Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN TUJUAN PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN KALIGAWE DI SEMARANG) Didik Haryoto; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1042

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang diduga telah mengalami kegagalan tujuan pembangunan itu dapat terlihat dari bangunan sudah selesai dibangun banyak tidak berpenghuni dan kondisi bangunan pun terlihat tidak terawat dengan baik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang setra menentukan strategi dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut Metodologi analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas, analisis faktor serta analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 127 responden dari pengelola dan penghuni Rumah Susun Kaliwage di Semarang yang mengetahui kondisi secara langsung keadaan Rumah Susun Kaliwage di Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, secara bersama-sama (uji F) faktor Lingkungan Sekitar, Desain Rumah Susun, Fasilitas yang tersedia, Ruang Bersama, Biaya Sewa Rumah Susun berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun dengan nilai Fhitung = 9,715 > Ftabel = 2,289. Akan tetapi dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Faktor Lingkungan Sekitar dengan nilai thitung = 2,015 > dari ttabel = 1.980, Faktor Desain Rumah Susun dengan nilai thitung = 2,888 > dari ttabel = 1.980, Faktor Fasilitas yang tersedia dengan nilai thitung = 2,294 > dari ttabel = 1.980 dan Faktor Biaya sewa Rumah susun dengan nilai thitung = 2,126 > dari ttabel = 1.980. Sedangkan berdasarkan analisis regresi linier berganda faktor yang paling dominan adalah faktor Desain Rumah Susun dengan nilai Koefisien Standardize β sebesar 0,206 dan strategi untuk mengatasi agar tidak terjadi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Pengelola dan Penghuni rumah susun harus dapat bekerja sama dalam penataan dan pengaturan bagian ruangan hunian, sehingga jumlah keluarga yang menempati dan sirkulasi udara serta pencahayaan dapat terjaga dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDAK TERCAPAINYA WAKTU KONTRAK PADA PROYEK PENINGKATAN STRUKTUR JALAN KABUREA-MAUKARO-NABE DI KABUPATEN ENDE NUSA TENGGARA TIMUR Joice Ratu Taga; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1043

Abstract

Pelaksanaan kontrak pekerjaan proyek Peningkatan Struktur Jalan Kaburea-Maukaro-Nabe Di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur pada tahun anggaran 2012 dalam pelaksanaannya tidak dapat memenui waktu kontrak yang sudah ditentukan. Itu terbukti dengan terlihatnya bangunan yang belum selesai dibangun diperkirakan mengalami keterlambatan mencapai 40% dari waktu kontrak yang telah ditentukan. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya waktu kontrak dan mengetahui faktor yang paling dominan, serta strategi untuk mengatasinya. Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 33 responden dari pihak Owner, Kontraktor dan Konsultan Pengawas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek Peningkatan Struktur Jalan Kaburea-Maukaro-Nabe Di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur pada tahun anggaran 2012. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya waktu kontrak secara signifikan adalah Faktor SDM, Faktor Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Faktor Peralatan dan Faktor Lingkungan Kerja. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor SDM dengan nilai Koefisien β sebesar, yaitu 0,456. Strategi yang di gunakan untuk mengatasi agar dapat tercapainya waktu kontrak adalah kontraktor harus menggunakan SDM yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan pekerjaan, kontraktor harus menambahkan SDM yang terampil dari luar daerah serta sering memberikan pelatiahan dan pengarahan pada SDM yang bekerja sesuai kebutuhan pekerjaan, kontraktor harus menggunakan SDM yang dapat berkoordinasi dengan baik guna menyelesaikan pekerjaan dan kontraktor harus menggunakan SDM yang memiliki tanggung jawab besar untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang baik sesuai target waktu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK JALAN REL KERETA API SEPANJANG 36.200 M'sp LINTAS KALISAT-BANYUWANGI Andry Rusdiyanto; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1044

