Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara IMT dan Kebiasaan Merokok Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Petani Padi di Desa Doho, Kabupaten Madiun, Jawa Timur Afro, Haura Salsabila; Paskarini, Indriati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.249

Abstract

Berdasarkan penelitian pada Jurnal Kesehatan, musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang terjadi pada petani padi. Terdapat beberapa faktor penyebab keluhan muskuloskeletal yang diklasifikasikan menjadi faktor individu (usia, durasi kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan indeks massa tubuh) dan faktor yang berkaitan dengan pekerjaan (postur kerja dan beban kerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kebiasaan merokok dengan keluhan musculoskeletal disorders pada petani padi di Desa Doho, Dolopo, Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 33 responden yang dipilih berdasarkan teknik total populasi. Variabel pada penelitian ini adalah IMT dan kebiasaan merokok yang didapatkan dari hasil kuesioner dan wawancara. Sementara Keluhan MSDs diukur dengan Nordic Body Map (NBM). Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan uji Spearman dan uji Cramer. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 63.63% perokok, 36.36% bukan perokok, 12.12% kurus ringan, 6% kurus berat, 57.57% normal, 15.15% gemuk ringan dan 9% gemuk berat. Diketahui semua responden mengalami keluhan MSDs, terdapat 60.6% responden atau sebanyak 20 orang dengan risiko sedang, 7 orang termasuk dalam risiko tinggi (21.2%) dan 6 orang lainnya termasuk ke dalam risiko sangat tinggi (18.2%). Diketahui berdasarkan hasil uji Spearman bahwa terdapat hubungan dengan kategori sedang antara kebiasaan merokok dengan keluhan MSDs (p = 0.030, koefisien korelasi = 0.345) dan hasil uji Cramer menunjukkan bahwa hubungan antara IMT dengan keluhan MSDs termasuk dalam kategori sangat lemah (p = 0.009, koefisien korelasi = 0.414).
Hubungan Beban Kerja Fisik dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja Subjektif Pekerja Shift (Studi Pada Pekerja Shift di Puskesmas Kepohbaru, Kab. Bojonegoro) 'Aini, Zahra Kaamilia; Paskarini, Indriati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.330

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja yang fatal. Kelelahan kerja dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu yang sangat berpengaruh adalah faktor organisasi seperti shift kerja, lama kerja, dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara beban kerja fisik dan shift kerja dengan kelelahan kerja subjektif pada pekerja shift di Puskesmas Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancang bangun cross-sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 40 responden yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah kelelahan kerja subjektif yang diperoleh dari pengisian Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dari Jepang oleh responden, beban kerja fisik yang diperoleh dengan mengukur 10 denyut nadi sebelum bekerja dan saat bekerja menggunakan stopwatch, lalu dihitung menggunakan rumus %CLV, dan variabel shift kerja yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan, 60% pekerja dengan beban kerja ringan, 35% beban kerja sedang, 5% beban kerja berat, 32,5% shift pagi, 32,5% shift sore, dan 35% shift malam. Diketahui seluruh pekerja shift mengalami kelelahan kerja, sebanyak 21 responden mengalami kelelahan ringan (52,2%), 17 responden mengalami kelelahan sedang (42,5%), dan 2 responden lainnya termasuk dalam kelelahan tinggi (5%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja subjektif dengan hubungan yang tinggi (ρ-value= 0,000; koefisien korelasi= 0,680) dan terdapat hubungan yang signifikan pula antara shift kerja dengan kelelahan kerja subjektif dengan hubungan yang sedang (ρ-value= 0,006; koefisien korelasi= 0,424).
Model Deteksi Dini Gangguan Psikologis Pegawai Berdasarkan Srq-29: Pendekatan Demografis dan Unit Kerja pada Perusahaan Pupuk dan Kimia di Jawa Timur Prasetyo, Irwan; Paskarini, Indriati
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 18, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v18i2.23295

Abstract

Employee mental health plays a crucial role in sustaining organizational productivity, particularly in high-risk industries such as fertilizer and chemical manufacturing. This study aims to identify early psychological distress among employees in fertilizer and chemical companies in Gresik City using the Self-Reporting Questionnaire (SRQ-29), with particular attention to demographic characteristics and work units. Quantitative research design was employed, using primary data collected through questionnaire distribution. Data analysis included validity and reliability testing, multiple linear regression, coefficient of determination (R²), and simultaneous (F) testing. The SRQ-29 instrument was found to be valid (r = 0.496; p = 0.000) and reliable (Cronbach’s Alpha = 0.738). Regression analysis indicated that age and gender significantly influenced SRQ-29 scores, while work unit showed no significant effect. Although all variables collectively affected psychological distress, the explanatory power of the model was very limited (R² = 0.020). These findings suggest that demographic factors contribute only marginally to employee mental health, highlighting the greater importance of other factors such as workload, work-related stress, social support, and physical working conditions. The study underscores the need for early detection mechanisms and comprehensive mental health policies in high-risk industrial settings.
Hubungan Stres Kerja dengan Unsafe Action pada Pekerja Konstruksi di PT. X Kota Surabaya Achmad Helmi; Nilam Puspitasari; Tri Martiana; Indriati Paskarini; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono; Mitha Qurrota Ayuni
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 2 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i2.2023.822-826

