Claim Missing Document
Check
Articles

“DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE” MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DI WILAYAH DALUNG, KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG BALI Imanuel Yacob Wila; I Gede Widhiantara; Indah Pramita
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.141 KB)

Abstract

ABSTRAK Paparan debu berulang selama lebih dari 6 bulan yang dialami petugas penyapu jalan berpotensi menyebabkan gangguan paru restriktif akut yang ditandai dengan nilai Kapasitas Vital Paru kurang dari 80%. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahwa pemberian Diaphragmatic Breathing Exercise dapat meningkatkan Kapasitas Vital Paru Pada Petugas Penyapu Jalan. Penelitian merupakan penelitian Pra Eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pre and Post Test Design. Sampel merupakan 15 orang wanita petugas penyapu jalan di Jalan Raya Area Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan awal nilai Kapasitas Vital Paru dan selanjutnya diberikan Diaphragmatic Breathing Exercise setiap hari selama 15 menit. Setelah 2 minggu (14 hari), pada keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan Kapasitas Vital Paru akhir. Untuk mengetahui pengaruh pemberian Diapraghmatic Breathing Exercise maka digunakan uji parametric yaitu Paired t Test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata nilai Kapasitas Vital Paru sampel sebesar 3,932%. Setelah dianalisis secara statistic diperoleh nilai p=0,002 (p
STUDI KUALITATIF PENGALAMAN, PERSEPSI, DAN KESIAPAN ANAK DALAM MENGHADAPI MENARCHE DINI Ni Made Diaris; Indah Pramita
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.818 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian sebelumnya mengggambarkan usia menarche semakin dini. Anak anak yang mengalami menarche dini cendrung belum siap dan cemas dalam menghadapi periode menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengalaman, persepsi, dan kesiapan anak dalam menghadapi menarche dini Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan pada 20 anak yang berusia 10-12 tahun kemudian dianalisis secara thematic. Hasil: Sebagian besar anak memiliki pegetahuan yang cukup terkait menstruasi, namun ada beberapa anak yang mempunyai pengetahuan yang kurang karena belum pernah mendapat informasi yang benar terkait menstruasi terutama dari orang tua. Bagi anak yang sudah cukup pengetahuan dan informasinya terkait menstruasi cendrung menceritakan pengalaman yang positif terkait menarche dan menstruasi. Namun, untuk pengalaman sehari-hari di lingkungan temannya mereka cendrung merasa menstruasi itu hal yang membuat mereka malu terutama yang menstruasi lebih awal dari temannya. Dan dari hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung mempunyai persepsi yang negatif terhadap mensruasi, seperti mersa menstruasi itu kotor, jijik, membuat tidak nyamn, dan malu, sehingga mereka merasa belum siap karena takut dan cemas, namun lebih banyak anak yang siap menghadapi menarche. Sebagain besar anak yang sudah pernah diberikan informasi, memiliki pengetahuan yang baik terkait menstruasi, dan anak yang belum pernah mendapat informasi sebagain besar takut dan kaget saat mengalami menarche. Sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung kurang siap menghadapi menstruasi dan cendruang mempunyai persepsi yang negatif terhadap mensruasi. Kata kunci: Pengalaman, Kesiapan, Perepsi , menarche ABSTRACTResults of previous studies describe the age of menarche that is getting early. Children who experience early menarche tend to be unprepared and anxious in facing menstrual periods. The purpose of this study is to describe the experiences, perceptions, and readiness of children in facing early menarche.Method: Method of the research used is a qualitative method with in-depth interviews conducted on 20 children aged 10-12 years which later is analyzed thematically. Most children have sufficient knowledge regarding menstruation, however there are some children who have insufficient knowledge because they have never received correct information regarding menstruation, especially from parents. For children who have enough knowledge and information regarding menstruation, they tend to share positive experiences regarding menarche and menstruation. However, in terms of their daily experience among their friend’s, they tend to feel that menstruation is something that makes them shy especially those who menstruate earlier than their friends. And from the results of interviews, it was found that most children who have not experienced menarche tend to have negative perceptions of menstruation, such as feeling that menstruation is dirty, disgusting, uncomfortable, and embarrassing, so they feel unprepared for fear and anxiety, but more children are ready to face menarche. Most children who have been given information regarding menstruation, have good knowledge regarding menstruation, and most of children who have never been informed most regarding the same are afraid and shocked when experiencing menarche. Most children who have not experienced menarche tend to be less ready to face menstruation and tendencies have a negative perception of menstruation. Keywords: Experience, Readiness, Perception, Menarche
DIAPRAGMATIC BREATHING EXERCISE MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU ATLET TAEKWONDO PUTRA DI CLUB DINASTY TNI AL DENPASAR, BALI Made Ari Nohantara; I Made Yoga Parwata; Indah Pramita; I Gede Arya Sena
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.256 KB)

