Articles
IDENTIFKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 5 SUNGAI KAKAP
Sholy Safitri, Nofani;
Djudin, Tomo;
Trisianawati, Eka
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (721.277 KB)
|
DOI: 10.31571/jpsa.v3i1.1508
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi kalor dan perpindahannya di kelas VII SMP Negeri 5 Sungai Kakap. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sungai Kakap yang terdiri dari 30 siswa dari 119 target populasi yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak). Alat pengumpul data berupa Tes diagnostik 10 soal pilihan ganda dengan 3 alternatif jawaban disertai alasan terbuka. Dari enam konsep yang diungkap miskonsepsinya, soal nomor 1,2,3,4,7,8,9 dan 10 mengalami miskonsepsi sebesar 100%. kecuali untuk konsep soal nomor 5 tentang pengaruh kalor jenis terhadap kalor siswa mengalami miskonsepsi sebesar 83% dan untuk soal nomor 6 tentang menjelaskan peristiwa Asas Black siswa mengalami miskonsepsi sebesar 97%. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi miskonsepsi antara siswa laki-laki dan perempuan pada materi kalor dan perpindahannya.
ANALISIS KELENGKAPAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM IPA SEKOLAH DI KOTA PONTIANAK
Trisianawati, Eka;
Ita, Ita;
Fitria, Kristiana
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/jpsa.v3i2.2245
Mewujudkan revolusi industri 4.0 di era milenial ini, kesiapan laboratorium sekolah untuk melakukan praktikum terutama pada kelengkapan alat dan bahan laboratorium IPA perlu diperhatikan untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan laboratorium terutama dalam hal kelengkapan alat dan bahan yang ada di laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama di kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi pada Sekolah Menengah Pertama yang ada di kota Pontianak melalui wawancara terstruktur, dan dokumentasi alat dan bahan serta dokumentasi ruangan Laboratorium IPA yang kemudian dianalisis. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini berdasarkan persentase kelengkapan alat dan bahan laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama yang berada di kota Pontianak dapat diketahui bahwa laboratorium SMP BRUDER Pontianak memiliki jumlah total alat dan bahan dengan rata- rata persentase kesiapan laboratorium 83,3% dengan kategori siap, SMP N 05 Pontianak memiliki total alat dan bahan dengan rata-rata persentase kesiapan laboratorium 100% dengan kategori siap, dan SMP N 08 Pontianak memiliki total alat dan bahan dengan rata-rata persentase kesiapan laboratorium 62.5% dengan kategori cukup siap.Kata kunci : Laboratorium IPA, alat dan bahan, Kota Pontianak.Â
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT PADA MATERI KALOR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 EMBALOH HULU KEC. EMBALOH HULU KABUPATEN KAPUAS HULU
Friastuti haryanti, Agustina;
Darmawan, Handy;
Trisianawati, Eka
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/jpsa.v3i2.1982
Pelajaran IPA (Fisika) kurang disukai oleh siswa karena dianggap sulit apalagi berhubungan dengan hitung-menghitung sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA rendah. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Bentuk penelitian yang digunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian Non-Equivalen group posstest only. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII A dan VII B dengan jumlah siswa yang sama yaitu 30 siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cluster random sampling. Analisis deskripsi data posstest dengan menggunakan uji statistik inferensial, sedangkan untuk menganalisis data untuk uji normalitas data menggunakan uji Liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F dengan membandingkan varians terkecil dan varians terbesar, dan uji hipotesis menggunakan uji polled varians. Berdasarkan pengolahan dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum dapat ditarik kesimpulan dengan menerapkan model pembelajaran sains teknologi dan masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan menggunakan model pembelajaran konvesional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI VEKTOR DI KELAS X SMA NEGERI 1 SANGGAU LEDO
Trisianawati, Eka;
Djudin, Tomo;
Setiawan, Rendi
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jpfa.v6n2.p51-60
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran diskusi-ceramah pada materi vektor di kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo, serta mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran diskusi-ceramah pada materi vektor di kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada materi vektor di kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian Quasi eksperimental design (eksperimen semu) dan rancangan penelitian Non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo yang terdiri dari 6. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling, kemudian terpilih kelas XA sebagai kelas eksperimen 1 dan XB sebagai kelas eksperimen 2. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh temuan: (1) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 yang mulanya 14,67 mengalami peningkatan sebesar 70,14 sehingga nilai rata-rata kelas eksperimen menjadi 84,81. (2) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 2 setelah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran diskusi-ceramah juga mengalami peningkatan meskipun tidak sebesar peningkatan yang terjadi pada kelas eksperimen 1. Rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol yang mulanya 13,13 mengalami peningkatan sebesar 63,00 sehingga nilai rata-rata kelas eksperimen menjadi 76,13. (3). Dari hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran diskusi-ceramah pada materi vektor. (4). Dari hasil analisis data menggunakan effect size diperoleh nilai effect size sebesar 0,44. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw cukup berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi vektor di kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo.