Abstract

Background: Each work, formal or non-formal, at ocean, on arrive, or within the discuss includes a chance of work mischances, counting development work at PT. X city of Surabaya. Risky activity is one of the things that causes push and work mischances as the most person viewpoints that cause work mischances. Purpose: This investigate points to analyze the relationship of risky activity with work stretch in one of the development companies at PT. X City of Surabaya. Methods: This investigate may be a quantitative investigate employing a expressive approach and a cross-sectional think about plan where the test is 30 specialists. The autonomous variable within the taking after investigate is risky activity whereas the subordinate variable is work stretch. Information investigation utilized the chi square factual test with a centrality constrain of α = 0.05. Result: The comes about of the bivariate test clarified that there was a relationship between work stretch and risky activity (p-value = 0.001) in development specialists at PT. X in Surabaya City. Conclusion: It can be concluded that there's a relationship between work push and hazardous activities in development laborers at PT. X in Surabaya City.
Hubungan Faktor Gaya Hidup dengan Burnout pada Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa: The Relationship Between Lifestyle with Burnout in In-patient Nurse of Mental Health Hospital Aisya Aqsa; Indriati Paskarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2562

Abstract

Latar belakang: Karaktersitik pekerjaan perawat kesehatan jiwa meyebabkan lebih rentan terhadap munculnya gejala burnout. Kejadian burnout dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, pola makan, serta aktivitas fisik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor gaya hidup dengan burnout pada perawat di instalasi rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Menur. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian adalah perawat rawat inap intermediate di Rumah Sakit Jiwa Menur sebanyak 48 perawat. Variabel independen pada penelitian adalah faktor gaya hidup yang terdiri dari perilaku merokok, pola makan, dan aktivitas fisik. Sedangkan faktor dependen adalah burnout. Data diperoleh dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Faktor gaya hidup yang memiliki hubungan dengan burnout adalah pola makan (0,037) dan aktivitas fisik (0,003). Sedangkan status merokok tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,442), jumlah konsumsi rokok per hari juga tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,116), dan lama merokok juga tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,541). Kesimpulan: Pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan burnout pada perawat. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan burnout pada perawat. Semakin baik aktivitas fisik dan pola makan maka semakin rendah burnout pada perawat.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Aviation Security: The Relationship of Social Support with Job Satisfaction on Aviation Security Employees Fanisa Oktavia Susanti; Indriati Paskarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2563

Abstract

Latar belakang: Kepuasan kerja merupakan perasaan positif seseorang terhadap pekerjaan, yang didapatkan melalui kesesuaian antara apa yang dinginkan karyawan dengan apa yang diterima oleh perusahaan. Dukungan sosial dari atasan, rekan kerja, keluarga, dan organisasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja pada aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 251 orang. Sampel penelitian sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah dukungan sosial dan kepuasan kerja. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi spearman. Hasil: Mayoritas responden (38,9%) memiliki dukungan sosial dengan kategori tinggi. Mayoritas responden (56,9%) memiliki kepuasan kerja dengan kategori puas. Ada hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja dengan p value = 0.000 < α 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja pada karyawan aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula kepuasan kerja responden. Kata Kunci: Dukungan Sosial; Kepuasan Kerja; Aviation Security
Hubungan Antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Rawat Inap Rumah Sakit X Gresik: The Relationship Between Quality of Work Life wih Job Satisfaction of Inpatient Nurses at X Hospital X Gresik Devira Iftinanis Sani; Indriati Paskarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2642

Abstract

Latar belakang: Perawat sebagai tenaga kerja yang dituntut untuk menjaga kualitas dan profesionalitasnya kepada pasien. Kualitas kehidupan kerja berhubungan dengan kepuasan kerja. Perawat yang memiliki kualitas kehidupan kerja rendah cenderung mengalami penurunan kepuasan kerja. Kualitas kehidupan kerja pada dasarnya merupakan proses untuk memperoleh kepuasan kerja yang berdasar pada kinerja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kepuasan kerja perawat rawat inap rumah sakit X di Kabupaten Gresik Metode: Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi peneltian ini seluruh perawat rawat inap rumah sakit X di Gresik sebanyak 75 orang. Untuk sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling sebesar 43 orang. Variabel yang diteliti yaitu kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,5% perawat memiliki kualitas kehidupan kerja perawat dengan kategori sedang. Sebagian besar (90,7%) perawat memiliki kepuasan kerja dengan kategori cukup puas. Dari hasil uji statistic didapatkan hasil p value = 0.000 < α (0.05) berarti terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kepuasan kerja pada perawat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kepuasan kerja perawat rawat inap rumah sakit X di Gresik.
Gambaran Posisi Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada Pekerja di Industri Baja Gresik Saikhunuddin; Noeroel Widajati; Indriati Paskarini
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.292-299

