Articles
DESAIN STASIUN LRT KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HI-TECH
Muh Galuh Samputra Dinata;
Lalu Mulyadi;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengan adanya kemacetan yang semakin parah di Kota Malang maka perlu adanya fasilitas pendukung untuk memecahkan solusi kemacetan yang ada, salah satunya adalah Stasiun LRT. Dalam penggunaannya nantinya akan digunakan sebagai solusi dalam mengatasi kemacetan, kepadatan kendaraan bermotor yang semakin lama mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya penduduk yang pindah ke daerah kota dan mahasiswa dari luar yang dating ke Kota Malang. Dalam pendekatan rancangan ini sendiri yaitu dengan menciptakan suatu hal yang berkelanjutan agar penggunaannya efektif seperti di negara maju. Dengan seperti ini maka diharapkan fasilitas publik ini dapat menjawab persoalan kemacetan dan kepadatan kendaraan bermotor yang bertambah di wilayah Kota Malang, terutama pada daerah pendidikan perguruan tinggi, pusat perbelanjaan yang terdapat pada satu kawasan berdekatan dan juga dapat menjadi salah satu ikon stasiun LRT di Kota Malang.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK NATURAL VIBER HIBRID KOMPOSIT SERAT IJUK DAN BULU AYAM UNTUK PENINGKATAN KETRAMPILAN KARANG TARUNA KELURAHAN TANJUNG REJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
Aladin Eko Purkuncoro;
Lalu Mulyadi;
Anang Subardi
ABDIMAS UNWAHAS Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31942/abd.v3i1.2230
Pada awalnya, bahan-bahan untuk konstruksi, transportasi dan alat pelindung diri (self protection) terbuat dari logam. Namun dalam perkembangannya dirasa terlalu berat, maka dilakukan upaya untuk menggantikan logam dengan bahan yang lebih ringan tetapi kuat. Pada sisi lain ketersediaan logam di alam terbatas sedangkan kebutuhan bahan yang memiliki sifat mekanik seperti logam cenderung meningkat sejalan dengan gerak maju pembangunan, untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan upaya untuk mencari bahan alternatif pengganti logam. Bahan alternatif yang mempunyai prospek yang baik ke depan adalah komposit. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, manusia didorong untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan material teknik yang memanfaatkan sumber daya alam hayati, salah satunya dengan menggunakan serat alami dan serat buatan sebagai bahan penguat komposit. Adapun tujuan khusus yang dilakukan dengan sudah dilakukannya penelitian tentang bahan komposit ini, kita melakukan pengabdian masyarkat dengan memberikan ketrampilan kepada adik–adik Karang Taruna kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Malang, dengan membuat beberapa produk yang terbuat dari bahan limbah bulu ayam dan ijuk dengan teknologi hibrid komposit dengan matrik polyester.Kata kunci: bulu ayam, ijuk, komposit, matrik polyester.
ANALISA KINERJA KONTRAKTOR TERHADAP KUALITAS PROYEK PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO
Yuli Maria Lyanawati;
Lalu Mulyadi;
Lies K. Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5777
Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo yang dalam pembangunannya diharapkan dilakukan oleh kontraktor yang baik, sehingga dalam pelaksanaanya dapat menghasilkan kualitas jalan yang sesuai dengan harapan yaitu tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya, akan tetapi semua itu bergantung pada kinerja seorang kontraktor yang memberikan layanan keahliannya kepada owner. Terkait dengan hal ini banyak kontraktor yang belum menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai harapan, oleh karena itu untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan penelitian. Penelitan ini menggunakan metode survey dengan cara menjaring pendapat, pengalaman, dan sikap responden mengenai masalah-masalah yang ada, dengan mengambil data primer melalui kuesioner dan data sekunder dari institusi yang terkait. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo,maka ditentukan faktor-faktor yang dilanjutkan dengan menentukan variabel-variabel untuk dijadikan butir-butir pertanyaan yang akan diukur dalam bentuk kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 10 variabel yang dijadikan indikator mempengaruhi kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek peningkatan jalan satu variabel yang paling dominan yaitu variabel motivasi (X1) dengan koefisien standardize β sebesar 0.494.