Abstract

Taekwondo adalah olahraga beladiri yang menggunakan tangan dan kaki sebagai alat serang dan bertahan. Seorang atlet taekwondo membutuhkan komponen daya tahan kardiorespirasi. Daya tahan diperlukan altet taekwondo agar tidak merasa lelah dan menjaga performa selama pertandingan. Daya tahan kardiorespirasi dapat terlihat dari nilai kapasitas vital paru. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kapasitas vital paru atlet taekwondo putra di Club Dinasty TNI AL Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental, dengan design one group pretest–posttest. Hasil uji hipotesis dengan paired t-test menunjukkan bahwa yakni p = 0,000. Terjadi peningkatan sebesar 18,79 % dibandingakan nilai awal. Nilai p = 0.000 sehingga p < 0.05 yang artinya Terjadi peningkatan yang signifikan. Keseimpulan dari penelitian ini program diaphragmatic breating exercise meningkatkan kapasitas vital paru atlet taekwondo. Kata Kunci: Diapragmatic breathing exercise, Kapasitas vital paru,
SHORT WAVE DIATHERMY DAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK Indah Pramita; Antonius Tri Wahyudi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.605 KB)

Abstract

ABSTRAKNyeri Punggung Bawah banyak dijumpai di masyarakat dan merupakan salah satu penyebab kesakitan dankecacatan. Nyeri punggung bawah mengakibatkan penderita mengalami kesulitan beraktifitas dan melakukanpekerjaan sehari-hari. Latihan core muscle sangat penting bagi penderita nyeri pungung bawah, karenadengan adanya otot core yang kuat akan memungkinkan kerja yang optimal dari tulang belakang dan posturtubuh akan tetap terjaga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat dan membuktikan pengaruhpemberian Short Wave Diathermy dan Core Stability Exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsionalpada pasien nyeri punggung bawah miogenik. Rancangan penelitian ini bersifat pre eksperimental denganrancangan pretest and posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di klinik swasta di denpasar. Dalampenelitian ini diberikan perlakukan 3x seminggu selama 2 minggu. Hasil uji statistik didapatkan, terjadipenurunan skor ODI dengan nilai p=0,001 dengan nilai selisih rerata ODI sebesar 28,86%. Dari hasilpenelitian ini dapat disimpulkan bahwa SWD dan Core Stability Exercise dapat meningkatkan aktivitasfungsional pasien nyeri punggung bawah miogenik.Kata kunci : core stability exercise, SWD, nyeri punggung bawah miogenik.ABSTRACTLow back pain is common in the community and is one of the causes of illness and disability. Low back paincauses the patient to experience difficulty in doing activities and daily work. Exercise core muscle is veryimportant for patient with low back pain, because with a strong core muscle will allow optimal work of thespine and posture will remain intact. This study was conducted with the aim to see and prove the effect ofShort Wave Diathermy and Core Stability Exercise on the increase of functional activity in patients with lowback myogenic. The design of this study is experimental with pre-test and post-test design. The study wasconducted at a clinic in denpasar. In this study treated 3 times a week for 2 weeks.The results of statisticaltest was obtained, occur of decreasing in ODI p = 0.001 and the difference mean value ODI as 28,86% .From the results of the research can be concluded that the core stability exercises increase the functionalactivity in patients with myogenic low back pain. The study is expected to be beneficial in patients withmyogenic low back pain to improving functional activity.Keywords: core stability exercise, SWD, myogenic low back pain.
LATIHAN BERJALAN PADA GARIS LURUS MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA DENPASAR Ni Putu Mita Ardiasari; Indah Pramita; Antonius Tri Wahyudi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.885 KB)

