Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Kiat-Kiat Sebelum dan Sesuah Donor Darah di SMAN I Majalaya Mamuroh, Lilis; Irza, Damad; Bahlail, Rezka; Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20440

Abstract

ABSTRAK Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari oleh pendonor setelah mendonorkan darahnya. berbagai risiko yang mungkin muncul setelah donor dilakukan. Dimana donor dapat mengakibatkan reaksi hipovolemik  akibat  pengurangan  volume  darah  secara  cepat,  seperti  pusing,  mual, muntah, lemas, hingga pingsan. Pendidikan  kesehatan adalah salah satu upaya   untuk mengenalkan apa itu donor darah dan juga kiat-kiat pola hidup sehat yang dapat dilakukan calon pendonor sebelum mendonorkan darahnya, juga mengenalkan hal-hal yang boleh dan dilarang setelah seseorang mendonorkan darahnya. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendonor  tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Metoda yang digunakan dalam pengebdian Masyarakat ini  adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi Peserta  20 peserta didik SMAN I Majalaya. Hasil dari pengabdian  ini meninjukan  adanya peniningkatan pengetahuan tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Hasil pretest menunjukan baik 6 (30%),  cukup 10 (50%), Kurang 4(20%). Setelah mengikuti Pendidikan Kesehatan   mengalami peningkatan hasil post test  menunjukan baik 18 (90%0, cukup (10%). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kiat-Kiat, Donor Darah ABSTRACT There are several things that donors must do and avoid after donating blood. various risks that may arise after donation is carried out. Where donation can cause hypovolemic reactions due to rapid reduction in blood volume, such as dizziness, nausea, vomiting, weakness, or fainting. Health education is one effort to introduce what blood donation is and also healthy lifestyle tips that prospective donors can do before donating their blood, also introducing things that are allowed and prohibited after someone donates their blood. The purpose of Community Service is to increase donor knowledge about tips before and after blood donation. The method used in this Community Service is lectures, questions and answers and discussions Participants 20 students of SMAN I Majalaya.The results of this service indicate an increase in knowledge about tips before and after blood donation. The pretest results showed good 6 (30%), sufficient 10 (50%), Less 4 (20%). Conclusion: after participating in Health Education, there was an increase in the post-test results showing good 18 (90%0, sufficient (10%). Keywords: Health Education, Tips, Blood Donation 
Aksi Sosial Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Panti Asuhan Riyadlul Jannah Jatinangor Sumedang Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon; Mamuroh, Lilis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12866

Abstract

ABSTRAK Kebersihan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, buruknya sanitasi dan kebersihan mempunyai dampak yang signifikan tidak hanya terhadap kesehatan tetapi juga terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan prospek pendidikan.  Anak-anak yang berkebutuhan khusus termasuk anak-anak yang berada di Panti Asuhan membutuhkan perhatian khusus dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Panti Asuhan Riyadlul Jannah merupakan salah satu Panti Asuhan yang terdapat di Kabupaten Sumedang, yang dihuni oleh anak-anak mulai dari Taman- Kanak-kanak samapai Sekolah Menengah Atas) sebanyak 20 orang dan 1 orang pengurus Panti Asuhan. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus Panti Asuhan didapatkan bahwa terdapat masalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama kebersihan diri, kebiasaan cuci tangan tangan pakai sabun dan kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdiaan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang keberihan diri, cuci tangan pakai sabun dan kebersihan lingkungan.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah, permainan dan praktek langsung di lingkungan Panti Asuhan. Dari hasil kegiatan ini didapatkan bahwa penghuni Panti Asuhan Riyadlul Jannah faham tentang cara melakukan perilaku hidup besih dan sehat dengan cara memelihara kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun dan memelihara kebersihan lingkungan. Simpulan : terdapat peningkatan pengetahuan penghuni Panti Asuhan Riyadlul Jannah tentang perilaku hidup besih dan sehat dengan cara memelihara kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun dan memelihara kebersihan lingkungan setelah dilakukan aksi sosial dengan metoda edukasi.   Kata Kunci: Aksi Sosial, Panti Asuhan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Cleanliness is a basic need for every human being,Poor sanitation and hygiene have a significant impact not only on health but also on safety, well-being and educational prospects. Children with special needs, including children in orphanages, require special attention  of clean and healthy living behavior. Riyadlul Jannah Orphanage is one of the orphanages in Sumedang Regency, which is inhabite by children from pre school to high school as many as 20 people and 1 administrator.The results of a preliminary survey conducted through observations and interviews with orphanage administrators revealed problems with clean and healthy living behavior, especially personal hygiene, the habit of washing hands with soap, and environmental cleanliness. This community service activity aims to provide a correct understanding of personal hygiene, washing hands with soap, and environmental cleanliness. The method used in this activity is by conducting lectures, games and direct practice in the orphanage environment. From the results of these activities, it obtainethat the residents of the Riyadlul Jannah Orphanage understand how to carry out clean and healthy living habits by maintaining personal hygiene, washing their hands with soap, and keeping the environment clean. Conclusion: there is an increase in the knowledge of the residents of the Riyadlul Jannah Orphanage regarding clean and healthy living behavior by maintaining personal hygiene, washing hands with soap and maintaining environmental cleanliness after carrying out social action using educational methods. Keywords: Social Action, Orphanage, Clean and Healthy Living Behavior
Pendidikan Kesehatan Manajemen Laktasi dan Menyusui Pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD DR Slamet Garut Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15190