Abstract

Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan pekerjaan proyek Jalan Rel Kereta Api Sepanjang 36.200 M'sp Lintas Kalisat-Banyuwangi pada tahun anggaran 2012 dalam pelaksanaannya telah mengalami keterlambatan pelaksanaan pekerjaan dari waktu yang sudah ditentukan. Hal ini terbukti dengan terlihatnya pekerjaan yang belum selesai dikerjakan diperkirakan mengalami keterlambatan mencapai 40% dari waktu yang telah ditentukan. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya serta menentukan strategi yang harus dilakukan kontraktor untuk mengatasi permasalahan tersebut Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 42 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji F didapatkan bahwa secara bersama-sama faktor Lingkungan Kerja (X1), Material (X2), Peralatan (X3), Tenaga Kerja (X4), Metode Pelaksanaan Pekerjaan (X5), Metode Penjadwalan Pekerjaan (X6), Keuangan (X7), berpengaruh secara bersama-sama terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan dengan nilai Fhitung = 12,388 > Ftabel = 2,294. Namun dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan adalah Faktor Material dengan nilai thitung = 2,311 > dari ttabel = 2,032, Faktor Tenaga Kerja dengan nilai thitung = 2,148 > dari ttabel = 2,032, Faktor Metode Penjadwalan Pekerjaan dengan nilai thitung = 2,172 > dari ttabel = 2,032 dan Faktor Keuangan dengan nilai thitung = 2,285 > dari ttabel = 2,032. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor Metode Penjadwalan Pekerjaan dengan nilai Koefisien β sebesar 0,303. Strategi untuk mengatasinya adalah mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan tersebut dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan khususnya Dirjen Perkereretaapian dan pihak operator yaitu PT. KAI (Kereta Api Indonesia).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MUTU PRODUK BANGUNAN PERUMAHAN GRAND PERMATA DI KABUPATEN MOJOKERTO Muhammad Sulton; Lalu Mulyadi; A. Agus Santoso
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1045

Abstract

Perumahan Grand Permata di Kabupaten Mojokerto dengan luas 6500M2, yang pembangunannya dilaksanakan oleh pengembang (developer), dimana pembangunan tersebut direncanakan dengan usia bangunan minimal 5 tahun. Akan tetapi melihat produk perumahan tersebut saat ini diperkirakan telah terjadi penyimpangan mutu/kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi seperti yang disampaikan oleh konsumen. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mutu produk perumahan Grand Permata dan mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhinya serta strategi untuk meningkatkan mutu produk perumahan Grand Permata. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 46 responden dari orang-orang yang mengetahui kondisi dan bekerja atau terlibat langsung didalam pekerjaan pembangunan perumahan serta orang-orang yang menempati Perumahan Grand Permata di Kabupaten Mojokerto. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa secara simultan dengan uji F didapatkan bahwa secara bersama-sama variabel material, tenaga kerja, peralatan , keuangan, Lingkungan Kerja dan metode pelaksanaan berpengaruh secara bersama-sama terhadap Mutu Produk Perumahan. Namun dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Mutu Produk Perumahan adalah Faktor Material, Faktor Keuangan. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor Material dengan nilai Koefisien β terbesar, yaitu 0.786 dan Strategi yang digunakan untuk untuk meningkatkan Mutu Produk Perumahan Grand Permata adalah sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai pengembang harus mempersiapkan pengadaan material, terutama material non lokal seperti genteng yang harus mendatangkan dari kota Tulungagung, serta membuat stok material dilokasi pekerjaan dan Pengembang harus memiliki manajemen keuangan yang baik, agar membayar upah pekerja dapat dilakukan secara rutin dan tepat waktu, sehingga pekerja merasa nyaman dan termovivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya (sesuai spesifikasi yang disyaratkan).
ANALISIS FAKTOR FAKTOR KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN BANDAR UDARA TIMIKA Jamal; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i2.2647

Abstract

Proyek kontruksi adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diadakan dalam selang waktu yang singkat bersifat sementara dan mempunyai tujuan yang khusus membedakan proyek dengan pekerjaan adalah sifatnya yang khusus, dan tidak bersifat rutin pengadaannya hanya sementara sehingga pengelolaannya pun memerlukan ekstra lebih banyak, semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar berkaitan dengan manajemen waktu yang diterapkan untuk proyek itu sendiri, tujuan manajemen proyek adalah untuk mewujudkan gagasan atau ide yang timbul dari manusia baik secara perorangan maupun organisasi dalam bentuk original utuh, murni dan nyata dengan sifat pengelolaan proyek yang spesifik dalam mewujudkan tujuan. Sifatnya sangat khas dari suatu proyek kontruksi antara lain, mempunyai upaya pendekatan sistematis yang menguntungkan atau positif Sifatnya pekerjaan yang khusus dan menonjol siklus kehidupan perkembangan yang spesifik peran pimpinan proyek lebih dominan.
STRATEGI PEMANFAATAN LAHAN PERSIMPANGAN JALAN RAYA KARANGLO KABUPATEN MALANG UNTUK PENGEMBANGAN PUSAT PERNIAGAAN Edi Hargono; Lalu Mulyadi; Januar Sasongko
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.3029

