Ayu Putu Lady Luh Made Diah Elena Endarwati Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Trisna Maharani Made Ari Nohantara Mr Setiawan Muhammad Dedi Irawan Natha, Florensia Sutji Putri Ngina Keo, Lydia Agusta Ni Kadek Ari Kusuma Dewi Ni Ketut Junita Handarini Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Erika Putri Indrayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Diaris Ni Made Diaris Ni Nyoman Diah Prameswari Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Fortuna Masayuki Ni Putu Mita Ardiasari Ni Putu Riantini Ni Wayan Tianing Niti Ravika Nasution, Niti Ravika Pradnyani, Tjokorda Istri Agung Rosanthi Puspa Negara, Anak Agung Gede Angga PUTU INDAH LESTARI Putu Mulya Kharismawan Resti Kusuma Rini Samben Resti Kusumarini Samben Saifudin Zuhri Sancitawati, Ida Ayu Diah Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sena, Arya Sirilus Soa Gili Sugijanto - Suhita Apsari Pradnyandewi Vittala , Govinda Vittala, Govinda Wahyudi, Antonius Tri Widiani, Ni Kadek Winner, Jeane Ni Made yasa, i made astika