Korelasi Keterampilan Dasar Matematika dan Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak
Boisandi Boisandi;
Eka Trisianawati
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/edukasi.v14i1.282
Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara keterampilan dasar matematis, aktivitas belajar, dan prestasi belajar mahasiswa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah keterampilan matematika dan aktivitas belajar mahasiswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah indeks prestasi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan fisika IKIP PGRI Pontianak yang terdiri atas 3 kelas angkatan tahun 2013, dan 3 kelas angkatan tahun 2014. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, sehingga didapatkan 20 mahasiswa kelas B sore angkatan 2013 dan 20 mahasiswa kelas A sore angkatan 2014. Penelitian dilaksanakan di IKIP PGRI Pontianak. Variabel keterampilan dasar matematika diukur dengan soal tes essay, Variabel aktivitas mahasiswa diukur dengan menggunakan angket Aktivitas belajar mahasiswa. Korelasi antara keterampilan dasar matematika, aktivitas belajar dan prestasi belajar dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment untuk dua variabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keterampilan dasar matematika dan aktivitas belajar dengan hasil belajar mahasiswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA
Eka Trisianawati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v5i1.249
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh penggunaan model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar mahasiswa; (2) Pengaruh pkemampuan awal tinggi dan rendah terhadap hasil belajar mahasiswa; (3) Pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2 x 2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Fisika Tahun Akademik 2014/2015 IKIP PGRI Pontianak sebanyak tiga kelas yaitu kelas A terdiri dari 20 mahasiswa, kelas B terdiri dari 21 mahasiswa, dan C terdiri dari 21 mahasiswa. Pengumpulan data menggunkan tes prestasi belajar terdiri dari tes awal, tes akhir pembelajaran, tes kemampuan awal dan tes kemampuan berpikir kritisdengan bentuk tes essay. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji anava dengan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh pembelajaran model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar; (2) Terdapat pengaruh kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap hasil belajar; (3) Terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap hasil belajar.Kata kunci: inkuiri terbimbing, kemampuan awal, kemampuan berpikir kritis
PENYEDIAAN BAHAN BACAAN BERUPA BUKU SAKU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 5 MONTERADO
Eka Trisianawati;
Tomo Djudin;
Thomas Katihada
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.646
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyediaan bahan bacaan berupa buku saku terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor di kelas VII SMP Negeri 5 Monterado. Bentuk penelitian yaitu kuasi eksperimen, dengan rancangan non equivalen pre-test post-test control group design. Tahapan penelitian meliputi: (1) Tahap observasi dan wawancara, yaitu mengobservasi tempat penelitian dan mewawancara guru mata pelajaran IPA; (2) Perencanaan, yaitu menyusun desain penelitian berdasarkan masalah yang ditemukan ditempat penelitian; (3) Validasi, yaitu penyusunan buku saku dan validasi buku saku serta validasi instrumen penelitian; (4) Penerapan, yaitu pemberian pre-test kemudian dilakukan penerapan pembelajaran berbantuan buku saku; dan (5) Evaluasi, yaitu pemberian post-test. Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu teknik pengukuran, dengan alat pengumpul data berupa instrumen tes. Berdasarkan hasil validasi, buku saku layak digunakan dalam pembelajaran dan hasil penelitian menunjukkan penggunaan buku saku berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor. Kata Kunci: buku saku, hasil belajar, kalor.
PERANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PADAPENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA
Handy Darmawan;
Eka Trisianawati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v3i2.699
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan proses sains mahasiswa sebelum menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada materi ekosistem, profil keterampilan proses sains mahasiswa setelah menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada materi ekosistem, serta pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan proses sains mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdengan subjek penelitian seluruh mahasiswa semester II (dua) Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Biologi Umum tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes untuk mengukur keterampilan proses sains mahasiswa, dan non tes melalui lembar observasi dan wawancara untuk mengukur peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai rata-rata keterampilan proses sains mahasiswa sebelum pembelajaran didapatkan hasil 59,36, (2) nilai rata-rata keterampilan proses sains mahasiswa setelah pembelajaran didapatkan hasil 67,95, (3) terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa.Kata Kunci: Peranan Dosen, Pembelajaran Berbasis Masalah, Keterampilan Proses Sains
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana Di Kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo
Eka Trisianawati
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2016): March 2016
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.303 KB)
|
DOI: 10.26737/jipf.v1i1.59
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana Di Kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi fisika di MAN Sanggau Ledo, bahwa guru dalam mengajar masih menggunakan metode tradisional, yaitu metode ceramah. Salah satunya materi gerak harmonik sederhana dan hasil belajar siswa pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo rendah yang kurang dari nilai KKM yaitu 70. Hal ini dibuktikan dari hasil ulangan siswa yang tuntas sebanyak 26,32% dan yang tidak tuntas sebanyak 73,69%, yang keseluruhan jumlah siswa 19 orang di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo Tahun Ajaran 2014/2015 semester ganjil,dan berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi yang ada disekolah tersebut belum pernah menerapkan model inkuiri terbimbing. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. (3) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian exsperimen, bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design, dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitaian ini siswa kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo, dan dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan menggunakan nonprobability sampling, teknik yang digunakan adalah sampling jenuh. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk essay. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana memiliki rata-rata nilai 36.82 yang tergolong rendah dengan standar deviasi 9.48. (2) Hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana memiliki rata-rata nilai 65.45 yang tergolong cukup dengan standar deviasi 9.47. (3) Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, pada taraf signifikansi 5% diperoleh t hitung > t tabel atau 4.58 > 2.079, maka Ha diterima. Dengan demikian pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana terdapat peningkatkan hasil belajar siswa.
Peranan Dosen Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Pada Peningkatan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa
Eka Trisianawati;
Handy Darmawan
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (55.847 KB)
|
DOI: 10.25273/jems.v4i2.690
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah berorientasi pada peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa pada mata kuliah Biologi materi ekosistem. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas A Pagi semester 2, Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Fisika IKIP PGRI Pontianak yang terdiri dari 39 mahasiswa. Teknik pengumpulan data mahasiswa menggunakan tes prestasi belajar yang terdiri dari tes awal dan tes akhir. Hipotesis dalam penelitian ini dianalisis dengan uji non parametrik menggunakan bantuan Software SPSS Versi 16. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah pada peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa.