Claim Missing Document
Check
Articles

Anak Kuat, Masa Depan Cerah : Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa X Kabupaten Sumedang Sukmawati, Sukmawati; Hermayanti, Yanti; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15061

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis sejak janin dalam kandungan dan akan nampak pada saat anak usia setelah 2 tahun. Hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi gejala stunting di Indonesia masih tinggi  atau melebihi batas maksimal yang ditetapkan WHO. Salah satu daerah dengan angka stunting tinggi adalah di Desa X Kabupaten Sumedang. Penyebab stunting tidak langsung diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai stunting. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting .Metode pengabdian pada masyarakat ini adalah sosialisasi pencegahan stunting pada anak balita melalui pendidikan kesehatan dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang mempunyai anak balita. Peserta yang hadir dalam pengabdian masyarakat ini adalah 15 orang. Untuk mengukur keberhasilan sosialisasi dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post test,  analisis data yang digunakan adalah univariat. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi melalui edukasi tentang stunting dengan rata-rata pre-test 69.40 dan post-test 85.73 dan terdapat pengaruh sosialisasi melalui edukasi pencegaha stunting pada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai anak balita dengan p-value .001 . Diharapkan hasil sosilisasi tentang pencegahan sunting ini dapat dilakukan secara kontinyu oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan di Puskesmas. Kata Kunci: Pencegahan, Sosialisasi, Stunting  ABSTRACT Stunting is a failure to grow due to chronic malnutrition since the fetus is in the womb and will appear when the child is 2 years old. The results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey show that the prevalence of stunting symptoms in Indonesia is still high or exceeds the maximum limit set by the WHO. One area with a high stunting rate is Village X, Sumedang Regency. Indirect causes of stunting include the mother's lack of knowledge about stunting.  The aim of this community service is to increase mothers' knowledge regarding stunting prevention. This community service method involves the promotion of stunting prevention in children under five through health education targeting pregnant women, breastfeeding mothers, and parents of children under five. There were 15 participants who attended this community service. To measure the success of socialization, an evaluation was carried out in the form of a pre-test and post-test. The data analysis used was univariate. The results of this community service show that there is an increase in participants' knowledge after socialization through education about stunting, with an average pre-test of 69.40 and post-test of 85.73, and there is an influence of socialization through education to prevent stunting on pregnant women, breastfeeding mothers, and mothers with children under five. with a p-value of.001. It is hoped that the results of this outreach regarding editing prevention can be carried out continuously by health cadres and health workers at the Community Health Center. Keywords: Prevention, Socialization, Stunting
Pemberdayaan Keluarga Berbasis Pendidikan Kesehatan dalam Pemenuhan Personal Hygiene pada Pasien di RSUD UOBK Dr. Slamet Garut Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Kosim, Kosim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20684

Abstract

ABSTRAK Personal hygiene merupakan aspek penting dalam perawatan pasien di rumah sakit, terutama dalam mencegah infeksi nosokomial dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, masih banyak pasien yang mengalami keterbatasan dalam menjaga kebersihan pribadi, terutama karena kurangnya pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam proses perawatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga pasien melalui pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan peran serta mereka dalam pemenuhan personal hygienepasien di RSUD UOBK Dr. Slamet Garut. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui penyuluhan, pelatihan langsung kepada keluarga pasien, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keluarga mengenai pentingnya personal hygiene serta peningkatan partisipasi aktif keluarga dalam perawatan pasien. Pemberdayaan keluarga melalui pendekatan pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemenuhan personal hygiene pasien, serta dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam mendukung pelayanan keperawatan yang holistik di rumah sakit. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Personal Hygiene, Pasien, Rumah Sakit  ABSTRACT Personal hygiene is an important aspect of patient care in hospitals, especially in preventing nosocomial infections and accelerating the healing process. However, many patients still experience limitations in maintaining personal hygiene, especially due to lack of knowledge and family involvement in the care process. This Community Service (PKM) activity aims to empower patient families through health education as an effort to increase their participation in fulfilling patient personal hygiene at UOBK Dr. Slamet Garut Regional Hospital. Implementation methods include education through counseling, direct training for patient families, and evaluation using pre-tests and post-tests to measure improvements in knowledge and skills. The results of the activity showed a significant increase in family understanding of the importance of personal hygiene as well as an increase in active family participation in patient care. The results of the activity showed a significant increase in family understanding of the importance of personal hygiene as well as an increase in active family participation in patient care. Family empowerment through a health education approach is effective in improving the fulfillment of patient personal hygiene and can be a sustainable strategy in supporting holistic nursing services in hospitals. Keywords: Family Empowerment, Health Education, Personal Hygiene, Patients, Hospitals
Efektifitas Edukasi Perawatan Luka terhadap Pengetahuan Ibu Post Partum di Rumah Sakit Umum Garut Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20634