Abstract

Perkembangan kota-kota di Indonesia banyak mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya di Kabupaten Malang. Dengan adanya perkembangan tersebut maka dibutuhkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan perekonomian disekitar areal persimpangan Jalan Raya Karanglo Kabupaten Malang, terutama terhadap masalah yang dapat mempengaruhi kesesuaian dan kelayakan pemanfaat lahan dalam pengembangan areal perniagaan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesesuaian dan kelayakan pemanfaatan lahan untuk pengembangan areal perniagaan. Berdasarkan dari hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan tidak tercapainya kesesuaian dan kelayakan pemanfaatan lahan untuk pengembangan areal perniagaan adalah faktor aksesibilitas Strategi untuk mengatasi tidak tercapainya kesesuaian dan kelayakan pemanfaatan lahan adalah harus dengan menyediakan akses yang mudah untuk menuju ke areal perniagaan, serta dalam pengembangan areal perniagaan harus memperhatikan secara seksama agar pengembangan areal tersebut mendapatkan kesesuaian dan layak untuk mendukung keberadaan fasilitas yang ada disekitar persimpangan Jalan Raya Karanglo Kabupaten Malang.
STUDI PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA RENOVASI GEDUNG BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROPINSI MALUKU Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Philip Rudolf
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.3030

Abstract

Pada pelaksanaan renovasi pembangunan Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Maluku, baik perencana maupun kontraktor selalu dihadapkan pada pemilihan desain dan metode pelaksanaan yang tepat agar dapat mewujudkan bangunan yang tidak saja memenuhi syarat ditinjau dari segi desain namun juga ekonomis. Dalam hal ini, pemilihan desain dan bahan sangat penting dilakukan, karena akan menunjukkan mutu dan kualitas bangunan tersebut. Penerapan value engineering pada pekerjaan pasangan dinding dilakukan dengan mengganti penggunaan material dinding batu bata dengan bataco press serta dinding partisi double teakwood dengan tripleks 4 mm. Sementara pada pekerjaan atap penerapan value engineering dilakukan dengan mengganti struktur kayu dengan baja ringan serta genteng metal dengan seng gelombang BJLS 30” pada atap. Studi penerapan ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penghematan biaya yang terjadi setelah diterapkannya rekayasa nilai (value engineering). Hasil studi penerapan rekayasa nilai (value engineering) yang dilakukan pada proyek Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Maluku yakni pada pekerjaan pasangan dinding serta pekerjaan atap. Besar cost saving atau pengurangan biaya setelah diterapkannya value engineering sebesar Rp. 124.437.495,65 dengan persentase 9,27 % untuk 2 (dua) jenis pekerjaan diatas. Sedangkan untuk keseluruhan proyek sebesar 2,59 %.
PENGEMBANGAN DESA WISATA KEPUNG BUDAYA DESA WATULIMO, KECAMATAN WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK vega aditama; Budi Fathony; Lalu Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3175

Abstract

Pengembangan pariwisata Kabupaten Trenggalek diarahkan pada pengembangan wisata alam dan budaya, pemasaran daya tarik wisata, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai budaya, pembinaan kesenian, peninggalan sejarah yang bertujuan untuk mengembangkan daya tarik wisata potensial sebagai daya tarik utama bagi wisatawan, yang menjadikan pariwisata sebagai sarana peningkatan pendapatan masyarakat, dan daerah, serta media bagi penciptaan lapangan dan kesempatan kerja. Di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo dilakukan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan Survei Pendahuluan, Pengumpulan Data Lapangan, Analisa Data dan pembuatan perencanaan wisata. Dengan demikian tersusunlah Masterplan Desa Wisata Kepung Budaya dengan memperhatikan bangunan tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian dan keselarasan dengan Lingkungan.
MENURUNKAN UNSUR LOGAM BESI PADA LIMBAH DOMESTIK BLACKWATER DENGAN AKAR WANGI Lies Kurniawati Wulandari; Sudirman Indra; Lalu Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3629