Abstract

Anak Autisme mengalami gangguan pada fungsi di otaknya, hal tersebut mengakibatkan terjadinya perlambatan perkembangan. Salah satu perkembangan yang mengalami permasalahan adalah keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian latihan berjalan pada garis lurus dalam meningkatkan keseimbangan pada anak autism spectrum disorder (ASD) umur 11–14 tahun. Penelitian ini berjenis quasi experimental dengan menggunakan desain one group pre post test. Dalam menentukan sampel digunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 8 orang. Berdasarkan analisis data, didapatkan rerata hasil tes awal penelitian sebesar 26,25 dan tes akhir sebesar 55 dengan peningkatan 109,5%. Dilakukan uji pengaruh dengan uji t berpasangan didapatkan nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian latihan berjalan pada garis lurus terbukti meningkatkan keseimbangan pada anak autism spectrum disorder (ASD). Kata Kunci : Latihan Berjalan pada Garis Lurus, Keseimbangan, Autism Spectrum Disorder (ASD)
Hubungan Sikap Kerja Duduk Dan Durasi Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pedagang Ni Putu Fortuna Masayuki; Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5 No 01 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.483 KB) | DOI: 10.36341/jif.v5i01.2262

Abstract

Traders at the wangaya flower market do their jobs in a static sitting posture. This attitude is carried out for 10 hours every day starting at 11.00 – 21.00 WITA. The duration of work for 10 hours is the duration of work that exceeds the normal time. When working with a static sitting posture, the back muscles will be burdened. If the attitude of this work is done continuously to the excessive duration of action, it can lead to musculoskeletal disorders. This research uses cross sectional method. The study population was 45 people with a sample of 10 people obtained based on the research criteria. This study uses the Rapid Entire Body Assessment and Nordic Body Map Questionnaire measuring instruments. Furthermore, hypothesis testing is carried out using the Sprearman's rho test. The results of the Spearman's rho test show a value of 0.664 which means the close relationship between work attitudes and work duration on musculoskeletal complaints in traders is strong.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi pada Penari Barong Bangkung di Sekaa Demen Barong Bale Agung, Banjar Bale Agung, Cemagi Luh Putu Trisna Maharani; Indah Pramita; Daryono Daryono
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.65 KB)

Abstract

AbstrakBarong bangkung merupakan barong dengan bentuk seperti induk babi yang pemujaannya berupa ngelawang (datang ke depan pintu gerbang atau lawang rumah-rumah penduduk). Saat menari barong bangkung, penari membutuhkan daya tahan kardiorespirasi yang baik agar lincah dalam menari dengan membawa beban kostum barong bangkung serta gerakan yang dinamis. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2maks). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2maks) pada penari barong bangkung di Sekaa Demen Barong Bale Agung, Banjar Bale Agung, Cemagi. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan sampel berjumlah 17 orang. Daya Tahan Kardiorespirasi didapat dengan Tes Lari 2,4 Km dan Indeks Massa Tubuh didapatkan dengan mengukur berat badan (kg) serta tinggi badan (m2). Hasil penelitian menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai signifikan sebesar 0.000 dan koefisien korelasi sebesar -0.952. hal ini menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan Daya Tahan Kardiorespirasi pada penari barong bangkung di Sekaa Demen Barong Bale Agung. Dapat disimpulkan bahwa semakin meningkat nilai IMT maka nilai Daya Tahan Kardiorespirasi akan menurunAbstractBarong bangkung is a barong with a shape like a sow whose worship is in the form of ngelawang (coming to the front of the gate of people's houses). When dancing barong bangkung, dancers need good cardiorespiratory endurance to be agile in dancing by carrying the weight of the barong bangkung costume and dynamic movements. Body Mass Index (BMI) is one of the factors affecting Cardiorespiratory Endurance (VO2max). The purpose of this study was to determine the relationship between Body Mass Index and Cardiorespiratory Endurance (VO2max) in barong bangkung dancers at Sekaa Demen Barong Bale Agung, Banjar Bale Agung, Cemagi. This study uses a simple random sampling technique with inclusion and exclusion criteria with a sample of 17 people. Cardiorespiratory endurance was obtained by 2.4 km running test and body mass index was obtained by measuring body weight (kg) and height (m2). The results of the study used the Pearson product moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of -0.952. This shows that there is a significant negative correlation between Body Mass Index and Cardiorespiratory Endurance in barong bangkung dancers at Sekaa Demen Barong Bale Agung. It can be concluded that the higher the BMI value, the Cardiorespiratory Endurance will decrease.
Perbandingan Kemampuan Pengembangan Sangkar Toraks pada Lansia yang Melakukan Aktivitas Fisik Olahraga dan Tidak Olahraga di Br. Wangaya Kaja, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara Kadek Diah Wulandari; Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.166 KB)

Abstract

AbstrakPenuaan menyebabkan menurunnya kemampuan pengembangan dinding dada. Penurunan yang terjadi pada lansia dapat disebabkan oleh kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Dengan olahraga dapat memperbaiki fungsi otot pernapasan sehingga pernapasan menjadi lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang membandingkan 2 kelompok dengan jumlah sampel 10 orang tiap kelompok. Pengembangan sangkar toraks diukur menggunakan midline. Hasil data diuji menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test serta uji hipotesis independent sampel t-test. Hasil uji hipotesis yaitu 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang melakukan aktivitas fisik olahraga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktvitas fisik olahraga. AbstractAging causes a decrease of thoracic cage’s expandability. The substraction appears in the elderly can be caused by a lack of physical activity or sports. Exercise will improve the function of the chest wall muscles which will increase thoracic cage’s expandability so that breathing becomes more efficient. This study’s purpose was to compare the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activities and do not. This study uses a comparative method by comparing 2 groups with 10 samples of each. The thoracic cage expansion was measured using the midline. The research datas were tested using the Shapiro-wilk test for normality and independent sample t-test. The hyphotesis test result is 0,000 which shows that there is a difference between the two groups with a p value of <0,05. It can be concluded that the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activiteis is better than do not.
Hubungan antara Panjang Tungkai dengan Tinggi Lompatan pada Pemain Basket di Club Oldschool Basketball Denpasar Christin Desry Manoe Lado; Indah Pramita; Daryono Daryono
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.114 KB)

Abstract

AbstrakOlahraga basket adalah salah satu olahraga populer yang dimainkan secara berkelompok. Permainan bola basket terdiri dari dua tim yang saling bertanding dan masing-masing tim beranggotakan lima pemain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan panjang tungkai mempengaruhi tinggi lompatan, dilihat dari adanya hasil pengukuran tinggi lompatan vertikal yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang tungkai terhadap tinggi lompatan pada pemain basket di Club Oldschool Basketball Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode korelasi yang menggunakan 35 sampel penelitian. Panjang tungkai diukur menggunakan metline, sedangkan nilai tinggi lompatan didapatkan dari pengukuran vertical jump. Data dilakukan uji linearitas regresi serta uji hipotesis menggunakan metode pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai 0,521 yang berarti terdapat korelasi yang kuat dan terdapat hubungan yang positif antara panjang tungkai dengan tingginya vertical jump pada sampel penelitian. Dapat disimpulkan semakin tinggi nilai panjang tungkai maka semakin tinggi lompatan pada pemain basket di club Oldshool Basketball Denpasar.AbstractBasketball as popular sport is played in groups, consists five poeples for competition. Based on the results preliminary study which have been done length leg affects to height jump seen on difference measuring result in height the vertical jump. The Purpose this study was to determine the relationship between length of leg and height jump in basketball players. This study correlation method with 35 samples. Length of leg was measured using metline, while heigh of jump value was obtained from vertical jump measurements. Data analyzed using Linearity Regression Test and Hypothesis Testing were carried out using Pearson Product Moment Method. Research results showed value of 0.521 means there is strong correlation and positive relationship between length the leg and the height of the vertical jump in the research sample. It can be concluded  higher the length value, the higher the jump for basketball players at the Oldschool Basketball Denpasar club.
Penerapan Seated Stretch Untuk Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring Pada Pemain Futsal Talun Fc Di Tampaksiring I Made Manik Candra Yudi; I Made Yoga Parwata; Indah Pramita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.142 KB)