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan zat gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi..  WHO  dan  UNICEF  merekomendasikan  pemberian   ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya.  Manfaat   dari ASI dan  pemberian ASI eksklusif sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi.. Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki angka morbiditas dan mortalitas infeksi yang lebih rendah, dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bayi yang disusui dalam periode yang lebih singkat atau tidak mendapatkan ASI. Tujuan Pelaksanaan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu  potst partum mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif dan cara atau teknik menyusui yang baik dan benar. Metode yang digunakan  dalam pendidikan kesehatan ini  adalah dengan menggunakan metoda demonstrasi, ceramah dan tanya jawab. Dari  pendidikan kesehatan ini tujuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan  dan  ibu bisa menyusui dengan benar dan mau memberikan ASI kepada bayinya. Adanya peningkatan pengetahuan  ibu nifas ibu bisa memberikan ASI dengan benar sehinggga terpenuhi  kebutuhan nutrisi bayi. Kesimpulan  Manajemen laktasi dan posisi menyusui merupakan hal yang penting bagi ibu post partum. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, teknik menyusui, cara memerah ASI, menyimpan ASI perah dan memberikan ASI perah akan menentukan keberhasilan dari pemberian ASI kepada bayi. Kata kunci: Ibu Post Partum Manajemen Laktasi, Menyusui  ABSTRACT Mothers milk is the best food for babies and contains ideal nutrients for bby growth and development. WHO and UNICEF recommend administration exclusive breast milk (ASI) from birth until the age of six months without any additional food or drink. The benfits of breast milk and giving it exclusively are vry good for the growth and development of babies. Babies who are given breast milk exclusively have lower infection morbidity and mortality rates and have higher intelligence than babies  who are breastfed for a shorter period or do not receive breast milk. The aims of implementing this health  assessment is to increase the knowledge of post partum mothers regarding the importance of giving mothers exclusive breast milk and good and correct breast feeding techniques. The metod used in this health education is by using lectur demonstration and question and answer methods. As a result of this health education, seven participants experienced an increase in knowledge and mothers were able to breastfeed properly and monters were willing to give breast milk to their babis..There  is an increase in the knowledge of post partum mothers that mothers can provide breast milk correctly so that the babys nutritional needs are met. Lactation managemen and breastfeeding positions are important for post partum mothers, Mothers knowledge about exclusife breast milk , breast feeding techniques, how to express breast milk storing expressed breast milk providing expressed breast milk will determine the success of giving breast milk to mothers baby.  Keywords: Post Partum Mother, Lactation Manajemen, Breastfeeding
Pola dan Gaya Hidup Sehat pada Remaja Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23316

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan serta penerapan gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, serta mekanisme koping stres yang negatif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menerapkan pola dan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan di SMPN 1 Cileunyi dengan melibatkan 35 siswa ekstrakurikuler KIR dan 40 siswa kelas 8 dan 9. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi, simulasi, sosialisasi melalui poster, serta pemberdayaan dengan melakukan pemeriksaan fisik sederhana (BB, TB, TTV, IMT). Pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan anggota PMR sebagai kader kesehatan. Hasil pre-test menunjukkan 80% peserta memiliki pengetahuan kategori “baik” dan 20% “cukup”. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori “baik”. Pemeriksaan fisik menunjukkan 40% siswa berada dalam kategori kurus, dan 40% memiliki tekanan darah pada batas bawah. Sosialisasi poster diterima dan direncanakan untuk digunakan sebagai media edukasi berkelanjutan di sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pola hidup sehat. Pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, pemberdayaan, serta pemeriksaan fisik menjadi strategi yang mendukung perubahan perilaku remaja ke arah yang lebih sehat. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pola, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to various health problems and unhealthy lifestyles, such as fast food consumption, lack of physical activity, poor sleep patterns, and negative stress coping mechanisms. Based on the above problems, this health promotion and education activity aims to increase the knowledge, awareness, and skills of adolescents in implementing healthy patterns and lifestyles in a sustainable manner. The activity was carried out at SMPN 1 Cileunyi involving 35 KIR extracurricular students and 40 students in grades 8 and 9. The methods used included interactive lectures, discussions, simulations, socialization through posters, and empowerment by conducting simple physical examinations (BB, TB, TTV, BMI). Empowerment was carried out by involving PMR members as health cadres. The pre-test results showed that 80% of participants had knowledge in the “good” category and 20% had knowledge in the “sufficient” category. After education, all participants (100%) reached the “good” category. Physical examinations showed that 40% of students were in the thin category, and 40% had blood pressure at the lower limit. The socialization poster was accepted and is planned to be used as a continuous educational tool in schools. This activity has proven effective in increasing students' knowledge and awareness of healthy lifestyles. An educational and participatory approach through socialization, empowerment, and physical examinations is a strategy that supports behavioral changes in adolescents towards healthier lifestyles. Keywords: Healthy Lifestyle, Patterns, Adolescents
MOTHER’S KNOWLEDGE, MOTHER’S ATTITUDE, AND HUSBAND'S SUPPORT RELATED TO PREGNANT WOMEN'S COMPLIENCE WITH ANC Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Kamsatun, Kamsatun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4038

Abstract

Indikator derajat kesehatan suatu negara ditentukan oleh beberapa aspek diantaranya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Antenatal care (ANC) yang komprehensif berperan penting dalam menurunkan AKI dan AKB serta mendeteksi risiko kesehatan ibu dan anak. Untuk itu diperlukan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil, pengambilan sampel menggunakan  tekhnik purposive sampling berjumlah  181 ibu hamil. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrument berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai corrected item-total correlation >0,514 dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach alpha >0,8. Uji Chi Square digunakan untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki katagori pengetahuan cukup (52,5%), sebagian kecil sikap responden mendukung (48,1%), sebagian besar responden mendapat dukungan suami (61,3%) dan sebagian besar patuh melakukan ANC (66,9%). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara pengetahuan responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara sikap responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor yang berkontribusi terhadap hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC ibu hamil seperti umur, pendidikan dan paritas sehingga didapatkan pendekatan yang lebih tepat untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam melakukan ANC.
Penatalaksanaan Hyperemesis Gravidarum dan Efektivitas Non Farmakologis Akupunktur: Literatur Review Lilis Mamuroh; Furkon Nurhakim
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23683

Abstract

ABSTRACT Hyperemesis gravidarum is a condition characterized by excessive nausea and vomiting, weight loss and electrolyte balance disorders, the mother looks thinner, skin turgor decreases and the eyes look sunken. Pregnant women in Indonesia experience nausea and vomiting and hyperemesis gravidarum occurs in one until three percent of all pregnancies in Indonesia. One non-pharmacological intervention for hyperemesis gravidarum is acupuncture, which is considered to have the potential to reduce symptoms of nausea and vomiting. The aim of this research is to determine the effectiveness of acupuncture in pregnant women who experience Hyperemesis Gravidarum. This research uses a narrative review method with the PICO approach, analyzing seven journals published between 2019-2024, from databases such as ScienceDirect and EBSCOhost. Various non-pharmacological interventions have varying potential and benefits in their effectiveness in treating hyperemesis gravidarum. However, in general acupuncture has been proven to be effective in reducing the frequency of nausea and vomiting and reducing the need for hospitalization. The PC6 acupuncture point provides significant benefits in alleviating symptoms. The combination of acupuncture with conventional therapy shows better results than either approach alone. Acupuncture side effects are minimal, with low cost and easy application. Acupuncture is a safe and effective intervention for treating hyperemesis gravidarum, helping to improve the quality of life of pregnant women by minimizing symptoms and complications. Keywords: Acupuncture, Hyperemesis gravidarum, Nausea, Vomiting.  ABSTRAK Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang ditandai rasa mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan dan gangguan keseimbangan elektrolit, ibu terlihat lebih kurus, turgor kulit berkurang dan mata terlihat cekung. Wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah dan hyperemesis gravidarum terjadi pada satu hingga tiga persen dari seluruh kehamilan di Indonesia. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk menangani hyperemesis gravidarum ini adalah akupunktur, yang dinilai memiliki potensi dalam mengurangi gejala mual dan muntah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupunktur pada Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan pendekatan PICO, menganalisis tujuh jurnal yang diterbitkan antara tahun 2019-2024, dari basis data seperti ScienceDirect dan EBSCOhost. Berbagai intervensi non farmakologis memiliki potensi dan manfaat yang bervariasi efektifitasnya dalam penanganan hyperemesis gravidarum. Namun, secara umum akupunktur terbukti efektif mengurangi frekuensi mual dan muntah serta menurunkan kebutuhan rawat inap. Titik akupunktur PC6 memberikan manfaat signifikan dalam meredakan gejala. Kombinasi akupunktur dengan terapi konvensional menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pendekatan tunggal. Efek samping akupuntur minimal, dengan biaya rendah dan penerapan mudah. Akupunktur merupakan intervensi yang aman dan cukup efektif untuk mengatasi hyperemesis gravidarum, membantu meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dengan meminimalkan gejala dan komplikasi. Kata Kunci: Akupunktur, Hyperemesis Gravidarum, Mual, Muntah.
Efektifitas Pelvic Rocking Exercise untuk Memajukan Persalinan Kala I: A Literature Review Lilis Mamuroh; Sukmawati Sukmawati; Furkon Nurhakim
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.18193

Abstract

ABSTRACT Childbirth is a process of expelling the products of conception (foetus and placenta) at term through the birth canal or with or without assistance. The problem that is often found during childbirth is prolonged labour, which is one of the causes of maternal and infant death. One of the efforts to deal with prolonged labour is doing exercises, namely pelvic rocking exercise. This research is to determine the effectiveness of pelvic rocking exercise on the length of time in the first stage of labour. This research uses a literature review system with PRISMA, literature search from the PubMed EBSCO, Science Direct, and CINAHL databases. With the keywords parture in women OR mother giving birth, pelvic rocking exercise, stage of labour OR labour stage Parturient women OR mothers giving birth and pelvic rocking exercise AND stage of labour OR labour stage. After searching and analysing, there were 6 articles that were deemed to meet the criteria, with 5 research locations in Indonesia and 1 from Egypt. Pelvic rocking exercise (PRE) is a form of exercise that can be beneficial for mothers who are about to give birth. This exercise can strengthen the abdominal and waist muscles, reduce pressure on the waist, reduce pressure on blood vessels in the uterine area, and reduce pressure on the mother's bladder. The pelvic rocking exercise intervention is effective in shortening the first stage of labour because this intervention stimulates contractions more effectively to open the cervix.:  Keywords: Effectiveness, Pelvic Rocking Exercise, First Stage of Labour  ABSTRAK Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan  melalui jalan lahir atau menggunakan bantuan atau tanpa bantuan. Masalah  yang sering ditemukan pada waktu persalianan  adalah partus lama yang merupakan salah satu penyebab kematian  ibu dan bayi. Salah satu upaya penanganan pada partus lama yaitu melakukan latihan yaitu Pelvic rocking exercise. Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelvic rocking exercise terhadap lama waktu persalinan kala I. Penelitian ini menggunakan sistem literature review dengan  PRISMA,pencarian literature dari data base PubMed EBSCO, Science  Direct, CINAHL. Dengan kata kunci Parturein women OR  Mother giving birth, pelvic rocking exercise, sstage of labor OR Labor stage  Parturient women OR  Mother giving birth and pelvic rocking exercise AND stage of labor OR Labor stage.  Setelah dilakukan pencarian dan analisis terdapat 6 artikel yang dinilai memenuhi krteria dengan lokasi penelitian 5 di Indonesia  dan 1 dari Mesir. Pelvic rocking exercise (PRE) merupakan salah satu bentuk latihan  yang dapat menguntungkan  bagi ibu yang akan menghadapi persalinan latihan ini dapat memperkuat otot –otot perut  dan pinggang mengurangi tekanan pada pinggang dan  dapat mengurangi tekanan pembuluh darah di area uterus  dan mengurangi tekanan pada kandung kemih  ibu. Intervensi Pelvic Rocking Exercise efektif dalam mempersingkat persalinan  Kala I karena intervensi ini merangsang kontraksi lebih efektif untuk pembukaan serviks Kata Kunci: Efektivitas, Pelvic Rocking Exercise, Persalinan Kala I
Intervensi Untuk Menurunkan Gejala Hot Flashes Pada Wanita Menopause: A Scoping Review Lilis Mamuroh; Furkon Nurhakim; Sukmawati Sukmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14867

Abstract

ABSTRACT Hormonal changes that begin during the menopausal transition affect many biological systems, including diseases related to the central nervous system including metabolism, body weight, musculoskeletal, urogenital, skin atrophy, sexual dysfunction and vasomotor symptoms (hot flashes). To determine interventions that can reduce symptoms of hot flashes in postmenopausal women. This study uses a scoping review method with the databases used are Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, and SAGE. The articles used in this study are primary research articles using the Randomized Control Trial and Quasi Experiment methods in English and Indonesian, full text and free access with the time span for the publication of the article is the last 5 years (2017-2022). There were 4 interventions to reduce the symptoms of hot flashes in menopausal women, including giving soy milk, giving Kudzu Flower-Mandarin Peel, elderly exercise, and aerobic exercise. There are several interventions to reduce the symptoms of hot flashes in postmenopausal women which are grouped into diet-based interventions and physical activity-based interventions. Keywords: Hot Flashes, Intervention, Menopause ABSTRAK Perubahan hormonal yang dimulai selama transisi menopause memengaruhi banyak sistem biologis, termasuk penyakit terkait sistem saraf pusat meliputi metabolisme, berat badan,   perubahan   muskuloskeletal,   urogenital, atrofi kulit, disfungsi seksual serta gejala vasomotor (hot flashes).  Untuk mengetahui intervensi yang dapat menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause.  Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan database yang digunakan yaitu Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, dan SAGE. Artikel   yang digunakan pada penelitian ini adalah artikel penelitian primer dengan metode Randomized Control Trial dan Quasi Experiment yang berbahasa inggris dan indonesia, full text dan free access dengan rentang waktu terbit artikel adalah 5 tahun terakhir (2017-2022). Didapatkan 4 intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause, diantaranya yaitu pemberian susu kedelai, pemberian Kudzu Flower-Mandarin Peel, senam lansia, dan senam aerobik. Terdapat beberapa intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause yang dikelompokkan menjadi intervensi berbasis diet dan intervensi berbasis aktivitas fisik. Kata Kunci: Hot Flashes, Intervensi, Menopause
TINGKAT STRESS CAREGIVER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: A LITERATUR REVIEW Keysha Bilbina Putri Zaenal; Furkon Nurhakim; Kurniawan
Jurnal Keperawatan Malang Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Malang (JKM) As You go
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v11i1.496

Abstract

Background: Caregivers of children with special needs are at risk of experiencing psychological stress due to complex and long-term caregiving demands. Intensive care requirements and environmental factors may increase caregiver burden.Purpose: This study was conducted to identify and understand the extent of stress experienced by caregivers of special needs children.Methods: This study employed a literature review design using the PCC (Population, Concept, Context) approach. Articles were retrieved from PubMed, Scopus, EBSCO, and ScienceDirect using predefined keywords. Inclusion criteria were articles published between 2020–2025, written in Indonesian or English, and available in full text. The selection process followed PRISMA guidelines, resulting in 9 eligible articles. Data were analyzed descriptively.Results: The findings indicate that caregivers of children with special needs tend to experience moderate to high stress levels. Contributing factors include child-related conditions (behavioral problems and limited independence) and caregiver-related factors such as low social support and ineffective coping strategies. Caregiving burden and limited personal time also contribute to increased stress.Implications: These findings highlight the importance of caregiver-focused interventions in managing stress. The results can serve as a basis for developing nursing interventions and future research on caregiver stress management. Keywords: Caregiver; Children with special needs; Stress Levels
Intervensi Pemberian Madu Pada Pasien dengan Luka untuk Pencegahan Infeksi: Rapid Review Lilis Mamuroh; Furkon Nurhakim
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.26279

Abstract

ABSTRACT A wound is a condition of damage or loss of body tissue that can occur due to trauma, whether caused by sharp or blunt objects, chemicals, physical injury agents, or changes in temperature. Honey is one substance used for wound care and to prevent infection in patients. To determine the effectiveness of honey in preventing infection in patient wound care. This literature review used a rapid review design. Articles were collected from four databases: PubMed, Sage Journals, Scopus, and Google Scholar. Articles were selected according to predetermined inclusion and exclusion criteria, and seven articles met. Data were analyzed by grouping them into a data extraction table to facilitate analysis. The use of honey in wound care is effective in preventing infection in patients' wounds. Honey, as a natural antibiotic, has been used as part of non-pharmacological wound care procedures. Honey helps accelerate the growth of granulation tissue, making it effective as a wound care agent. Nurses can implement honey during wound care interventions to prevent and reduce the risk of wound infection in patients. Keywords: Honey, Infection, Wound Care.  ABSTRAK Luka merupakan kondisi rusak atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang dapat terjadi karena trauma, baik oleh benda tajam maupun tumpul, zat kimia, agen pencedera fisik, atau perubahan suhu. Madu merupakan salah satu zat yang digunakan untuk perawatan luka dan mencegah infeksi pada pasien. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan madu dalam mencegah infeksi pada perawatan luka pasien. Desain yang digunakan dalam literature review ini Adalah rapid revew, artikel dikumpulkan dari empat basis data, yaitu Pubmed, Sage Journal, Scopus, dan Google Scholar. Penyeleksian artikel dilakukan sesuai dengan  kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan dan didapatkan tujuh artikel yang sesuai. Dilakukan analisa data dengan mengelompokkannya ke dalam sebuah tabel ekstraksi data untuk memudahkan dalam melakukan analisis. Penggunaan madu pada perawatan luka efektif dalam mencegah terjadinya infeksi pada luka pasien.  Madu sebagai antibiotik alami memiliki digunakan sebagai bagian dari prosedur perawatan luka non farmakologi. Madu membantu mempercepat pertumbuhan jaringan granulasi, sehingga efektif untuk digunakan sebagai bahan perawatan luka. Penggunaan madu pada saat melakukan intervensi wound care dapat diterapkan oleh perawat untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi luka pada pasien Kata Kunci: Infeksi, Madu Perawatan Luka.