Abstract

Abdimas ini berisikan model pengolahan limbah rumah tangga blackwater yang diolah sebelum terbuang ke sungai dengan cara penyaringan pada bagian hulu dengan menggunakan filtrasi wetland akar wangi (vertiveria zizanoides). Air pada kolam pertama diserap oleh akar tanaman dengan waktu tinggal dengan memperhatikan beberapa parameter yaitu kekeruhan (NTU), dan Unsur Logam (Fe), pada awal dan keluarannya. Fenomena keluaran aliran air yang terjadi dipergunakan untuk merancang penetapan desain suatu bangunan IPAL baru yang keluarannya dapat memenuhi syarat air kesehatan. Dalam hal ini dapat dibuat suatu rumusan masalah dengan beberapa hal yaitu : (1) bagaiamana data blackwater awal dengan parameter yang ditinjau, (2) Bagaimanakah data blackwater keluaran dari filtrasi yang menggunakan wetland akar wangi, (3) Berapa waktu tinggal yang diperlukan supaya keluaran air limbah domestik menjadi lebih jernih.
KERANGKA ACUAN KERJA MERUPAKAN BAGIAN PENTING YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN DOM UNISMA Ruli Saefudin; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Lies K Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 2 (2021): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i2.4368

Abstract

Strategi yang harus dilakukan kontraktor dengan keterbatasan Lingkungan kerja yang sempit yaitu membuat Cetakan Tribun di luar Area, Membuat Kerangka Atap di luar Area. Dan membuat Cetakan Kusen di luar Area. sediakan shop drawing untuk membuat kerangka acuan kerja (KAK) dan spesifikasi teknis sesuai dengan perencanaan yang lebih lengkap dan teliti serta mengikuti dan mengejar ketinggalan time scedulle kurva S yang sudah ditentukan, Menyelesaikan dengan perencanaan yang lebih lengkap dan teliti, Mapping suatu pekerjaan untuk membuat analisa baik dalam penggunaan peralatan, bahan ataupun tenaga sehingga tepat waktu, mutu dan biaya.
Co-Authors A. Agus Santoso Abraham Santoso Abu Hoir Adhi Widyarthara Adilson Ximenes Belo Aditya Yuda S. P Ahmad Syahrul Amin Ahna Dhia Athari Aladin Eko Purkuncoro Allan Hermawan Amar Rizqi Afdholy Amorena Ruth Eolia Saragih Anang Subardi Andri Putra Naftali Andry Rusdiyanto Ardha Rahadian Ari Wibowo Arie Restu Aulia Arien Purina Virgiantara Riyanto Aris Doyan Asyani Kabalmay, Nirza Aulia Husnul Khatimah Ayu Ratna Winanda, Lila Bagus Septian Wibisono Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Camilo Laura Anunciação Da Silva Chairunnisa Clarita Ebigail Lepir Namuronja Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dian Khusnul Khatima Didik Haryoto Edi Hargono Edi Hargono D Putranto Edi Hargono D. Putranto Edi Hargono DP Edi Hargono DP Erni Fachrudin Saputra Fakhri Shafiyuddin Fanny Tri Mauludfy Fariz Hidayat Fathan Kamil Ferdinal Hidayatulloh Fidelis Jamlean Fransiska Vara Maruti Gabriel Duarte Da Silva Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo George Winaktu George Winaktu Ghoustanjiwani Adi Putra Ghousthanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Hamka Jamal Januar Sasongko Jessica Jeane Putri Purnama Joice Ratu Taga Karolus Heru Tandur Pratama Lalu Achmad Juniarta Dias Eka Wahyudi Lalu M Dava Savero Lies K Wulandari Lies K. Wulandari Lies K. Wulandari Lies Kurniawati Wulandari Ludovino Da Costa Luthfia Renaldi M. Arina Qomarul Arif M. Yekti Pracoyo Manda Kesia Bith Maranatha Wijayaningtyas Maulia Ayu Saptaria Michael Gading Ganesya Kwani Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Harsono Mochammad Rafli Firmansyah Moh. Nurul Huda Muh Galuh Samputra Dinata Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Alimuddin Muhammad Mansur Muhammad Nazilul Badri Muhammad Sulton Mujiburahim Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Nor Afni Aristyawati Nusa Sebayang Philip Rudolf Prabawati, Niken Putri Herlia Pramitasari R. Oemar Sjarief Raden Risang Haryo C. D. Rahmat Febriansyah Randika Junivan Putra Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Rangga Panji Kurniawan Redi Sigit Febrianto Rifika ‘Ulya Risma Kondo Ruli Saefudin Sabarudin Budiharto Santoso Shafira Rahma Istighfarin Sitti Awalia Dewi Permatasari Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Sudirman Indra Suryo Tri Harjanto Susilawati, Susilawati Syamsul Arifin Syarful Annam Tanuwir Azis Taufik Hidayat Tiong Iskandar Tri Satriawansyah Valentino Umbu Taralandu Vega Aditama Veithzal Rivai Zainal Wahyu Aris Setyawan Yoel Saba Yohanes Natali Routa Stela Yoyok Arie Susanto Yuli Maria Lyanawati