Abstract

ABSTRAK Perawatan luka yang tidak benar dapat menyebabkan terjadinya  infeksi pada ibu post partum. Infeksi akibat perawatan yang buruk dapat  menyebabkan komplikasi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab perawatan luka post partum yang kurang baik, edukasi perawatan luka berkontribusi untuk mencegah komplikasi pada ibu post partum. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi perawatan luka terhadap pengetahuan ibu post partum. Metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat ini berupa pendidikan kesehatan yang dimulai dengan pre-test dilanjutkan pemberian materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, disesi akhir dilakukan post-test. Peserta dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu post partum dan keluarganya berjumlah 30 orang. Setelah dilakukan edukasi kesehatan didapatkan hasil terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan perawatan luka pada ibu post partum. Hasil uji beda Wilcoxon pada skor pre-test dan post-test menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan pendidkan kesehatan terhadap pengetahuan dan praktik perawatan luka ibu post partum (p value < 0.05). Ibu post partum keluarganya diharapkan mau dan  mampu melakukan perawatan luka pada ibu post partum secara mandiri. Kata Kunci: Edukasi, Perawatan Luka, Ibu Post Partum  ABSTRACT Improper wound care can cause infection in postpartum mothers. Infection due to poor care can cause complications. Knowledge is one of the factors causing poor postpartum wound care; wound care education is one of the factors that contributes to preventing complications in postpartum mothers. The purpose of this community service is to determine the effectiveness of wound care education in postpartum mothers' knowledge. The method used in this community service is health education, which begins with a pre-test followed by providing material using lecture and question-and-answer methods. A post-test is conducted in the final session. Participants in this community service were postpartum mothers and their families, totaling 30 people. After health education, the results showed an increase in the average knowledge of wound care in postpartum mothers. The results of the Wilcoxon difference test on the pre-test and post-test scores showed a significant effect of health education on the knowledge and practice of wound care in postpartum mothers (p value <0.05). Postpartum mothers and their families are expected to be willing and able to carry out wound care in postpartum mothers independently. Keywords: Education, Wound Care, Postpartum Mothers
Pendidikan Kesehatan tentang Kiat-Kiat Sebelum dan Sesuah Donor Darah di SMAN I Majalaya Mamuroh, Lilis; Irza, Damad; Bahlail, Rezka; Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20440

Abstract

ABSTRAK Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari oleh pendonor setelah mendonorkan darahnya. berbagai risiko yang mungkin muncul setelah donor dilakukan. Dimana donor dapat mengakibatkan reaksi hipovolemik  akibat  pengurangan  volume  darah  secara  cepat,  seperti  pusing,  mual, muntah, lemas, hingga pingsan. Pendidikan  kesehatan adalah salah satu upaya   untuk mengenalkan apa itu donor darah dan juga kiat-kiat pola hidup sehat yang dapat dilakukan calon pendonor sebelum mendonorkan darahnya, juga mengenalkan hal-hal yang boleh dan dilarang setelah seseorang mendonorkan darahnya. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendonor  tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Metoda yang digunakan dalam pengebdian Masyarakat ini  adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi Peserta  20 peserta didik SMAN I Majalaya. Hasil dari pengabdian  ini meninjukan  adanya peniningkatan pengetahuan tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Hasil pretest menunjukan baik 6 (30%),  cukup 10 (50%), Kurang 4(20%). Setelah mengikuti Pendidikan Kesehatan   mengalami peningkatan hasil post test  menunjukan baik 18 (90%0, cukup (10%). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kiat-Kiat, Donor Darah ABSTRACT There are several things that donors must do and avoid after donating blood. various risks that may arise after donation is carried out. Where donation can cause hypovolemic reactions due to rapid reduction in blood volume, such as dizziness, nausea, vomiting, weakness, or fainting. Health education is one effort to introduce what blood donation is and also healthy lifestyle tips that prospective donors can do before donating their blood, also introducing things that are allowed and prohibited after someone donates their blood. The purpose of Community Service is to increase donor knowledge about tips before and after blood donation. The method used in this Community Service is lectures, questions and answers and discussions Participants 20 students of SMAN I Majalaya.The results of this service indicate an increase in knowledge about tips before and after blood donation. The pretest results showed good 6 (30%), sufficient 10 (50%), Less 4 (20%). Conclusion: after participating in Health Education, there was an increase in the post-test results showing good 18 (90%0, sufficient (10%). Keywords: Health Education, Tips, Blood Donation 
Aksi Sosial Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Panti Asuhan Riyadlul Jannah Jatinangor Sumedang Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon; Mamuroh, Lilis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12866

Abstract

ABSTRAK Kebersihan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, buruknya sanitasi dan kebersihan mempunyai dampak yang signifikan tidak hanya terhadap kesehatan tetapi juga terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan prospek pendidikan.  Anak-anak yang berkebutuhan khusus termasuk anak-anak yang berada di Panti Asuhan membutuhkan perhatian khusus dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Panti Asuhan Riyadlul Jannah merupakan salah satu Panti Asuhan yang terdapat di Kabupaten Sumedang, yang dihuni oleh anak-anak mulai dari Taman- Kanak-kanak samapai Sekolah Menengah Atas) sebanyak 20 orang dan 1 orang pengurus Panti Asuhan. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus Panti Asuhan didapatkan bahwa terdapat masalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama kebersihan diri, kebiasaan cuci tangan tangan pakai sabun dan kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdiaan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang keberihan diri, cuci tangan pakai sabun dan kebersihan lingkungan.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah, permainan dan praktek langsung di lingkungan Panti Asuhan. Dari hasil kegiatan ini didapatkan bahwa penghuni Panti Asuhan Riyadlul Jannah faham tentang cara melakukan perilaku hidup besih dan sehat dengan cara memelihara kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun dan memelihara kebersihan lingkungan. Simpulan : terdapat peningkatan pengetahuan penghuni Panti Asuhan Riyadlul Jannah tentang perilaku hidup besih dan sehat dengan cara memelihara kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun dan memelihara kebersihan lingkungan setelah dilakukan aksi sosial dengan metoda edukasi.   Kata Kunci: Aksi Sosial, Panti Asuhan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Cleanliness is a basic need for every human being,Poor sanitation and hygiene have a significant impact not only on health but also on safety, well-being and educational prospects. Children with special needs, including children in orphanages, require special attention  of clean and healthy living behavior. Riyadlul Jannah Orphanage is one of the orphanages in Sumedang Regency, which is inhabite by children from pre school to high school as many as 20 people and 1 administrator.The results of a preliminary survey conducted through observations and interviews with orphanage administrators revealed problems with clean and healthy living behavior, especially personal hygiene, the habit of washing hands with soap, and environmental cleanliness. This community service activity aims to provide a correct understanding of personal hygiene, washing hands with soap, and environmental cleanliness. The method used in this activity is by conducting lectures, games and direct practice in the orphanage environment. From the results of these activities, it obtainethat the residents of the Riyadlul Jannah Orphanage understand how to carry out clean and healthy living habits by maintaining personal hygiene, washing their hands with soap, and keeping the environment clean. Conclusion: there is an increase in the knowledge of the residents of the Riyadlul Jannah Orphanage regarding clean and healthy living behavior by maintaining personal hygiene, washing hands with soap and maintaining environmental cleanliness after carrying out social action using educational methods. Keywords: Social Action, Orphanage, Clean and Healthy Living Behavior
Pendidikan Kesehatan Manajemen Laktasi dan Menyusui Pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD DR Slamet Garut Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15190

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan zat gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi..  WHO  dan  UNICEF  merekomendasikan  pemberian   ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya.  Manfaat   dari ASI dan  pemberian ASI eksklusif sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi.. Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki angka morbiditas dan mortalitas infeksi yang lebih rendah, dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bayi yang disusui dalam periode yang lebih singkat atau tidak mendapatkan ASI. Tujuan Pelaksanaan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu  potst partum mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif dan cara atau teknik menyusui yang baik dan benar. Metode yang digunakan  dalam pendidikan kesehatan ini  adalah dengan menggunakan metoda demonstrasi, ceramah dan tanya jawab. Dari  pendidikan kesehatan ini tujuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan  dan  ibu bisa menyusui dengan benar dan mau memberikan ASI kepada bayinya. Adanya peningkatan pengetahuan  ibu nifas ibu bisa memberikan ASI dengan benar sehinggga terpenuhi  kebutuhan nutrisi bayi. Kesimpulan  Manajemen laktasi dan posisi menyusui merupakan hal yang penting bagi ibu post partum. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, teknik menyusui, cara memerah ASI, menyimpan ASI perah dan memberikan ASI perah akan menentukan keberhasilan dari pemberian ASI kepada bayi. Kata kunci: Ibu Post Partum Manajemen Laktasi, Menyusui  ABSTRACT Mothers milk is the best food for babies and contains ideal nutrients for bby growth and development. WHO and UNICEF recommend administration exclusive breast milk (ASI) from birth until the age of six months without any additional food or drink. The benfits of breast milk and giving it exclusively are vry good for the growth and development of babies. Babies who are given breast milk exclusively have lower infection morbidity and mortality rates and have higher intelligence than babies  who are breastfed for a shorter period or do not receive breast milk. The aims of implementing this health  assessment is to increase the knowledge of post partum mothers regarding the importance of giving mothers exclusive breast milk and good and correct breast feeding techniques. The metod used in this health education is by using lectur demonstration and question and answer methods. As a result of this health education, seven participants experienced an increase in knowledge and mothers were able to breastfeed properly and monters were willing to give breast milk to their babis..There  is an increase in the knowledge of post partum mothers that mothers can provide breast milk correctly so that the babys nutritional needs are met. Lactation managemen and breastfeeding positions are important for post partum mothers, Mothers knowledge about exclusife breast milk , breast feeding techniques, how to express breast milk storing expressed breast milk providing expressed breast milk will determine the success of giving breast milk to mothers baby.  Keywords: Post Partum Mother, Lactation Manajemen, Breastfeeding
Intervensi Untuk Menurunkan Gejala Hot Flashes Pada Wanita Menopause: A Scoping Review Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14867

Abstract

ABSTRACT Hormonal changes that begin during the menopausal transition affect many biological systems, including diseases related to the central nervous system including metabolism, body weight, musculoskeletal, urogenital, skin atrophy, sexual dysfunction and vasomotor symptoms (hot flashes). To determine interventions that can reduce symptoms of hot flashes in postmenopausal women. This study uses a scoping review method with the databases used are Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, and SAGE. The articles used in this study are primary research articles using the Randomized Control Trial and Quasi Experiment methods in English and Indonesian, full text and free access with the time span for the publication of the article is the last 5 years (2017-2022). There were 4 interventions to reduce the symptoms of hot flashes in menopausal women, including giving soy milk, giving Kudzu Flower-Mandarin Peel, elderly exercise, and aerobic exercise. There are several interventions to reduce the symptoms of hot flashes in postmenopausal women which are grouped into diet-based interventions and physical activity-based interventions. Keywords: Hot Flashes, Intervention, Menopause ABSTRAK Perubahan hormonal yang dimulai selama transisi menopause memengaruhi banyak sistem biologis, termasuk penyakit terkait sistem saraf pusat meliputi metabolisme, berat badan,   perubahan   muskuloskeletal,   urogenital, atrofi kulit, disfungsi seksual serta gejala vasomotor (hot flashes).  Untuk mengetahui intervensi yang dapat menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause.  Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan database yang digunakan yaitu Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, dan SAGE. Artikel   yang digunakan pada penelitian ini adalah artikel penelitian primer dengan metode Randomized Control Trial dan Quasi Experiment yang berbahasa inggris dan indonesia, full text dan free access dengan rentang waktu terbit artikel adalah 5 tahun terakhir (2017-2022). Didapatkan 4 intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause, diantaranya yaitu pemberian susu kedelai, pemberian Kudzu Flower-Mandarin Peel, senam lansia, dan senam aerobik. Terdapat beberapa intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause yang dikelompokkan menjadi intervensi berbasis diet dan intervensi berbasis aktivitas fisik. Kata Kunci: Hot Flashes, Intervensi, Menopause
Pola dan Gaya Hidup Sehat pada Remaja Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23316

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan serta penerapan gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, serta mekanisme koping stres yang negatif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menerapkan pola dan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan di SMPN 1 Cileunyi dengan melibatkan 35 siswa ekstrakurikuler KIR dan 40 siswa kelas 8 dan 9. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi, simulasi, sosialisasi melalui poster, serta pemberdayaan dengan melakukan pemeriksaan fisik sederhana (BB, TB, TTV, IMT). Pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan anggota PMR sebagai kader kesehatan. Hasil pre-test menunjukkan 80% peserta memiliki pengetahuan kategori “baik” dan 20% “cukup”. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori “baik”. Pemeriksaan fisik menunjukkan 40% siswa berada dalam kategori kurus, dan 40% memiliki tekanan darah pada batas bawah. Sosialisasi poster diterima dan direncanakan untuk digunakan sebagai media edukasi berkelanjutan di sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pola hidup sehat. Pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, pemberdayaan, serta pemeriksaan fisik menjadi strategi yang mendukung perubahan perilaku remaja ke arah yang lebih sehat. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pola, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to various health problems and unhealthy lifestyles, such as fast food consumption, lack of physical activity, poor sleep patterns, and negative stress coping mechanisms. Based on the above problems, this health promotion and education activity aims to increase the knowledge, awareness, and skills of adolescents in implementing healthy patterns and lifestyles in a sustainable manner. The activity was carried out at SMPN 1 Cileunyi involving 35 KIR extracurricular students and 40 students in grades 8 and 9. The methods used included interactive lectures, discussions, simulations, socialization through posters, and empowerment by conducting simple physical examinations (BB, TB, TTV, BMI). Empowerment was carried out by involving PMR members as health cadres. The pre-test results showed that 80% of participants had knowledge in the “good” category and 20% had knowledge in the “sufficient” category. After education, all participants (100%) reached the “good” category. Physical examinations showed that 40% of students were in the thin category, and 40% had blood pressure at the lower limit. The socialization poster was accepted and is planned to be used as a continuous educational tool in schools. This activity has proven effective in increasing students' knowledge and awareness of healthy lifestyles. An educational and participatory approach through socialization, empowerment, and physical examinations is a strategy that supports behavioral changes in adolescents towards healthier lifestyles. Keywords: Healthy Lifestyle, Patterns, Adolescents
MOTHER’S KNOWLEDGE, MOTHER’S ATTITUDE, AND HUSBAND'S SUPPORT RELATED TO PREGNANT WOMEN'S COMPLIENCE WITH ANC Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Kamsatun, Kamsatun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4038