PERANCANGAN GEDUNG PUSAT KREATIF MANDALIKA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH NTB TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Muhammad Mansur;
Lalu Mulyadi;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Pusat Kreatif di Mandalika kabupaten Lombok Tengah merupakan perwujudan keinginan masyarakat dan pemerintah provinsi NTB untuk menampung kegiatan yang berkaitan dengan badan ekonomi kreatif khususnya di sektor Kuliner, Fashion, Kriya dan Seni Pertunjukan. Pelaku industri kreatif di lombok mengalami peningkatan sehingga fasilitas bangunan pusat kreatif sangat di perlukan. Pemilihan tema arsitektur neo vernakular yang merupakan pembaharuan dari arsitektur lokal dengan kemasan yang modern pada perancangan gedung pusat kreatif mandalika merupakan bentuk dari menjaga kearifan lokal. Metode perancangan yang di gunakan adalah mencari isu/latar belakang, pemilihan lokasi, studi literatur fungsi dan tema, Program rancangan, analisa, konsep dan gambar hasil rancangan. Konsep bentuk mengambil dari bentuk arsitektur lokal lombok yaitu bale lumbung. Kemudian struktur utama menggunakan rangka kaku beton bertulang, struktur atas rangka ruang dengan material besi hollow , dan struktur bawah pondasi bore pile dan menerus, konsep tata masa bangunan terdiri dari 3 bangunan yaitu bangunan utama, Pengelola dan Amphitheater.
PUSAT KESENIAN DAN KEBUDAYAAN SASAK DI LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIA
Tanuwir Azis;
Lalu Mulyadi;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Budaya selalu berkaitan dengan kehidupan manusia. Seiring berjalannya waktu kegiatan kebudayaan banyak ditinggalkan karna sudah dianggap kuno dalam kehidupan masyarakat modern. Solusi dalam merespon permasalahan tersebut, dengan menyediakan sebuah wadah atau fasilitas-fasilitas yang dapat merangkul segala aktivitas terkait kegiatan kebudayaan dengan dikemas secara edukatif, menarik, dan kekinian, nantinya wadah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana tempat menjalankan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan daerah. Fasilitas yang perlu disedikan untuk berbagai kegiatan tersebut berupa Pusat Kenenian Dan Kebudayaan Sasak di Lombok Timur. Pendekatan desain Arsitektur Biophilia diharapkan mampu memberikan ruang tempat bersinggah yang dapat meningkatkan kesehatan manusia secara jasmani dan rohani dengan mengintegrasikan desain dengan alam. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan menjadi penjembatan bagi pelaku seni di daerah Lombok Timur serta menjadi tempat wisata di daerah tersebut.
PERANCANGAN TERMINAL BUS TYPE A KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN TEMA: GREEN ARCHITECTURE
Luthfia Renaldi;
Lalu Mulyadi;
Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Transportasi darat merupakan urat nadi dari perekonomian suatu wilayah, yang berfungsi sebagai faktor penggerak, serta pendorong pembangunan sebuah sebuah wilayah. Seiring dengan pertumbuhan penduduk pada Kota Banjarmasin menyebabkan peningkatan jenis transportasi pribadi yang semakin tinggi dan tidak seimbang dengan peningkatan fasilitas transportasi umum yang menyebabkan kota Banjarmasin memiliki tingkat kemacetan jalan raya yang tinggi. Oleh karena itu Perancangan Terminal Bus Type A Kota Banjarmasin merupakan upaya pengembangan dalam sektor transportasi yang bertujuan mewujudkan sarana transportasi yang nyaman, aman, tertib, dalam menunjang faktor pembangunan sebuah wilayah. Pendekatan desain arsitektur Eco-Friendly, yaitu desain yang menganut dasar-dasar pengembangan arsitektural yang selaras dengan alam atau memiliki hubungan yang ramah dengan lingkungan alam. Dengan demikian perancangan ini mewujudkan desain yang ramah terhadap lingkungan sekitar dengan efisiensi terhadap pengunaan energi yaitu pemanfaatan pencahayaan, penghawaan, pengelolaan limbah serta penggunaan material bangunan yang ekologis. Perancangan terminal ini juga mewujudkan alur sirkulasi yang terarah baik internal maupun eksternal serta kemudahan dalam pencapaian ruang-ruang terminal serta pemberian fasilitas-fasilitas penunjang terminal. Diharapkan fasilitas transportasi ini mampu menjadi sarana yang menjadi faktor penggerak dan pendorong dalam pembanguann wilayah Kota Banjarmasin serta menciptakan kenyamanan bagi pengguna terminal baik secara fisik, sosial, maupun ekonomi.