Abstract

                                                    Abstrak Salah satu komponen penting dalam cabang olahraga futsal adalah fleksibilitas hamstring. Fleksibilitas hamstring memegang peranan penting dalam permainan futsal mengingat otot hamstring bekerja dalam keadaan konsentrik, yaitu memendek dan terulur sesuai aktivitas yang dilakukan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pemain futsal Talun FC di Tampaksiring dengan menerapkan latihan seated stretch. Penelitian ini melibatkan pemain futsal Talun FC dengan rentang umur 18-31 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan One Group Pretest and Posttest Desaign dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang pemain futsal Talun FC yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran fleksibilitas hamstring dilakukan dengan menggunakan v sit and reach test. Pemberian latihan seated stretch dilakukan dalam frekuensi 3 kali dalam seminggu, selama 4 minggu dengan durasi waktu 30 detik peregangan selama 3 pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji parametrik dengan uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan hasil yaitu p=0,001 yang berarti 0,001 < 0,005 maka hasilnya terdapat perbedaan signifikan. Peningkatan nilai fleksibilitas hamstring dari sebelum tes ke sesudah tes sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa peregangan dengan teknik seated stretch dengan frekuensi yang tinggi berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring.Kata kunci: Fleksibilitas, Hamstring, Seated Stretch                                                  Abstract One of the important components in futsal is hamstring flexibility. Hamstring flexibility plays an important role in futsal, considering that the hamstring muscles work in a concentric state, which is shortened and stretched according to the activity performed. Based on this, this study aims to increase hamstring flexibility in Talun FC futsal players in Tampaksiring by applying seated stretch exercises. This study involved Talun FC futsal players with an age range of 18-31 years. This research method is an experimental study with One Group Pretest and Posttest Design with a total sample of 12 Talun FC futsal players who were selected through purposive sampling technique using inclusion and exclusion criteria. Measurement of hamstring flexibility was carried out using the v sit and reach test. The provision of seated stretch exercises is carried out in a frequency of 3 times a week, for 4 weeks with a duration of 30 seconds, stretching for 3 repetitions. Data were analyzed using parametric test with paired t test. The results showed that p = 0.001 which means 0.001 < 0.005 then the results are significant differences. The increase in the value of hamstring flexibility from before the test to after the test was 14%. These results indicate that stretching with the seated stretch technique with high frequency has an effect on increasing hamstring flexibility.Keywords: Flexibility, Hamstring, Seated Stretch
Co-Authors Adhitya, Putu Gde Surya Agung Wahyu Permadi Agus Donny Susanto Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Antari, Ni Komang Ayu Juni Antonius Tri Wahyudi Ari Wibawa Ari Wibawa Artiana, Pande Kadek Agus Aziz, Yusril Christin Desry Manoe Lado Daryono Daryono Daryono Devi Natalia Bangun Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Ni Kadek Ari Kusuma Dewi, Ni Made Ayu Sari Diaris, Ni Made Edeltrudis Erlina Halyo Elizabeth Prima Gede Parta Kinandana Gede Wahyu Pratama Wijaya Govinda Vittala Helena I Gusti Ayu Putu Lady Landiana Hidayati, Lily I Gede Arya Sena I Gede Widhiantara I Gusti Agung Satria Adi Putra I Made Astika Yasa I Made Manik Candra Yudi I Made Sujana Wisnu Prananta I Made Yoga Parwata I Nyoman Agus Nama Adi I Putu Darmawijaya I Putu Darmawijaya I Putu Gde Surya Adhitya I Wayan Putu Sutirta Yasa I.G.A Putu Darmaja Ida Kurniawati, Ida Imanuel Yacob Wila J. A. Pangkahila Juhanna, Indira Vidiari Kadek Diah Wulandari Kadek Nadinda Putri Wiandani Kamalia, Niska Landiana, Helena I Gusti Ayu Putu Lady Luh Made Diah Elena Endarwati Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Trisna Maharani Made Ari Nohantara Mr Setiawan Muhammad Dedi Irawan Natha, Florensia Sutji Putri Ngina Keo, Lydia Agusta Ni Kadek Ari Kusuma Dewi Ni Ketut Junita Handarini Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Erika Putri Indrayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Diaris Ni Made Diaris Ni Nyoman Diah Prameswari Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Fortuna Masayuki Ni Putu Mita Ardiasari Ni Putu Riantini Ni Wayan Tianing Niti Ravika Nasution, Niti Ravika Pradnyani, Tjokorda Istri Agung Rosanthi Puspa Negara, Anak Agung Gede Angga PUTU INDAH LESTARI Putu Mulya Kharismawan Resti Kusuma Rini Samben Resti Kusumarini Samben Saifudin Zuhri Sancitawati, Ida Ayu Diah Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sena, Arya Sirilus Soa Gili Sugijanto - Suhita Apsari Pradnyandewi Vittala , Govinda Vittala, Govinda Wahyudi, Antonius Tri Widiani, Ni Kadek Winner, Jeane Ni Made yasa, i made astika