Abstract

Indikator derajat kesehatan suatu negara ditentukan oleh beberapa aspek diantaranya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Antenatal care (ANC) yang komprehensif berperan penting dalam menurunkan AKI dan AKB serta mendeteksi risiko kesehatan ibu dan anak. Untuk itu diperlukan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil, pengambilan sampel menggunakan  tekhnik purposive sampling berjumlah  181 ibu hamil. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrument berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai corrected item-total correlation >0,514 dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach alpha >0,8. Uji Chi Square digunakan untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki katagori pengetahuan cukup (52,5%), sebagian kecil sikap responden mendukung (48,1%), sebagian besar responden mendapat dukungan suami (61,3%) dan sebagian besar patuh melakukan ANC (66,9%). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara pengetahuan responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara sikap responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor yang berkontribusi terhadap hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC ibu hamil seperti umur, pendidikan dan paritas sehingga didapatkan pendekatan yang lebih tepat untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam melakukan ANC.
Penatalaksanaan Hyperemesis Gravidarum dan Efektivitas Non Farmakologis Akupunktur: Literatur Review Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23683

Abstract

ABSTRACT Hyperemesis gravidarum is a condition characterized by excessive nausea and vomiting, weight loss and electrolyte balance disorders, the mother looks thinner, skin turgor decreases and the eyes look sunken. Pregnant women in Indonesia experience nausea and vomiting and hyperemesis gravidarum occurs in one until three percent of all pregnancies in Indonesia. One non-pharmacological intervention for hyperemesis gravidarum is acupuncture, which is considered to have the potential to reduce symptoms of nausea and vomiting. The aim of this research is to determine the effectiveness of acupuncture in pregnant women who experience Hyperemesis Gravidarum. This research uses a narrative review method with the PICO approach, analyzing seven journals published between 2019-2024, from databases such as ScienceDirect and EBSCOhost. Various non-pharmacological interventions have varying potential and benefits in their effectiveness in treating hyperemesis gravidarum. However, in general acupuncture has been proven to be effective in reducing the frequency of nausea and vomiting and reducing the need for hospitalization. The PC6 acupuncture point provides significant benefits in alleviating symptoms. The combination of acupuncture with conventional therapy shows better results than either approach alone. Acupuncture side effects are minimal, with low cost and easy application. Acupuncture is a safe and effective intervention for treating hyperemesis gravidarum, helping to improve the quality of life of pregnant women by minimizing symptoms and complications. Keywords: Acupuncture, Hyperemesis gravidarum, Nausea, Vomiting.  ABSTRAK Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang ditandai rasa mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan dan gangguan keseimbangan elektrolit, ibu terlihat lebih kurus, turgor kulit berkurang dan mata terlihat cekung. Wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah dan hyperemesis gravidarum terjadi pada satu hingga tiga persen dari seluruh kehamilan di Indonesia. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk menangani hyperemesis gravidarum ini adalah akupunktur, yang dinilai memiliki potensi dalam mengurangi gejala mual dan muntah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupunktur pada Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan pendekatan PICO, menganalisis tujuh jurnal yang diterbitkan antara tahun 2019-2024, dari basis data seperti ScienceDirect dan EBSCOhost. Berbagai intervensi non farmakologis memiliki potensi dan manfaat yang bervariasi efektifitasnya dalam penanganan hyperemesis gravidarum. Namun, secara umum akupunktur terbukti efektif mengurangi frekuensi mual dan muntah serta menurunkan kebutuhan rawat inap. Titik akupunktur PC6 memberikan manfaat signifikan dalam meredakan gejala. Kombinasi akupunktur dengan terapi konvensional menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pendekatan tunggal. Efek samping akupuntur minimal, dengan biaya rendah dan penerapan mudah. Akupunktur merupakan intervensi yang aman dan cukup efektif untuk mengatasi hyperemesis gravidarum, membantu meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dengan meminimalkan gejala dan komplikasi. Kata Kunci: Akupunktur, Hyperemesis Gravidarum, Mual, Muntah.