PERANCANGAN PASAR IKAN DAN SAYUR MODERN DI KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULAR TEMA: POST MODERN
Aulia Husnul Khatimah;
Lalu Mulyadi;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar merupakan sebuah tempat atau fasilitas umum yang memfasilitasi kebutuhan manusia yang mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli suatu barang maupun jasa. Berdasarkan artikel serta data pribadi kondisi pasar ikan dan sayur di Kabupaten Kotabaru ini sudah tidak layak, fasilitas yang kurang, tatanan yang tidak baik, sirkulasi sampai dengan kebersihan yang kurang baik pada pasar maka dibuat bangunann dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kotabaru dari hasil laut maupun hasil perkebunan. Tema yang digunakan untuk pasar ikan dan sayur ini adalah Post Modern dengan pendekatan Neo-Vernakular. Tema ini diterapkan dengan tujuan untuk mendapatkan desain rancangan berupa bangunan dengan hirarki tatanan ruang rumah Banjar dan atap gajah yang disesuaikan dengan fungsi bangunan yang dirancang. Rancangan ini fokus terhadap ketahanan bangunan serta tatanan ruang yang diolah sesuai fungsi bangunan menjadi nyaman dalam jual beli. Perancangan ini menggunakan metode dari menemukan judul dan tema lalu mendapatkan ide rancangan yang menghasilkan rumusan serta tujuan lalu mengumpulkan data primer dan sekunder untuk dapat menganalisa serta membuat konsep rancangan.
PERANCANGAN KAMPUNG TERAPUNG di PULAU BUNGIN NTB TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
Rahmat Febriansyah;
Lalu Mulyadi;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya lahan ditambah dengan kondisi padat penduduk di pulau bungin menjadi tantangan masyarakat khususnya dalam pembangunan hunian, disisi lain kondisi lingkungan sekitar pulau mulai tercemar akibat aktifitas manusia didalamnya sehingga mengharuskan masyarakat pulau bungin diharuskan beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut, sehingga dibutuhkan suatu rancangan permukiman baru yang menerapkan konsep berkelanjutan. Kampung terapung merupakan permukiman terapung dengan sarana dan prasarana serta utilitas yang ada didalamnya. Perancangan ini bertujuan untuk memberi alternatif rancangan perkampungan baru dengan tipologi terapung yang mampu merespon lingkungan. Menerapkan tema arsitektur berkelanjutan yang memiliki memiliki tiga tujuan utama yaitu keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam merancang dimulai dari pemahaman obyek, pengumpulan data, analisis serta tahap konsep. Bentuk, tata ruang dan struktur bangunan merupakan representasi dari bangunan sekitar dengan penataan lanskap serta utilitas yang berusaha untuk meminimalkan kerusakan lingkungan. Dengan demikian rancangan ini diharapkan mampu mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dengan membentuk kebiasaan baru bangunan dan penggunanya yang tanggap terhadap lingkungannya.
The Character and the Spatial Concepts of Cakranegara The Historical City of Indonesia as an Alternative Urban Design
Mulyadi, Lalu
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The main challenge in Indonesian urban conservation efforts is to determine how changes can meet our current needs without jeopardizing its unique character. Cakranegara, Lombok is one of the towns that have unique character and concept for its spatial organization. This research seeks to define the character of Cakranegara by outlining the spatial city concepts in relation to the physical character based on the socio-cultural and religious principles using questionnaires, mental mapping, visual survey and interviews. The results indicate that the grid pattern, settlement blocks and the positioning of the east-west temples have become the specific character of the city. Findings suggest that cosmological philosophy that emphasizes on the relationship between human and nature is used to determine the spatial organization. This relationship is observed in the placement of the three temples which symbolizes the spirit, the dwellers as the energy and the settlement territorial as the vessel. The study concludes that the basic principles of socio-cultural and the socio-religious beliefs had created the spatial concept of this historic town.
PASAR TRADISIONAL MATAWAI DI KOTA WAINGAPU TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Clarita Ebigail Lepir Namuronja;
Lalu Mulyadi;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar tradisional Matawai adalah salah satu fasilitas umum dan pasar tradisonal terbesar di kota Waingapu yang difungsikan sebagai pusat pergerakan ekonomi dan pendapatan daerah, selain itu pasar tradisional memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Namun seiring dengan berjalannya waktu pasar tradisional di kota Waingapu cenderung memiliki lingkungan yang kumuh, becek, tidak teratur, bau, dan tidak layak membuat masyarakat enggan untuk berbenja di pasar. Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka di perlukan redesain terhadap bangunan pasar tradisional Matawai. Dalam perancangan dilakukan pendekatan terhadap prinsip arsitektur tropis yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan agar memberikan kenyamanan, keamanan, kebersihan dan kesehatan. Dengan melakukan penerapan arsitektur tropis perancangan pasar tradisional Matawai mampu bersinegri dengan lingkungan sekitar dalam mengimplementasikan melalui pola penataan ruang dan sirkulasi, bahan material, fasade bangunan, dan struktur.