Abstract

Background: One of the occupational health and safety problems that many manufacturing workers experience is unergonomic work positions, this can cause fatigue and several serious diseases, including Musculoskeletal Disorder (MSDs.) Objectives: To find out the description of work positions and MSD complaints felt by workers of Gresik Steel Industry, particularly in the area of magnetic flux leakage and rework. Methods: This study used an observational method and analysis was carried out using the Angle Meter application, Rapid Entire Body Assessment (REBA), and the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. Results: The assessment of work positions shows that 2 workers have a moderate risk level, 4 workers have a high risk level, and 2 workers have a very high risk level that requires immediate improvement. The results of observations show that the work activities that are often carried out by workers are squatting positions with a bent back and neck in a flexed position, which is an unergonomic position. A total of 87.5% of workers experienced moderate MSDs complaints, and 12.5% of workers experienced low-level MSDs complaints. Control efforts that have been made include the use of tools to lift products, setting working hours and breaks, and using personal protective equipment (PPE). Conclusion: Assessment of work positions in magnetic flux leakage and rework area workers has a high risk level that requires immediate corrective action, and MSDs complaints are felt by workers in the high category. The description of work positions can be used as a basic reference for companies to determine additional control efforts to reduce the risk of MSDs complaints among workers in the future.
Co-Authors 'Aini, Zahra Kaamilia Abdul Rohim Tualeka Achmad Helmi Achmad Sakhowi Al Awwarij Afro, Haura Salsabila Aina Mumtaazah Khairunnisa Aisy Rahmania Aisya Aqsa Al Fanani, Tamam Alayyannur, Putri Ayuni Alif Kurnia Masita Anastasya Hannie Wuryanie Ankhofiya, Deanida Aprilia Dwi Purwanti Arista Fitri Amalia Asti Puspita Nurahma Astriani Dwi Aryaningtyas Ayu Pertimasari Sekar Handayani Ayu Wanda Saraswati Azeez Olawale Ojelabi Basuki, Widowati Bian Shabri Putri Irwanto Cynthia Widyawati Dandi Widhi Ramadhan Dandi Widhi Ramadhan Dayinta A Syaiful Dayinta Annisa Syaiful Deanida Ankhofiya Deti Rachmawati Devina Farry Armadani Devira Iftinanis Sani Devy Sulistyawati Kurnia Pitayani Dhea Rizky Novandhini Edwindi Refresitaningrum Eka Safitri Silehu Eka Safitri Sillehu Emilia Diasri Endang Dwiyanti Ernawati, Meirina Ero Diah Wahjuningdiah Faisal Lestaluhu Fani Amalia Kusumadewi Fanisa Oktavia Susanti Farida Hanum Faris Mohamad Minarna Fatima Tatroman Firman Suryadi Rahman Fransisca Anggiyostiana Sirait Hamidya, Syifa Ula Hayyu Fathil Hasanah Hendra Purbaya Heru Suswojo Imaduddin, Ahmad Intan Mega Pratiwi Irpan Nurhakim Juliana Jalaludin Khaulah Nabilah Lestara, Erica M. Affan Mahfudz M. Misbakhul Munir Mitha Qurrota Ayuni Moh. Sholakhuddin Mu'afiah Mu'afiah Muhammad Nukhan Nabila Permata Siwi Nabylla Sharfina Sekar Nurriwanti Nareshwari Nareshwari Ni'matul Mawaddah Nilam Puspitasari Noeroel Widajati Nur Faizah Ojelabi, Azeez Olawale Pradana, Sulthan Akhsanul Khuluq Prasetyo, Irwan Putri Ayuni Alayyanur Rebeca Abislong, Belatrix Richa Rifana Aida Rizky Ananda Putri Rizky Bagas Ardiansyah Roshida, Devy Syanindita Rovanaya Nurhayuning Jalajuwita Rovanaya Nurhayuning Jalajuwita, Rovanaya Nurhayuning Rr. Vigna Maya Kosha Sahabat Sutanto Sahrir Sillehu Saikhunuddin Santi Wirastri Hayuhaning Budi Shani Agung Nugroho Sheena Ramadhia Asmara Dhani Shela Aprilia Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Shodiq, Andian SRI RAHAYU Suardi Zurimi Tony Budianto Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Van Satrio Wibowo Wahyudiono, Y. Denny Ardyanto Widarjanto Widarjanto Widarjanto Widarjanto Widarjanto Wijaya, Rossa Shita Yasmin Xindy Imey Pratiwi Y. Denny A. Wahyudiono Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Yustinus Denny Wahyudiono